Ini adalah tulisan master lele Bapak Gogok yang terkenal di Facebook dengan nama Raden Kwarta Sofjat, owner Munir’s Farm Prigen Pasuruan. Beliau menulis secara berantai dan sengaja kami satukan di sini menjadi satu kesatuan. Semoga bermanfaat…

Sukses Ternak Lele Munir's Farm Prigen

Lama gak pernah nulis jadinya pingin nulis lagi…
(Mudah2an masih ada yang mau baca yaa 🤔)
Mumpung lagi mood nih katanya anak gahool…

Budidaya Lele susah? Saya bisa jawab YA 😁
Budidaya Lele mudah? Sayapun bisa jawab YA 🙄
Looh gak konsisten dunk akunya…
Mari bersama kita belajar mengapa jawaban keduanya tersebut bisa YA

Berbudidaya lele tentunya kita tidak bisa lepas dari 3 unsur utama yaitu Bibit Air dan Pakan serta jangan lupa ada tambahan Rasa Sayang 😍 yang harus kita miliki dalam berbudi daya lele tersebut….

Kita pelajari satu persatu biar kita bisa menemukan jawaban YA dari kedua pernyataan diatas….

BIBIT
Bibit lele yang harus kita dapatkan haruslah bibit yang bagus.. Kategori bagus buat bibit banyak faktornya jika indukannya bersertifikat itu salah satu faktor yg bisa kita sebut bibit lele bagus tapi tanpa sertifikatpun banyak juga bibit lele yang bagus…. (Nah kan gk konsisten lagi🙃)
Dari pengamatan saya selama memilih bibit, mungkin saya bisa sharing seperti gini… (Kayak orang yang sdh tahu bener 😁)

  • Jika kolam kita terbuat dari terpal jangan mengambil bibit yang dipijahkan di kolam tanah usahakan kita ambil bibit hasil pemijahan kolam terpal juga biar lele sudah terbiasa dengan habitatnya
  • Tanyakan ke pemijah, telur yang dikeluarkan pertama dan kedua dipisahkan enggak? kalau bisa diminta bibitnya karena keluaran pertama dan kedua akan menghasilkan bibit yang bagus
  • Perhatikan teksture tubuh bibit lele jika ada cekungan dikepala hindari untuk ambil bibitnya karena jelas bibit yang seperti ini pertumbuhannya tidak optimal (bakal cuman gede kepalanya doang 🤕)
  • Usahakan mengetahui posisi kolam pemijahan sehingga kita bisa lebih tahu tentang kualitas air dan pergerakan bibit selama di kolam. Bibit lele yang sehat dia akan bergerak lincah
  • Usahakan jangan beli bibit yang jenisnya berbeda dan disatukan dalam satu kolam misalnya jenis mutiara dan phyton atau sangkuriang dengan mutiara karena sedikit membuat kesulitan dalam treatmentnya nanti
  • Syukur2 kalau ada pemijah yang berada tidak jauh dari kolam pembesaran yang kita kelola 😇sehingga mengurangi resiko stress dan bibit lele tentunya sangat mudah beradaptasi dengan situasi dan kondisi lingkungan yang sama

Sekarang sudah terjawab kan kenapa jawaban keduanya YA untuk BIBITnya dulu…
Susah kalau kita enggak tahu caranya tetapi mudah kalau kita sudah tahu bagaimana menentukan dan memilih bibit lele😊

Nanti kita sambung lagi ke tulisan berikutnya yaa yang bakal ngebahas AIR dan PAKAN serta RASA SAYANG…

Kalau gak keberatan like👍🏻 yaa biar entar aku semangat buat nulis sambungannya 😜

Bagaimana dengan yang lainnya??

Sesuai janji saya yang lagi pingin nulis soal budidaya lele (pingin banget disebut penulis kayaknya😁)

Kali ini saya akan memberikan pengalaman terhadap apa yang pernah saya amati alami dan lakukan sebagai Pengelola kolam budidaya lele terhadap unsur penting lainnya dalam melakukan budidaya lele yaitu air…

AIR…
Mengelola budidaya lele kalau menurut saya (bisa juga lain dengan yang lainnya🙏🏻) adalah sama dengan bagaimana kita membuat dan mengelola air menjadi sehat dan nyaman buat hidup lele..
Jika kita sudah bisa menaklukkan permasalahan di air maka kita akan dapatkan bonus lele yang sehat yang tentunya bikin kita bisa tersenyum 😊 melihat hasil panennya…. (Eeiit tapi jangan lupakan juga soal pemilihan bibit yang bagus yang pernah saya tulis sebelumnya yaa 😛)

Di AIR yang harus kita perhatikan adalah sumber dari keberadaaan air itu sendiri… Kalau boleh saya sarankan gunakan sumber air dari hasil pengeboran sumur tanah tapi bukan berarti sumber air lainnya gak bagus yaa (mulai nih gk konsisten🙃)…
Yang kita kuatirkan kalau menggunakan sumber air lainnya kita tidak bisa nengontrol langsung tentang bagus tidaknya air tersebut…
pH air yang nyaman buat lele di kisaran 6–8 dengan suhu air kolam antara 32°C – 36°C (ini berdasarkan pengamatan saya…. Tapi bisa juga lele hidup sehat di luar kisaran suhu ini juga kok 😁)..

Banyak kita ketahui tentang pengelolaan air yang bolehlah dalam bahasa menterengnya kita namakan Manajemen Air…
Ada beberapa manajemen air atau bisa juga disebut sistem pengelolaan air yang kita kenal seperti sistem RWS GWS RAS Booster Bioflok dan lain2nya yang penting tujuannya adalah membuat lele nyaman dan sehat di media air yang ditempati di kolam terpalnya serta bisa menghasilkan panen nantinya…
(Maaf saya tidak membahas masing2 sistem pengelolaan air yang saya sebutkan 🙏🏻)

Kebetulan pada tulisan ini saya menyarankan untuk menggunakan manajemen air dengan sistem sederhana yaitu sistem kocor dengan metode pengaturan ketinggian air melalui over flow berjenjang untuk pengisian debit air di kolam…(sekali lagi ini yang saya lakukan bukan berarti ini yang terbaik juga 🤔)
Kalau boleh pinjam istilah Gubernur DKI kita kembalikan ke naturalisasi 😷…..
Jadi biarkan air mengalir seperti layaknya lele hidup di alam bebas dengan adanya air yang masuk dan keluar kolam….

Sedikit saya jelaskan soal over flow (kalau bahasa gampangnya kontrol debit air dalam kolam) berjenjang…
Lele dalam setiap ukurannya memerlukan ketinggian air yang berbeda (ini juga bisa berbeda dengan pendapat yang lain… Gakpapa kok sah2 saja karena di budidaya lele tidak ada hal yang baku atau paten untuk diterapkan)
Pengamatan saya 🤓 kalau lele di ukuran 6-8 kebawah biasa saya pakai ketinggian air maksimal 50cm diatas ukur itu sampai ukur 9-12 saya gunakan ketinggian 70cm Jika sudah masuk LBG ketinggian air baru saya maksimalkan….

Kenapa perlu berjenjang??
Kalau kita perhatikan perilaku lele, dia akan banyak diam di dasar kolam sehingga kita perlu rasanya jangan membuat lele ngos2an dalam menjemput pakannya ke atas permukaan air karena pelet yang kita berikan jenis pelet apung …
Semakin tinggi volume air maka semakin banyak tenaga yang dikeluarkan lele buat naik ke permukaan..
Jadi biar enggak banyak energi yang terbuang gitoh🙄…

Oh iya jangan lupa juga AIR perlu kita threatment juga…
Kalau saya sih biasa gunakan probiotik murah dengan molase dan herbal (yang ini bakal kita bahas nanti di RASA SAYANG😍)

Mungkin itu sharing yang bisa dianggap gak penting 🙄 dari saya soal AIR yang bisa kita bilang Susah mengelolanya jika kita tidak memahami tetapi akan sangatlah mudah apabila kita sudah mengetahui….
Terjawab sudah ya soal budidaya lele itu susah atau mudah😁

Jangan pelit memberikan like👍🏻 yaa kalau dirasa tulisan saya ini bermanfaat….

Inshaa allah untuk penulisan selanjutnya akan saya sharing soal PAKAN dan RASA SAYANG😍 yang akan banyak membahas soal bagaimana saya membuat herbal dan hal lainnya yang tidak termasuk dalam unsur BAP….

Bagaimana dengan yang lainnya??

Di hari raya imlek ini saya mencoba berbagi pengalaman lagi untuk berbudidaya lele (sebetulnya bukan untuk harus ditiru juga😁 apalagi dijadikan standar untuk budidaya lele🙏🏻) …

Tulisan ini cuman sekedar cerita tentang apa dan bagaimana saya melakukan pemberian pakan, pola pakan, pokoknya yang berhubungan dengan pakan sebagai salah satu unsur penting dalam budidaya lele sekaligus untuk merealisasi janji saya lewat tulisan sebelumnya soal BIBIT dan AIR….😊

PAKAN
Tentunya yang terbersit untuk budidaya pembesaran lele adalah pakan pelet dan pakan alternatif lainnya…
Disini saya hanya menulis soal pemberian pakan yang saya lakukan dalam mengelola kolam lele terpal (ditiru boleh enggak juga bagus kok 😁) khusus untuk pakan pelet…
Untuk pakan alternatif mungkin kita bahas di RASA SAYANG 😍 aja biar gak kepanjangan tulisan ini (takut ada yang protes🤭)

Pemilihan jenis pakan pelet sedikit penting untuk diberikan ke lele terutama dalam hal ukuran butiran peletnya, untuk ukuran bibit lele dengan panjang 6-8cm kebawah kalau bisa gunakan 1, diatas ukuran lele 6-8cm baru gunakan 2 bahkan 3…
Oh iya 1,2 dan 3 itu maksudnya besaran buliran peletnya 1mm dan 2mm 3mm… (Biasanya ada dibelakang ukuran pelet seperti 622, 781-1, 633 dllnya)
Jadi sesuaikan minimal dengan besarnya mulut lele 👄…

Jangan lupa juga sebelum diberikan menu pelet ini ke lele kalau bisa dan harus bisa🤔 di bibis dulu ya?
Bibis itu adalah pencampuran pelet dengan media air yang bisa ditambahkan probiotik atau tambahan herbal lainnya… Gunanya agar pelet mengembang diluar sehingga memudahkan lele untuk mengkonsumsinya karena kalau enggak di bibis pelet nantinya akan mengembang di dalam usus si lele yang bisa berakibat pecahnya si usus… (Pernah kejadian bagian perut warna pink saat lele mati enggak?… Nah seperti itu dampaknya kalau gak di bibis bukan dilindesin bis yaa😆)

Soal takaran pakan saya biasa meniru hitungan yang sdh banyak beredar di youtube yaitu berat lele x berapa banyak jumlah lele baru dikalikan konstanta prosentase berapa… Kalau di saya pakai 4% (karena alasannya saya anak nomor 4🙄 gak nyambung yaa) tapi ada juga yg pakai besaran 3% dan 5% gak ada yang salah juga kok…
Konstanta 4% saya berikan hingga berat lele 60gram per ekornya diatas 60 gram saya gunakan 3% hingga masa konsumsi…
Saat mau panen saya turunkan lagi menjadi 2% (kasihan jatah makan lele dikurangi seiring bobot badannya 😔)

Jarak waktu pemberian makan lele usahakan minimal 8 jam …kenapa?
Karena ini saya dapat ilmu dari suhu dan masternya lele, katanya kalau metabolisme yang terjadi di tubuh lele antara 8-10 jam… Masuk akal juga seh masak mau diberi makan per jam ✌🏻…..
Saat pemberian makan pagi usahakan nunggu matahari bersinar🌅 atau naik dulu yaa biar rada hangat suhu airnya sehingga lele lahap makannya….

Oh iya soal takaran pemberian pakan lele mau 3% 4% atau 5% itu hanya sebagai patokan supaya kita bisa menghitung pertumbuhan lele per harinya serta fcrnya nanti tetapi jangan lupa amati juga pergerakan lelenya apakah dia sudah kenyang atau belum …. Jika gerakan lele melambat lebih baik dihentikan pemberian pakannya… Biar nggak muntah lelenya brosis 🤮

Jika bermanfaat tulisan saya ini jangan pelit kasih like👍🏻 biar bisa lanjut ke tulisan RASA SAYANG😍 yang akan kita kupas tuntas selain unsur Bibit Pakan dan Air tapi tetap dengan pola kupas tuntas yang pernah saya lakukan aja 😁
Selamat menikmati week end di hari raya imlek….

Bagaimana dengan yang lainnya??

Panduan Budidaya Lele pak Gogok

Melanjutkan janji saya pada tulisan2 sebelumnya soal Bibit Air dan Pakan (ada yang baca enggak ya?😔)..

Sekarang saya ingin berbagi dengan teman2ku, saudara2ku, kerabat2ku bagaimana RASA SAYANG😍 itu harus ada di kita kalau kita mau budidaya lele… (Ambil sisi positifnya yang negatif buang ke laut aja 🏖)

Yang pasti lele itu perlu perhatian minimal kita harus tengokin dia dari pagi hari hingga malam hari…
Kenapa? Supaya kita bisa lebih awal tahu kalau lele di kolam kita bermasalah…
Kalau saya tidak memiliki rasa sayang gak bakalan saya ngelakuin kayak gini … Bener enggak??😜

Rasa sayang😍 lainnya adalah dengan memberikan ramuan herbal yang selama ini banyak yang ditanyakan teman2….
Beberapa tumbuhan yang saya gunakan untuk membuat jamu buat si kumis antara lain kunyit, bawang putih, temulawak, jahe, daun pepaya dan mengkudu… Mungkin teman2 lainnya ada juga yang berbeda atau malah lebih banyak komposisinya (kalau boleh dibagikan juga di laman ini 🤗)
Ramuan ini akan saya berikan ke setiap kolam ikan yang ada setiap satu minggu sekali saat lele kita puasakan makan…
Oh iya di kolam yang saya kelola, setiap hari minggu lele saya puasakan (maunya saya puasakan senin kamis biar banyak pahalanya😊) saya hanya memberikan ramuan herbal, daun pepaya dan mengkudu sebagai pengganti pakan pelet…
Tujuannya sih biar air di kolam sehat sekaligus biar pencernaan lele istirahat dan kembali sehat di hari seninnya nanti, biar lahap makannya….
Untuk komposisinya bisa langsung WA ke saya ya di 081332861171 (kok ge er bakal ada yang mau nanya 😱) soalnya kalau di tulis disini kepanjangan….

Rasa sayang😍 berikutnya adalah saya berusaha mengelompokkan mereka sesuai dengan kelompok umurnya😁… Lebih tepatnya kesetaraan besarnya melalui proses grading atau sortir setelah 14 hari bibit masuk ke kolam dan kita ulangi lagi di 14 hari berikutnya sampai masa panen biar lele enggak ada jeruk makan jeruknya akibat perbedaan besar tubuh lele yang ada …. Hal ini juga utk mengurangi tingkat kematian pada lele…. Serta memudahkan kita untuk menjualnya karena sdh sama ukurannya….

Rasa sayang😍 selanjutnya saya juga menyiapkan suplemen menurut istilah saya sendiri biar lele sehat. Suplemen tersebut saya gunakan untuk bibis pakan dan saya campurkan ke kolam melalui probiotik murah yg pernah saya sebutkan dengan campuran EM4 molase dan terasi (soal komposisinya WA aja yaa)

Dan jangan lupa juga Rasa sayang😍 itu harus kita wujudkan juga saat kita awal menerima bibit lele dengan mempersiapkan kolam yang sdh siap huni biar nyaman lelenya…
Untuk yang baru pasang kolam terpal harus sabar yaa jangan keburu tebar bibit, untuk kolam terpal baru harus dihilangkan dulu bau dan kandungan zat kimianya dengan cara direndam sama air (kalau di saya, saya diamkan air di kolam minimal 3 hari kemudian saya buang habis air tersebut….. Boros air deh🙄)
Baru setelah itu kita bikin lagi rendaman air di kolam dengan apa yang biasa disebut air sehat buat lele… Yang tentunya ada pemberian probiotik dan ramuan herbal lainnya……

Rasanya cukup tulisan saya untuk mengelola budidaya lele harus BAPeRS seperti yang saya lakukan, semoga bisa memberikan manfaat buat para pembudidaya lele dimanapun berada…
Mohon maaf bila tulisan saya ada yang salah karena manusia adalah tempat dimana kesalahan berada, kesempurnaan hanyalah milik Allah SWT semata🙏🏻🙏🏻

Salam patil

Cara Aplikasi SOC HCS untuk Ikan Lele

Budi daya ikan adalah salah satu budi daya hewan yang paling menguntungkan. Bagaimana tidak, hanya bermodalkan kolam ikan dan pakan, tanpa perawatan rumit lainnya saja anda sudah bisa mendapatkan keuntungan yang sangat besar.

Selain itu, jenis  ikan pun sangat beragam. Sehingga dapat disesuaikan dengan keadaan atau suhu di tempat anda tinggal. Ya, karena ikan merupakan hewan yang tumbuh kembangnya cukup terpengaruh oleh suhu.

Selain itu, tumbuh kembang ikan juga tentunya sangat tergantung dengan asupan pakan yang diberikan. Mungkin selama ini anda banyak memberikan pakan berupa pelet yang didapatkan dari toko-toko pakan ikan.

Memang benar pelet ini dapat dengan mudah didapatkan dan terbukti cukup cepat dalam membuat ikan menjadi besar. Akan tetapi, jika ikan hanya diberi pakan berupa pelet tanpa campuran pakan organik tentu kualitas dagingnya akan kurang bagus.

Nah oleh karena itulah, baiknya anda sering memberikan ikan berupa pakan organik yang terbuat dari beberapa bahan yang difermentasi. Dalam proses pembuatan pakan fermentasi untuk ikan ini, anda harus mencampurkan SOC (suplemen organic cair), yaitu sebuah suplemen bio organik yang memberikan banyak manfaat untuk pertumbuhan ikan.

Cara Aplikasi SOC HCS Untuk Pakan Ikan Lele Fermentasi

Selain itu, karena terbuat dari bahan alami, maka SOC ini sangat aman digunakan dan tidak beresiko menimbulkan efek samping bagi kesehatan ikan. Untuk lebih lengkapnya, berikut ini beberapa manfaat SOC untuk ikan.

1.      SOC merupakan suplemen yang dapat meningkatkan nafsu makan ikan. Itulah mengapa SOC digunakan untuk campuran pakan fermentasi ikan. Karena dengan begitu maka ikan akan mengonsumsi pakan fermentasi yang diberikan dengan jumlah yang banyak.

2.      Karena nafsu makan ikan bertambah dan jumlah pakan yang dikonsumsi pun bertambah, secara otomatis maka pertumbuhan ikan akan menjadi lebih cepat. Bahkan pada beberapa jenis ikan seperti ikan lele, pertumbuhan bisa mencapai 2 klai lipat lebih cepat dari waktu normal.

3.      Tak sekedar cepat besar atau gemuk, namun kualitas daging yang dihasilkan pun sangat berkualitas. Ini bisa dibuktikan dengan warna daging yang putih bersih (untuk jenis ikan berdaging putih, seperti ikan mas). Selain itu, dalam tubuh ikan pun tak akan banyak dijumpai selaput lemak yang membuatnya berkendal ketika dimasak.

4.      Manfaat berikutnya yang mungkin tak anda sangka adalah daging yang dihasilkan dari ikan yang diberi pakan fermentasi dengan campuran SOC adalah daging yang bebas dari kolesterol. Jadi, bagi anda yang menderita penyakit kolesterol tak perlu lagi khawatir karena ikan yang anda konsumsi 100% sehat, asalkan anda juga mengolahnya dengan benar.

5.      Jika selama ini anda sering kali menjumpai endapan pada kolam ikan yang beraroma sangat tak sedap, dengan penggunaan pakan fermentasi ini endapan pada kolam ikan tidak akan beraroma semenyengat biasanya. Bahkan, endapan tersebut pun bisa digunakan untuk pupuk organik.

5 manfaat Supmenen Organic Cair (SOC) untuk ikan tersebut dapat anda peroleh dengan maksimal ketika anda rajin memberikan pakan fermentasi dengan campuran SOC setiap hari, minimal 1 kali sehari. Keuntungan lain dengan anda memberikan pakan fermentasi pada ikan adalah pengeluaran biaya pakan yang lebih murah.

Ya, karena bahan-bahan yang dibutuhkan untuk membuat pakan fermentasi ini merupakan limbah dan sangat mudah didapatkan. Apa saja bahan-bahan tersebut? Berikut beberapa diantaranya.

1.      Feses kambing sebanyak 50 kg.

2.      Tepung ikan sebanyak 10 kg.

3.      Ampas tahu sebanyak 30 kg.

4.      SOC HCS sebanyak 10 tutup botol saja.

5.      Air sebanyak 3 liter.

6.      Gula pasir sebanyak 2 sendok makan.

7.      Dedak atau bekatul sebanyak 10 kg.

Nah setelah semua bahan terkumpul, kemudian siapkan alat untuk membuat pakan fermentasi untuk ikan dengan campuran SOC ini, yaitu hanya terpal atau alas dan kantung plastik berukuran besar.

Jika sudah siap, lanjut ke langkah-langkah pembuatannya.

1.      Siapkan terpal di tempat terbuka, kemudian letakkan kotoran kambing dan tepung ikan, ampas tahu serta dedak di atasnya. Campur semua bahan menjadi satu.

2.      Pastikan semua bahan tercampur rata. Apa bila anda kurang nyaman dengan aroma fases kambing, maka bisa menggunakan sekop atau alat lain yang tak mengharuskan anda mencampurnya menggunakan tangan, kemudian pastikan anda menggunakan masker.

3.      Setelah semua bahan tercampur rata, diamkan selama beberapa menit.

4.      Sembari menunggu, anda bisa membuat larutan yang terdiri dari campuran 10 tutup botol SOC, 3 liter air, dan gula pasir. Campur semua bahan hingga gula pasir larut kedalam air dan SOC.

5.      Langkah berikutnya adalah dengan menyiramkan larutan ini pada bahan-bahan yang telah dicampur tadi. Pastikan anda menyiramkannya dengan rata. Tak perlu terlalu banyak, asalkan semua bahan sudah basah oleh larutan tersebut.

6.      Kemudian aduk lagi hingga semua bahan dan larutan tercampur menjadi satu.

7.      Baru setelah itu masukkan bakal pakan fermentasi untuk ikan dengan campuran SOC ini  ke dalam kantung plastic yang telah disiapkan sebelumnya,

8.      Tutup rapat kantung plastik hingga menjadi ruang hampa udara. Tujuan mengapa kantung plastic harus hampa udara adalah karena bakteri yang membuat bahan-bahan tersebut berfermentasiakan berkembang dengan baik pada ruang hampa udara.

9.      Setelah tertutup rapat, diamkan pakan fermentasi ini selama kurang lebih 3 jam.

10.  Pakan fermentasi untuk ikan dengan campuran SOC pun siap diberikan pada ikan-ikan anda.

Yang harus anda perhatikan dalam aplikasi Suplemen Organic Cair SOC ini adalah jumlah larutan SOC yang digunakan serta lama proses fermentasi. Pastikan anda mencampurkan larutan dengan dosis yang pas. Karena larutan inilah yang akan menumbuhkan bakteri.

Selain itu, waktu atau lamanya proses fermentasi (pendiaman bahan-bahan dalam kantung plastik hampa udara) juga akan sangat mempengaruhi hasil pakan ikan tersebut. Di mana ketika anda mendiamkannya lebih dari 3 jam maka pakan fermentasi tersebut akan ditumbuhi bakteri dalam jumlah yang sudah tak baik lagi untuk dikonsumsi, atau dengan kata lain pakan fermentasi tersebut akan kurang baik lagi diberikan pada ikan-ikan anda.

Setelah membahas semua manfaat dan proses pembuatan pakan fermentasi untuk ikan dengan campuran SOC, mungkin anda bingung dimana bisa mendapatkan SOC.

Jangan bingung, Karena Suplemen Organic Cair SOC dijual di seluruh daerah di Indonesia.Dan yang lebih mudahnya, SOC HCS juga dapat dibeli secara online. Jadi bagi anda kebetulan tak sempat untuk pergi ke took pertanian dan pakan hewan, hanya dengan berdiam diri dirumah pun SOC bisa dibeli dan akan diantar sampai ke tujuan.

Untuk masalah harga pun tak perlu resah, karena produk bermanfaat dan berkualitas terbaik ini dibandrol dengan harga yang sangat terjangkau. Anda bisa membandingkan sendiri dengan suplemen-suplemen organic cair lainnya.

Segera dapatkan SOCHCS dan buktikan sendiri manfaatnya. Info Harga SOC HCS untuk ikan lele klik: SUPLEMEN ORGANIK CAIR untuk Lele.

Kata kunci pilihan:

https://programhcs com/cara-aplikasi-soc-suplemen-organic-cair-untuk-pakan-ikan-lele-fermentasi/,cara menggunakan soc untuk lele,fermentasi pelet lele dengan soc,bioboost untuk lele,

Semasa kecil saya dulu tak pernah membayangkan akan ada budidaya / ternak ikan lele di kolam terpal. Karena yang ada dulu itu ya, klo budidaya lele pasti mencangkuli tanah membuat kolam (joblangan klo dalam bahasa Jawa). Tapi…. hemmm… orang sekarang akalnya pada pinter-pinter. Teknologi semakin maju. Sehingga budidaya / ternak ikan lele di kolam terpal menjadi sebuah peluang usaha yang dilirik banyak orang. Subhanallah!

Cara Ternak Ikan Lele di Kolam Terpal Lengkap untuk Pemula

Kini menjamur di sana-sini pebisnis budidaya dengan teknologi tepat guna. Ada yang mengembangkan dalam bercocok tanam (pepohonan), ada penemuan-penemuan di bidang perikanan, dan sebagian lainnya di dunia peternakan. Budidaya ini selain melestarikan apa yang dibudidaya agar tetap ada dan terjaga, juga dijadikan lahan pemasukan dana dalam bidang bisnis. Maraknya budidaya juga menjalar ke jenis #ikan lele. Dewasa ini, banyak ditemui pebisnis budidaya lele yang tersebar di banyak tempat tanpa perlu membutuhkan ruang yang luas. Yakni budidaya / ternak ikan lele di kolam terpal.

Kenali Jenis Lele Sebelum Mulai Bisnisnya

Lele merupakan jenis ikan yang memiliki tubuh licin dan pipih memanjang. Lele juga dikenal dengan patilnya seperti kumis panjang di area sekitar mulutnya. Nama lele sendiri untuk masing-masing daerah berbeda-beda. Misalnya, di daerah Sumatera Barat ikan lele disebut sebagai ikan kalang, ikan keli untuk Malaysia, ikan penang di Kalimantan Timur, ikan cepi di Sulawesi Selatan, dan lain sebagainya.

Nama lele sendiri memiliki nama ilmiah yaitu Clarias yang berasal dari bahasa Yunani, yaitu Chlaro, yang mengandung arti lincah dan gesit serta kuat. Hal ini dikarenakan ikan lele memiliki ketahanan hidup yang sangat tinggi. Ikan lele mampu hidup di berbagai di kondisi air (kecuali air laut) dengan sumber makanan apapun juga. Kondisi seperti ini yang membuat peternak lebih mudah membudidayakan ikan lele karena pemeliharaannya yang tidak sulit.

Cara Lengkap Budidaya Ternak Ikan Lele di Kolam Terpal bagi Pemula
image by: alvindwiputra.id

Lele sendiri diperkirakan memiliki sekitar 50-60 jenis spesies, seperti yang terdaftar menurut Ferraris (2007) yang merajuk dari sumber Wikipedia. Yaitu seperti jenis Clarias Alluaudi yang penyebarannya terdapat di danau Victoria dan juga Tanganyika Afrika. Ikan lele jenis Anfractus yang berhabitat di Sabah. Ikan lele jenis Anguillaris yang berendemik di sungai Togo Ghana ataupun Pantai Gading. Ikan lele jenis Batrachus atau yang sering disebut lele kampung habitat penyebarannya di sekiar wilayah Asia Selatan.

Baca juga: Ternak Ikan Lele Pola HCS

Sedangkan untuk wilayah Jepang, Taiwan, Vietnam dan juga Tiongkok, jenis ikan lele yang menyebar di sekitar wilayah ini berjenis Clarias Fuscus. Di Indonesia sendiri sering mendengar nama lele dumbo, lele ini termasuk dalam kategori ikan lele berjenis Clarias Gariepinus, yang wilayah penyebarannya tidak hanya di Indonesia, akan tetapi juga di sekitar wilayah Afrika dan Asia Tenggara lainnya. Selain itu, masih banyak lagi jenis lele lainnya seperti Clarias Salae, Clarias Pseudonieuhofil, Clarias Nigricans, Clarias Falconeri dan masih banyak lagi jenis-jenis lainnya yang tersebar di seluruh dunia.

Bagaimana Cara Budidaya / Ternak Ikan Lele di Kolam Terpal untuk Pemula?

Budidaya / Ternak Ikan Lele di Kolam Terpal memang lebih menguntungkan bagi peternak dan jauh lebih efisien dalam pemeliharaannya. Setelah mengenal beragam jenis #ikan lele, peternak sudah memahami jenis ikan lele apa yang akan dibudidayakan.

Ikan lele sendiri memiliki banyak manfaat untuk diolah sebagai bahan makanan yang baik, karena mengandung vitamin D dan juga asam lemak omega-6. Selain dibudidayakan untuk kebutuhan pangan, ikan lele juga sering dimanfaatkan sebagai pemakan hama sawah, pemakan jentik-jentik nyamuk dalam saluran air yang menggenang dan dapat membersihkan lokasi-lokasi yang tercemar. Kondisi fisik ikan lele yang mudah bertahan hidup inilah yang membuat lele mudah pula untuk dibudidayakan tanda adanya kesulitan yang berarti.

Bibit ikan lele sendiri mudah diperoleh dan dipasarkan dengan harga yang sangat terjangkau. Karena mayoritas penduduk Indonesia mengkonsumsi ikan lele, hal ini tentu saja membuat peternak ikan lele mudah meraup keuntungan dari peluang usaha ternak ikan lele dengan kolam terpal tanpa membutuhkan banyak perawatan dan pemeliharaan dalam pembudidayaannya. Ternak ikan lele juga memiliki masa panen yang singkat sehingga peternak tidak perlu menunggu lama untuk dipanen seperti layaknya beternak ikan gurame.

Di Indonesia sendiri, jumlah peternak ikan lele terus bertambah untuk setiap tahunnya, dan penambahan ini justru tidak membuat peternak saling bersaing mencari pembeli, namun justru semakin mencukupi akan kebutuhan pangan di Indonesia.

Baca juga: Ternak Lele Memanfaatkan SOC HCS tanpa Beli Pelet

Manfaat Budidaya / Ternak Ikan Lele di Kolam Terpal

Peluang bisnis Budidaya / Ternak Ikan Lele di Kolam Terpal  terus terbuka lebar. Kemunculan budidaya lele dengan memanfaatkan terpal ini memiliki beberapa kelebihan bagi peternak, di antaranya adalah:

  • Ikan lele yang dihasilkan tidak berbau lumpur, hal ini tentu saja dikarenakan lele tidak langsung menyentuh dasar kolam yang umumnya terbuat dari tanah. Ikan lele yang tidak berbau lumpur tentu saja menghasilkan cita rasa yang lebih enak dibandingkan dengan lele yang dirawat di kolam biasa. Ikan lele yang memiliki cita rasa yang enak dan tidak berbau, umumnya menjadi incaran tempat-tempat bisnis kuliner yang berskala lebih tinggi seperti hotel dan restoran. Tentu saja hal ini membuat harga jual ikan lele menjadi lebih tinggi.
  • Ikan lele yang dibudidayakan di kolam terpal bersifat fleksibel atau mudah dipindahkan. Hal itu karena proses penangkapan atau pemindahan ikan lele tersebut tidak menyulitkan para peternak.
  • Kelebihan lainnya dari budidaya menggnakan terpal ialah bisa dilakukan di lahan yang tidak terlalu luas dangan harga yang minim.

Tipe budidaya ikan lele sendiri bisa di kategorikan menjadi 2 tipe, yaitu budidaya untuk lele anakan dan budidaya untuk ikan lele panen. Untuk budidaya ikan lele anakan, peternak bisa memanennya di usia 1 hingga 2 bulan. Ikan lele anakan ini tentu saja ditujukan sebagai bibit budidaya ikan lele itu sendiri. Sedangkan untuk ikan lele konsumsi, umumnya dipanen setelah usia lele mencapai 4 bulan lebih. Sehingga dalam 1 tahunnya, para peternak ikan lele panen ini mampu memanen ikan lele sebanyak 3 kali musim.

Dalam pemeliharaannya, ikan lele tidak membutuhkan banyak perawatan. Air kolam tidak perlu sering-sering diganti, bahkan sampai masa panen yang akan datang. Hal yang perlu lebih diperhatikan adalah sumber makanannya, dimana kita harus memberikan cukup makanan dengan jadwal pemberian makan yg konsisten. Sebab ikan lele memiliki sifat kanibalisme. Dengan demikian, hal ini menyebabkan mereka akan saling memakan satu sama lain apabila pemberian makanan yang terlambat atau tidak cukup.

Banyak peternak ikan lele yang memilih alternatif lain dalam memilih pakan. Hal ini dikarenakan pemberian pakan pelet ayam biasanya membutuhkan asupan yang banyak untuk memenuhi kebutuhan makan dari ikan lele tersebut.

Itu sebabnya, banyak peternak yang mengambil alternatif dengan memberikan makanan lain seperti bangkai unggas. Pemberian pakan seperti ini lebih bisa mencukupi kebutuhan ternak dengan biaya yang jauh lebih murah. Atau juga bisa dengan memberikan pakan seperti jeroan atau organ-organ dalam ayam atau unggas.

Dari penjabaran di atas, maka dapat disimpulkan bahwa peluang-peluang usaha ternak lele dengan #kolam terpal memiliki banyak keuntungan dan peluang yang menjanjikan. Apabila dijalani dengan baik dan mengikuti pemahaman budidaya yang terstruktur, tentu saja peternak dapat mendulang pundi-pundi rupiah dengan hasil yang memuaskan.

Kembali lagi kepada pernyataan bahwa tidak ada suatu bisnis yang bisa dihasilkan secara instan. Maka dari itu, untuk mendapatkan hasil terbaik, peternak harus memperhatikan dan menjalani bisnis dengan teliti dan juga agar hasilnya pun menjadi maksimal.

Cara Budidaya / Ternak Ikan Lele di Kolam Terpal Lengkap untuk Pemula Metode HCS

Beberapa tahun terakhir, komunitas Program HCS menerapkan teknologi tepat guna dalam hal pembuatan pakan lele (pelet). Metode ini bisa meringankan para pelaku usaha peternakan lele secara umum. Tidak terbatas pembudidaya lele di kolam terpal saja. Yang pasti, karena PT HCS memiliki produk fenomenal yakni Suplemen Organik Cair (SOC), maka dalam hal pembuatan pakan lele ini pun wajib menggunakan SOC HCS ini.

Cara Budidaya Ikan Lele di Kolam Terpal Lengkap untuk Pemula
Cara Budidaya Ikan Lele di Kolam Terpal Lengkap untuk Pemula

Apapun jenis ikan lelenya, baik itu sangkuriang, dumbo, dll bisa diberikan pelet apung racikan mitra HCS ini. Perlu diketahui bahwa mitra HCS di seluruh Indonesia menganut metode integrated farm. Secara gampangnya, mereka beternak ayam, kambing, sapi, kelinci dan lain-lain secara modern. Di mana pakannya menggunakan pakan fermentasi menggunakan #SOC HCS. Nah dari usaha ternak tersebut akan dihasilkan kotoran (limbah). Sebagian kotoran ternak dijadikan bahan pembuatan pakan hewan ternak yang dianggap cocok. Sebagian lagi ‘dibuang’ ke sawah sebagai pupuk. Lalu, dari hasil sawah akan menghasilkan limbah lagi seperti jerami padi, titen kedelai, batang jagung, dll. Limbah-limbah pertanian tersebut diolah kembali, difermentasi untuk dijadikan pakan ternak. Demikian seterusnya sehingga saling berkaitan antara yang satu dengan yang lainnya.

Baca juga: Cara Membuat Pelet Pakan Ikan Lele Organik

Kembali ke topik pakan lele. Bahan untuk pembuatan pelet untuk ikan lele di sini juga menggunakan kotoran atau feses domba / kambing yang sudah mengkonsumsi pakan fermentasi dengan SOC HCS. Adapun bahan-bahan yang di gunakan sebagai berikut :

  • Kotoran ternak yang sudah menggunakan pola HCS 30%.
  • Ampas tahu atau bungkil kedelai 15%.
  • Tepung ikan atau jika tidak ada bisa menggunakan kepala udang 10%.
  • Bekatul atau dedak halus 25 %.
  • Terasi ( yang sudah di rebus hingga mendidih) 10%.
  • Tepung daun atau bisa menggunkan sayuran sisa pasar 5%
  • Bulu ayam yang sudah di haluskan 5%.
  • SOC 5 tutup botol per 1 kwintalnya dan gula pasir kira-kira 10 sendok atau sesuaikan dengan jumlah bahan-bahannya.

Cara membuat:

  • Larutkan SOC ke dalam air dan gula pasir diamkan selama 15 atau 30 menit. Lebih bagus lagi jika semalam sebelumnya kita sudah membuat larutan SOC + gula pasir maka akan semakin menghemat #SOC HCS nya.
  • Gunakan alat semprot dan semprotkan ke semua bahan dan aduk-aduk hingga benar-benar merata.
  • Jangan terlalu banyak air kira-kira 30% dalam keadaan mamel (jika di kepal terbentuk padatan dan tidak pecah jika di lepas kepalan tangan).
  • Fermentasikan bahan tersebut hingga 24 jam dan pakan siap di berikan.
  • Jika ingin di keringkan gunakan penggiling kacang atau daging dan jemur hingga benar-benar kering atau gunakan oven untuk mengeringkannya.

Demikian itulah Cara Budidaya / Ternak Ikan Lele di Kolam Terpal Lengkap untuk Pemula. Saran kami, gali informasi sebanyak-banyanya sebelum anda memulai usaha ternak lele ini. Semakin banyak referensi akan semakin baik sekalipun cara-cara membuat pakan lele ini di susun dari pengalaman dan juga referensi dari beberapa buku dan beberapa website, alangkah baiknya jika anda terjun langsung melakukannya. Karena kesuksesan anda akan anda raih jika anda melakukannya sendiri alias ACTION sekarang juga.

Info lengkap tentang Suplemen Organik Cair ini bisa dilihat pada (klik) SOC HCS.

Kata kunci pilihan:

ternak lele kolam terpal,budidaya ikan lele di kolam terpal,budidaya lele kolam terpal,ternak lele terpal,cara budidaya ikan lele di kolam terpal,cara budidaya ikan lele,budidaya ikan lele,cara budidaya lele kolam terpal lengkap,kolam lele terpal,cara ternak lele,kolam terpal lele,budidaya ikan lele kolam terpal,budidaya lele terpal,cara budidaya lele,cara ternak ikan lele,Cara ternak lele terpal,cara ternak lele kolam terpal,cara budidaya lele kolam terpal,ternak lele kolam terpal pemula,cara budidaya ikan lele kolam terpal,kolam lele,

Pada artikel sebelumnya tentang Ternak Lele Memanfaatkan SOC Tanpa Beli Pelet sudah diceritakan tentang kesuksesan mitra HCS dalam budidaya lele organik. Di bagian lain postingan ProgramHCS.com ini juga telah dijelaskan tata cara pembuatan pakan fermentasi untuk ternak kambing.

Nah, pada kesempatan ini akan diuraikan tentang manfaat Suplemen Organik Cair (SOC HCS) untuk ternak lele. Khususnya tentang cara membuat pakan fermentasi / pelet untuk budidaya lele.ternak lele soc hcs

Berdasar pengalaman para mitra HCS, Ternak / budidaya IKAN LELE dengan menggunakan pakan fermentasi SOC BISA PANEN UMUR 50 hari. Bukan cuma bisa panen lebih cepat. Bahkan dari segi hasil panen pun mengalamai peningkatan signifikan. Jika dirasa ribet dengan cara membuat pakan fermentasi untuk lele seperti diuraikan di bawah, Anda bisa beli PAKAN YG TERMURAH SAJA LALU DIFERMENTASI DGN SOC. Silakan buktikan peningkatan HASILnya.

Kelebihan lain dari budidaya lele organik dengan pola SOC HCS:

  • Bisa menghilangkan bau tak sedap pada AIR KOLAM
  • Hemat biaya perawatan.
  • Bobot ikan lele lebih berat dan harga jualnya lebih tinggi.
  • Tidak perlu mengganti air kolam.
  • Lele organik mempunyai rasa yang lebih gurih.
  • Memberi pendapatan tersendiri bagi peternak sapi/kambing/ayam di sekitar.
  • Lebih aman untuk kesehatan.
  • Nilai gizinya lebih tinggi dan kolesterolnya lebih rendah.
  • Air bekas budidaya lele organik sangat baik untuk memupuk tanaman.
  • Dan masih banyak lagi.

Secara garis besar, tahapan ternak lele organik pola HCS adalah sebagai berikut:

Tahap Pertama

  • Penebaran benih kedalam kolam yang telah berisi air (tahap awal, kedalaman air tak lebih dari 30cm) yang sudah dikondisikan cukup untuk pesediaan pakan selama 29 hari berupa plankton.
  • Sarana pembuatan plankton dengan bahan dasar kotoran ternak dan ampas tahu atau sayur limbah yang telah difermentasi dengan SOC HCS, selama 24 jam, lalu dimasukkan dalam karung goni yang tertutup rapat sebanyak 6 karung, Kemudian 6 karung tadi dimasukkan dalam air, untuk memicu pertumbuhan plankton sebagai makanan alami ikan.
  • Setelah 15 hari dalam kolam, maka air kolam telah dipenuhi oleh plankton yang cukup untuk persediaan pakan alami sampai 29 hari.
  • Jangan lupa, sehari sebelum benih ditaburkan, larutkan SOC HCS dengan perbandingan : per 2 m3 dengan 1 tutup botol.

Tahap kedua

Setelah 15 hari, maka kolam telah siap ditaburi benih. Lakukan beberapa hal untuk proses penebaran benih sebelum masuk ke air kolam, adalah sebagai berikut :

Siapkan air secukupnya dalam 3 ember/timba.

  • Ember/Timba yang pertama, larutkan formalin atau alcohol 20%.
  • Ember/Timba yang kedua, larutkan SOC dengan dosis 1cc SOC : 2 ltr air.
  • Ember/Timba yang ketiga, isilah dengan air kolam yang akan diisi benih.
  • Siapkan benih yang akan ditebar, angkat dari air dengan saringan ikan.
  • Secepatnya celupkan ke dalam air larutan formalin/alcohol 20%
  • Lalu celupkan pada ember ke 2 dengan larutan SOC HCS, lalu angkat.
  • Masukkan ke dalam ember ke tiga yang berisi air kolam dengan tujuan agar benih secepatnya bisa menyesuaikan diri dengan suhu air kolam.
  • Masukkan perlahan ke dalam kolam pembesaran.
  • Anda tak perlu memberi makanan apapun sampai 29 hari, kecuali menaburkan SOC HCS pada minggu ke-2 dan ke-4.
  • Setelah umur 29 hari, angkat ke enam karung tersebut dan ganti dengan yang baru, dan kedalaman air ditambah sekitar 20 cm.

Tahap selanjutnya, Pemberian pelet buatan dari kotoran ternak, ampas tahu, bekatul, dedaunan dan difermentasi dengan SOC HCS selama 24 jam untuk pelet apung.

Cara pembuatan pakan ternak lele dengan fermentasi SOC:

==>Pembuatan pakan ternak lele + SOC untuk 1 – 29 hari

Bahan – bahan yang diperlukan Antara lain :

(1) Kotoran ternak yang diberi pakan fermentasi SOC (90%)
(2) Limbah sayuran (5%)
(3) Ampas tahu (5%)
(4) Gula pasir (1 ons)
(5) Bakteri matrix direkomendasikan SOC HCS (20 tutup)

ternak lele organik soc hcs

Cara pembuatan pakan fermentasi

  1. Campurkan semua bahan : kotoran ternak, limbah sayuran dan ampas tahu aduk sampai rata.
  2. Tambahkan larutan air + SOC yang ditambah gula (Dengan perbandingan 15 lt air : 5 tutup SOC : 200 gr gula pasir) kedalam semua bahan lalu masukan kedalam karung goni dan ditutup rapat dengan perpal diamkan selama 24 jam (buat sebanyak 6 karung goni untuk 1 kolam).
  3. Setelah itu bahan yang telah di fermentasi dimasukan air kolam dengan ketinggian 30 cm , untuk memicu pertumbuhan plankton sebagai makanan alami ikan.
  4. Setelah 15 hari dalam kolam, maka air kolam telah dipenuhi oleh plankton yang cukup untuk persediaan pakan alami sampai 29 hari dan benih siap ditebarkan dalam kolam. Jangan lupa, sehari sebelum benih ditaburkan, berikan larutkan SOC HCS dengan perbandingan : per 2 m³ dengan 1 tutup botol SOC.

 

==>Pembuatan Pakan Ternak Lele + SOC umur 30 hari sampai panen

Bahan-bahan untuk mebuat pelet apung :

  1. Kotoran ternak yang sudah menggunakan SOC (35%)
  2. Ampas tahu (25%)
  3. Bekatul (25%)
  4. Dedaunan (5%)
  5. Terasi (10%)
  6. Gula pasir (100 gr)
  7. Bakteri matrix SOC HCS ( 10 tutup)

Cara pembuatan pelet Apung + SOC

Masukkan semua bahan kedalam bak tambahkan larutan SOC (dengan perbandingan 3 tutup SOC : 10 lt air) aduk-aduk dan diamkan selama 24 jam untuk proses fermentasi. Setelah jadi pakan siap di berikan.

Cara pemanenan ternak Lele Organik

Lele organik siap dipanen pada minggu kedelapan. Cara pemanenan lele organik sama halnya dengan pemanenan lele biasa alias tidak ada perlakuan khusus.

Itulah cara budidaya / ternak lele organik pola HCS dengan mengandalkan obat fermentasi Suplemen Organik Cair dalam pembuatan pakan / peletnya.

Mungkin Anda bertanya, mengapa ternak ikan lele pakan organik pola SOC HCS di atas bisa lebih hemat dari segi biaya?

Coba kita renungkan! Harga pakan lele buatan pabrik yang berbentuk pelet harganya terus beranjak naik dari hari ke hari. Sedangkan membuat sendiri pakan lele fermentasi plus SOC, hanya perlu biaya kisaran Rp.2.000 per kilogram. Perbandingan : Untuk 1 ton ikan lele siap konsumsi, pakan yang dibutuhkan jika menggunakan pelet bisa mencapai 1 ton. Sedangkan jika menggunakan pakan organik Cuma membutuhkan sekitar 230 kilogram.

Kenapa dengan ternak lele pakan organik lebih berbobot dibanding yang biasa? Sebab dilihat dari hasil Satu kilo gram ikan lele non organik, umumnya isinya berjumlah 8 sampai 9 ekor. Sedangkan lele organik jumlah perkilo gramnya hanya 7 sampai 8 ekor, dengan besaran fisik yang sama.

Masih penasaran bagaimana ternak ikan lele organik, kuncinya yaitu gali terus ilmunya, paktekkan pengalamannya dan kalau sudah bisa amalkan ilmunya insyallah tambah barokah.
tempat beli soc

Kata kunci pilihan:

lele organik,pakan lele organik,cara membuat pakan lele organik,fermentasi pelet lele,soc lele,suplemen organik cair untuk ikan,cara membuat pakan lele fermentasi,pembesaran lele pola hcs,cara membuat pakan ikan lele fermentasi,cara fermentasi pelet ikan,panen lele 29 hari,pakan ikan lele organik,obat fermentasi pakan ikan lele,cara budidaya lele pola hcs,pakan fermentasi untuk ikan lele,hcs untuk lele,produk HCS untuk perikanan,cara buat pakan lele organik,pakan organik lele,cara membuat pakan lele pola hcs,cara budidaya lele dengan soc,