Pelihara Kambing Tanpa Ngarit
Pelihara Kambing Tanpa Ngarit yang dilakoni pak Madsudi menggunakan pola HCS dengan SOC sebagai fermentornya

Kisah Sukses Mitra HCS Pelihara Kambing Tanpa Ngarit Pola HCS kali ini menayangkan Pak Madsudi sebagai lakon. Selamat membaca. Semoga menginspirasi.

Menjadi peternak kambing sudah dilakukan Madsudi sejak tiga tahun yang lalu. Namun seiring dengan semakin bertambahnya jumlah kambing yang ia pelihara tidak serta merta membuat hidupnya  santai.

Paling tidak, sehari tiga kali ia harus keluar rumah untuk mencari rumput atau ijo-ijoan sebagai pakan kambing. Bahkan seluruh keluarganya dilibatkan untuk berperan dalam usaha peternakan kambing. Mulai dari anak-anak hingga mertuanya.

Baca: MANTAN TKW TERNAK 200 EKOR KAMBING TANPA NGARIT

Tapi, itu kisah lama. Madsudi hari ini telah menjadi peternak kambing modern. Tanpa ngarit lagi. Dengan memelihara 17 ekor kambing dengan metode barunya, Madsudi Cuma butuh waktu setengah hari dalam satu bulan untuk mempersiapkan pakan.

Cara beternak dengan menyiapkan pakan kurang dari sehari tiap bulan ini dia peroleh berkat informasi dari mitra HCS Bangkalan yang saat itu melakukan sosialisasi tani ternak modern. Metode ini menggunakan SOC (Suplemen Organik Cair) dari HCS sebagai campuran ketika membuat pakan fermentasi.

Baca: SOC HCS Untuk Ternak Kambing Tanpa Ngarit

Bukan hanya mendapatkan penjelasan cara beternak dengan mudah, namun juga praktek langsung dan mengunjungi peternakan mitra HCS terdekat. Selain mengamati cara ternak mitra HCS yang tanpa ngarit, tanpa angon, dan tanpa bau kotoran, Madsudi juga rajin bertanya kepada para senior di HCS.

Tidak berhenti sampai di situ, Madsudi pun mengikuti berbagai pelatihan lanjutan yang diprogramkan oleh managemen HCS. Hingga ‘tamat’ sampai tahap akhir.

Konsep HCS dirasa cocok untuk dikerjakan oleh siapa saja terutama bagi petani yang ingin betul-betul bisa mandiri.

Baca: Ibu Hajjah Ternak 75 Ekor Kambing Tanpa Angon, Tanpa Ngarit

Di lingkungannya, di Bangkalan, Tanah Merah, pak Madsudi semakin dikenal sebagai peternak yang hebat. Hampir setiap hari beliau menceritakan pengalaman pribadinya tentang pelihara kambing pola HCS. Selain kotoran tidak bau, nafsu makan kambing pun jadi lahap.

Untuk lebih mengenal seperti apa sosok pak Madsudi, silakan tonton videonya berikut ini. Saking meningkatnya nafsu makan, sampai-sampai kaos milik beliau pun nyaris dimakan kambing:

Untuk order Suplemen Organik Cair (SOC) HCS klik gambar berikut:

Slamet. Itulah nama mitra HCS yang sukses berkat ternak kambing. Bermula dari 2 ekor kambing pada tahun 2011, kini pak Slamet menjadi jutawan. Hal itu dibuktikan pada Desember 2013, beliau membeli mobil Grand Livina warna silver.

Kisah sukses peternak kambing hcs beli mobil baru

Urip koyo cakra manggilingan, itu ungkapan para dalang ketika mengupas filosofi kehidupan. Artinya, hidup itu laksana roda yang terus berputar. Kadang di bawah, kadang di atas. Filosofi itulah yang juga pernah dialami oleh Slamet. Dari dulunya terpuruk, kini mencapai kejayaan dalam mengembangkan bisnis bersama HCS.

Bekerja sebagai seorang buruh pabrik selama 13 tahun, tidak ada perubahan apa-apa pada kehidupan finansial Slamet. Berangkat pagi, pulang sore. Hasilnya cuma cukup buat makan sehari-hari. Tak jarang, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, ia harus cari pinjaman kesana-kemari.

Tahun 2005, Slamet memutuskan untuk keluar dari perusahaan tempat ia bekerja. Dan memulai membangun usaha sendiri. Kerja keras serta ketekunan membuahkan hasil yang cukup menggembirakan. Bisa dikata penghasilan per bulannya bisa menyamai penghasilan 13 tahun bekerja di perusahaan. Mobil baru, wisata ke luar negeri pernah dialaminya waktu itu.

Hingga akhirnya datanglah bencana alam Jogjakarta yang juga berdampak hingga Semarang. Dan, pada 2007, usahanya mulai surut. Aset-aset usaha mulai terjual untuk biaya operasional dan menutupi beban hutang. Masa-masa pahit ini dialaminya hingga 2011. Di mana, ketika itu, sampai-sampai Slamet jualan roti dan makanan ringan keliling pakai motor. Pada malam harinya, ia bergabung dengan musisi dangdut Ken Arok Salatiga.

ternak kambing hcs jadi jutawanDi tengah kondisi terpuruk yang serba susah, Slamet berkenalan dengan peluang usaha baru dari HCS. Maka mulailah, ia menekuni profesi baru sebagai peternak kambing. Modalnya cuma mampu beli 2 ekor kambing. Namun, kandangnya dibikin nyentrik, berbeda dengan ternak kambing kebanyakan. Yakni berbentuk panggung.

Masyarakat sekitar menertawakan perilaku Slamet. Moto ternak kambing pola HCS juga menjadi rasan-rasan di kalangan mereka. “Mana mungkin ternak 2 ekor kambing bisa menjadi milyarder”, kata mereka.

Dalam hati, Slamet berkata, ini adalah ujian untuk mengangkat derajat umat-NYA. Usaha ternak kambing tetap berlanjut terus, tentu sambil terus belajar dan mencari informasi dari sesama mitra HCS. Apa yang terjadi kemudian. Kambing Slamet malah mengalami mencret 🙂 Namun, ia pantang menyerah.

Tak sampai setahun, Slamet mulai terlihat bangkit. Ia berhasil melunasi hutang-hutangnya. 3 (tiga) bulan kemudian, ia berhasil membeli mobil Kijang. Selang 6 bulan kemudian,  Slamet berganti mobil baru. Kali ini (tepatnya pada Desember 2013) Grand Livina silver menjadi pilihannya.

Semua yang dilakukan Slamet saat ini sebagai wujud syukur serta pembuktian kepada masyarakat bahwa ternak kambing dengan menggunakan pola HCS  bukan sekedar jargon dan iming-iming, atau mimpi di siang bolong.

Sebagai mitra HCS, ternyata banyak yang didapat Slamet, mulai ilmu ternak modern, tani modern yang semuanya serba organik yang disiapkan khusus oleh PT Hidup Cerah Sejahtera (HCS).
cara DAFTAR HCS

Kata kunci pilihan:

peternak kambing sukses,ternak kambing modal 5 juta,analisa usaha ternak kambing pakan fermentasi,jutawan ternak kambing,contoh peternak kambing sukses,Sukses hcs,Oke Google berapa derajat,perusahaan kambing,kandang kambing pola hcs,ternak kambing dingan pakan beli ap untung,