Pupuk Organik Cair untuk Sayuran Hidroponik

Bercocok Tanam Yuk dengan Pupuk Cair Organik untuk Hidroponik!

Bercocok tanam tidak harus dilakukan oleh mereka yang sudah ahli bertani saja loh ya, yang awam pun bisa melakukannya. Saat ini sudah berkembang yang namanya bercocok tanam secara hidroponik, apa sih bercocok tanam hidroponik itu? Cara bercocok tanam secara modern dan mengasikkan. Tidak perlu memiliki lahan yang sangat luas, di pekarang rumah depan atau belakang pun bisa dilakukan.

Mau mencobanya? Baca terus artikel ini ya, nanti akan dikasih tau bagaimana memulainya, media tanamannya apa, dan apa nutrisi tanaman hodroponik. Memulainya tentu saja dengan menyiapkan lahan yang akan dijadikan tempat menanam, kemudian memilih bibit yang akan ditanam.

Kemudian mulai menanamkan bibit tanamannya, selanjutnya yang perlu diperhatikan adalah pemberian nutrisi untuk tanaman tersebut. Cara penanamannya sudah asyik, akan lebih asyik lagi dengan memberinya pupuk organik, seingga hasilnya akan jauh lebih baik, kaya akan kandungan nutrisijuga tanamannya. Saat ini masyarakat juga kembali menyukai makanan yang dibuat secara organik. Karena dinilai lebih sehat. Dan untuk itu bisa dimulai dengan memberinya pupuk cair organik untuk hidroponik.

Pupuk cair organik saat ini bisa di dapat dengan mudah karena banyak yang menjualnya, termasuk pupuk cair organik untuk hidroponik. Hanya saja jika ingin membuatnya sendiri juga bisa, berikut beberapa bahan yang bisa digunakan untuk membuat pupuk cair organik. Bisa didapatkan di sekitar rumah. Bisa dengan daun kering, pupuk dari daun kering ini memberikan unsur hara berupa fospor.

Pupuk Cair Organik untuk Hidroponik

Bahan yang digunakan adalah Daun-daun kering yang sudah jatuh, air 20 liter, gula merah 1 batang, dan decomposer atau mol tape 100 cc.

Kemudian cara mengolahnya:

  1. Daun kering dan gulamerah di tumbuk halus.
  2. Masukkan ke dalam sebuah wadah hasil tumbukan di atas, masukkan air sesuai dengan takaran, secukupnya. Tutup.
  3. Kemudian diamkan selama 10 hari.
  4. Setelah tercium bau yang menyengat sudah siap untuk digunakan, saat hendak diaplikasikan bisa dicampur dengan air, sesuai dengan takarannya.

Selain dari daun kering, bisa juga dengan menggunakan batang pisang, cara pembuatannya sama dengan daun kering. Jika daun kering banyak mengandung fospor maka batang pisang mengandung kalium yang akan bermamfaat untuk pertumbuhan tanaman.

Cara membuatnya:

  1. Potong sekitar 50 cm batang pisang bagian dalam yang putihnya, sebaiknya bagian yang paling dekat dengan bonggolnya tau akar.
  2. Siapkan 10 liter air.
  3. 1 batang gula merah.
  4. Dan 100 c c/10 cc dekompser atau mol tape bisa dibeli di tempatkpenjualan pupuk.
  5. Tumbuh bonggol pisang dan gula merah, campurkan semua bahan yang sudah di tumpuk ke dalam wadah, kemudian tutup, diamkan selama 10hari, kemudian pisahkan menjadi 3 bagian rata masing-masing tuangkan air 20 liter, pupuk cair organik untuk hidroponik sudah siap digunakan.

Pupuk Organik Cair untuk Hidroponik

Jual Pupuk Cair Organik untuk Hidroponik SOT HCS

Jika ingin Pupuk Cair Organik untuk Hidroponik yang sudah ready dan tinggal pakai, Anda bisa coba suplemen organik tanaman – SOT HCS. Semoga bermanfaat ya!

SOT (suplemen organik tanaman)

SOT yang diproduksi HCS mempunyai kandungan lengkap yang dibutuhkan oleh semua tanaman, karena suplemen yang baik harus mengandung unsur hara yang lengkap, baik unsur hara makro maupun mikro.

SOT HCS

Unsur hara makro meliputi:

  1. nitrogen (N)

tanaman yang kekurangan nitrogen (N) mengakibatkan:

  • daun menjadi kuning pucat lalu perlahan engering.
  • Tanaman menjadi kurus
  • Tanaman menjadi tidak berbuah atau bisa berbuah, namun buahnya lebih kecil dan terlalu cepat masak.
  1. Phospor(P2O2)

Tanaman yang kekurangan phospor (P2O2) mengakibatkan:

  • Tumbuh lebih kerdil
  • Akar tanaman sangat kurang dan tidak bisa berkembang
  • Tanaman menjadi tak bisa berbuah, atau berbuah namun ukurannya lebih kecil dan terlalu cepat masak.
  1. Kalium (K2O)

Tanaman yang kekurangan kalium mengakibatkan:

  • Daun mengkerut tapi tidak merata.
  • Permukaan daun menjadi seperti terbakar pada tepi dan ujungnya kemudian rontok sebelum waktunya.

Unsur hara mikro meliputi:

  1. mangan (Mn)
  2. molybedenum (Mo)
  3. magnesium (Mg)
  4. besi (Fe)
  5. Boron(B)
  6. Kolbalt (Co)
  7. tembaga (Cu)
  8. seng (Zn)
  9. kalsium (Ca)
  10. belerang(S)
  11. Ciri-ciri kekurangan mangan (Mn)

Pada daun muda tulang-tulangnya terjadi klorois, perubahan dari warna hijau menjadi kuning dan selanjutnya menjadi putih.

Tulang-tulang daunnya tetap berwarna hijau, ada yang sampai kebagian sisi tulang.

  1. Ciri-ciri kekurangan molybedenum

Bercak-bercak didaun dewasa, kemudian menjalar ke daun m uda.

Daun muda menjadi kering.

Daun dewasa mrnguncup dan helai daunnya menebal.

3.Ciri-ciri kekurangan magnesium

Daun cepat kering, cepat tua, dan berwarna hijau kekuning-kuningan pada sisi yang terkena sinar matahari saja.

Buah tumbuh tidak sempurna, kecil-kecil, mutu jelek dan tidak tahan lama  jika disimpan.

  1. Ciri-ciri mkekurangan besi

Tulang adaun menjadi kuning, kemungkinanna menjadi putih.

Timbul bercak-bercak berwarna hijau seperti pulau.

Daun mati mulai dari pucuk menuju bawah(die back)

  1. Ciri-ciri kekurangan boron

Tepi daun terjadi klorosis.

Kuncup-kuncup mati dan berwarna hitam.

Batang mudah patah dan mengeluarkan cairan kcoklatan.

  1. Ciri-ciri kekurangan kolbalt

Penyerapan nitrogen (N)  kurang maksimal, sehingga ciri-ciri kekurangan kolbalt (Bo) seperti ciri-ciri kekurangan nitrogen (N).

  1. Ciri-ciri kekurangan tembaga

Pada bagian daun, terutama yang muga tampak layu dan kemudian mati (die back), sedang ranting-rantingnya berubah warna pula menjadi coklat tua kemudian mati pula.

Ujung daun sering ditemukan layu, terkadang klorosis sekalipun jaringan-jaringannya tidak ada yang mati.

  1. Ciri-ciri kekurangan seng

Muncul bercak-bercak kuning pada ujng daun dan tepi daun-daun muda.

Daun kerdil,mengkerut atau menggulung di salah satu sisi lalu rontok.

Bakal buah menguning, terbuka dan akhirnya gugur.

Buah lemas dan akhirnya bengkok.

  1. Ciri-ciri kekurangan kalsium.

Daun muda selain kriput juga mengalami perubahan warna pada ujung dan tepi klorosis, berubah menjadi kuning dan warna tersebut menjalar diantara tulang-tulang daun. Jaringan-jaringan daun pada beberapa tempat mati.

Kunc up-kuncup muda yang telah tumbuh akhirnya mati.

  1. Ciri-ciri kekurangan belerang.

Daun-daun muda mengalami klorosis, perubahan warna umumnya terjadi pada seluruh daun muda, kadang mengkilat, keputih-putihan dan kadang perubahannya tidak merata.

 

Untuk menanggulangi masalah tanaman tersebut, HCS menyediakan SOT (suplemen organik tanaman).

 

SOT (suplemen organik tanaman) yang diproduksi oleh HCS, terdapat 52 spesies mikroba yang sangat baik kegunaannya untuk:

  • Mengurai unsur tanah.
  • Menjadikn akar tanaman lebih kuat.
  • Menjadikan batang tanaman lebih kuat.
  • Daun men jadi lebih lebar, dan tak mudah gugur.
  • Bunga lebih kuat dan tak mudah rontok.
  • Meningkatkan kualitas buah.
  • Sebagai pestisida sekaligus fungisida.

SOT ( suplemen organik tanaman) bermanfaat untuk:

  • Meningkatkan produksi panen 40-100%
  • Mencegah/mengurangi gugur bunga dan buah.
  • Berfungsi sebagai katalisator, sehingga dapat mengurangi penggunaan pupuk kimia dasar sampai 80%
  • Meningkatkan daya tahan tanaman terhadap serangan penyakit, terutama fungi/jamur/cendawan.
  • Mempercepat panen pada tanaman semusim.
  • Memperpanjang masa produksi tanaman, khususnya untuk tanaman yang berbuah berkali-kali.
  • Sangat baik digunakan pada persemaian atau bibitan.

Contoh penggunaan sot yang dianjurkan pada tanaman:

 

 

 

 

 

Macam tanaman takaran Tehnik aplikasi
Tanaman lemah

(kol/kobis/seledri,dll)

5 tutup botol sot.

Dilarutkan dalam 14 lt air.

3x penyemprotan berturut-turut, interval 10 hari.
Tanaman tidak berbatang

(padi,jagung,cabe,dll)

5 tutup botol sot.

Dilarutkan dalam 14 lt air.

3/4x penyemprotan berturut-turut, interval 10 hari
Tanaman tinggi berbatang

(kelapa sawit, jeruk, dll)

5 : 500 (1 ttp botol sot dilarutkan dalam 5 lt air) 3/4x penyemprotan berturut-turut, interval 5 hari. Selama 1 bulan.
Tanaman hias.

(anggrek,melati,dll)

5 : 500 (1 ttp botol sot dilarutkan dalam 15 lt air) Penyemprotan pagi jam 7-10 wib.

Sore jam 15-18 wib.

 

Cara penyemprotan yang baik adalah:

  • Saat mulut daun (stomata) terbuka, atau antara jam 16.00 sore sampai jam 07.00 wib.

Dengan cara disemprotkan dari atas ke bawah, atau disemprotkan pada daun bagian dalam.

  • Pada tanaman pangan (padi, kacang hijau, kacang kedelai, kacang tanah,dll) penyemprotan mulai umur 15,25,45 hari setelah tanam.
  • Pada tanaman palawija (jagung, ubi jalar, dll) penyemprotan mulai 10 hari. Interval penyemprotan 1-2 minggu sekali sampai menjelang panen.
  • Pada tanaman holtikultura (bawang merah/putih, sayuran, tomat, kentang dll). Penyemprotan mulai umur 10 hari. Interval 1 minggu sekali sampai menjelang panen.
  • Pada persemaian, bibit tanaman dalam polibag atau pot (buah, perkebunan, kehutanan, tanaman hias, dll) interval 15-30 hari sekali.
  • Pada tanaman buah ( pisang,papaya, dll) penyemprotan/penyiraman tiap 2 minggu -1 bulan sekali.
  • Pada tanaman keras dan perkebunan (kopi, coklat, mangga, karet, jati, dll) 1 bulan sekali dengan disiramkan.

 

Untuk dapat berkembang dengan baik, disamping membutuhkan suplemen yang baik, makan tanaman juga memerlukan pestisida, herbisida dan fungisida untuk mempertahankan kelangsungan hidup.

Untuk mengantisipasi itu, maka hcs mengeluarkan produk yang namanya phefoc, untuk memastikan tanaman aman dari serangan hama yang merugikan.

SOT HCS untuk Pisang ternyata tidak sekedar oke. Di samping menghasilkan buah organik yang padat berisi, anakan pohon pisang juga subur.

SOT HCS untuk Pisang
Konsultan HCS Nusantara Bpk Wahyudi, SE berpose dengan buah pisang hasil aplikasi SOT HCS untuk Pisang

Berikut testimoni mengenai aplikasi Pupuk cair organik SOT HCS untuk perkebunan pisang di Jombang:

pupuk cair SOT untuk pohon pisang

Kembali ke kampung Halaman
Petualangan kami saat ini di kota Santri Jombang….Mas Ridho Andy memanfaatkan tanah pekarangan sahabatnya dengan menanam pohon pisang sekitar 500 pohon.sekarang sudah lebih dari 1500….tampak dibelakang kami sebagian sudah mulai berbuah bahkan sebagian lagi sudah laku terjual…..aset yang terus bisa dinikmati bertahun-tahun ke depan ….ayo kembali gali potensi dikampung halaman bersama HCS…..anda pasti bisa….

Konsultasi gratis untuk anggota atau mitra HCS Nusantara. Bagaimana cara menjadi anggota? Silakan buka Program HCS Nusantara (dibimbing oleh Konsultan HCS Nusantara bpk Wahyudi, SE).

Enaknya berkebun pisang, sekali tanam bisa untuk berkali-kali panen karena dengan menggunakan pupuk organik cair SOT HCS maka perkembangan anakan bisa dirangsang. 1 (satu) pohon pisang sudah ada yang keluar anakan hingga 8 pohon.

Kata kunci pilihan:

pupuk cair untuk pisang,

Pupuk cair organik terbaik kini menjadi pilihan utama petani dalam rangka meningkatkan produktivitas lahan pertaniannya. Penggunaan pupuk dalam pertanian dipandang menjadi suatu hal yang krusial mengingat kebutuhan manusia akan bahan makanan terus meningkat seiring meningkatnya populasi penduduk. Pertimbangan utama pemakaian pupuk organik adalah karena pupuk organik terbuat dari bahan alami, minim bahan-bahan kimia di dalamnya. Pupuk kimia biasanya menyebabkan polusi pada air dan tanah sebab sebagian bahan kimia sulit diuraikan menjadi unsur yang tidak berbahaya. Sedangkan jika menggunakan pupuk organik resiko pupuk berdampak sebagai polutan sangatlah kecil.

Pupuk Cair Organik Terbaik
Pupuk Cair Organik Terbaik untuk berbagai jenis tanaman yang sudah mengantongi sertifikat INOFICE adalah SOT HCS

Pupuk cair organik terbaik mendapat perhatian lebih sebab pemasarannya sudah semakin luas. Bahan membuat pupuk organik adalah kotoran hewan, daun-daunan dan sisa makhluk hidup lain yang sudah membusuk. Seiring perkembangan zaman dan teknologi pupuk organik dipoduksi secara besar-besaran dan dikemas lebih praktis. Pemasarannya pun semakin luas memanfaatkan kecanggihan teknologi internet sehingga petani tidak perlu susah-susah pergi ke toko alat dan perlengkapan pertanian karena membeli pupuk pun bisa dilakukan secara online.

Pupuk cair organik terbaik seperti Suplemen Organik Tanaman (SOT) dari PT. HCS tidak hanya membantu petani meraih hasil panen maksimal karena kandungan unsur hara, tetapi juga membantu petani menjaga stabilitas derajat keasaman dan kondisi alamiah dari tanah persawahan demi kelangsungan ekosistem. Bahan-bahan organik dari pupuk organik mudah diuraikan sehingga tidak menyebabkan tanah kehilangan kesuburan alami. Pupuk dari bahan organik terbentuk dari materi makhluk hidup.

Kandungan bahan organiknya lebih besar dan tidak membahayakan sifat fisik, biologi, kimia media tanam. Sumber utama pembuatan pupuk cair organik bisa diperoleh dari lingkungan sekitar seperti kompos, sisa sampah organik, sisa pepohonan, daun-daun atau sisa bangkai dan kotoran hewan.

Ciri Pupuk Organik yang Baik

Proses pemupukan merupakan salah satu hal yang paling penting dalam pertanian. Pemupukan berfungsi mendongkrak produktivitas panen tanaman. Memupuk menggunakan bahan alami membantu menjaga keseimbangan unsur-unsur dalam tanah. Dibandingkan pupuk anorganik, pupuk cair organik lebih ramah lingkungan. Pupuk anorganik jika digunakan dalam jangka waktu lama dan porsinya tidak terkendali bisa menyebabkan ketergantungan serta merusak struktur kimia pada tanah. Akibatnya tidak hanya tanah yang terpolusi namun juga air tanah ikut menanggung dampak negatifnya.

Baca juga: TIPS MEMILIH PUPUK CAIR TERBAIK UNTUK PADI

Pupuk organik yang baik bisa dilihat dari ciri khasnya, antara lain:

  1. Terbuat dari bahan organik pilihan. Pupuk organik pilihan terbuat dari sisa makhluk hidup, bukan limbah beracun yang diolah sedemikian rupa. Dengan demikian tidak akan mengganggu keseimbangan tatanan unsur alami tanah yang mengakibatkan pencemaran sehingga berdampak pada manusia.
  2. Diolah dengan teknologi canggih. Pupuk organik terbaik diolah dengan bantuan teknologi modern dan melalui proses fermentasi serta proses enzimik.
  3. Mengandung senyawa yang dibutuhkan tanaman. Pupuk cair organik mengandung senyawa yang diperlukan tumbuhan agar bisa tumbuh optimal dalam tumbuh kembangnya. Senyawa dan hormon pertumbuhan tersebut adalah berbagai unsur hara makro dan mikro lengkap serta belasan senyawa asam amino dan vitamin.
  4. Membantu mengembalikan kesuburan tanah. Pupuk organik memiliki fungsi ganda, yaitu membantu meningkatkan produktivitas tanaman sekaligus merehabilitasi kesuburan tanah. Tanah yang komposisi unsur kimianya sempat rusak karena pemakaian pupuk kimia bisa mendapatkan perbaikan secara bertahap jika menggunakan pupuk cair organik terbaik.

Dengan demikian petani mendapatkan manfaat ganda: panen berlimpah, kesuburan alami tanah terjaga.

Kata kunci pilihan:

pupuk cair terbaik,pupuk cair,pupuk organik terbaik,pupuk cair organik,pupuk cair organik terbaik,

Pupuk Cair untuk Tanaman Lada
SOT HCS Pupuk Cair untuk Tanaman Lada telah mendapatkan sertifikat resmi dari INOFICE

Tanaman Lada dan Seluk Beluknya

Pupuk cair untuk tanaman lada banyak dicari para petani untuk meningkatkan produktivitas panen. Tanaman lada merupakan tanaman rempah yang menjadi andalan Indonesia. Karena kaya rempah-rempah ini dahulu Indonesia diperebutkan bangsa-bangsa Eropa sebagai tanah jajahan. Kondisi iklim Indonesia yang memungkinkan rempah-rempah termasuk lada bisa tumbuh subur adalah faktor utama mengapa produksi rempah nusantara menggiurkan bagi negara lainnya.

Lada hanya bisa tumbuh subur di daerah dengan ciri khas iklim: curah hujan 2000 – 3000 mm/tahun, cukup mendapat sinar matahari yaitu sekitar sepuluh jam per hari, suhu udara berkisar 20 hingga 34 derajat Celcius, tiupan angin tidak terlalu kencang, kelembapan udara berkisar lima puluh hingga seratus persen lengas nisbi. Lada juga bisa tumbuh subur jika media tanamnya kaya bahan organik atau tanah subur. Media tanamnya juga tidak tergenang air tetapi tidak juga terlalu kering. Derajat keasaman tanah berkisar 5,5 hingga 7.0.

BACA JUGA: APLIKASI PUPUK CAIR SOT HCS UNTUK CENGKEH

Media tanam yang optimal untuk kehidupan tanaman lada adalah tanah yang berwarna merah kuning seperti yang terlihat pada lapisan tanah Utisol. Podsolik, lateritic dan latosol. Lada bisa tumbuh dengan baik pada ketinggian 300 hingga 1100 meter di atas permukaan laut. Kemiringan lahan maksimal +- 300.

Mengoptimalkan Produktivitas Tanaman Lada

Lada adalah tanaman yang sangat membutuhkan media tanam yang kaya bahan organik. Jika kebutuhan senyawa organik tidak dapat dipenuhi media tanam maka diperlukan pupuk cair untuk tanaman lada. Salah satu cara adalah dengan menambahkan Suplemen Organik Tanaman (SOT) dari PT. HCS. Pemberian pupuk cair ini membantu mengkondisikan media tanam untuk kaya unsur hara sebagaimana dibutuhkan tanaman lada.

Penambahan pupuk ini merupakan solusi bagi kebutuhan tanaman lada akan unsur hara. Hal ini mengingat kandungan humus tanah biasa ditemui pada kedalaman satu hingga 2,5 meter. Sehingga untuk menambah supplai unsur hara bisa memanfaatkan pupuk buatan. Jika tanah tenpat lada ditanam kurang unsur HARA maka mungkin akan terjadi gagal panen. Pupuk cair untuk tanaman lada lebih disukai untuk membantu membentuk tanah yang kaya bahan organik sebab pupuk jenis ini mudah meresap ke dalam media tanam.

BACA JUGA: APLIKASI PUPUK CAIR SOT HCS UNTUK SELEDRI

Selain kondisi media tanam yang mendukung optimasi penanaman lada petani lada juga harus memperhatikan kondisi terbaik saat proses pembibitan. Lada yang digunakan adalah lada yang terjamin jenis bibitnya, berasal dari pohon induk yang bebas dari hama penyakit serta diambil dari kebun induk produksi yang setidaknya telah berumur sepuluh bulan atau maksimal tiga tahun. Perlu dicatat bahwa kebutuhan bibit kurang lebih dua ribu bibit tanaman lada per hektarenya.

Proses menanam lada juga perlu mendapat perhatian. Saat proses penanaman tanah hendaknya dibalik sedalam 20-30 cm. Sebagai penyempurnaan perlu ditambahkan kapur pertanian kemudian didiamkan 3-4 minggu. Merawat lada seperti merawat anak sendiri. Perlu ditelateni agar tidak termakan hama dan penyakit. Pemeliharaan ini dilakukan sejak proses penanaman. Jarak tanam perlu diperhatikan. Dan penyemprotan pupuk cair untuk tanaman lada dilakukan setiap empat minggu sekali. Tanaman lada memerlukan sulur panjat untuk membantu kekuatan tumbuhnya.

BACA JUGA: PENGGUNAAN PUPUK CAIR SOT HCS UNTUK KOL

Penyiangan untuk mencegah gulma hendaknya dilakukan minimal setiap tiga bulan sekali atau dua bulan jika diperlukan, pemangkasan juga perlu dilakukan untuk mencegah terserang hama penyakit. Pemangkasan ini terutama dilakukan apda batang, ranting, dahan yang tidak produktif. Batang yang sudah tua diutamakan untuk dipangkasa dengan alasan peremajaan. Pucuk batang juga perlu dipangkas terutama bagian yang tidak produktif.

Save

Kata kunci pilihan:

pupuk cair untuk tanaman lada,pupuk organik cair untuk lada,pupuk cair untuk lada,