Ini adalah tulisan master lele Bapak Gogok yang terkenal di Facebook dengan nama Raden Kwarta Sofjat, owner Munir’s Farm Prigen Pasuruan. Beliau menulis secara berantai dan sengaja kami satukan di sini menjadi satu kesatuan. Semoga bermanfaat…

Sukses Ternak Lele Munir's Farm Prigen

Lama gak pernah nulis jadinya pingin nulis lagi…
(Mudah2an masih ada yang mau baca yaa 🤔)
Mumpung lagi mood nih katanya anak gahool…

Budidaya Lele susah? Saya bisa jawab YA 😁
Budidaya Lele mudah? Sayapun bisa jawab YA 🙄
Looh gak konsisten dunk akunya…
Mari bersama kita belajar mengapa jawaban keduanya tersebut bisa YA

Berbudidaya lele tentunya kita tidak bisa lepas dari 3 unsur utama yaitu Bibit Air dan Pakan serta jangan lupa ada tambahan Rasa Sayang 😍 yang harus kita miliki dalam berbudi daya lele tersebut….

Kita pelajari satu persatu biar kita bisa menemukan jawaban YA dari kedua pernyataan diatas….

BIBIT
Bibit lele yang harus kita dapatkan haruslah bibit yang bagus.. Kategori bagus buat bibit banyak faktornya jika indukannya bersertifikat itu salah satu faktor yg bisa kita sebut bibit lele bagus tapi tanpa sertifikatpun banyak juga bibit lele yang bagus…. (Nah kan gk konsisten lagi🙃)
Dari pengamatan saya selama memilih bibit, mungkin saya bisa sharing seperti gini… (Kayak orang yang sdh tahu bener 😁)

  • Jika kolam kita terbuat dari terpal jangan mengambil bibit yang dipijahkan di kolam tanah usahakan kita ambil bibit hasil pemijahan kolam terpal juga biar lele sudah terbiasa dengan habitatnya
  • Tanyakan ke pemijah, telur yang dikeluarkan pertama dan kedua dipisahkan enggak? kalau bisa diminta bibitnya karena keluaran pertama dan kedua akan menghasilkan bibit yang bagus
  • Perhatikan teksture tubuh bibit lele jika ada cekungan dikepala hindari untuk ambil bibitnya karena jelas bibit yang seperti ini pertumbuhannya tidak optimal (bakal cuman gede kepalanya doang 🤕)
  • Usahakan mengetahui posisi kolam pemijahan sehingga kita bisa lebih tahu tentang kualitas air dan pergerakan bibit selama di kolam. Bibit lele yang sehat dia akan bergerak lincah
  • Usahakan jangan beli bibit yang jenisnya berbeda dan disatukan dalam satu kolam misalnya jenis mutiara dan phyton atau sangkuriang dengan mutiara karena sedikit membuat kesulitan dalam treatmentnya nanti
  • Syukur2 kalau ada pemijah yang berada tidak jauh dari kolam pembesaran yang kita kelola 😇sehingga mengurangi resiko stress dan bibit lele tentunya sangat mudah beradaptasi dengan situasi dan kondisi lingkungan yang sama

Sekarang sudah terjawab kan kenapa jawaban keduanya YA untuk BIBITnya dulu…
Susah kalau kita enggak tahu caranya tetapi mudah kalau kita sudah tahu bagaimana menentukan dan memilih bibit lele😊

Nanti kita sambung lagi ke tulisan berikutnya yaa yang bakal ngebahas AIR dan PAKAN serta RASA SAYANG…

Kalau gak keberatan like👍🏻 yaa biar entar aku semangat buat nulis sambungannya 😜

Bagaimana dengan yang lainnya??

Sesuai janji saya yang lagi pingin nulis soal budidaya lele (pingin banget disebut penulis kayaknya😁)

Kali ini saya akan memberikan pengalaman terhadap apa yang pernah saya amati alami dan lakukan sebagai Pengelola kolam budidaya lele terhadap unsur penting lainnya dalam melakukan budidaya lele yaitu air…

AIR…
Mengelola budidaya lele kalau menurut saya (bisa juga lain dengan yang lainnya🙏🏻) adalah sama dengan bagaimana kita membuat dan mengelola air menjadi sehat dan nyaman buat hidup lele..
Jika kita sudah bisa menaklukkan permasalahan di air maka kita akan dapatkan bonus lele yang sehat yang tentunya bikin kita bisa tersenyum 😊 melihat hasil panennya…. (Eeiit tapi jangan lupakan juga soal pemilihan bibit yang bagus yang pernah saya tulis sebelumnya yaa 😛)

Di AIR yang harus kita perhatikan adalah sumber dari keberadaaan air itu sendiri… Kalau boleh saya sarankan gunakan sumber air dari hasil pengeboran sumur tanah tapi bukan berarti sumber air lainnya gak bagus yaa (mulai nih gk konsisten🙃)…
Yang kita kuatirkan kalau menggunakan sumber air lainnya kita tidak bisa nengontrol langsung tentang bagus tidaknya air tersebut…
pH air yang nyaman buat lele di kisaran 6–8 dengan suhu air kolam antara 32°C – 36°C (ini berdasarkan pengamatan saya…. Tapi bisa juga lele hidup sehat di luar kisaran suhu ini juga kok 😁)..

Banyak kita ketahui tentang pengelolaan air yang bolehlah dalam bahasa menterengnya kita namakan Manajemen Air…
Ada beberapa manajemen air atau bisa juga disebut sistem pengelolaan air yang kita kenal seperti sistem RWS GWS RAS Booster Bioflok dan lain2nya yang penting tujuannya adalah membuat lele nyaman dan sehat di media air yang ditempati di kolam terpalnya serta bisa menghasilkan panen nantinya…
(Maaf saya tidak membahas masing2 sistem pengelolaan air yang saya sebutkan 🙏🏻)

Kebetulan pada tulisan ini saya menyarankan untuk menggunakan manajemen air dengan sistem sederhana yaitu sistem kocor dengan metode pengaturan ketinggian air melalui over flow berjenjang untuk pengisian debit air di kolam…(sekali lagi ini yang saya lakukan bukan berarti ini yang terbaik juga 🤔)
Kalau boleh pinjam istilah Gubernur DKI kita kembalikan ke naturalisasi 😷…..
Jadi biarkan air mengalir seperti layaknya lele hidup di alam bebas dengan adanya air yang masuk dan keluar kolam….

Sedikit saya jelaskan soal over flow (kalau bahasa gampangnya kontrol debit air dalam kolam) berjenjang…
Lele dalam setiap ukurannya memerlukan ketinggian air yang berbeda (ini juga bisa berbeda dengan pendapat yang lain… Gakpapa kok sah2 saja karena di budidaya lele tidak ada hal yang baku atau paten untuk diterapkan)
Pengamatan saya 🤓 kalau lele di ukuran 6-8 kebawah biasa saya pakai ketinggian air maksimal 50cm diatas ukur itu sampai ukur 9-12 saya gunakan ketinggian 70cm Jika sudah masuk LBG ketinggian air baru saya maksimalkan….

Kenapa perlu berjenjang??
Kalau kita perhatikan perilaku lele, dia akan banyak diam di dasar kolam sehingga kita perlu rasanya jangan membuat lele ngos2an dalam menjemput pakannya ke atas permukaan air karena pelet yang kita berikan jenis pelet apung …
Semakin tinggi volume air maka semakin banyak tenaga yang dikeluarkan lele buat naik ke permukaan..
Jadi biar enggak banyak energi yang terbuang gitoh🙄…

Oh iya jangan lupa juga AIR perlu kita threatment juga…
Kalau saya sih biasa gunakan probiotik murah dengan molase dan herbal (yang ini bakal kita bahas nanti di RASA SAYANG😍)

Mungkin itu sharing yang bisa dianggap gak penting 🙄 dari saya soal AIR yang bisa kita bilang Susah mengelolanya jika kita tidak memahami tetapi akan sangatlah mudah apabila kita sudah mengetahui….
Terjawab sudah ya soal budidaya lele itu susah atau mudah😁

Jangan pelit memberikan like👍🏻 yaa kalau dirasa tulisan saya ini bermanfaat….

Inshaa allah untuk penulisan selanjutnya akan saya sharing soal PAKAN dan RASA SAYANG😍 yang akan banyak membahas soal bagaimana saya membuat herbal dan hal lainnya yang tidak termasuk dalam unsur BAP….

Bagaimana dengan yang lainnya??

Di hari raya imlek ini saya mencoba berbagi pengalaman lagi untuk berbudidaya lele (sebetulnya bukan untuk harus ditiru juga😁 apalagi dijadikan standar untuk budidaya lele🙏🏻) …

Tulisan ini cuman sekedar cerita tentang apa dan bagaimana saya melakukan pemberian pakan, pola pakan, pokoknya yang berhubungan dengan pakan sebagai salah satu unsur penting dalam budidaya lele sekaligus untuk merealisasi janji saya lewat tulisan sebelumnya soal BIBIT dan AIR….😊

PAKAN
Tentunya yang terbersit untuk budidaya pembesaran lele adalah pakan pelet dan pakan alternatif lainnya…
Disini saya hanya menulis soal pemberian pakan yang saya lakukan dalam mengelola kolam lele terpal (ditiru boleh enggak juga bagus kok 😁) khusus untuk pakan pelet…
Untuk pakan alternatif mungkin kita bahas di RASA SAYANG 😍 aja biar gak kepanjangan tulisan ini (takut ada yang protes🤭)

Pemilihan jenis pakan pelet sedikit penting untuk diberikan ke lele terutama dalam hal ukuran butiran peletnya, untuk ukuran bibit lele dengan panjang 6-8cm kebawah kalau bisa gunakan 1, diatas ukuran lele 6-8cm baru gunakan 2 bahkan 3…
Oh iya 1,2 dan 3 itu maksudnya besaran buliran peletnya 1mm dan 2mm 3mm… (Biasanya ada dibelakang ukuran pelet seperti 622, 781-1, 633 dllnya)
Jadi sesuaikan minimal dengan besarnya mulut lele 👄…

Jangan lupa juga sebelum diberikan menu pelet ini ke lele kalau bisa dan harus bisa🤔 di bibis dulu ya?
Bibis itu adalah pencampuran pelet dengan media air yang bisa ditambahkan probiotik atau tambahan herbal lainnya… Gunanya agar pelet mengembang diluar sehingga memudahkan lele untuk mengkonsumsinya karena kalau enggak di bibis pelet nantinya akan mengembang di dalam usus si lele yang bisa berakibat pecahnya si usus… (Pernah kejadian bagian perut warna pink saat lele mati enggak?… Nah seperti itu dampaknya kalau gak di bibis bukan dilindesin bis yaa😆)

Soal takaran pakan saya biasa meniru hitungan yang sdh banyak beredar di youtube yaitu berat lele x berapa banyak jumlah lele baru dikalikan konstanta prosentase berapa… Kalau di saya pakai 4% (karena alasannya saya anak nomor 4🙄 gak nyambung yaa) tapi ada juga yg pakai besaran 3% dan 5% gak ada yang salah juga kok…
Konstanta 4% saya berikan hingga berat lele 60gram per ekornya diatas 60 gram saya gunakan 3% hingga masa konsumsi…
Saat mau panen saya turunkan lagi menjadi 2% (kasihan jatah makan lele dikurangi seiring bobot badannya 😔)

Jarak waktu pemberian makan lele usahakan minimal 8 jam …kenapa?
Karena ini saya dapat ilmu dari suhu dan masternya lele, katanya kalau metabolisme yang terjadi di tubuh lele antara 8-10 jam… Masuk akal juga seh masak mau diberi makan per jam ✌🏻…..
Saat pemberian makan pagi usahakan nunggu matahari bersinar🌅 atau naik dulu yaa biar rada hangat suhu airnya sehingga lele lahap makannya….

Oh iya soal takaran pemberian pakan lele mau 3% 4% atau 5% itu hanya sebagai patokan supaya kita bisa menghitung pertumbuhan lele per harinya serta fcrnya nanti tetapi jangan lupa amati juga pergerakan lelenya apakah dia sudah kenyang atau belum …. Jika gerakan lele melambat lebih baik dihentikan pemberian pakannya… Biar nggak muntah lelenya brosis 🤮

Jika bermanfaat tulisan saya ini jangan pelit kasih like👍🏻 biar bisa lanjut ke tulisan RASA SAYANG😍 yang akan kita kupas tuntas selain unsur Bibit Pakan dan Air tapi tetap dengan pola kupas tuntas yang pernah saya lakukan aja 😁
Selamat menikmati week end di hari raya imlek….

Bagaimana dengan yang lainnya??

Panduan Budidaya Lele pak Gogok

Melanjutkan janji saya pada tulisan2 sebelumnya soal Bibit Air dan Pakan (ada yang baca enggak ya?😔)..

Sekarang saya ingin berbagi dengan teman2ku, saudara2ku, kerabat2ku bagaimana RASA SAYANG😍 itu harus ada di kita kalau kita mau budidaya lele… (Ambil sisi positifnya yang negatif buang ke laut aja 🏖)

Yang pasti lele itu perlu perhatian minimal kita harus tengokin dia dari pagi hari hingga malam hari…
Kenapa? Supaya kita bisa lebih awal tahu kalau lele di kolam kita bermasalah…
Kalau saya tidak memiliki rasa sayang gak bakalan saya ngelakuin kayak gini … Bener enggak??😜

Rasa sayang😍 lainnya adalah dengan memberikan ramuan herbal yang selama ini banyak yang ditanyakan teman2….
Beberapa tumbuhan yang saya gunakan untuk membuat jamu buat si kumis antara lain kunyit, bawang putih, temulawak, jahe, daun pepaya dan mengkudu… Mungkin teman2 lainnya ada juga yang berbeda atau malah lebih banyak komposisinya (kalau boleh dibagikan juga di laman ini 🤗)
Ramuan ini akan saya berikan ke setiap kolam ikan yang ada setiap satu minggu sekali saat lele kita puasakan makan…
Oh iya di kolam yang saya kelola, setiap hari minggu lele saya puasakan (maunya saya puasakan senin kamis biar banyak pahalanya😊) saya hanya memberikan ramuan herbal, daun pepaya dan mengkudu sebagai pengganti pakan pelet…
Tujuannya sih biar air di kolam sehat sekaligus biar pencernaan lele istirahat dan kembali sehat di hari seninnya nanti, biar lahap makannya….
Untuk komposisinya bisa langsung WA ke saya ya di 081332861171 (kok ge er bakal ada yang mau nanya 😱) soalnya kalau di tulis disini kepanjangan….

Rasa sayang😍 berikutnya adalah saya berusaha mengelompokkan mereka sesuai dengan kelompok umurnya😁… Lebih tepatnya kesetaraan besarnya melalui proses grading atau sortir setelah 14 hari bibit masuk ke kolam dan kita ulangi lagi di 14 hari berikutnya sampai masa panen biar lele enggak ada jeruk makan jeruknya akibat perbedaan besar tubuh lele yang ada …. Hal ini juga utk mengurangi tingkat kematian pada lele…. Serta memudahkan kita untuk menjualnya karena sdh sama ukurannya….

Rasa sayang😍 selanjutnya saya juga menyiapkan suplemen menurut istilah saya sendiri biar lele sehat. Suplemen tersebut saya gunakan untuk bibis pakan dan saya campurkan ke kolam melalui probiotik murah yg pernah saya sebutkan dengan campuran EM4 molase dan terasi (soal komposisinya WA aja yaa)

Dan jangan lupa juga Rasa sayang😍 itu harus kita wujudkan juga saat kita awal menerima bibit lele dengan mempersiapkan kolam yang sdh siap huni biar nyaman lelenya…
Untuk yang baru pasang kolam terpal harus sabar yaa jangan keburu tebar bibit, untuk kolam terpal baru harus dihilangkan dulu bau dan kandungan zat kimianya dengan cara direndam sama air (kalau di saya, saya diamkan air di kolam minimal 3 hari kemudian saya buang habis air tersebut….. Boros air deh🙄)
Baru setelah itu kita bikin lagi rendaman air di kolam dengan apa yang biasa disebut air sehat buat lele… Yang tentunya ada pemberian probiotik dan ramuan herbal lainnya……

Rasanya cukup tulisan saya untuk mengelola budidaya lele harus BAPeRS seperti yang saya lakukan, semoga bisa memberikan manfaat buat para pembudidaya lele dimanapun berada…
Mohon maaf bila tulisan saya ada yang salah karena manusia adalah tempat dimana kesalahan berada, kesempurnaan hanyalah milik Allah SWT semata🙏🏻🙏🏻

Salam patil