Ternak ayam Arab makin hari makin menunjukkan peningkatan dari segi hasil. Hal ini tak lepas dari adanya munculnya teknologi-teknologi baru berbasis SOC oleh tim PT HCS di bidang peternakan. Seperti kita ketahui bersama, produk terbaik untuk ternak yang sudah mendapatkan sertifikat INOFICE adalah SOC HCS. Namun, sebagus apapun suatu produk tanpa dibarengi dengan ilmu yang benar dalam aplikasinya tidak akan berarti apa-apa.

ternak ayam hcs

Nah, tim Konsultan HCS Nusantara, Bpk Wahyudi berhasil mengembangkan formula aplikasi SOC yang tepat khususnya untuk ternak ayam Arab. Hasilnya adalah ayam Arab mampu bertelur 2-3 kali sehari.

Kebetulan hari ini ada mitra baru dari kalimantan yang ingin melihat langsung peternakan ayam Arab yang menggunakan metode HCS dengan pemberian suplemen ternak terbaik, yakni SOC HCS. Selamat menonton.

Ayam petelur tanpa bau

Program HCS Nusantara kedatangan tamu dari Papua. Beliau berkunjung ke peternakan ayam petelur tanpa bau mitra HCS yang telah menggunakan Suplemen Organik Cair (SOC) dari HCS.

Bukan hanya berkunjung, beliau juga membeberkan khasiat SOC HCS untuk ternak ayam yang selama ini sudah beliau jalankan di bumi Papua.

Klik tombol PLAY untuk menonton dan mendengarkan pesan-pesan beliau seputar rahasia, tips dan trik sukses beternak ayam tanpa bau.

Untuk order SOC HCS silakan WA: 081-232-173-222
Jika ingin belajar beternak pola HCS silakan mendaftar dengan cara mengisi formulir PENDAFTARAN INI.

Bagaimana peternakan Pola HCS bisa meningkatkan produksi Ayam petelur hingga 97%? Caranya masih sama, yakni menggunakan Suplemen Organik Cair – SOC HCS disertai dengan formula atau racikan pakan yang tepat.

Sekali lagi. Kuncinya adalah pemberian SOC HCS disertai dengan formula atau racikan pakan yang tepat.

Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa produk terbaik dari PT HCS yang dikhususkan untuk peternakan adalah SOC. Tak terkecuali untuk peternakan ayam petelur.

soc hcs untuk ayam petelur
SOC HCS untuk ayam petelur (unggas)

Beberapa mitra HCS, dengan dipandu oleh Tim Ahli dari HCS, telah menemukan beberapa formula pakan ayam petelur yang terbukti mampu meningkatkan produksi telur antara 95% hingga 97%.

Nah, bagi Anda yang ingin mendapatkan bimbingan atau konsultasi dari kami silakan bergabung sebagai mitra HCS.

Untuk informasi dan cara pendaftaran bisa baca-baca dulu di halaman depan ProgramHCS.com atau klik Program HCS.

Di bawah ini akan kami tuliskan salah satu formula dan komposisi pembuatan pakan untuk ayam petelur agar produksi telur bisa meningkatkan hingga 97%.

Di samping itu, yang lebih penting adalah penghematan dalam hal biaya pembuatan pakan. Karena metode pembuatan pakan untuk ayam petelur ini hanya menggunakan 39% pakan pabrik.

Komposisi Pakan Ayam Petelur Pola HCS

Pembuatan pakan untuk ayam petelur metode HCS dengan komposisi sebagai berikut:

  1. Jagung 49%
  2. Pakan pabrik 36%
  3. bekatul 15%

Sedangkan Suplemen Organik Cair – SOC HCS diberikan di air minumnya dengan takaran sesuai tertera dalam kemasan botolnya.

PRODUK PENDAMPING SOC HCS; KING MASTER & BIOPOWER

Kini SOC punya pendamping yakni King Master sebagai pengganti AGP yg dilarang penggunaannya.
Jadi, sekarang ada 3 (tiga) produk unggulan utk ternak;
1. SOC HCS
2. KingMaster harga 85rb per botol
3. BioPower harga 75rb per botol
Berikut videonya bersama bpk Direktur Utama HCS:

Kata kunci pilihan:

soc hcs untuk ayam petelur,cara buat pakan ayam petelur pola hcs,SOC untuk ayam petelur,

Cara Membuat Pakan Fermentasi dengan SOC HCS untuk Ayam (Unggas)>> Ayam merupakan salah satu jenis unggas yang dagingnya paling banyak dikonsumsi orang. Hal ini karena tekstur daging ayam yang lembut serta kandungan gizinya yang tinggi.Karena kebutuhan akan daging ayam yang tinggi inilah mengapa ayam banyak diternakkan, baik ayam pedaging maupun ayam petelur. Selain karena potensi meraup keuntungan yang besar, bisnis ternak ayam juga sangat mudah dijalankan karena ayam termasuk hewan ternak yang mudah dalam perawatannya.

Cara Membuat Pakan Fermentsi Untuk Ayam Dengan Campuran SOC

Yang menjadi kunci dalam perawatan ayam adalah pemberian pakan dan kebersihan kandangnya. Untuk pemberian pakan sendiri sebaiknya jangan terus menerus pakan olahan seperti pur.Ya meskipun pakan ini akan membuat ayam menjadi lebih cepat tumbuh besar, namun ternyata ada cara lain yang lebih baik untuk membuat ayam menjadi lebih besar, yaitu dengan memberikan pakan fermentasi dengan campuran SOC.

SOC sendiri merupakan suplemen organik cair yang memiliki berbagai manfaat untuk hewan ternak anda, dalam hal ini ayam pedaging. Selain itu, karena terbuat dari 100% bahan alami, maka SOC sangat aman digunakan dan tidak berpotensi menyebabkan berbagai efek samping pada hewan ternak.

Baca juga: Pola HCS, Tingkatkan Produksi Telur Ayam Petelur Hingga 97%

Untuk lebih lengkapnya, berikut beberapa manfaat yang akan anda peroleh dengan memberikan pakan fermentasi dengan campuran SOC pada ayam-ayam anda.

Manfaat SOC HCS untuk Ayam (Unggas)

  1. Salah satu manfaat utama SOC adalah untuk meningkatkan nafsu makan hewan ternak. Sebab ketika hewan ternak memiliki nafsu makan yang tinggi makan pakan yang dikonsumsi pun akan jauh lebih banyak dan pekembangannya akan lebih cepat.
  2. Seperti yang sudah dijelaskan di point sebelumnya, SOC ini akan mempercepat masa pertumbuhan hewan ternak menjadi kurang lebih 2 kali lipat. Sehingga dengan percepatan masa pertumbuhan hewan ternak ini bukankah masa panen pun akan menjadi lebih cepat dan masa untuk mendapat keuntungan pun datang lebih cepat.
  3. Meskipun masa pertumbuhan hewan ternak menjadi lebih cepat, namun jangan fikir jika kualitas daging yang dihasilkan jelek atau banyak memiliki lapisan lemak, karena kualitas daging yang dihasilkan dari hewan ternak dengan pakan fermentasi SOC ini dijamin berkualitas tinggi.
  4. Tak cukup disitu, SOC juga akan membuat daging yang dihasilkan menjadi rendah kolesterol. Sehingga bagi anda yang memiliki penyakit kolesterol tak perlu ragu lagi untuk mengonsumsi ayam pedaging. Namun ingat, pengolahannya pun harus tepat.
  5. Selain dapat menggemukkan ayam, SOC juga mampu meningkatkan daya tahan tubuh ayam. Sehingga ayam akan kebal dari serangan berbagai penyakit.
  6. Manfaat berikutnya yang akan anda peroleh dengan memberikan pakan fermentasi yang dicampuri SOC kepada ayam-ayam anda adalah bau kotoran yang tidak menyengat, serta jumlahnya yang lebih sedikit. Dengan begitu, maka dapat menguangi frekuensi membersihkan kandang ayam bukan?

Sangat menarik bukan manfaat yang akan anda peroleh ketika memberikan pakan fermentasi dengan campuran SOC ini pada ayam-ayam anda? Nah untuk cara fermentasi pakan ayam dengan campuran SOC ini anda tak perlu mengeluarkan banyak biaya. Karena pakan fermentasi ini bisa dibuat sendiri dengan bahan-bahan yang sangat terjangkau.

Bahan Membuat Pakan Fermentasi Untuk Ayam Dengan SOC

Apa saja bahan-bahan tersebut? Berikut daftarnya.

  1. Limbah sayuran, bisa berupa limbah daun kangkung, gedebog pisang, daun bayam maupun daun pepaya.
  2. bekatul atau yang lebih dikenal dengan dedak (porsinya sekitar 1:10 dengan limbah sayuran tadi)
  3. Dapat menggunakan tepung jagung maupun tepung ikan dengan porsi sama seperti bekatul.
  4. Ampas tahu dengan porsi 2 kali lipat dari porsi bekatul atau tepung.
  5. Nasi aking dengan porsi sama dengan ampas tahu.
  6. Konsentrat dengan jenis 511 bravo
  7. Yang terpenting adalah Suplemen bio organik SOC HCS.

Setelah semua bahan terkumpul, berikutnya siapkan alat untuk proses pembuatan pakan fermentasi untuk ayam dengan campuran SOC ini. Alat yang dibutuhkan sendiri adalah terpal untuk mencampur semua bahan serta kantung plastik berukuran besar untuk proses fermentasi.

Berikut ini langkah-langkah pembuatannya.

  1. Pertama-tama rendam nasi aking dalam air selama beberapa jam. Tunggu hingga nasi menjadi lunak,baru setelah itu tiriskan.
  2. Sambil menunggu nasi menjadi lunak, anda bisa mencacah limbah sayuran menjadi potongan kecil. Tujuan dari pencacahan sayuran ini adalah agar pakan fermentasi natinya akan mudah dicerna oleh ayam.
  3. Nah ketika semua bahan sudah dalam keadaan kecil-kecil dan lunak, baru campurkan dengan dedak, ampas tahu serta tepung. Campur di atas terpal dan aduk hingga rata.
  4. Jika sudah tercampur rata, diamkan bahan-bahan ini selama 15 menit.
  5. Setelah itu, campurkan SOC dengan air (aturan pakai SOC adalah 2 tutup botol dilarutkan dalam 1 liter air). Nah kemudian semprotkan larutan SOC tersebut di atas bahan-bahan tadi.
  6. Pastikan anda menyemprotnya dengan rata agar semua bahan dapat terfermentasi dengan baik. Jika sudah, kemudian aduk lagi hingga rata.
  7. Baru setelah itu masukkan pakan fermentasi ke dalam kantung plastik besar yang telah disiapkan tadi. Tutup rapat plastik hingga kedap udara. Ya,plastik ini harus kedap udara agar bakteri yang akan mengfermentasi bahan-bahan tersebut berkembang dengan baik dan proses fermentasi berjalan dengan sempurna.
  8. Tunggu proses fermentasi selama 3 jam dan kemudian siap dihidangkan.

Mudah bukan cara pembuatan pakan fermentasi untuk ayam dengan campuran SOC? Nah setelah itu anda bisa langsung memberikannya pada hewan ternak anda. Jika misalnya pakan fermentasi yang anda buat terlalu banyak (tidak habis dalam satu kali pemberian), maka bisa disimpan terlebih dahulu dalam jangka waktu beberapa jam.

Namun pastikan anda menutupnya kembali. Dan agar hewan ternak anda tumbuh dengan lebih baik usahakan untuk tetap memberikan pakan fresh seperti biji-bijia ataupun pur sebagai tambahan saja.

Bagaimana, sudah tertarik untuk membuat pakan  fermentasi untuk ayam? Jika sudah mungkin anda bingung dimana bisa mendapatkan SOC ini. Sebenarnya anda tak perlu bingung, karena SOC dari HCS ini dijual diberbagai daerah.

Namun untuk proses pembelian yang lebih mudah, anda bisa mendapatkannya secara online. Selain mendapat keuntungan berupa kemudahan transaksi (proses pencarian barang), ketika anda membeli secara online anda bisa mendapatkan produk berkualitas ini dengan harga yang jauh lebih terjangkau.

hal ini bisa dibuktikan sendiri dengan cara membandingkan harga SOC di toko fisik dan harga SOC ketika anda membeli secara online. Bahkan jika anda menjadi member atau mitra HCS, anda akan mendapatkan harga yang jauh lebih murah lagi terlebih jika anda membeli paet lengkap dari HCS.

Dan bagi anda yang tinggal di pulau Jawa, harganya pun sedikit miring.

PRODUK PENDAMPING SOC HCS; KING MASTER & BIOPOWER

Kini SOC punya pendamping yakni King Master sebagai pengganti AGP yg dilarang penggunaannya.
Jadi, sekarang ada 3 (tiga) produk unggulan utk ternak;
1. SOC HCS
2. KingMaster harga 85rb per botol
3. BioPower harga 75rb per botol
Berikut videonya bersama bpk Direktur Utama HCS:

Untuk BELI SOC klik gambar di bawah ini:

Save

Kata kunci pilihan:

pakan ayam fermentasi kering,cara fermentasi pakan ayam petelur,fermentasi pakan ayam petelur,fermentasi ampas tahu untuk pakan ayam,https://programhcs com/cara-membuat-pakan-fermentsi-untuk-ayam-dengan-campuran-soc/,cara fermentasi sayuran untuk pakan ayam,fermentasi soc hcs untuk ternak unggas,cara membuat pakan ayam bangkok fermentasi,pakan fermentasi ayam petelur,pakan ayam petelur fermentasi,pakan joper fermentasi,cara buat pakan ayam petelur,fermentasi nasi aking,membuat pakan ayam petelur fermentasi,cara membuat pakan fermentasi ayam joper,cara bikin pakan ayam pola hcs,

SOC HCS Untuk Ternak Ayam – Meningkatkan Bobot Ayam Boiler. Tak dipungkiri bahwa ayam pedaging atau lebih kerennya biasa disebut broiler sudah menjadi sumber protein hewani andalan masyarakat Indonesia. Menekuni bisnis sebagai peternak ayam broiler guna mencukupi kebutuhan masyarakat juga menjadi pilihan sebagian petani kita. Berbagai upaya dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan hidup para petani peternak ayam. Karena, jika mereka sampai gulung tikar di tengah melambungnya biaya perawatan dipastikan ketersediaan protein hewani untuk masyarakat akan terganggu.

Untuk itu, PT HCS (Hidup Cerah Sejahtera) bersama seluruh  Mitra HCS di seluruh nusantara berikhtiar menemukan cara terbaik beternak ayam broiler. Sesuai visi dan  misi Program HCS maka tentu saja peternakan organik tanpa kimia menjadi fokus yg perlu diupayakan pencapaiannya.

Harapannya, agar terjadi peningkatan produktivitas, kuantitas, kualitas dan efisiensi usaha peternakan ayam broiler. Konsumen sehat karena mengkonsumsi daging yang sehat, dan peternaknya pun sehat perekonomiannya karena menerapkan cara alami organik (tanpa kimia). (Baca: Mitra HCS Peternak Ayam Pedaging Hemat 40 Juta Berkat SOC).
Baiklah mari kita mulai pembahasan tentang SOC HCS Untuk Ternak Ayam – Meningkatkan Bobot Ayam Boiler yang baik dan benar. Untuk mendapatkan bobot ayam dengan maksimal kita perlu mengikuti langkah-langkah beternak sebagai berikut.

Cara Pemilihan Bibit Ayam Boiler/Pedaging

Sehat dan aktif bergerak, bentuk tubuh bulat (gemuk), bulu bersih dan kelihatan mengkilat, hidung bersih, sorot mata tajam dan bersih serta lubang kotoran (anus) bersih  merupakan ciri bibit yang baik.

SOC HCS Untuk Ternak Ayam Broiler

Kondisi Yang Ideal Untuk Beternak Ayam Boiler/Pedaging :

  • Lokasi Kandang.
    Kandang ideal terletak di daerah yang jauh dari pemukiman penduduk, mudah dicapai sarana transportasi, terdapat sumber air, arahnya membujur dari timur ke barat.
  • Pergantian udara dalam kandang.
    Ayam bernapas membutuhkan oksigen dan mengeluarkan karbondioksida. Supaya kebutuhan oksigen selalu terpenuhi, ventilasi kandang harus baik.
  • Suhu udara dalam kandang.
    Suhu ideal kandang sesuai umur adalah sebagai berikut :

    Umur (hari)

    Suhu (⁰c)

    01 – 07

    34 – 32

    08 – 14

    29 – 27

    15 – 21

    26 – 25

    22 – 28

    24 – 23

    29 – 35

    23 – 21

  • Kemudahan mendapatkan sarana produksi
    Lokasi kandang sebaiknya dekat dengan poultry shop atau toko sarana peternakan.

Cara Pemeliharaan Ayam Boiler/Pedaging

1) Perkembangan

Tipe kandang ayam Broiler ada dua, yaitu bentuk panggung dan tanpa panggung (litter). Tipe panggung lantai kandang lebih bersih karena kotoran langsung jatuh ke tanah, tidak memerlukan alas kandang sehingga pengelolaan lebih efisien, tetapi biaya pembuatan kandang lebih besar. Tipe litter lebih banyak dipakai peternak, karena lebih mudah dibuat dan lebih murah.
Pada awal pemeliharaan, kandang ditutupi plastik untuk menjaga kehangatan, sehingga energi yang diperoleh dari pakan seluruhnya untuk pertumbuhan, bukan untuk produksi panas tubuh. Kepadatan kandang yang ideal untuk daerah tropis seperti Indonesia adalah 8-10 ekor/m2, lebih dari angka tersebut, suhu kandang cepat meningkat terutama siang hari pada umur dewasa yang menyebabkan konsumsi pakan menurun, ayam cenderung banyak minum, stress, pertumbuhan terhambat dan mudah terserang penyakit.

Video Aplikasi King Master, Bio Power dan SOC HCS Untuk Ternak Ayam Broiler / Pedaging Mampu menaikkan bobot rata-rata 2.8 kg usia 35 hari.


Suplemen Organik Cair untuk ayam broiler

2) Pakan

      • Pakan merupakan 70% biaya pemeliharaan. Pakan yang diberikan harus memberikan zat pakan (nutrisi) yang dibutuhkan ayam, yaitu karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral, sehingga pertambahan berat badan perhari (Average Daily Gain/ADG) tinggi. Pemberian pakan dengan sistem ad libitum (selalu tersedia/tidak dibatasi).
      • Apabila menggunakan pakan dari pabrik, maka jenis pakan disesuaikan dengan tingkat pertumbuhan ayam, yang dibedakan menjadi 2 (dua) tahap. Tahap pertama disebut tahap pembesaran (umur 1 sampai 20 hari), yang harus mengandung kadar protein minimal 23%. Tahap kedua disebut penggemukan (umur diatas 20 hari), yang memakai pakan berkadar protein 20 %. Jenis pakan biasanya tertulis pada kemasannya.
      • Penambahan SOC HCS lewat air minum dengan dosis 1- 2 cc/5 liter air minum memberikan berbagai nutrisi pakan dalam jumlah cukup untuk membantu pertumbuhan dan penggemukan ayam broiler.

Efisiensi pakan dinyatakan dalam perhitungan FCR (Feed Convertion Ratio). Cara menghitungnya adalah, jumlah pakan selama pemeliharaan dibagi total bobot ayam yang dipanen.
Contoh perhitungan :
Diketahui ayam yang dipanen 1000 ekor, berat rata-rata 2 kg, berat pakan selama pemeliharaan 3125 kg, maka FCR-nya adalah :
Berat total ayam hasil panen =
1000 x 2 = 2000 kg
FCR = 3125 : 2000 = 1,6
Semakin rendah angka FCR, semakin baik kualitas pakan, karena lebih efisien (dengan pakan sedikit menghasilkan bobot badan yang tinggi). Penggunaan SOC HCS dapat menurunkan angka FCR tersebut.

3) Vaksinasi

Vaksinasi adalah pemasukan bibit penyakit yang dilemahkan ke tubuh ayam untuk menimbulkan kekebalan alami. Vaksinasi penting yaitu vaksinasi ND/tetelo. Dilaksanakan pada umur 4 hari dengan metode tetes mata, dengan vaksin ND strain B1 dan pada umur 21 hari dengan vaksin ND Lasotta melalui suntikan atau air minum.

4) Teknis Pemeliharaan

      • Minggu Pertama (hari ke 1-7). Kutuk/DOC dipindahkan ke indukan atau pemanas, segera diberi air minum hangat yang ditambah SOC HCS dengan dosis ± 1 – 2 cc/5 liter air minum dan gula untuk mengganti energi yang hilang selama transportasi. Pakan dapat diberikan dengan kebutuhan per ekor 13 gr atau 1,3 kg untuk 100 ekor ayam. Jumlah tersebut adalah kebutuhan minimal, pada prakteknya pemberian tidak dibatasi. Pakan yang diberikan pada awal pemeliharaan berbentuk butiran-butiran kecil (crumbles).
      • Mulai hari ke-2 hingga ayam dipanen air minum sudah berupa air dingin dengan penambahan SOC HCS dengan dosis 1 – 2 cc/5 liter air minum (diberikan saat pemberian air minum yang pertama). Vaksinasi yang pertama dilaksanakan pada hari ke-4.
      • Minggu Kedua (hari ke 8 -14).
        Pemeliharaan minggu kedua masih memerlukan pengawasan seperti minggu pertama, meskipun lebih ringan. Pemanas sudah bisa dikurangi suhunya. Kebutuhan pakan untuk minggu kedua adalah 33 gr per ekor atau 3,3 kg untuk 100 ekor ayam.
      • Minggu Ketiga (hari ke 15-21).
        Pemanas sudah dapat dimatikan terutama pada siang hari yang terik. Kebutuhan pakan adalah 48 gr per ekor atau 4,8 kg untuk 100 ekor. Pada akhir minggu (umur 21 hari) dilakukan vaksinasi yang kedua menggunakan vaksin ND strain Lasotta melalui suntikan atau air minum. Jika menggunakan air minum, sebaiknya ayam tidak diberi air minum untuk beberapa saat lebih dahulu, agar ayam benar-benar merasa haus sehingga akan meminum air mengandung vaksin sebanyak-banyaknya. Perlakuan vaksin tersebut juga tetap ditambah SOC HCS dengan dosis tetap.
      • Minggu Keempat (hari ke 22-28).
        Pemanas sudah tidak diperlukan lagi pada siang hari karena bulu ayam sudah lebat. Pada umur 28 hari, dilakukan sampling berat badan untuk mengontrol tingkat pertumbuhan ayam. Pertumbuhan yang normal
        mempunyai berat badan minimal 1,25 kg. Kebutuhan pakan adalah 65 gr per ekor atau 6,5 kg untuk 100 ekor ayam. Kontrol terhadap ayam juga harus ditingkatkan karena pada umur ini ayam mulai rentan terhadap penyakit.
      • Minggu Kelima (hari ke 29-35).
        Pada minggu ini, yang perlu diperhatikan adalah tatalaksana lantai kandang. Karena jumlah kotoran yang dikeluarkan sudah tinggi, perlu dilakukan pengadukan dan penambahan alas lantai untuk menjaga lantai tetap kering. Kebutuhan pakan adalah 88 gr per ekor atau 8,8 kg untuk 100 ekor ayam. Pada umur 35 hari juga dilakukan sampling penimbangan ayam. Bobot badan dengan pertumbuhan baik mencapai 1,8 – 2 kg. Dengan bobot tersebut, ayam sudah dapat dipanen.
      • Minggu Keenam (hari ke 36-42).
        Jika ingin diperpanjang untuk mendapatkan bobot yang lebih tinggi, maka kontrol terhadap ayam dan lantai kandang tetap harus dilakukan. Pada umur ini dengan pertumbuhan yang baik, ayam sudah mencapai bobot 2,25 kg.

5) Penyakit

Penyakit yang sering menyerang ayam broiler yaitu :

        • Tetelo (Newcastle Disease/ND)
          Disebabkan virus Paramyxo yang bersifat menggumpalkan sel darah. Gejalanya ayam sering megap-megap, nafsu makan turun, diare dan senang berkumpul pada tempat yang hangat. Setelah 1 – 2 hari muncul gejala syaraf, yaitu kaki lumpuh, leher berpuntir dan ayam berputar-putar yang akhirnya mati. Ayam yang terserang secepatnya dipisah, karena mudah menularkan kepada ayam lain melalui kotoran dan pernafasan. Belum ada obat yang dapat menyembuhkan, maka untuk mengurangi kematian, ayam yang masih sehat divaksin ulang dan dijaga agar lantai kandang tetap kering.
        • Gumboro (Infectious Bursal Disease/IBD)
          Merupakan penyakit yang menyerang sistem kekebalan tubuh yang disebabkan virus golongan Reovirus. Gejala diawali dengan hilangnya nafsu makan, ayam suka bergerak tidak teratur, peradangan disekitar dubur, diare dan tubuh bergetar-getar. Sering menyerang pada umur 36 minggu. Penularan secara langsung melalui kotoran dan tidak langsung melalui pakan, air minum dan peralatan yang tercemar. Belum ada obat yang dapat menyembuhkan, yang dapat dilakukan adalah pencegahan dengan vaksin Gumboro.
        • Penyakit Ngorok (Chronic Respiratory Disease)
          Merupakan infeksi saluran pernapasan yang disebabkan oleh bakteri Mycoplasma gallisepticum Gejala yang nampak adalah ayam sering bersin dan ingus keluar lewat hidung dan ngorok saat bernapas. Pada ayam muda menyebabkan tubuh lemah, sayap terkulai, mengantuk dan diare dengan kotoran berwarna hijau, kuning keputih-keputihan. Penularan melalui pernapasan dan lendir atau melalui perantara seperti alat-alat. Pengobatan dapat dilakukan dengan obat-obatan yang sesuai.
        • Berak Kapur (Pullorum).
          Disebut penyakit berak kapur karena gejala yang mudah terlihat adalah ayam diare mengeluarkan kotoran berwarna putih dan setelah kering menjadi seperti serbuk kapur. Disebabkan oleh bakteri Salmonella pullorum.
          Kematian dapat terjadi pada hari ke-4 setelah infeksi. Penularan melalui kotoran. Pengobatan belum dapat memberikan hasil yang memuaskan, yang sebaiknya dilakukan adalah pencegahan dengan perbaikan sanitasi kandang.
          Infeksi bibit penyakit mudah menimbulkan penyakit, jika ayam dalam keadaan lemah atau stres. Kedua hal tersebut banyak disebabkan oleh kondisi lantai kandang yang kotor, serta cuaca yang jelek. Cuaca yang mudah menyebabkan ayam lemah dan stres adalah suhu yang terlalu panas, terlalu dingin atau berubah-ubah secara drastis. Penyakit, terutama yang disebabkan oleh virus sukar untuk disembuhkan. Untuk itu harus dilakukan sanitasi secara rutin dan ventilasi kandang yang baik. Pemberian SOC HCS yang mengandung berbagai mineral penting untuk pertumbuhan ternak, seperti N, P, K, Ca, Mg, Fe dan lain-lain serta dilengkapi protein dan lemak nabati, mampu meningkatkan pertumbuhan ayam, ketahanan tubuh ayam, mengurangi kadar kolesterol daging dan mengurangi bau kotoran.

SOC HCS merupakan suplemen khusus ternak dengan kandungan :

      • Mineral-mineral yang penting untuk pertumbuhan tulang, organ luar dan dalam, pembentukan darah dan lain-lain.
      • Asam-asam amino utama seperti Arginin, Histidin, Isoleucine, Lycine, Methionine , Phenylalanine, Threonine, Thryptophan, dan Valine sebagai penyusun protein untuk pembentukan sel, jaringan, dan organ tubuh
      • Vitamin-vitamin lengkap, yaitu A, D, E, K, C dan B Komplek untuk kesehatan dan ketahanan tubuh.

6) Sanitasi/Cuci Hama Kandang
Sanitasi kandang harus dilakukan setelah panen. Dilakukan dengan beberapa tahap, yaitu pencucian kandang dengan air hingga bersih dari kotoran limbah budidaya sebelumnya. Tahap kedua yaitu pengapuran di dinding dan lantai kandang. Untuk sanitasi yang sempurna selanjutnya dilakukan penyemprotan dengan formalin, untuk membunuh bibit penyakit. Setelah itu dibiarkan minimal selama 10 hari sebelum budidaya lagi untuk memutus siklus hidup virus dan bakteri, yang tidak mati oleh perlakuan sebelumnya.

Keuntungan penggunaan Bio Organik SOC HCS :

      • Selain kotoran tidak bau juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan pakan ternak lain maupun untuk membuat bokashi juga sangat bagus.
      • Ayam lebih berbobot dan menghemat biaya perawatan karena pertumbuhan ayam lebih cepat.
      • Daging ayamnya rendah kolesterol(tanpa gajih) dan rasanya kenyal seperti ayam kampung.

Bagi peternak ayam boiler atau pedaging yang ingin meningkatkan bobot ayam ternaknya dengan biaya perawatan lebih hemat bisa dicoba dengan penggunakan Bio Organik SOC HCS dan bisa Anda dapatkan hanya di PENJUAL SOC HCS.

Kata kunci pilihan:

rumah di simpang lima gulung tapin,biaya total ayam broiler organik soc hcs,