Aplikasi Suplemen Organik Tanaman (SOT) Untuk Seledri
Aplikasi Suplemen Organik Tanaman (SOT) Untuk Seledri>> Selama ini mungkin anda masih jarang melihat aktifitas menanam seledri dalam jumlah atau lahan yang besar. Padahal sebenarnya menanam seledri cukup menjanjikan karena penggunaan seledri untuk menyedapkan makanan cukup tinggi, terlebih untuk rumah makan yang memang sudah berkapasitas cukup besar.

Meskipun terlihat cukup sederhana, namun jika memang ingin menanam seledri dengan serius, juga dibutuhkan beberapa perawatan juga suplemen tanaman yang sebaiknya diberikan. Itu sebabnya, anda juga harus mengetahui aplikasi suplemen organik tanaman (SOT) untuk seledri yang seharusnya pula.

Hal tersebut perlu anda pahami karena jika anda tidak melakukan pengaplikasian secara benar, maka hasil panen seledri nantinya juga tidak akan maksimal pula. Karena seledri termasuk dalam tanaman lemah alias tidak berbatang, maka aplikasi suplemen organik tanaman (SOT) untuk seledri juga berbeda dengan tanaman keras atau yang berbatang.

Untuk tanaman seledri ini, 5 tutup botol suplemen ini sudah sangat cukup. Kemudian suplemen tadi dicampurkan dengan air sebanyak 14 liter. Jika ingin mengurangi karena seledri yang ditanam tidak cukup banyak, maka anda hanya tinggal menguranginya saja namun masih dalam skala yang sama.

Aplikasi Suplemen Organik Tanaman (SOT) Untuk Seledri

Jika sudah, kini saatnya anda memahami teknik aplikasi suplemen organik tanaman (SOT) untuk seledri ini. Tidak sulit, karena dalam sepuluh hari sekali anda hanya perlu melakukan penyemprotan sebanyak tiga kali saja. Karena tidak perlu terlalu sering, maka anda juga tidak akan merasa direpotkan sama sekali.

Sebenarnya, apa saja yang ada didalam suplemen organik tanaman (SOT) ini sehingga bisa memberikan banyak sekali manfaat bagi tanaman seperti seledri ini? Ada banyak sekali unsur yang dimasukan kedalamnya, diantaranya ialah unsur N, K2O, So4, P205, mG, Cu, Fe, PH, Zn, dan masih banyak lagi yang lainnya.

Seluruh kandungan dan aplikasi suplemen organik tanaman (SOT) untuk seledri yang tepat ini akan sangat membantu anda untuk bisa mendapatkan hasil seledri yang tidak hanya lebih cepat, namun juga jauh lebih berkualitas. Jadi, tidak perlu lagi untuk menggunakan suplemen organik tanaman ini untuk tanaman yang anda tanam.

Untuk mencoba SOT HCS ini, Anda bisa order di halaman khusus tentang SOT HCS. Atau klik tombol di bawah ini:

Cara Order SOT HCS

Aplikasi Suplemen Organik Tanaman (SOT) HCS Untuk Jeruk

Aplikasi Suplemen Organik Tanaman (SOT) HCS Untuk Jeruk>> Selama ini tentu anda sudah sering memakan buah jeruk. Bukan hanya karena harganya yang cukup murah dan rasanya segar, namun juga karena kandungan vitamin serta anti oksidannya yang banyak. Itu sebabnya juga para petani sangat suka menanam pohon jeruk karena menyadari potensi buah jeruk di pasaran.

Mendapatkan hasil panen yang lebih berlimpah dengan kualitas baik seperti menjadi pekerjaan rumah sendiri untuk petani. Karena itulah para petani terus mencari cara dan suplemen demi mendapatkan panen terbaik. Untuk aplikasi suplemen organik tanaman (SOT) HCS untuk jeruk, tidak perlu anda lakukan setiap hari.

Anda hanya perlu melakukannya satu minggu sekali dengan penyemprotan sebanyak tiga hingga empat kali. Aplikasi suplemen organik tanaman (SOT) HCS untuk jeruk harus terus anda lakukan secara berturut-turut selama lima bulan. Barulah setelahnya bisa anda hentikan.

Selain teknik pengaplikasiannya, dalam aplikasi suplemen organik tanaman untuk jeruk anda juga harus mengetahui takaran yang tepat. Jika anda memaksanya memberikan suplemen organik tanaman terlalu banyak atau terlalu sedikit, maka hasil panen dan kesehatan tanaman tidak akan bisa didapatkan dengan optimal.

Takaran untuk pohon jeruk sendiri menggunakan skala 5 : 500. Artinya, jika anda menggunakan suplemen organik tanaman sebanyak 10 cc, maka air yang dibutuhkan untuk mencapurnya sebanyak 5 liter. Begitu terus selanjutnya, tergantung dengan luasnya lahan pohon jeruk yang akan anda semprot dengan suplemen organik tanaman alias SOT ini.

Sebagian dari anda mungkin masih ragu dengan kegunaan SOT ini. Sekali lagi, suplemen organik tanaman (SOT) HCS sudah terbukti membuat panen lebih cepat dari biasanya, akar dan batang pohon menjadi lebih kuat, membuat tanaman tidak mudah terserang penyakit dan lain sebagainya.

Kegunaan tersebut tentu saja dikarenakan kandungan yang ada di dalamnya. Setiap unsur yang dimasukan sudah diperhitungkan dengan teliti sehingga hasil yang akan didapatkan bisa benar-benar baik dan optimal.

Nah, jika sudah mengetahui kegunaan dari suplemen ini dan aplikasi suplemen organik tanaman (SOT) HCS untuk jeruk, seharusnya sudah tidak ada lagi alasan bagi anda untuk tidak menggunakannya pada aktifitas pertanian anda.

Untuk mencoba produk ini, Anda bisa order di halaman khusus tentang SOT HCS. Atau klik tombol di bawah ini:

Cara Order SOT HCS

>> Indonesia bisa dikatakan sebagai salah satu tempat terbaik untuk mendapatkan rempah. Salah satu rempah terbaik yang bisa didapatkan di Indonesia ialah cengkeh. Di Indonesia mungkin penggunaan cengkeh sebagai rempah masih belum terlalusering, namun berbeda dengan negara-negara yang ada di Eropa. Maka tidak heran jika petani cengkeh di Indonesia sering mengekspor panen cengkeh mereka keluar negeri.

Menyadari besarnya pasar cengkeh tersebut, maka para petani pun semakin giatuntuk memaksimalkan hasil panen cengkeh mereka. Cara terbaik untuk melakukannya ialah dengan menggunakansuplemen organik tanaman khusus. Untuk aplikasi suplemen organik tanaman (SOT) untuk cengkeh sendiri, anda tidak perlu melakukannya terlalu sering.

Yang paling penting dan tidak boleh keliru dalam aplikasi suplemen organik tanaman (SOT) untuk cengkeh ialah takaran dari suplemen itu sendiri. Untuk tanaman yang berbatang dan tinggi seperti pohon cengkeh, anda sebaiknya menggunakan 10 cc suplemen organik tanaman dan kemudian dilarutkan pada air bersih sebanyak 5 liter air. Jika ingin menambah atau mengurangi takarannya, anda tetap harus menggunakan perbandingan 5 : 500.Aplikasi Suplemen Organik Tanaman (SOT) Untuk Cengkeh

Lalu, bagaimana teknik aplikasi suplemen organik tanaman (SOT) untuk cengkeh ini? Mudah sekali. Setiap satu minggu sekali, anda hanya perlu menyemprotkan tiga atau empat kali campuransuplemen organik tanaman tadi. Namun, anda juga harus ingat bahwa harus terus melakukan penyemprotan tersebut selama 5 bulan berturut-turut.

Bagaimana, bukankah membuat pohon cengkeh anda lebih sehat dan lebih cepat dipanensangat mudah? Jika ingin mendapatkan hasil yang lebih maksimal lagi, maka tambahkanlah gula atau tetes tebu sedikit saja.

Meskipun terdengar cukup unik, namun tambahan gula ini terbukti sangat ampuh dalam memaksimalkan kinerja suplemen organik tanaman ini. Ketika akan menambahkan gula pada campuran, jangan langsung menambahkan seluruh air, namun tambahkan sekitar 2 liter air terlebih dahulu.

Sebaiknya anda juga mengetahui beberapa kandungan unsur yang ada dalam suplemen ini. Beberapa kandungannya diantaranya ialah Fe, Zn, So4, P205, dan lain sebagainya. Jadi, mengapa anda masih enggan untuk mulai aplikasi suplemen organik tanaman (SOT) untuk cengkeh ini?

Untuk mencoba SOT HCS ini, Anda bisa order di halaman khusus tentang SOT HCS. Atau klik tombol di bawah ini:

Cara Order SOT HCS

Aplikasi Suplemen Organik Tanaman (SOT) Untuk Pepaya>> Buah pepaya selama ini sudah cukup dikenal memiliki kandungan nutrisi cukup berlimpah sehingga cukup banyak orang yang suka mengkonsumsinya. Tidak hanya buah pepayanya yang bisa digunakan, bagi sebagian orang bunga dan daun pepaya juga sering dijadikan sayur meskipun rasanya yang lumayan pahit.

Karena semakin kemari semakin banyak permintaan akan buah pepaya, maka mau tidak mau petani pepaya harus bisa menghasilkan panen pepaya yang lebih banyak lagi. Sehingga penggunaan suplemen organik dianggap menjadi cara paling efektif untuk hal tersebut. Tidak perlu khawatir, karena aplikasi suplemen organik tanaman untuk pepaya juga tidak sulit.

Yang pasti, anda harus mengetahui terlebih dahulu berapa banyak suplemen organik tanaman alias SOT yang dibutuhkan. Untuk pohon pepaya sendiri, anda harus menggunakan perbandingan 5 : 500 antara SOT dan air. Sebagai contoh, jika anda menggunakan 10 CC suplemen, maka anda harus menggunakan 5 liter air.

Aplikasi Suplemen Organik Tanaman Untuk Pepaya

Untuk teknik aplikasi suplemen organik tanaman (SOT) untuk pepaya juga masih tidak perlu terlalu sering anda lakukan. Setiap satu minggu sekali, anda hanya perlu melakukan penyemprotan 3 hingga 4 kali. Yang pasti penyemprotan ini harus terus anda lakukan secara rutin hingga waktu 5 bulan.

Suplemen organik tanaman (SOT) terbukti mampu memberikan pengaruh yang sangat optimal pada tumbuhan pepaya karena kandungan unsur yang ada didalamnya. Sebut saja unsur Fe, N, K20, Mg, Zn,p205, PH dan masih banyak unsur lainnya yang memang sangat dibutuhkan untuk pertumbuhan dan proses pembuahan pada tanaman.

Tips tambahan untuk aplikasi suplemen organik tanaman (SOT) untuk pepaya yang bisa membuat panen lebih maksimal ialah denganmenambahkantetes tebu atau bisa juga gula. Andabisa menggunakan jenis gula apa saja yang bisa anda temukan nantinya. Bisa gula semut, gula aren dan juga gula pasir.

Dalam mencampurkannya, sebaiknya campurkan ketika air campuran belum dimasukan seluruhnya. Misalnya ketika air baru ditambahkan sebanyak 2 liter lalu langsung masukkan gula. Barulah kemudian dimasukan campuran air sisanya.

Bagaimana, bukankan aplikasi suplemen organik tanaman (SOT) untuk pepaya cukup mudah untuk dilakukan?

Untuk mencoba SOT HCS ini, Anda bisa order di halaman khusus tentang SOT HCS. Atau klik tombol di bawah ini:

Cara Order SOT HCS

Aplikasi Suplemen Organik Tanaman Untuk Jahe

Menjadi salah satu rempah alias bumbu yang sangat umum di Indonesia, tidak heran jika penggunaan jahe dalam kehidupan sehari-hari bisa dibilang cukup tinggi. Selain itu, karena jahe memiliki khasiat yang amat sangat beragam untuk kesehatan, maka tidak heran juga jika anda sering menemukan olahan lain dari jahe.

Karena kedua alasan tadilah, tidak salah rasanya jika jahe cukup menjanjikan untuk dibudidayakan. Menanam jahe sebenarnya tidak sulit, namun jika ingin mendapatkan hasil yang lebih baik dan lebih cepat, maka anda harus melakukan usaha yang lebih keras, yakni bisa dengan memberikan suplemen. Aplikasi suplemen organik tanaman (SOT) HCS untuk jahe juga tidak sulit.

Untuk memberikan suplemen organik tanaman (SOT) HCS, anda harus mengetahui terlebih dahulu jenis dari tanaman tersebut, karena setiap jenis tanaman membutuhkan suplemen dalam kadar yang berbeda. Karena jahe termasuk dalam tanaman yang tidak berbatang, maka lima tutup botol suplemen saja sudah cukup.

Untuk aplikasi suplemen organik tanaman (SOT) HCS untuk jahe ini, suplemen organik tadi tinggal anda campurkan dengan 14 liter air. Barulah kemudian tinggal anda berikan pada tanaman jahe dengan cara menyemprotkannya. Untuk penyemprotannya, harus anda lakukan tiga kali dalam jarak 15 hari secara berturut-turut.

Sebagian dari anda mungkin masih merasa ragu mengapa anda harus menggunakan suplemen ini. Suplemen organik tanaman tidak hanya membantu waktu panen lebih cepat, namun juga akan memastikan kesehatan tanaman jahe, karena melindunginya dari berbagai macam penyakit yang bisa saja mengganggu tanaman jahe.

Selain itu, seperti beberapa tanaman bumbu lainnya, tanaman jahe juga sering bermasalah dengan akarnya yang tidak menancap dengan kuat sehingga dapat tumbang dengan mudah. Suplemen organik ini juga akan membuat akar lebih kuat, sehingga buahnya juga akan lebih banyak.

Dengan mengetahui beberapa kegunaan dan aplikasi suplemen organik tanaman (SOT) HCS untuk jahe, seharusnya anda tidak lagi merasa ragu untuk menggunakannya. Meskipun anda harus mengeluarkan uang sedikit lagi, namun akan berbanding lurus dengan hasil panen jahe yang lebih banyak dari sebelumnya.

Untuk mencoba produk ini, Anda bisa order di halaman khusus tentang SOT HCS. Atau klik tombol di bawah ini:

Cara Order SOT HCS

Pupuk Cair Organik
Pupuk Organik Cair dari HCS yang lebih dikenal dengan sebutan SOT (Suplemen Organik Cair)

Fungsi Pupuk dalam Pertanian

Pemanfaatan  pupuk cair organik untuk membantu meningkatkan panen pertanian sudah biasa dilakukan. Pupuk merupakan material, bahan yang ditambahkan pada media tanam (berupa tanah, arang, sabut kelapa atau media tanam dalam jenis apapun) atau pada tanaman demi mencukupi kebutuhan hara. Kebutuhan unsur hara tersebut dibutuhkan tanaman agar mampu berproduksi dengan baik. Material pupuk bisa berupa butiran padat atau cairan. Bahan pembuat pupuk dapat berupa bahan organik atau alami maupun bahan anorganik atau mineral buatan.

Pupuk cair organik adalah salah satu jenis pupuk buatan yang ditambahkan pada media tempat tumbuhnya tanaman. Pemanfaatan pupuk ini memberikan banyak keuntungan di bidang pertanian. Manfaat utamanya adalah untuk menyuburkan tanaman. Seperti halnya tumbuhnya manusia, tanaman juga memerlukan suplemen penunjang untuk kelangsungan hidupnya.

Baca juga: Cara Aplikasi Pupuk Cair SOT HCS untuk Pepaya

Zat, unsur atau suplemen penunjang tersebut biasa disebut sebagai unsur HARA. Secara alami keberadaan unsur HARA bisa ditemukan di dalam tanah. Namun unsur HARA juga dapat diperoleh dengan cara menambahkan pupuk ke dalam media tanam. Kekurangan unsur HARA dapat menyebabkan tanaman tumuh kerdil, tidak optimal, mudah terserang hama dan penyakit serta ketidakmampuan untuk berbuah sehingga gagal panen.

Pupuk cair organik juga membantu menjaga stabilitas unsur HARA dalam tanah. Kestabilan unsur HARA dalam tanah berpengaruh terhadap kelangsungan ekosistem media tanam. Keberadaan ekosistem di sekitar media tanam ini akan berpengaruh terhadap kelangsungan ekologi dan kehidupan secara lebih menyeluruh. Misalnya ekosistem sawah. Keberadaan tanaman ini secara tidak langsung juga mensupplai kebutuhan makhluk sawah, seperti cacing, semut, bahkan juga hama seperti tikus sawah. Jika ekologi terganggu maka kondisi sawah juga akan menurun tingkat kesuburannnya. Sebagai langkah strategis menyelamatkan kesuburan tanah produksi adalah dengan menambahkan Suplemen Organik Tanaman (SOT HCS) produksi PT. HCS.

SOT HCS merupakan pupuk organik cair resmi dari PT HCS. Pupuk SOT (suplemen organik tanaman) ini telah secara resmi mendapatkan sertifikat INOFICE dan menjadi produk unggulan di HCS sebagai produk terbaik.

Baca juga: Cara Penggunaan Pupuk Cair SOT HCS untuk Jeruk

Pupuk cair organik juga membantu mengurangi dampak sampah pada lingkungan sekitar. Hal ini memungkinkan karena pupuk cair dari bahan organik memanfaatkan bahan baku berupa sampah biologis yang ada di sekitar. Pupuk organik dalam bentuk cair misalnya bisa terbuat dari bahan baku sampah organik seperti molase. Setelah membuat media dari sampah organik untuk pembiakan bakteri maka dilakukan langkah pembiakan bakteri untuk menjadi bahan pembuatan pupuk cair.

Membuat Pupuk Organik Cair Sendiri

Pupuk organik dalam bentuk cair bisa dibuat secara swadaya. Caranya adalah dengan menyiapkan media untuk pembuatan pupuk misalnya ember atau tong. Kemudian cari media sampah biologis sebagai bahan utama pupuk misalnya batang pohon pisang yang dipotong kecil-kecil. Kemudian siapkan media supporting misalnya molase atau campuran gula dan air sebagai penyedia kebutuhan bakteri yang nantinya berfungsi sebagai pupuk. Masukkan karung yang telah diisi pohon pisang cacahan ke dalam ember atau tong berisi molase (campuran air dan gula). Rendam dengan sempurna karugn berisi cacahan pohon pisang tersebut. Tutup rapat-rapat media berupa tong atau ember tersebut. Selama 8-10 hari kemudian pupuk buatan sendiri ini bisa dimanfaatkan untuk memupuk tanaman.

Selain pohon pisang bahan pupuk organik dalam bentuk cairan bisa menggunakan limbah hijau sayuran, jerami dan kotoran hewan terutama unggas. Bisa juga memanfaatkan sekam padi, dedak, limbah buah yang sudah membususk seperti jambu biji, pepaya, pisang, mangga, jambu air, dan berbagai buah busuk lainnya. Pupuk cair organik dianggap lebih efisien karena kaya unsur Nitrogen.

Video Pemakaian Pupuk Cair Organik (SOT HCS) untuk Tanaman Tembakau

Save

Save

Save

Save

Save

Meraup untung dari tanam Tomat Cherry dan Tomat Hitam POLA HCS.
Tomat Cherry dan Tomat Hitam Memiliki manfaat untuk kesehatan yang luar biasa.

Harga stabil untuk tomat cherry per kg Rp 40.000 tomat hitam Rp 30.000- Rp 40.000.

Dengan pola HCS mengandalkan pupuk cair SOT HCS, meski di lahan terbatas dengan memanfaatkan lahan rumahan usaha budidaya tomat cherry dan tomat hitam ini bisa menjadi mesin uang.

  • panen bisa berulang-ulang
  • tanamnya cukup dalam polybag…..
  • pelatihan gratis untuk mitra HCS Nusantara
  • konsultasi gratis juga

Mau ikutan pelatihan bersama HCS Nusantara? Silakan mendaftar sebagai mitra HCS. Penjelasan mengenai bagaimana cara menjadi mitra HCS bisa dibaca di PROGRAMHCS.com.

BUDIDAYA TOMAT HITAM HCS BUDIDAYA TOMAT POLA HCS

Pelatihan gratis untuk kalangan terbatas (khusus mitra HCS Nusantara)

HCS Nusantara, Inovasi tiada henti…..Go Success….

Baca  DI SINI cara mendaftar sebagai mitra HCS Nusantara.

Kata kunci pilihan:

sot hcs untuk tomat,

Aplikasi SOT (Suplemen Organik Tanaman) Untuk Jagung
Aplikasi SOT (Suplemen Organik Tanaman) Untuk Jagung>> Tidak dapat dipungkiri bahwa jagung merupakan salah satu bahan makanan yang cukup sering digunakan di Indonesia, bahwa masyarakat di beberapa wilayah Indonesia menggunakan jagung sebagai makanan pokok mereka. Karena itulah panen jagung menjadi salah satu panen yang cukup ditunggu di Indonesia.

Karena biasanya panen jagung membutuhkan waktu yang lumayan lama, maka tidak heran jika banyak petani yang mengupayakan agar waktu panen jagung lebih cepat dari seharusnya. Salah satu cara terbaik yang bisa dilakukan ialah dengan menggunakan SOT (Suplemen Organik Tanaman). Dan kabar baiknya, aplikasi SOT (Suplemen Organik Tanaman)untuk jagung cukup mudah untuk anda lakukan. SOT adalah produk PT HCS. Para petani yang tergabung dalam komunitas Mitra HCS sudah sejak lama menerapkan Tanam jagung Pola HCS ini. Sehingga mereka paham betul cara menggunakan pupuk SOT HCS untuk tanaman jagung.

Bagi anda yang masih belum memahami, SOT (Suplemen Organik Tanaman) merupakan produk dari teknologi terkini PT HCS. Pupuk cair organik ini dikenal sebagai solusi terbaik untuk aktifitas pertanian. Tidak hanya akan membuat panen jagung menjadi lebih cepat dari biasanya, suplemen ini juga akan menjaga tanaman jagung dari berbagai penyakit yang dapat menyerang, juga akan menguatkan akar serta batang tanaman jagung.

Baca juga: Aplikasi Suplemen Organik Tanaman (SOT) HCS untuk Cabe

Dalam pengaplikasiaanya nanti, hal paling penting yang anda pahami ialah takaran penggunaan SOT (Suplemen Organik Tanaman) itu sendiri. Tutup dari kemasan suplemen ini sekaligus menjadi takaran dalam aplikasi suplemen organik tanaman untuk jagung tersebut. takarannya ialah 5 tutup kemasan botol lalu dicampur dengan air sebanyak 14 liter.PRODUK SOT HCS

Jika sudah tertakar dengan benar, dalam aplikasi SOT (Suplemen Organik Tanaman) untuk jagung anda juga harus mengetahui teknik pengaplikasian yang benar pula. Lakukanlah penyemprotan campuran suplemen ini sebanyak tiga kali setiap 15 hari sekali. Jika terlalu sering, hasilnya juga tidak akan sebaik yang anda harapkan.

Satu rahasia lain dalam aplikasi SOT (Suplemen Organik Tanaman) untuk jagung yang juga sebaiknya anda ketahui, yakni menambahkan gula atau bisa juga tetes tebu pada campuran suplemen organik tanaman tadi. Tidak perlu terlalu banyak, anda hanya memerlukan dua sendok makan gula saja pada setiap satu tutup botol.

Gula yang diperlukan juga beragam, tergantung dengan apa yang bisa anda temui saat itu. Bisa gula pasir, gula semut, atau bisa juga gula aren. Dengan aplikasi SOT (Suplemen Organik Tanaman) untuk jagung yang tepat dan tambahan gula tadi, maka panen jagung anda akan menjadi lebih optimal dari sebelumnya.

Meningkatkan Hasil Panen Jagung dengan SOT HCS

Untuk menigkatkan hasil panen tanaman jagung perlu dilakukan pemupukan yang berimbang. Anjuran pemupukan adalah dengan PUPUK Organik Cair dari HCS, yakni SOT (Suplemen Organik Tanaman). Satu hal lagi yang menjadi ciri khas pola pertanian HCS. Yakni tidak meninggalkan penggunaan BOKASHI yang terbuat dari bahan Dasar Kotoran ternak. Tentu yang dimaksud ternak di sini adalah juga peternakan pola HCS. Di mana, peternakan pola HCS pastinya menggunakan SOC HCS pada pakan dan minumnya.

Jika kotoran ternak berasal dari peternakan yang belum menerapkan pola HCS maka kotoran harus diproses fermentasi dulu dengan PHEFOC HCS selama 24 jam.

Manfaat Aplikasi SOT HCS pada Tanaman Jagung

Cara penggunaan SOT HCS yang baik dan benar pada jagung bisa menimbulkan manfaat-manfaat sebagai berikut:

  1. Bisa menambah produksi jagung 40 – 100% dari aplikasi biasa.
  2. Mencegah/mengurangi proses pengguguran pada bunga dan buah.
  3. Memperkuat jaringan pada akar dan batang.
  4. Meningkatkan daya tahan tanaman terhadap serangan penyakit seperti fungi/cendawan.
    Berfungsi sebagai katalisator, sehingga dapat mengurangi penggunaan pupuk dasar sampai dengan 80%.
  5. Mempercepat masa panen pada tanaman jagung.

Video Hasil Aplikasi SOT (Suplemen Organik Tanaman) Untuk Jagung

Baca juga: Harga dan Cara Beli (Suplemen Organik Cair) SOT HCS

Demikian cara Aplikasi SOT (Suplemen Organik Tanaman) Untuk Jagung. Semoga bermanfaat. Untuk mencoba produk ini, Anda bisa order di halaman khusus tentang SOT HCS. Atau klik tombol di bawah ini:

Cara Order SOT HCS

Kata kunci pilihan:

video aplikasi pupuk sot pd tanaman jagung,pupuk cair untuk tanaman jagung,manfaat tetes tebu untuk jagung,pupuk cair untuk jagung,manfaat tetes tebu untuk tanaman jagung,vidio aplikasi pupuk sot pd tanaman jagung,Gambar jagung,

Aplikasi SOT Untuk Cabai

Aplikasi SOT HCS untuk pupuk Cabai>> Cabai merupakan salah satu tanaman yang paling banyak dijadikan sebagai tanaman utama oleh petani di Indonesia. Hal ini tentu saja didasari oleh kebutuhan masyarakat akan cabe yang tidak pernah ada habisnya. Seperti yang anda ketahui, sebagian besar masyarakat Indonesia sangat menyukai rasa pedas, sehingga tidak akan sempurna rasanya jika makan tanpa sambal atau olahan dari cabai lainnya.

Demi memenuhi permintaan cabe dan mendapatkan keuntungan yang lebih banyak, kini petani cabai di Indonesia sudah semakin banyak yang menggunakan suplemen organik tanaman. Untuk tumbuhan yang satu ini, tentu anda harus mengetahui bagaimana cara atau aplikasi suplemen organik tanaman (SOT) untuk cabai yang paling tepat terlebih dahulu.

Karena akan sangat sia-sia meskipun anda sudah menggunakan suplemen organik tanaman (SOT), namun cara pengaplikasiaanya yang kurang tepat. Hal pertama yang harus anda ketahui mengenai aplikasi suplemen organik tanaman (SOT) untuk cabai ialah takarannya. Untuk takaran sendiri, anda cukup menggunakan lima tutup botol suplemen ini, dan tinggal dilarutkan pada air sebanyak 14 liter.

Lalu, kapan waktu terbaik bagi anda untuk aplikasi suplemen organik tanaman untuk cabe ini? Anda cukup menyemprotkan campuran suplemen organik dan air tadi sebanyak tiga kali. Dan jarak waktu yang paling baik ialah 15 hari sekali. Jangan terlalu sering menggunakannya, karena hal ini malah akan membuat tanaman cabai tidak bisa tumbuh dan dipanen dengan baik.

Suplemen organik tanaman (SOT) dari HCS ini tidak hanya bisa meningkatkan produksi tanaman cabai, namun juga akan mengurangi gugurnya bunga cabai, yang secara otomatis akan memberikan kesempatan panen buah cabai yang semakin banyak.

Baca juga: Cara Penggunaan SOT HCS untuk Tanaman Jagung

Karena tanaman cabai juga merupakan salah satu tanaman yang cukup beresiko akan serangan penyakit, suplemen organis tanaman (SOT) ini juga diramu sedemikian rupa sehingga bisa mengurangi resiko tersebut. yang terpenting, anda harus memahami aplikasi suplemen organik tanaman (SOT) untuk cabai secara benar.

Jika sudah mengetahui kegunaan dari suplemen organik tanaman (SOT) dan aplikasi pupuk organic untuk cabai, maka sudah tidak ada lagi alasan atau keraguan lain yang harus anda pikirkan. Demi hasil panen yang lebih baik, jangan lupa untuk menggunakan suplemen organik tanaman (SOT) anda.

BACA: Harga dan Cara Beli SOT HCS

Aplikasi Suplemen Organik Tanaman Untuk Cabe

 

Pemeliharaan Cabai Organik Pola HCS dengan Pupuk Cair SOT

Terdapat beberapa langkah penting yang perlu dilakukan pada saat pemeliharaan cabe:

  1. Perompesan dilakukan terhadap tunas samping yang muncul sebelum pembungaan (masa generatif) agar tanaman tumbuh besar terlebih dahulu (masa vegetatif). Lakukan Perompesan daun-daun tua, bunga pertama dan seluruh tunas yang keluar dari ketiak daun di bawah percabangan pertama.
  2. Lakukan penyiraman apabila tidak ada hujan, penyiraman dilakukan setiap hari sampai umur 2 minggu, setelah itu penyiraman cukup dilakukan 2-3 kali seminggu atau sesuai dengan kondisi kelembaban tanah. Penyiraman tanaman sebaiknya dilakukan pada pagi hari sebelum jam 09.00 pagi, karena pada siang harinya tanaman banyak membutuhkan air untuk proses fotosintesis. Penyiraman sebaiknya dilakukan dengan menggunakan sprayer.
  3. Pengajiran Ajir (lanjaran) ditancapkan dalam polybag di samping tanaman pada jarak 10 cm dari pangkal batang. Hal ini untuk membantu menopang tanaman.
  4. Pengikatan dilakukan pada ajir membentuk huruf “8“ sehingga tidak menghambat pertumbuhan batang. Pengikatan dilakukan pada ajir sebanyak tiga simpul setiap tanaman yaitu : di bawah cabang Y pada umur 10-15 hari setelah tanam (hst), di atas cabang Y umur 30-40 hst dan pada waktu pembesaran buah umur pada umur 10 – 15 hari hst, di atas cabang Y umur 30 – 40 hst dan pada waktu pembesaran buah 50 – 60 hst.
  5. Penyiangan dilakukan bersamaan dengan pemupukan yaitu setiap 2 minggu sekali dengan mencabut rumput/gulma di sekitar tanaman cabe.
  6. Pemupukan setelah usia 1 minggu, semprot tanaman dengan SOT (4-5 tutup botol SOT dilarutkan dalam 14 liter air) dan lakukan seminggu sekali pada tanaman. Umur 30 dan 60 hari setelah tanam : masing-masing 1/3 bagian dari sisa campuran Urea dan ZA pada pemupukan dasar.Setelah 2 minggu dipupuk dengan Urea sebanyak 5 gr/tanaman atau 1 ons dilarutkan dengan air dan siramkan untuk 20 tanaman, dan dilakukan setiap 2 minggu sekali sampai umur 2,5 bulan. Penggunaan pupuk kimia hanya diberikan max 30 % dari penggunaan Urea ketika tanpa menggunakan SOT.
  7. Hama yang dominan menyerang adalah kutu daun, thrips dan lalat buah sedangkan penyakit yang timbul diantaranya layu bakteri dan virus mozaik yang menyebabkan stagnasi dan kematian tanaman.Pengendaliannya : Untuk mengendalikan hama lalat buah dapat digunakan perangkap yang telah diolesi dengan Antraxtan/ lem yang mengandung “eugenol“ untuk menarik lalat buah yang ditempatkan setiap sudut lokasi pertanaman cabe dalam polybag. Untuk mengendalikan serangga pengisap daun seperti Thrips, Aphid, penyakit busuk buah kering (Antraknosa) yang disebabkan cendawan, gunakan fungisida dengan menggunakan PHEFOC Produk HCS. Dosis dan aplikasi masing-masing obat tersebut dapat dilihat pada labelnya.

Masa Panen dan Pemetikan Cabai:

Pada umur 60 hari setelah tanam, cabe dalam polybag sudah masuk fase generatif yaitu mulai berbunga dan pematangan buah sampai umur 70 hari setelah tanam. Panen pertama dilakukan pada umur 75-80 hari kemudian panen berikutnya setiap 3-4 hari sekali / sesuai dengan kondisi buah.

  1. Pemetikan dilakukan dengan hati-hati agar percabangan/tangkai tanaman tidak patah.
  2. Setelah pengunduhan lakukan penyemprotan dengan SOT HCS dan PHEFOC bergantian selang seminggu dan begitu juga seterusnya.

Demikian teknis budidaya tanaman cabe secara singkat dengan menerapkan pola organik menggunakan produk HCS. Semoga bermanfaat dan berhasil.

Cara mendapatkan Pupuk Cair SOT HCS .

Untuk cara mendapatkan pupuk cair atau suplemen SOT HCS sangatlah mudah, anda bisa langsung memesan kepada kami agen SOT – HCS Indonesia. Kami menerima pemesanan dari seluruh wilayah di Indonesia, pengiriman kami lakukan setelah anda melakukan pemesanan via SMS dan barangnya akan kami kirim via JNE atau Indah Cargo. Untuk mencoba produk ini, Anda bisa order di halaman khusus tentang SOT HCS. Atau klik tombol di bawah ini:

Cara Order SOT HCS

Kata kunci pilihan:

PUPUK HSC,cabe hcs,

Cara Budidaya Buah Naga Organik Pola SOT HCS

cara budidaya buah naga

Buah naga dikelompokkan ke dalam keluarga tanaman kaktus. Meskipun dikenal sebagai buah dari Asia, tanaman ini aslinya berasal dari Meksiko, Amerika Tengah dan Amerika latin. Buah naga ini mulanya dibawa oleh bangsa Perancis dari Guyana ke Vietnam sebagai tanaman hias. Karena rasanya manis, buah naga ini dikonsumsi secara meluas di Vietnam dan China.

Budidaya buah naga dengan cara organik akan menghasilkan kualitas lebih baik dari pada cara-cara budidaya yang selama ini berlaku di masyarakat. Keuntungan dalam membudidayakan buah naga secara organik akan menghasilkan buah naga yang sehat. Di mana hasil panennya tanpa ada residu bahan kimia yang berbahaya untuk tubuh manusia serta lingkungan sekitar.

Manfaat Buah Naga untuk Kesehatan

Manfaat buah naga bagi kesehatan tubuh memang sangat beragam; mulai dari manfaat yang sederhana hingga pada tingkat urgen.
Di antara manfaat buah naga adalah:

  • Buah naga bermanfaat untuk menurunkan berat badan dan diet
  • Buah naga sebagai anti oksidan dan detoks
  • Buah naga bermanfaat sebagai pencegah kanker
  • Buah naga bisa mencegah diabetes mellitus
  • Buah naga bisa meningkatkan nafsu makan
  • Buah naga berguna untuk menunda penuaan dini
  • Buah naga bermanfaat sebagai pereda batuk dan asma
  • Mengatasi tekanan darah tinggi dan jantung
  • Buah naga baik untuk tulang dan darah
  • Buah naga dapat digunakan untuk pewarna alami (buah naga merah)

 

Cara Budidaya Buah Naga – Hal-hal yang harus diperhatikan:

  • Pemilihan Bibit Buah naga

Budidaya Buah naga sangat cocok dengan kondisi iklim dan alam Indonesia. Tanaman ini tumbuh optimal di ketinggian 0-350 meter dpl dengan curah hujan sekitar 720 mm per tahun. Suhu udara ideal untuk pertumbuhan Buah naga berkisar 26-36 derajat celcius.

  • Pengadaan Tiang Panjat

Tiang penyangga berfungsi untuk menopang perkembangan tanaman Buah naga, sehingga terhindar dari kemungkinan roboh yang menyebabkan kerusakan.

Alat dan bahan yang dibutuhkan antara lain:

  1. Tiang beton, atau tanaman berbatang keras (santan, randu, dll)
  2. Besi/ban bekas/batang beton
  3. Kain perca/tali rapia/ram
  • Pengolahan Lahan

Setelah tiang panjat dipersiapkan, buatlah lubang tanam dengan ukuran 60×60 cm dengan kedalaman 25 cm. Posisi tiang panjat persis terletak di tengah-tengah lubang tanam tersebut. Campurkan 10kg gula pasir dengan tanah galian. Tujuannya untuk menambah pororitas tanah. Lalu tambahkan pupuk kompos atau pupuk kandang yang telah matang sebanyak 10-20 kg.

  • Pelaksanaan Pengolahan Lahan
  1. Rumput atau semak dipotong sampai pangkal
  2. Potongan rumput atau semak dikumpulkan pada lubang yang telah digali
  3. Membuat alur parit / got di antara lubang antar baris agar air dapat mengalir dan tidak tergenang di lahan
  4. Membuat media tanam dengan menggunakan pupuk organik cair 1 sak per tiang/batang penyangga.
  5. Siram media tanam apabila kurang air.

Cara Penanaman Bibit Buah Naga

Untuk 1 tiang panjat dibutuhkan 4 bibit tanaman Buah naga. Bibit ditanam mengitari tiang panjat, jarak antar tiang panjat dengan bibit tanaman sekitar 10 cm. Bibit Buah naga dipindahkan dari bedengan penyemaian atau polybag. Gali tanah sedalam 10-15 cm, atau disesuaikan dengan ukuran bibit. Kemudian bibit diletakkan pada galian tersebut dan ditimbun dengan tanah sambil dipadatkan.manfaat buah naga

Setelah ke 4 bibit Buah naga ditanam, ikat batang bibit tanaman tersebut sehingga menempel pada tiang panjat. Lakukan pengikatan setiap tanaman tumbuh menjulur sepanjang 20-30 cm. Pengikatan jangan terlalu kencang untuk memberi ruang gerak pertumbuhan tanaman dan agar tidak melukai batang.

 

Cara Memelihara Tanaman Buah Naga

  1. Proses pemeliharaan Buah naga ini perlu dilakukan dengan teratur, proses pemeliharaan pada tanaman ini merupakan faktor yang sangat penting untuk mendukung keberhasilan pembudidayaan. Cara pemeliharaan Buah naga ini perlu diterapkan sejak awal; meliputi pengairan, pengikatan batang serta akar, penyulaman, pemangkasan, pemupukan susulan, sanitasi kebun, seleksi buah dan pengendalian hama
  2. Pemupukan susulan pada tanaman ini menggunakan pupuk cair, yakni Suplemen Organik Tanaman (SOT) dari HCS serta bokasi yang sudah diolah dengan SOT HCS. Tujuan pemupukan susulan ini untuk menjaga kualitas Buah naga itu sendiri.
  3. Pengendalian hama dilakukan dengan menggunakan produk HCS khusus, yakni Phefoc.

Pelaksanaan Pemupukan Buah Naga

  1. Bokasi/pupuk organik sebagai pupuk dasar diberikan pada awal tanam dengan takaran satu sak (20-25 kg) untuk satu tiang.
  2. Bokasi /pupuk organik lanjutan diberikan awal musim hujan dan stelah panen.
  3. Pemupukan dengan SOT HCS dilakukan seminggu sekali.

Proses Pemangkasan Tanaman Buah Naga

  1. Pemangkasan tanaman Buah Naga ini bertujuan untuk mendapatkan bentuk yang baik dan menunjang pertumbuhan yang baik.
  2. Pemangkasan dilakukan dengan cara membuang bagian tanaman yang tidak produktif seperti cabang yang kurus dan kerdil. Karena Batang atau cabang yang tidak produktif bisa menghambat pertumbuhan batang lain yang masih produktif.

Pembuahan Tanaman Buah Naga

Proses pembuahan bertujuan mendapatkan produksivitas bunga tinggi dan mampu berbuah sesuai dengan standar mutu yang ditetapkan. Adapun alat dan bahan yang dibutuhkan untuk pembuahan Buah Naga yaitu:

  1. Pupuk organik cair (SOT dan perbanyakan SOT) untuk merangsang pembungaan dan pembesaran Buah Naga.
  2. Gula/molase untuk mengaktifkan SOT.
  3. Tangki / hand sprayer digunakan untuk aplikasi penyemprotan Suplemen Organik Tanaman (SOT) pada tanaman Buah Naga
  4. Timba untuk mencampur air dengan SOT
  5. Alat pengaduk untuk melarutkan pupuk SOT tersebut.

Proses Panen Buah Naga

Sebelum melakukan proses pemanenan Buah Naga, ada beberapa hal yang perlu diketahui, khususnya mengenai ciri-ciri dari Buah Naga yang sudah siap panen:

  1. Umur Buah Naga sudah memasuki usia 50- 55 hari sejak munculnya bunga.
  2. Warna kulit Buah Naga mengkilap dan sisik berubah warna dari hijau menjadi kemerahan.
  3. Mahkota dari Buah Naga telah mengecil
  4. Kedua pangkal Buah Naga sudah keriput dan kering
  5. Bentuk Buah Naga bulat dengan sempurna serta besar dengan berat buah sekitar 400 sd 600 gram.

Waktu Panen Buah Naga

  1. Waktu yang tepat untuk memanen Buah Naga adalah pukul 6 – 9 pagi hari, atau antara pukul 3 – 5 sore.
  2. Pemanenan dilakukan saat cuaca cerah (tidak hujan).
  3. Hindari memanen Buah Naga pada saat kondisi lembab sebab bisa menyebabkan serangan patogen saat proses penyimpanan.

Cara dan Tahapan Memanen Buah Naga

  1. Gunakan sarung tangan
  2. Gunakan gunting atau alat pemotong lainnya
  3. Potong Buah Naga tepat pada tangkainya, lakukan dengan hati-hati agar kulit Buah Naga tidak terluka.
  4. Bungkuslah Buah Naga yang sudah dipanen dengan menggunakan koran serta letakkan di dalam keranjang dengan posisi tangkai buahnya menghadap ke bawah.
  5. Agar Buah Naga tidak rusak, berikan alas daun kering atau kertas koran di bagian bawah dan atasnya.

Info Harga SOT bisa dilihat di halaman AGEN PENJUAL SOT.

Kata kunci pilihan:

budidaya buah naga pola hcs,