SOC HCS untuk Ayam Pedaging
Berkat aplikasi SOC HCS untuk Ayam Pedaging atau ayam potong yang benar di bawah bimbingan konsultan Program HCS Nusantara, beliau sukses beternak ayam dan bisa membeli mobil Xenia baru secara tunai

Peternakan ayam potong/pedaging mitra Program HCS Nusantara ini berada di Madiun. Pak Jaka sudah beternak ayam selama beternak ayam sudah 6 tahun. Dan mulai pakai Suplemen Organik Cair – SOC HCS secara penuh sudah 3 tahun.

Beliau mengawali ternak ayam pedaging dari 100 sd 200 ekor saja. Kini penambahan populasi jadi 10,000 ekor.
Sebelum mengenal SOC dan Program HCS Nusantara, beliau telah banyak mencoba probiotik lebih dari 10 macam merek. Hingga akhirnya menjatuhkan pilihan pada suplemen ternak dari HCS yang biasa disebut SOC.

BACA JUGA: WANITA CANTIK TERNAK RATUSAN BEBEK MENGGUNAKAN SOC HCS

Sejak kenal dengan HCS Nusantara yang dibimbing Pak Wahyudi Khan, dengan SOC terjadi perubahan sangat besar. Periode lalu dengan populasi 8,500 bisa hemat pakan 80 sak.
Dan kini perkiraan dengan adanya penjarangan di hari ke 29, perkiraan hemat bisa lebih dari 100 sak….
Alhamdulillah tiga kali panen periode terakhir bisa beli mobil Xenia terbaru tunai….

Ingin bisa seperti beliau? Ikuti panduannya.
Daftar sekarang! Klik menu PENDAFTARAN.

Jika Anda ingin coba-coba dulu atau sekedar ingin tahu dan membuktikan manfaat suplemen organik cair SOC HCS untuk ayam pedaging atau ayam potong, Anda bisa order eceran 1 atau 2 botol. Klik CARA BELI SOC.

SOC HCS Untuk Ternak Ayam – Meningkatkan Bobot Ayam Boiler. Tak dipungkiri bahwa ayam pedaging atau lebih kerennya biasa disebut broiler sudah menjadi sumber protein hewani andalan masyarakat Indonesia. Menekuni bisnis sebagai peternak ayam broiler guna mencukupi kebutuhan masyarakat juga menjadi pilihan sebagian petani kita. Berbagai upaya dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan hidup para petani peternak ayam. Karena, jika mereka sampai gulung tikar di tengah melambungnya biaya perawatan dipastikan ketersediaan protein hewani untuk masyarakat akan terganggu.

Untuk itu, PT HCS (Hidup Cerah Sejahtera) bersama seluruh  Mitra HCS di seluruh nusantara berikhtiar menemukan cara terbaik beternak ayam broiler. Sesuai visi dan  misi Program HCS maka tentu saja peternakan organik tanpa kimia menjadi fokus yg perlu diupayakan pencapaiannya.

Harapannya, agar terjadi peningkatan produktivitas, kuantitas, kualitas dan efisiensi usaha peternakan ayam broiler. Konsumen sehat karena mengkonsumsi daging yang sehat, dan peternaknya pun sehat perekonomiannya karena menerapkan cara alami organik (tanpa kimia). (Baca: Mitra HCS Peternak Ayam Pedaging Hemat 40 Juta Berkat SOC).
Baiklah mari kita mulai pembahasan tentang SOC HCS Untuk Ternak Ayam – Meningkatkan Bobot Ayam Boiler yang baik dan benar. Untuk mendapatkan bobot ayam dengan maksimal kita perlu mengikuti langkah-langkah beternak sebagai berikut.

Cara Pemilihan Bibit Ayam Boiler/Pedaging

Sehat dan aktif bergerak, bentuk tubuh bulat (gemuk), bulu bersih dan kelihatan mengkilat, hidung bersih, sorot mata tajam dan bersih serta lubang kotoran (anus) bersih  merupakan ciri bibit yang baik.

SOC HCS Untuk Ternak Ayam Broiler

Kondisi Yang Ideal Untuk Beternak Ayam Boiler/Pedaging :

  • Lokasi Kandang.
    Kandang ideal terletak di daerah yang jauh dari pemukiman penduduk, mudah dicapai sarana transportasi, terdapat sumber air, arahnya membujur dari timur ke barat.
  • Pergantian udara dalam kandang.
    Ayam bernapas membutuhkan oksigen dan mengeluarkan karbondioksida. Supaya kebutuhan oksigen selalu terpenuhi, ventilasi kandang harus baik.
  • Suhu udara dalam kandang.
    Suhu ideal kandang sesuai umur adalah sebagai berikut :

    Umur (hari)

    Suhu (⁰c)

    01 – 07

    34 – 32

    08 – 14

    29 – 27

    15 – 21

    26 – 25

    22 – 28

    24 – 23

    29 – 35

    23 – 21

  • Kemudahan mendapatkan sarana produksi
    Lokasi kandang sebaiknya dekat dengan poultry shop atau toko sarana peternakan.

Cara Pemeliharaan Ayam Boiler/Pedaging

1) Perkembangan

Tipe kandang ayam Broiler ada dua, yaitu bentuk panggung dan tanpa panggung (litter). Tipe panggung lantai kandang lebih bersih karena kotoran langsung jatuh ke tanah, tidak memerlukan alas kandang sehingga pengelolaan lebih efisien, tetapi biaya pembuatan kandang lebih besar. Tipe litter lebih banyak dipakai peternak, karena lebih mudah dibuat dan lebih murah.
Pada awal pemeliharaan, kandang ditutupi plastik untuk menjaga kehangatan, sehingga energi yang diperoleh dari pakan seluruhnya untuk pertumbuhan, bukan untuk produksi panas tubuh. Kepadatan kandang yang ideal untuk daerah tropis seperti Indonesia adalah 8-10 ekor/m2, lebih dari angka tersebut, suhu kandang cepat meningkat terutama siang hari pada umur dewasa yang menyebabkan konsumsi pakan menurun, ayam cenderung banyak minum, stress, pertumbuhan terhambat dan mudah terserang penyakit.

Video Aplikasi King Master, Bio Power dan SOC HCS Untuk Ternak Ayam Broiler / Pedaging Mampu menaikkan bobot rata-rata 2.8 kg usia 35 hari.


Suplemen Organik Cair untuk ayam broiler

2) Pakan

      • Pakan merupakan 70% biaya pemeliharaan. Pakan yang diberikan harus memberikan zat pakan (nutrisi) yang dibutuhkan ayam, yaitu karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral, sehingga pertambahan berat badan perhari (Average Daily Gain/ADG) tinggi. Pemberian pakan dengan sistem ad libitum (selalu tersedia/tidak dibatasi).
      • Apabila menggunakan pakan dari pabrik, maka jenis pakan disesuaikan dengan tingkat pertumbuhan ayam, yang dibedakan menjadi 2 (dua) tahap. Tahap pertama disebut tahap pembesaran (umur 1 sampai 20 hari), yang harus mengandung kadar protein minimal 23%. Tahap kedua disebut penggemukan (umur diatas 20 hari), yang memakai pakan berkadar protein 20 %. Jenis pakan biasanya tertulis pada kemasannya.
      • Penambahan SOC HCS lewat air minum dengan dosis 1- 2 cc/5 liter air minum memberikan berbagai nutrisi pakan dalam jumlah cukup untuk membantu pertumbuhan dan penggemukan ayam broiler.

Efisiensi pakan dinyatakan dalam perhitungan FCR (Feed Convertion Ratio). Cara menghitungnya adalah, jumlah pakan selama pemeliharaan dibagi total bobot ayam yang dipanen.
Contoh perhitungan :
Diketahui ayam yang dipanen 1000 ekor, berat rata-rata 2 kg, berat pakan selama pemeliharaan 3125 kg, maka FCR-nya adalah :
Berat total ayam hasil panen =
1000 x 2 = 2000 kg
FCR = 3125 : 2000 = 1,6
Semakin rendah angka FCR, semakin baik kualitas pakan, karena lebih efisien (dengan pakan sedikit menghasilkan bobot badan yang tinggi). Penggunaan SOC HCS dapat menurunkan angka FCR tersebut.

3) Vaksinasi

Vaksinasi adalah pemasukan bibit penyakit yang dilemahkan ke tubuh ayam untuk menimbulkan kekebalan alami. Vaksinasi penting yaitu vaksinasi ND/tetelo. Dilaksanakan pada umur 4 hari dengan metode tetes mata, dengan vaksin ND strain B1 dan pada umur 21 hari dengan vaksin ND Lasotta melalui suntikan atau air minum.

4) Teknis Pemeliharaan

      • Minggu Pertama (hari ke 1-7). Kutuk/DOC dipindahkan ke indukan atau pemanas, segera diberi air minum hangat yang ditambah SOC HCS dengan dosis ± 1 – 2 cc/5 liter air minum dan gula untuk mengganti energi yang hilang selama transportasi. Pakan dapat diberikan dengan kebutuhan per ekor 13 gr atau 1,3 kg untuk 100 ekor ayam. Jumlah tersebut adalah kebutuhan minimal, pada prakteknya pemberian tidak dibatasi. Pakan yang diberikan pada awal pemeliharaan berbentuk butiran-butiran kecil (crumbles).
      • Mulai hari ke-2 hingga ayam dipanen air minum sudah berupa air dingin dengan penambahan SOC HCS dengan dosis 1 – 2 cc/5 liter air minum (diberikan saat pemberian air minum yang pertama). Vaksinasi yang pertama dilaksanakan pada hari ke-4.
      • Minggu Kedua (hari ke 8 -14).
        Pemeliharaan minggu kedua masih memerlukan pengawasan seperti minggu pertama, meskipun lebih ringan. Pemanas sudah bisa dikurangi suhunya. Kebutuhan pakan untuk minggu kedua adalah 33 gr per ekor atau 3,3 kg untuk 100 ekor ayam.
      • Minggu Ketiga (hari ke 15-21).
        Pemanas sudah dapat dimatikan terutama pada siang hari yang terik. Kebutuhan pakan adalah 48 gr per ekor atau 4,8 kg untuk 100 ekor. Pada akhir minggu (umur 21 hari) dilakukan vaksinasi yang kedua menggunakan vaksin ND strain Lasotta melalui suntikan atau air minum. Jika menggunakan air minum, sebaiknya ayam tidak diberi air minum untuk beberapa saat lebih dahulu, agar ayam benar-benar merasa haus sehingga akan meminum air mengandung vaksin sebanyak-banyaknya. Perlakuan vaksin tersebut juga tetap ditambah SOC HCS dengan dosis tetap.
      • Minggu Keempat (hari ke 22-28).
        Pemanas sudah tidak diperlukan lagi pada siang hari karena bulu ayam sudah lebat. Pada umur 28 hari, dilakukan sampling berat badan untuk mengontrol tingkat pertumbuhan ayam. Pertumbuhan yang normal
        mempunyai berat badan minimal 1,25 kg. Kebutuhan pakan adalah 65 gr per ekor atau 6,5 kg untuk 100 ekor ayam. Kontrol terhadap ayam juga harus ditingkatkan karena pada umur ini ayam mulai rentan terhadap penyakit.
      • Minggu Kelima (hari ke 29-35).
        Pada minggu ini, yang perlu diperhatikan adalah tatalaksana lantai kandang. Karena jumlah kotoran yang dikeluarkan sudah tinggi, perlu dilakukan pengadukan dan penambahan alas lantai untuk menjaga lantai tetap kering. Kebutuhan pakan adalah 88 gr per ekor atau 8,8 kg untuk 100 ekor ayam. Pada umur 35 hari juga dilakukan sampling penimbangan ayam. Bobot badan dengan pertumbuhan baik mencapai 1,8 – 2 kg. Dengan bobot tersebut, ayam sudah dapat dipanen.
      • Minggu Keenam (hari ke 36-42).
        Jika ingin diperpanjang untuk mendapatkan bobot yang lebih tinggi, maka kontrol terhadap ayam dan lantai kandang tetap harus dilakukan. Pada umur ini dengan pertumbuhan yang baik, ayam sudah mencapai bobot 2,25 kg.

5) Penyakit

Penyakit yang sering menyerang ayam broiler yaitu :

        • Tetelo (Newcastle Disease/ND)
          Disebabkan virus Paramyxo yang bersifat menggumpalkan sel darah. Gejalanya ayam sering megap-megap, nafsu makan turun, diare dan senang berkumpul pada tempat yang hangat. Setelah 1 – 2 hari muncul gejala syaraf, yaitu kaki lumpuh, leher berpuntir dan ayam berputar-putar yang akhirnya mati. Ayam yang terserang secepatnya dipisah, karena mudah menularkan kepada ayam lain melalui kotoran dan pernafasan. Belum ada obat yang dapat menyembuhkan, maka untuk mengurangi kematian, ayam yang masih sehat divaksin ulang dan dijaga agar lantai kandang tetap kering.
        • Gumboro (Infectious Bursal Disease/IBD)
          Merupakan penyakit yang menyerang sistem kekebalan tubuh yang disebabkan virus golongan Reovirus. Gejala diawali dengan hilangnya nafsu makan, ayam suka bergerak tidak teratur, peradangan disekitar dubur, diare dan tubuh bergetar-getar. Sering menyerang pada umur 36 minggu. Penularan secara langsung melalui kotoran dan tidak langsung melalui pakan, air minum dan peralatan yang tercemar. Belum ada obat yang dapat menyembuhkan, yang dapat dilakukan adalah pencegahan dengan vaksin Gumboro.
        • Penyakit Ngorok (Chronic Respiratory Disease)
          Merupakan infeksi saluran pernapasan yang disebabkan oleh bakteri Mycoplasma gallisepticum Gejala yang nampak adalah ayam sering bersin dan ingus keluar lewat hidung dan ngorok saat bernapas. Pada ayam muda menyebabkan tubuh lemah, sayap terkulai, mengantuk dan diare dengan kotoran berwarna hijau, kuning keputih-keputihan. Penularan melalui pernapasan dan lendir atau melalui perantara seperti alat-alat. Pengobatan dapat dilakukan dengan obat-obatan yang sesuai.
        • Berak Kapur (Pullorum).
          Disebut penyakit berak kapur karena gejala yang mudah terlihat adalah ayam diare mengeluarkan kotoran berwarna putih dan setelah kering menjadi seperti serbuk kapur. Disebabkan oleh bakteri Salmonella pullorum.
          Kematian dapat terjadi pada hari ke-4 setelah infeksi. Penularan melalui kotoran. Pengobatan belum dapat memberikan hasil yang memuaskan, yang sebaiknya dilakukan adalah pencegahan dengan perbaikan sanitasi kandang.
          Infeksi bibit penyakit mudah menimbulkan penyakit, jika ayam dalam keadaan lemah atau stres. Kedua hal tersebut banyak disebabkan oleh kondisi lantai kandang yang kotor, serta cuaca yang jelek. Cuaca yang mudah menyebabkan ayam lemah dan stres adalah suhu yang terlalu panas, terlalu dingin atau berubah-ubah secara drastis. Penyakit, terutama yang disebabkan oleh virus sukar untuk disembuhkan. Untuk itu harus dilakukan sanitasi secara rutin dan ventilasi kandang yang baik. Pemberian SOC HCS yang mengandung berbagai mineral penting untuk pertumbuhan ternak, seperti N, P, K, Ca, Mg, Fe dan lain-lain serta dilengkapi protein dan lemak nabati, mampu meningkatkan pertumbuhan ayam, ketahanan tubuh ayam, mengurangi kadar kolesterol daging dan mengurangi bau kotoran.

SOC HCS merupakan suplemen khusus ternak dengan kandungan :

      • Mineral-mineral yang penting untuk pertumbuhan tulang, organ luar dan dalam, pembentukan darah dan lain-lain.
      • Asam-asam amino utama seperti Arginin, Histidin, Isoleucine, Lycine, Methionine , Phenylalanine, Threonine, Thryptophan, dan Valine sebagai penyusun protein untuk pembentukan sel, jaringan, dan organ tubuh
      • Vitamin-vitamin lengkap, yaitu A, D, E, K, C dan B Komplek untuk kesehatan dan ketahanan tubuh.

6) Sanitasi/Cuci Hama Kandang
Sanitasi kandang harus dilakukan setelah panen. Dilakukan dengan beberapa tahap, yaitu pencucian kandang dengan air hingga bersih dari kotoran limbah budidaya sebelumnya. Tahap kedua yaitu pengapuran di dinding dan lantai kandang. Untuk sanitasi yang sempurna selanjutnya dilakukan penyemprotan dengan formalin, untuk membunuh bibit penyakit. Setelah itu dibiarkan minimal selama 10 hari sebelum budidaya lagi untuk memutus siklus hidup virus dan bakteri, yang tidak mati oleh perlakuan sebelumnya.

Keuntungan penggunaan Bio Organik SOC HCS :

      • Selain kotoran tidak bau juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan pakan ternak lain maupun untuk membuat bokashi juga sangat bagus.
      • Ayam lebih berbobot dan menghemat biaya perawatan karena pertumbuhan ayam lebih cepat.
      • Daging ayamnya rendah kolesterol(tanpa gajih) dan rasanya kenyal seperti ayam kampung.

Bagi peternak ayam boiler atau pedaging yang ingin meningkatkan bobot ayam ternaknya dengan biaya perawatan lebih hemat bisa dicoba dengan penggunakan Bio Organik SOC HCS dan bisa Anda dapatkan hanya di PENJUAL SOC HCS.

Kata kunci pilihan:

rumah di simpang lima gulung tapin,biaya total ayam broiler organik soc hcs,

ternak ayam mitra hcsPak Sukimin, Mitra HCS, Ternak Ayam Pedaging Bisa Hemat 40 Juta Berkat SOC. Usaha ternak ayam daging memiliki prospek yang cerah dikarenakan permintaan akan daging ayam ini senantiasa meningkat.

Peternakan ayam ini memiliki beberapa keuntungan lebih dibandingkan dengan beternak hewan pedaging lainnya. Keunggulan tersebut di antaranya; siklus panen yang pendek antara 4 – 6 minggu, serta tidak memerlukan lahan yang luas. Siklus yang pendek inilah yang menjadi daya tarik tersendiri bagi Bapak Sukimin, warga Jatikluwung, Gondangrejo, Karanganyar. Karena perputaran modal yang relatif cepat sehingga keuntungan akan semakincepat pula didapatkan.

Meski begitu, dalam merintis usaha ternak ayam pedaging ini, Pak Sukimin melewati berbagai tantangan seperti biaya yang tinggi sehingga memerlukan modal investasi yang cukup besar. Kendala lainnya adalah tingginya tingkat resiko yang dihadapi seperti fluktuasi harga, resiko kematian, serta reaksi masyarakat akibat bau yang ditimbulkan. Resiko lainnya dalam beternak ayam broiler adalah kondisi cuaca dan iklim, serta wabah yang ketiganya bisa sangat berdampak serius dalam produksi daging.

Namun, kendala-kendala di atas bisa dilalui Pak Sukimin dengan mudah. Seiring berjalannya waktu, beliau berkenalan dengan pola peternakan HCS yang memanfaatkan Suplemen Organik Cair (SOC). Sejak itulah Pak Sukimin merasakan nyaman dan enaknya beternak ayam. Terutama rasa tenang karena kandang peternakan ayamnya tidak mengeluarkan bau menyengat.

Dalam hal pakan, mitra HCS ini mampu menghemat pakan hingga 5 karung untuk tiap 100o ekor ayamnya. Dan, yang cukup menggembirakan, ramuan SOC HCS mampu menekan angka kematian ternak ayamnya hingga mencapai titik 0%.

Saat ini, Pak Sukimin memelihara 26.500 ekor ayam. Dengan memanfaatkan produk HCS yakni SOC ini, konsumsi pakan bisa dihemat hingga 132 karung. Jika dinilai dengan rupiah mencapai 40 juta.

Perkembangan usaha ternak ayam broiler akan berhasil apabila peternak mampu mengelola usaha ternaknya dengan baik. Pengelolaan usaha ternak ayam pedaging seperti ini harus ditunjang dengan kemampuan manajemen yang baik, mulai dari manajemen produksi, keuangan, sumber daya manusia, hingga manajemen pemasaran.

Petenak sebagai pengambil keputusan harus memiliki kompetensi yang baik dalam mengelola seluruh fungsi usahanya. Selain itu, penggunakan teknologi yang tepat guna seperti pola HCS dengan SOC-nya juga merupakan faktor yang penting dalam mendukung infrastruktur peternakan yang memadai. Untuk mendukung itu semua, peternak harus senantiasa mengikuti informasi terkini tentang dunia peternakan yang diberikan oleh para mentor PT HCS.
tempat beli soc

Kata kunci pilihan:

soc hcs untuk unggas,daftar perusahaan kemitraan broiler,perusahaan kemitraan broiler di jawa tengah,ternak ayam pola hcs,kemitraan ayam potong,soc untuk ayam,ternak ayam potong kemitraan,usaha kemitraan peternakan,kemitraan ayam broiler,mitra usaha ternak,mitra ayam potong,kemitraan ternak ayam broiler,mitra ternak,ternak ayam hcs,kemitraan usaha peternakan,kemitraan ternak ayam,hcs ternak ayam,kemitraan ayam pedaging,mitra ternak ayam,bisnis ayam potong,pt ayam potong,