Budi daya lele adalah salah satu usaha yang dapat anda jalani untuk mengisi waktu luang maupun untuk usaha pokok.Ya, budi daya lele ini juga cocok untuk dijadikan sebagai usaha pokok karena keuntungan yang diperoleh darinya lumayan besar.

Sedangkan alasan mengapa budi daya lele dapat dijadikan sebagai usaha sampingan yaitu karena perawatannya yang mudah.Sehingga anda yak memerlukan banyak waktu untuk merawatnya.

Tak hanya itu, lele juga merupakan jenis ikan yang perkembangannya sangat cepat.Hanya dalam hitungan beberapa bulan (tergantung kebutuhan), ikan lele sudah dapat di panen.

Nah bagi anda yang ingin panen lele lebih cepat, cara terbaik adalah dengan member banyak asupan makanan. Bukan hanya makanan pur atau olahan saja.Namun makanan organic berupa makanan fermentasi yang telah dicampur dengan SOC.

SOC yaitu sebuah suplemen organik air yang akan memberikan berbagai manfaat untuk pertumbuhan ikan lele. Karena terbuat dari 100% bahan alami, SOC ini sangat aman dan tidak beresiko menyebabkan efek samping bagi kesehatan maupun pertumbuhan lele.

Untuk lebih lengkapnya, berikut beberapa manfaat SOC untuk lele.

1.      Karena merupakan suplemen, kegunaan pokok dari SOC adalah untuk meningkatkan nafsu makan lele. Sehingga dengan begitu leleakan mengonsumsi pakan dalam jumlah lebih banyak disbanding biasanya. Nah karena pakan yang dikonsumsi lebih banyak secara otomatis lele pun akan lebih cepat gemuk.

2.      Tak sekedar menjadi gemuk, namun daging yang dihasilkan pun berkualitas baik. Dimana daging lele menjadi lebih padat dan akibatnya lele pun menjadi lebih berat ketika ditimbang. Selain itu, daging lele juga lebih putih yang menandakan kualitas protein yang terdapat di dalamnya baik.

3.      Daging lele yang tebal akan terbebas dari kolesterol jahat yang apabila dikonsumsi manusia akan membahayakan kesehatan manusia.

4.      Jika biasanya waktu pertumbuhan lele (untuk lele konsumsi ukuran sedang) biasanya mencapai umur 3 bulanan, dengan memberikan pakan fermentasi untuk lele dengan campuran SOC ini pertumbuhan bisa 2 kali lebih cepat.

5.      Tak hanya bermanfaat untuk pertumbuhan lele, namun limbah dari kolam juga bisa dimanfaatkan. Jika biasanya endapan pada kolam lele langsung dibuang karena hanya berupa lumpur, namun karena anda memberikan pakan fermentasi maka endapan ini kemudian bisa dimanfaatkan untuk pupuk organic.

6.      Selain dapat dimanfaatkan untuk pupuk organik, kolam lele yang biasanya berbau kurang sedap pun akan mengeluarkan bau yang tak semenyengat biasanya.

6 manfaat SOC untuk lele tersebut bisa anda perole dengan maksimal jika anda memberikan akan fermentasi untuk lele dengan campuran SOC ini setiap hari. Tak perlu khawatir, karena pakan fermentasi untuk lele dengan campuran SOC ini dapat digunakan dalam jangka waktu yang cukup panjang (beberpa hari), yang terpenting adalah anda menyimpannya dengan baik (di tempat terbuka).

Lalu apa saja bahan yang dibutuhkan untuk membuat pakan fermentasi lele dengan campuran SOC dan bagaimana cara pembuatannya? Berikut ini panduannya untuk anda.

Bahan

1.      Kotoran ternak, bisa berupa kotoran kambing maupun kotoran sapi.

2.      Limbah sayuran berupa dedaunan ataupun gedebog pisang.

3.      Ampas tahu sebagai bahan tambahan

4.      Gula pasir yang telah dicairkan dengan cara membuatnya menjadi caramel, kemudian diberi air. Pemberian air ini dilakukan ketika gula masih panas sehingga akan mudah mencair. Namun pastikan anda hati-hati, sebab caramel akan mengeluarkan uap yang sangat panas ketika diberi air. Akan tetapi jika anda ingin yang lebih praktis, maka beli saja tetes tebu yang merupakan limbah dari proses pembuatan gula,

5.      Jangan lupa siapkan pula suplemen organic cair SOC.

Jika sema bahan sudah siap, kemudian siapkan terpal dan plastic berukuran besar untuk proses fermentasi. Nah berikut ini beberapa langkah pembuatan pakan fermentasi untuk lele dengan campuran SOC.

1.      Langkah pertama adalah dengan mencampurkan larutan SOC dengan larutan gula>perbandingannya sendiri yaitu 15 liter banding 5 tutup SOC. Setelah itu aduk kedua larutan tersebut sampai rata dan diamkan beberapa saat.

2.      Sembari menunggu, anda bisa mencincang limbah sayur. Ya, limbah sayur sebaiknya dicincang menjadi potongan kecil agar nantinya mudah dimakan lele dan proses fermentasi pun lebih cepat.

3.      Setelah limbah sayur menjadi potongan kecil. Kemudian campurkan dengan dedak dan ampas tahu. Aduk semua bahan hingga tercampur rata dan diamkansekitar 15 menit.

4.      Ketika bahan-bahan tadi sudah tercampur rata dan setelah 15 menit didiamkan, kemudian semprotkan cairan yang terdiri dari larutan gula dan SOC.

5.      Tak perlu menyemprotkan larutan gula dan SOC ini terlalu banyak karena hanya dengan sedikit penggunaan pun SOC sudah mampu menfermentasi bahan-bahan tersebut dengan baik.

6.      Sebelum di aduk, terlebih dahulu taburkan garam beryodium secukupnya. Kemudian setelah itu baru aduk sampai rata.

7.      Setelah itu masukkan pakan fermentasi untuk lele dengan campuran SOC ini ke dalam plastic besar dan tut[ rapat hingga kedap udara. Tujuan mengapa pakan ini harus di diamkan dalam ruang yang kedap udara adalah agar bakteri yang akan menfermentasi pakan lele ini berkembang dengan baik. Akan tetapi jangan biarkan plastic tertutup lebih dari 3 jam, sebab jika lebih maka pakan fermentasi untuk lele dengan campuran SOC akan lebih mudah busuk.

Mudah bukan cara pembuatan pakan fermentasi untuk lele dengan campuran SOC? Nah yang harus anda perhatikan dari proses pembuatan pakan fermentasi untuk lele dengan campuran SOC ini adalah waktu fermentasi serta campuran SOC yang digunakan.

Untuk campuran SOC, anda bisa menggunakan SOC sebanyak 2 tutup botol saja dengan dengan dicampurkan ke dalam 1 liter air bersih. Dan setelah itu baru campurkan dengan larutan gula.

Lalu bagaimana anda bisa mendapatkan SOC ini?Salah satu produk SOC terbaik bisa anda dapatkan di mitra HCS. HCS sendiri merupakan sebuah produser atau merek SOC yang menjanjikan produk terbaik dan dengan harga terjangkau.

Lain dengan suplemen organic cair lainnya, SOC dari HCS ini dijamin asli dan tak berbahaya untuk hewan ternak. Selain itu, keunggulan lain yang dapat anda peroleh dengan membeli produk SOCHCS adalah dapat dibeli dimana saja.

Karena produk ini juga dijual secara online.Dan bagi anda yang ingin mendaftarsebagai mitra HCS bahkan bisa mendapatkan produk dengan harga miring. Serta bisa mengajak mitra lain dan mendapatkan keuntungan dari itu. Dimana untuk satu orang anggota baru anda akan mendapat komisi 50 ribu rupiah.

Bagaimana, tertarik untuk menjadi mitra HCS dan mendapatkan untung besar?

Pelatihan dan Bimbingan Ternak / Budidaya Lele Pola SOC HCS

Sebagai negara agraris dengan dua musim Indonesia berpotensi besar unggul di sektor peternakan….memanfaatkan apa yang ada di sekitar kita dijadikan pakan…sehingga memudahkan peternak lebih kreatif dan kerja semakin ringan.

Nah, bagaimana cara beternak lele secara lebih menguntungkan menggunakan pola SOC HCS Nusantara? Dapatkan panduannya bersama Program HCS Nusantara.

Yuk bergabung jadi mitra HCS Nusantara. Klik tombol DAFTAR berikut ini.

cara mendaftar menjadi mitra hcs

Apakah bisa beli Suplemen Organik Cair – SOC HCS untuk lele eceran 1-2 botol saja (tanpa daftar jadi mitra HCS)?

Oo… Bisa sekali 🙂

Untuk mencoba SOC HCS untuk lele bisa beli eceran 1-2 botol. Tidak harus masuk jadi mitra/member HCS.

Kata kunci pilihan:

cara bikin pakan lele pake SOC-HCS,

Tips Ternak Kambing kali ini berasal dari seorang pahlawan tanpa tanda jasa alias pak guru. Karena kemudahan pelihara kambing yang tanpa ngarit, tanpa angon, memungkinkan beliau menekuni usaha ini selepas mengajar dari sekolah.

Tips Ternak Kambing
Pak Guru Samar sedang memberi makan kambing gibasnya sambil berbagi tips ternak kambing buat pemula

Ketika diwawancarai, Pak Guru yang bernama Samar ini sedang memberi makan kambing-kambingnya. Tak tanggung-tanggung, pak guru beternak 52 ekor kambing sekaligus. Semuanya ditempatkan di kandang panggung. Bagaimana tips ternak kambing pak guru sehingga dinamakan tanpa ngarit dan tanpa angon?

Tips Ternak Kambing Modern dengan Pakan Fermentasi

Kunci sukses peternakan kambing domba beliau ada pada PAKAN. Beliau memberi pakan fermentasi pada kambing / domba peliharaannya. Jadi, beliau sudah menerapkan cara modern dalam beternak kambing. Bukan lagi cara konvensional di mana peternak harus cari rumput (ngarit), atau mengembalakan kambing (angon) di padang rumput.

Tips Sukses Ternak Kambing

Apa tidak rugi kalau menggunakan pakan fermentasi?

Coba simak tips ternak kambing beliau di video di bawah ini. Tampak jelas sekali bahwa pakan kambing domba yang diberikan bukan berasal dari bahan mahal. Melainkan dari limbah pertanian yang sudah terbuang. Seperti kulit singkong, kulit jagung, jerami, dll. Campur-campur alias gado-gado.

Agar kambing mau makan limbah pertanian, bahan-bahan tadi harus difermentasi terlebih dahulu. Pakan fermentasi untuk kambing Jawa maupun gibas bisa ditimbun untuk beberapa bulan. Inilah tips sukses ternak kambing beliau sehingga tidak perlu mencari rumput setiap hari. Sekali bikin pakan fermentasi dibanyakin lalu ditimbun. Setiap harinya, beliau dibantu anggota keluarga yang lain tinggal ambil secukupnya dari timbunan pakan untuk diberikan kepada kambing-kambingnya.

Tips Sukses Ternak Kambing Tanpa Ngarit, Tanpa Angon

52 ekor kambing bisa dihandle oleh beliau dan anak-anaknya. Padahal, di pagi hari hingga jam 1 siang, beliau punya kesibukan mengajar di kelas. Andaikan menganut cara ternak kambing konvensional pasti tidak mungkin.

Tips Ternak Kambing untuk pemula

Bentuk kandang kambing diatur sedemikian rupa sehingga kotoran terpisah dan kondisi kambing bersih. Kambing merasa nyaman. Pemilik ternak pun senang karena terbebas dari bau.

Tips penting yang tidak boleh dilupakan dalam beternak kambing adalah proses pembuatan pakan fermentasi.

Baca juga Tips Cara Sukses Ternak Pemula ala Ibu2 di:

Ibu Hajjah Ternak 75 ekor Kambing Tanpa Rumput, Tanpa Angon

Pak guru Samar, dalam proses pembuatan pakan fermentasi tidak sembarangan memilih fermentor (obat fermentasi). Tak mau main-main dengan hal yang satu ini, beliau memilih suplemen organik sebagai fermentor. Pilihan beliau jatuh pada SOC (suplemen organik cair) dari PT HCS.

Tips Ternak Kambing: Gunakan Suplemen Organik Cair – SOC HCS

SOC sendiri merupakan suplemen organik cair yang memberikan berbagai manfaat untuk hewan ternak, dalam hal ini kambing yaitu baik kambing pedaging maupun kambing yang hanya diambil susunya saja.

Seperti nama produknya sendiri, yaitu SOC (suplemen organik cair) yang menandakan bahwa produk ini terbuat dari 100% bahan alami. Sehingga anda tak perlu khawatir jika produk ini akan membahayakan kesehatan hewan ternak anda. Yang ada justru berbagai manfaat yang tak bisa anda peroleh dari pakan segar malah bisa anda peroleh dengan membuat pakan fermentasi menggunakan SOC ini.

Tips Ternak Kambing lainnya:

  1. Solusi Kambing Tidak Mau Makan Pakan Fermentasi SOC HCS
  2. APAKAH PAKAN FERMENTASI POLA SOC HCS BIKIN KAMBING (DOMBA) MANDUL / MAJER?

  3. Proses Pembuatan Pakan Fermentasi Kangkung (Ternak Kambing Modern)

SOC Suplemen Organik Cair untuk Kambing
SOC HCS untuk Ternak Kambing Modern Tanpa Ngarit, tanpa angon dan tanpa bau kotoran

Manfaat SOC HCS untuk Ternak Kambing/Domba

Nah, sebenarnya apa sajakah manfaat SOC untuk hewan ternak kambing? Berikut beberapa diantaranya.

  1. Dapat membantu memperbaiki sistem pencernaan pada hewan ternak. Sehingga setiap makanan yang diberikan dapat diolah dengan maksimal. Dengan begitu, secara otomatis maka pakan tersebut akan dibentuk menjadi energi dan daging yang kemudian membuat kambing menjadi lebih cepat gemuk.
  2. SOC juga dapat meningkatkan level kualitas dan kuantitas hasil produksi ternak. Ya, tak hanya kuantitas yang berupa jumlah daging dan susu yang dihasilkan menjadi lebih banyak. Namun juga kualitas daging dan susu yang dihasilkan lebih baik. Dalam hal ini untuk daging sendiri akan menjadi lebih padat dan jarang terdapat selaput lemak. Sedangkan untuk susu akan lebih baik dalam segi nutrisi dan kekentalannya.
  3. Nah manfaat yang berikutnya ini akan sangat membantu hewan ternak kambing anda menjadi sangat cepat gemuk, dimana SOC juga dapat meningkatkan nafsu makan hewan ternak anda.
  4. Manfaat berikutnya yaitu untuk menurunkan kadar kolesterol. Ya, tak hanya manusia, kambing pun berpotensi memiliki kadar kolesterol tinggi. Yang apabila kambing tersebut dikonsumsi manusia maka kolesterol di dalamnya akan berpindah ke tubuh manusia. Al hasil dapat mengganggu kesehatan anda bukan?
  5. Selain dapat membuat kambing menjadi lebih gemuk, SOC juga mampu membuat kambing lebih kebal terhadap berbagai serangan penyakit. Hal ini karena SOC mampu meningkatkan daya imun pada kambing.

Jika anda biasanya enggan merawat kambing karena bau kotorannya yang sangat menyengat, namun dengan menggunakan SOC anda tak perlu mempermasalahkan hal itu lagi, sebab SOC juga dapat mengurangi bau tak sedap pada kotoran kambing.

Tips Ternak Kambing Pemula – untuk info Harga SOC HCS dan Belinya klik: SUPLEMEN ORGANIK CAIR – SOC HCS.

[VIDEO] Tips Sukses Ternak Kambing Tanpa Ngarit, Tanpa Angon


Semoga Tips Ternak Kambing Gibas dari pak guru Samar kali ini bisa menginspirasi para pemula agar sukses di bisnis budidaya kambing pola modern.

Kata kunci pilihan:

pakan domba selain rumput,https://programhcs com/tips-ternak-kambing-tanpa-ngarit/,pakan domba tanpa rumput,makanan kambing selain rumput,ternak kambing tanpa kandang,

Semasa kecil saya dulu tak pernah membayangkan akan ada budidaya / ternak ikan lele di kolam terpal. Karena yang ada dulu itu ya, klo budidaya lele pasti mencangkuli tanah membuat kolam (joblangan klo dalam bahasa Jawa). Tapi…. hemmm… orang sekarang akalnya pada pinter-pinter. Teknologi semakin maju. Sehingga budidaya / ternak ikan lele di kolam terpal menjadi sebuah peluang usaha yang dilirik banyak orang. Subhanallah!

Cara Ternak Ikan Lele di Kolam Terpal Lengkap untuk Pemula

Kini menjamur di sana-sini pebisnis budidaya dengan teknologi tepat guna. Ada yang mengembangkan dalam bercocok tanam (pepohonan), ada penemuan-penemuan di bidang perikanan, dan sebagian lainnya di dunia peternakan. Budidaya ini selain melestarikan apa yang dibudidaya agar tetap ada dan terjaga, juga dijadikan lahan pemasukan dana dalam bidang bisnis. Maraknya budidaya juga menjalar ke jenis #ikan lele. Dewasa ini, banyak ditemui pebisnis budidaya lele yang tersebar di banyak tempat tanpa perlu membutuhkan ruang yang luas. Yakni budidaya / ternak ikan lele di kolam terpal.

Kenali Jenis Lele Sebelum Mulai Bisnisnya

Lele merupakan jenis ikan yang memiliki tubuh licin dan pipih memanjang. Lele juga dikenal dengan patilnya seperti kumis panjang di area sekitar mulutnya. Nama lele sendiri untuk masing-masing daerah berbeda-beda. Misalnya, di daerah Sumatera Barat ikan lele disebut sebagai ikan kalang, ikan keli untuk Malaysia, ikan penang di Kalimantan Timur, ikan cepi di Sulawesi Selatan, dan lain sebagainya.

Nama lele sendiri memiliki nama ilmiah yaitu Clarias yang berasal dari bahasa Yunani, yaitu Chlaro, yang mengandung arti lincah dan gesit serta kuat. Hal ini dikarenakan ikan lele memiliki ketahanan hidup yang sangat tinggi. Ikan lele mampu hidup di berbagai di kondisi air (kecuali air laut) dengan sumber makanan apapun juga. Kondisi seperti ini yang membuat peternak lebih mudah membudidayakan ikan lele karena pemeliharaannya yang tidak sulit.

Cara Lengkap Budidaya Ternak Ikan Lele di Kolam Terpal bagi Pemula
image by: alvindwiputra.id

Lele sendiri diperkirakan memiliki sekitar 50-60 jenis spesies, seperti yang terdaftar menurut Ferraris (2007) yang merajuk dari sumber Wikipedia. Yaitu seperti jenis Clarias Alluaudi yang penyebarannya terdapat di danau Victoria dan juga Tanganyika Afrika. Ikan lele jenis Anfractus yang berhabitat di Sabah. Ikan lele jenis Anguillaris yang berendemik di sungai Togo Ghana ataupun Pantai Gading. Ikan lele jenis Batrachus atau yang sering disebut lele kampung habitat penyebarannya di sekiar wilayah Asia Selatan.

Baca juga: Ternak Ikan Lele Pola HCS

Sedangkan untuk wilayah Jepang, Taiwan, Vietnam dan juga Tiongkok, jenis ikan lele yang menyebar di sekitar wilayah ini berjenis Clarias Fuscus. Di Indonesia sendiri sering mendengar nama lele dumbo, lele ini termasuk dalam kategori ikan lele berjenis Clarias Gariepinus, yang wilayah penyebarannya tidak hanya di Indonesia, akan tetapi juga di sekitar wilayah Afrika dan Asia Tenggara lainnya. Selain itu, masih banyak lagi jenis lele lainnya seperti Clarias Salae, Clarias Pseudonieuhofil, Clarias Nigricans, Clarias Falconeri dan masih banyak lagi jenis-jenis lainnya yang tersebar di seluruh dunia.

Bagaimana Cara Budidaya / Ternak Ikan Lele di Kolam Terpal untuk Pemula?

Budidaya / Ternak Ikan Lele di Kolam Terpal memang lebih menguntungkan bagi peternak dan jauh lebih efisien dalam pemeliharaannya. Setelah mengenal beragam jenis #ikan lele, peternak sudah memahami jenis ikan lele apa yang akan dibudidayakan.

Ikan lele sendiri memiliki banyak manfaat untuk diolah sebagai bahan makanan yang baik, karena mengandung vitamin D dan juga asam lemak omega-6. Selain dibudidayakan untuk kebutuhan pangan, ikan lele juga sering dimanfaatkan sebagai pemakan hama sawah, pemakan jentik-jentik nyamuk dalam saluran air yang menggenang dan dapat membersihkan lokasi-lokasi yang tercemar. Kondisi fisik ikan lele yang mudah bertahan hidup inilah yang membuat lele mudah pula untuk dibudidayakan tanda adanya kesulitan yang berarti.

Bibit ikan lele sendiri mudah diperoleh dan dipasarkan dengan harga yang sangat terjangkau. Karena mayoritas penduduk Indonesia mengkonsumsi ikan lele, hal ini tentu saja membuat peternak ikan lele mudah meraup keuntungan dari peluang usaha ternak ikan lele dengan kolam terpal tanpa membutuhkan banyak perawatan dan pemeliharaan dalam pembudidayaannya. Ternak ikan lele juga memiliki masa panen yang singkat sehingga peternak tidak perlu menunggu lama untuk dipanen seperti layaknya beternak ikan gurame.

Di Indonesia sendiri, jumlah peternak ikan lele terus bertambah untuk setiap tahunnya, dan penambahan ini justru tidak membuat peternak saling bersaing mencari pembeli, namun justru semakin mencukupi akan kebutuhan pangan di Indonesia.

Baca juga: Ternak Lele Memanfaatkan SOC HCS tanpa Beli Pelet

Manfaat Budidaya / Ternak Ikan Lele di Kolam Terpal

Peluang bisnis Budidaya / Ternak Ikan Lele di Kolam Terpal  terus terbuka lebar. Kemunculan budidaya lele dengan memanfaatkan terpal ini memiliki beberapa kelebihan bagi peternak, di antaranya adalah:

  • Ikan lele yang dihasilkan tidak berbau lumpur, hal ini tentu saja dikarenakan lele tidak langsung menyentuh dasar kolam yang umumnya terbuat dari tanah. Ikan lele yang tidak berbau lumpur tentu saja menghasilkan cita rasa yang lebih enak dibandingkan dengan lele yang dirawat di kolam biasa. Ikan lele yang memiliki cita rasa yang enak dan tidak berbau, umumnya menjadi incaran tempat-tempat bisnis kuliner yang berskala lebih tinggi seperti hotel dan restoran. Tentu saja hal ini membuat harga jual ikan lele menjadi lebih tinggi.
  • Ikan lele yang dibudidayakan di kolam terpal bersifat fleksibel atau mudah dipindahkan. Hal itu karena proses penangkapan atau pemindahan ikan lele tersebut tidak menyulitkan para peternak.
  • Kelebihan lainnya dari budidaya menggnakan terpal ialah bisa dilakukan di lahan yang tidak terlalu luas dangan harga yang minim.

Tipe budidaya ikan lele sendiri bisa di kategorikan menjadi 2 tipe, yaitu budidaya untuk lele anakan dan budidaya untuk ikan lele panen. Untuk budidaya ikan lele anakan, peternak bisa memanennya di usia 1 hingga 2 bulan. Ikan lele anakan ini tentu saja ditujukan sebagai bibit budidaya ikan lele itu sendiri. Sedangkan untuk ikan lele konsumsi, umumnya dipanen setelah usia lele mencapai 4 bulan lebih. Sehingga dalam 1 tahunnya, para peternak ikan lele panen ini mampu memanen ikan lele sebanyak 3 kali musim.

Dalam pemeliharaannya, ikan lele tidak membutuhkan banyak perawatan. Air kolam tidak perlu sering-sering diganti, bahkan sampai masa panen yang akan datang. Hal yang perlu lebih diperhatikan adalah sumber makanannya, dimana kita harus memberikan cukup makanan dengan jadwal pemberian makan yg konsisten. Sebab ikan lele memiliki sifat kanibalisme. Dengan demikian, hal ini menyebabkan mereka akan saling memakan satu sama lain apabila pemberian makanan yang terlambat atau tidak cukup.

Banyak peternak ikan lele yang memilih alternatif lain dalam memilih pakan. Hal ini dikarenakan pemberian pakan pelet ayam biasanya membutuhkan asupan yang banyak untuk memenuhi kebutuhan makan dari ikan lele tersebut.

Itu sebabnya, banyak peternak yang mengambil alternatif dengan memberikan makanan lain seperti bangkai unggas. Pemberian pakan seperti ini lebih bisa mencukupi kebutuhan ternak dengan biaya yang jauh lebih murah. Atau juga bisa dengan memberikan pakan seperti jeroan atau organ-organ dalam ayam atau unggas.

Dari penjabaran di atas, maka dapat disimpulkan bahwa peluang-peluang usaha ternak lele dengan #kolam terpal memiliki banyak keuntungan dan peluang yang menjanjikan. Apabila dijalani dengan baik dan mengikuti pemahaman budidaya yang terstruktur, tentu saja peternak dapat mendulang pundi-pundi rupiah dengan hasil yang memuaskan.

Kembali lagi kepada pernyataan bahwa tidak ada suatu bisnis yang bisa dihasilkan secara instan. Maka dari itu, untuk mendapatkan hasil terbaik, peternak harus memperhatikan dan menjalani bisnis dengan teliti dan juga agar hasilnya pun menjadi maksimal.

Cara Budidaya / Ternak Ikan Lele di Kolam Terpal Lengkap untuk Pemula Metode HCS

Beberapa tahun terakhir, komunitas Program HCS menerapkan teknologi tepat guna dalam hal pembuatan pakan lele (pelet). Metode ini bisa meringankan para pelaku usaha peternakan lele secara umum. Tidak terbatas pembudidaya lele di kolam terpal saja. Yang pasti, karena PT HCS memiliki produk fenomenal yakni Suplemen Organik Cair (SOC), maka dalam hal pembuatan pakan lele ini pun wajib menggunakan SOC HCS ini.

Cara Budidaya Ikan Lele di Kolam Terpal Lengkap untuk Pemula
Cara Budidaya Ikan Lele di Kolam Terpal Lengkap untuk Pemula

Apapun jenis ikan lelenya, baik itu sangkuriang, dumbo, dll bisa diberikan pelet apung racikan mitra HCS ini. Perlu diketahui bahwa mitra HCS di seluruh Indonesia menganut metode integrated farm. Secara gampangnya, mereka beternak ayam, kambing, sapi, kelinci dan lain-lain secara modern. Di mana pakannya menggunakan pakan fermentasi menggunakan #SOC HCS. Nah dari usaha ternak tersebut akan dihasilkan kotoran (limbah). Sebagian kotoran ternak dijadikan bahan pembuatan pakan hewan ternak yang dianggap cocok. Sebagian lagi ‘dibuang’ ke sawah sebagai pupuk. Lalu, dari hasil sawah akan menghasilkan limbah lagi seperti jerami padi, titen kedelai, batang jagung, dll. Limbah-limbah pertanian tersebut diolah kembali, difermentasi untuk dijadikan pakan ternak. Demikian seterusnya sehingga saling berkaitan antara yang satu dengan yang lainnya.

Baca juga: Cara Membuat Pelet Pakan Ikan Lele Organik

Kembali ke topik pakan lele. Bahan untuk pembuatan pelet untuk ikan lele di sini juga menggunakan kotoran atau feses domba / kambing yang sudah mengkonsumsi pakan fermentasi dengan SOC HCS. Adapun bahan-bahan yang di gunakan sebagai berikut :

  • Kotoran ternak yang sudah menggunakan pola HCS 30%.
  • Ampas tahu atau bungkil kedelai 15%.
  • Tepung ikan atau jika tidak ada bisa menggunakan kepala udang 10%.
  • Bekatul atau dedak halus 25 %.
  • Terasi ( yang sudah di rebus hingga mendidih) 10%.
  • Tepung daun atau bisa menggunkan sayuran sisa pasar 5%
  • Bulu ayam yang sudah di haluskan 5%.
  • SOC 5 tutup botol per 1 kwintalnya dan gula pasir kira-kira 10 sendok atau sesuaikan dengan jumlah bahan-bahannya.

Cara membuat:

  • Larutkan SOC ke dalam air dan gula pasir diamkan selama 15 atau 30 menit. Lebih bagus lagi jika semalam sebelumnya kita sudah membuat larutan SOC + gula pasir maka akan semakin menghemat #SOC HCS nya.
  • Gunakan alat semprot dan semprotkan ke semua bahan dan aduk-aduk hingga benar-benar merata.
  • Jangan terlalu banyak air kira-kira 30% dalam keadaan mamel (jika di kepal terbentuk padatan dan tidak pecah jika di lepas kepalan tangan).
  • Fermentasikan bahan tersebut hingga 24 jam dan pakan siap di berikan.
  • Jika ingin di keringkan gunakan penggiling kacang atau daging dan jemur hingga benar-benar kering atau gunakan oven untuk mengeringkannya.

Demikian itulah Cara Budidaya / Ternak Ikan Lele di Kolam Terpal Lengkap untuk Pemula. Saran kami, gali informasi sebanyak-banyanya sebelum anda memulai usaha ternak lele ini. Semakin banyak referensi akan semakin baik sekalipun cara-cara membuat pakan lele ini di susun dari pengalaman dan juga referensi dari beberapa buku dan beberapa website, alangkah baiknya jika anda terjun langsung melakukannya. Karena kesuksesan anda akan anda raih jika anda melakukannya sendiri alias ACTION sekarang juga.

Info lengkap tentang Suplemen Organik Cair ini bisa dilihat pada (klik) SOC HCS.

Kata kunci pilihan:

ternak lele kolam terpal,budidaya ikan lele di kolam terpal,budidaya lele kolam terpal,ternak lele terpal,cara budidaya ikan lele di kolam terpal,cara budidaya ikan lele,budidaya ikan lele,cara budidaya lele kolam terpal lengkap,kolam lele terpal,cara ternak lele,kolam terpal lele,budidaya ikan lele kolam terpal,budidaya lele terpal,cara budidaya lele,cara ternak ikan lele,Cara ternak lele terpal,cara ternak lele kolam terpal,cara budidaya lele kolam terpal,ternak lele kolam terpal pemula,cara budidaya ikan lele kolam terpal,kolam lele,

Cara Bikin Pakan Fermentasi SOC Ternak Domba 1 Jam. Tidak perlu kaget. Yang dimaksud di sini adalah fermentasi basah. Kalau fermentasi kering paling cepat 1 hari baru bisa ‘matang’.

Nah, Cara Bikin Pakan Fermentasi basah kali ini, seperti biasa, menggunakan Suplemen Organik Cair (SOC). Pakan fermentasi pada edisi ini diperuntukkan bagi Ternak Domba. Adapun bahan baku utamanya akan kita manfaatkan ampas tahu dan gedebok (batang pohon pisang).

Bagaimana jika tidak ada ampas tahu?

Tidak perlu dipaksakan. Ampas tahu bukan keharusan. Manfaatkan saja limbah industri rumahan yang ada di sekitar Anda.

Pakan merupakan salah satu faktor yang turut menentukan keberhasilan dalam beternak. Syarat pakan yang diberikan harus berkualitas, mengandung zat atau materi yang di butuhkan dengan komposisi yang seimbang. Hal ini secara umum berlaku untuk semua hewan ternak, termasuk Domba atau Kambing.

Berikut adalah Cara Bikin Pakan Fermentasi SOC Ternak Domba 1 Jam Jadi. Pohon Pisang, disebut juga gedebok pisang atau gebog. Melengkapi kebutuhan lainnya terhadap protein dan serat kasar, kita tambahkan ampas tahu dan dedak. Bahan-bahan tersebut bahan yang mudah ditemui dan didapatkan. Untuk daerah yang kesulitan bahan-bahan tersebut bisa di ganti dengan bahan sejenis. Fermentasi Basah artinya bahan bakunya tidak kering alias masih banyak mengandung kandungan air.

1. Persiapan Bahan Pembuatan Pakan Fermentasi

Siapkan bahan-bahan sesuai tabel berikut.  Untuk pembuatan pakan dengan jumlah yang berbeda, jumlah takaran bahan-bahan bisa disesuaikan.

NO NAMA BAHAN  JUMLAH (TAKARAN)
1 Pohon Pisang 100  kg
2 Ampas Tahu 15  kg
3 Dedak/katul 3  kg
4 Gula Pasir 100 gram
5 Garam 250 gram
6 SOC HCS 30 cc (3 tutup botol SOC)

1. Gedebog Pisang

gedebog pisang

2. Ampas Tahu

c.php

3. Dedak/Katul

Dedak pollard

4. Gula Pasir

gula

5. Garam

garam

6. SOC HCS (Suplemen Organik Cair)

jual-soc-dari-hcs

2. Persiapan Alat Pembuatan Pakan Fermentasi

  • Terpal, Sebagai alas untuk pencampuran bahan
  • Timbangan, Untuk menimbang bahan (jenis timbangan terserah anda)
  • Gelas ukur Plastik, Kemarin saya pakai yang 1000ml gunanya untuk mengukur berapa liter air yang di butuhkan. Alat lain juga bisa di pakai ,misalnya pakai gayung ukuran 1 liter ,saya lebih senang pakai ini karena skala volume nya lebih jelas.dsc03459
  • Ember Plastik Kapasitas minimal 5 liter
  • Sekop atau alat apa saja yang fungsinya untuk membantu saat pencampuran bahan
  • Sprayer ,Kapasitas 5 liter .Sudah dilengkapi pompa biar gak pegel tangan ,fungsinya biar nanti larutan SOC-HCS (Suplemen Organik Cair) nya bisa tersebar merata
  • Tong Plastik atau Kantong Plastik ,Untuk tempat fermentasi bahan-bahan
  • Golok atau Pisau terserah anda ,fungsinya nanti untuk mencacah atau mengiris gedebog pisang

3. Cara Pembuatan Pakan Fermentasi

  • Hamparkan terpal di tempat teduh, maksudnya biar kita tidak kepanasan selama pengerjaan, dan mengurangi resiko rusak atau matinya inokulum.
  • Di atas terpal tadi, dengan beralaskan kayu, pohon pisang dipotong-potong sampai ukuran kurang lebih 3 x 4 cm
  • Kemudian campurkan ke dalam pohon pisang yang sudah dipotong-potong tadi masing-masing ampas tahu dan dedak. Campur dan aduk sampai merata.
  • Buat larutan bibit fermentasi dengan cara : 30 cc SOC HCS (3 tutup botol SOC) dimasukkan ke dalam 1 (satu) liter air, tambahkan 100 gram gula pasir lalu diaduk sampai larut. Larutan ini kemudian didiamkan selama 15 menit.
  • Setelah 15 menit, larutan bibit fermentasi tadi dimasukkan ke dalam 10 liter air (pakai ember). Aduk sampai larut.
  • Larutan baru tersebut kemudian masukkan ke dalam sprayer dan disemprotkan ke dalam bahan pakan (potongan pohon pisang dkk.) secara merata sambil diaduk.
  • Kemudian taburkan 250 gram garam ke dalam bahan sambil diaduk secara merata.
  • Langkah terakhir, masukkan bahan pakan tersebut ka dalam tong plastik atau kantong plastik dan ditutup rapat (kedap udara) selama 1-3 jam.
  • Setelah selesai, pakan hasil fermentasi tersebut siap diberikan pada ternak kambing atau domba

Hasil Pencampuran Bahan-bahan

pakan-fermentasi

4. Keterangan

  • Sebelum pakan buatan diberikan pada ternak, terlebih dahulu bersihkan ternak (mandi) dan kandangnya.  Bila perlu, ternak diberi vitamin B terlebih dahulu atau dicekok/dicontang dengan 2-3 cc (1 tutup botol) SOC-HCS agar nafsu makannya meningkat.
  • Masukkan kambing atau domba ke dalam kandang dan biarkan dulu untuk adaptasi dan JANGAN DIBERI MAKAN
  • Untuk proses adaptasi, pertama-tama berikan pakan buatan dicampur dengan pakan biasa yang telah disemprot SOC HCS.
  • Selama 1 – 7 hari, tiap pagi ternak diberi pakan seperti biasa yang telah disemprot SOC HCS, sore harinya diberi pakan buatan agar terbiasa.  Selanjutnya akan normal dengan pakan buatan.
  • Pengalaman saya, kecepatan adaptasi kambing atau domba berbeda-beda. Ada yang pada saat pertama diberi langsung menyukai pakan buatan ini, namun ada pula yang perlu waktu sampai 2 hari untuk adaptasi sampai benar-benar berpindah ke pakan buatan.
  • Satu hal lagi, atur kadar air jangan terlalu tinggi.  Bila terlalu tinggi atau basah, hasil fermentasi tidak optimal dan kurang tahan lama

5. Manfaat Pakan Hasil Fermentasi Basah

  • Pakan hasil fermentasi akan lebih mudah dicerna sehingga penyerapan nutrisi bisa optimal
  • Dengan pola ini, kebutuhan nutrisi dalam pakan sudah terpenuhi sehingga pertumbuhan ternak akan lebih cepat dibandingkan dengan diberi pakan biasa (rumput), biasanya pertumbuhan 2 – 4 kali meningkat dibandingkan pakan biasa. Rata-rata 2,5 – 14 kg/minggu, sedangkan tanpa SOC rata-rata 2,5 kg/bulan.
  • Daging ternak tidak banyak mengandung lemak karena komposisi pakan sudah ideal
  • Nutrisi pakan berupa vitamin tercukupi dengan adanya kandungan SOC HCS dalam pakan
  • Limbah kotoran ternak tidak bau seperti kalau diberi pakan biasa. Dengan demikian lingkungan akan tetap sehat.  Silahkan bandingkan
  • Menghilangkan kebiasaan mencari rumput atau ngarit dan angon

218902_3276a50a-31ae-11e4-9bbe-10a94908a8c2

Suplemen Organik Cair atau SOC-HCS produk dari PT HCS, merupakan suplemen organik terbaik khusus untuk binatang ternak Anda. Dengan SOC, Anda dapat menekan pengeluaran selama produksi dan perawatan karena mampu mempercepat pertumbuhan ternak pedaging dan meningkatkan kesuburan ternak petelur.

Manfaat Penggunaan SOC HCS

  1. Membantu mengurangi tingkat stres pada hewan dan menekan timbulnya penyakit pada ternak Anda.
  2. Meningkatkan antibodi, sehingga hewan ternak tidak mudah sakit.
  3. Mengurangi angka kematian hewan ternak
  4. Memberikan efek merangsang nafsu makan pada hewan ternak.
  5. Mempercepat pertumbuhan hewan ternak dan meningkatkan produksi daging,
  6. Selain produksi daging, SOC juga baik untuk perkembangbiakan hewan ternak.
  7. SOC membantu meningkatkan kesuburan pada hewan
  8. Mempertinggi kualitas telur pada hewan unggas, maupun perkembangbiakan hewan ternak lain seperti kambing dan sapi.

Cara Penggunaan SOC HCS

JENIS TERNAK

TAKARAN

TEKNIK APLIKASI
Unggas (ayam, itik) 2,5 cc atau 1/4 tutup botol SOC + 15 liter air 2 x sehari
Domba/Kambing 5 cc atau 1/2 tutup botol SOC + 15 liter air 2 x sehari
Sapi 10 cc atau 1 tutup botol SOC + 16 liter air 2 x sehari

 

Cara Fermentasi Jerami menggunakan SOC HCS

Bahan jerami sebagai media, terlebih dulu difermentasikan dengan 30 cc atau 5 tutup botol SOC yang sudah dilarutkan dengan 45 liter air (boleh ditambah 1 tutup botol agar hasil maksimal). Ditambah dengan bekatul untuk merapatkan jerami agar hasil fermentasi sempurna. Jerami sebanyak 150 kg yang sudah diperlakukan (disemprotkan) dengan larutan di atas, lalu ditutup rapat selama 24 jam

Untuk anda yang ingin memesan SOC- HCS (Suplemen Organik Cair) silahkan klik JUAL SOC.

Kata kunci pilihan:

cara membuat pakan domba garut,pakan domba garut,pakan fermentasi domba garut,cara buat pakan itik,domba garut pakan fermentasi,takaran fermentasi pakan kambing,permentasi jerami untuk domba,

Di masa kecilnya, Ahayani hidup serba kekurangan. Selepas dari SLTA, dia mengadu nasib dengan berjualan asongan di terminal Tirtonadi SOLO untuk mencukupi kebutuhan sehari-harinya. Demikian kisah sukses mitra HCS dari Boyolali ini bermula.

Pada tahun 2003, ia mencoba peruntungan di pekerjaan baru dengan menjadi tenaga pemasar produk herbal dari Surabaya. Akhir tahun 2006, usaha yang digelutinya mengalami kebangkrutan. Mobil terjual, hutang menumpuk. Anehnya, dalam keadaan jatuh dan tanpa pekerjaan seperti itu, di awal 2007, ia justru memberanikan diri melamar gadis pujaan hatinya, Nurjanah, yang kini senantiasa membantu usahanya di rumah.

“Dengan modal seadanya, saya mencoba buka berbagai usaha mulai warung tahu kupat, warung susu segar, jual buah, jualan bendera di tepi jalan menjelang 17 agustus. Dan semuanya tidak ada yang sukses”,  Kenangnya.

Bahkan kerja menjadi pegawai bang alias tukang bangunan pun ia lakoni demi mencukupi kebutuhan anak istri dan nyicil bunga pinjaman di bank.

Melihat kondisi demikian, saudaranya yang bekerja di Dinas Pertanian di Bekasi memberikan pekerjaan untuk merawat kambing. Kesempatan itu dia pergunakan dengan sebaik-baiknya. Ketika itu, dia ternak kambing sebanyak 35 ekor. Namun, apa daya. Dia pun menyerah setelah enam bulan, karena tidak kuat tiap hari harus ngarit (mencari rumput).

Di tengah kondisi seperti itu, datanglah mentor HCS Bapak Sri Hermoyo dan Mas Anton ke rumahnya. Keduanya menawarkan teknologi ternak dan tani modern pola HCS.

Tanpa banyak mikir, dia pun ikut meski sebatas ikut-ikutan. Tanpa bosan, mitra dan mentor HCS memberikan semangat dan motivasi, serta pengarahan cara beternak dan peluang usaha yang ada di dalamnya. Hingga akhirnya, dia sempat pula diajak ke Jember dan Probolinggo untuk belajar bersama ‘guru-guru’ HCS di sana.

Sepulang dari Jember, ilmu yang didapatkan dicoba untuk diterapkan dengan memelihara 2 ekor kambing. Pelan namun pasti, usaha ternak kambingnya kali ini menampakkan hasil.

“Alhamdulillah, apa yang saya dapat dari usaha penggemukan kambing bisa untuk membayar hutang-hutang. Bulan Agustus 2012, Yamaha Mio terbaru bisa saya beli. Dan, pada April 2013, mobil sedan Timor juga bisa saya beli sebagai hadiah buat ulang tahun istri tercinta”, ceritanya.

Hingga saat ini, di rumah masih ada 80 ekor kambing dan 3 ekor sapi. Keuntungan yang didapat, selain dari penjualan kambing ternyata kotorannya bisa dimanfaatkan untuk dijadikan pupuk. Bahkan, urin pun bisa dijadikan mesin uang.
cara DAFTAR HCS
Kisah Sukses  Mitra peternak kambing hcs

Kata kunci pilihan:

usaha ternak kambing,kisah sukses peternak kambing,kisah sukses,Kisah sukses ternak kambing,usaha kambing,jutawan kambing,kisah peternak sukses dari nol,kisah sukses usaha ternak kambing,cerita sukses peternak kambing,usaha ternak kambing sukses,kisah sukses peternak sapi,kisah peternak kambing yang sukses,kisah sukses ternak Kambing jawa,Kisah PETERNAK KAMBING SUKSES,kisah sukses beternak kambing,sukses ternak sapi,pengusaha ternak kambing sukses,pengusaha ternak kambing,kunci sukses ternak kambing,pedagang kambing sukses,cerita sukses,

Mitra HCS, dari Ternak 3 Ekor Kambing, kini Mobil Panther Pun Terbeli. Itu bukan judul-judulan. Hal itu dialami oleh Bapak Hudi Marhaban, warga Ngemplak Boyolali. Dengan latar belakang pendidikan hanya SMU, sempat kuliah di UMS jurusan Teknik, Pak Hudi mengawali bisnisnya bersama HCS.

Kisah sukses mitra HCS ini sudah melalui jalan terjal, berbatu dan berliku.  Sebelumnya, dia pernah bekerja di pabrik plastik di Solo. Terakhir, dia tercatat sebagai pekerja di pabrik gula Mojo Sragen. Sempat pula beberapa kali membuka usaha seperti dagang (sempat berkibar, meski ujungnya bangkrut), pernah juga bikin warnet dan berakhir bangkrut. Ujung-ujungnya kerja di proyek dan pabrik lagi.

Dalam kondisi perekonomian yang ‘pasrah’ begitu, Pak Hudi bertemu dengan salah seorang mitra HCS yang sukses beternak kambing organik pola HCS. Ketika kemudian memutuskan untuk menjadi mitra HCS dan menerapkan peternakan pola HCS, Pak Hudi lantas mengawalinya dengan membeli 3 ekor kambing.

Dengan sabar dan tekun, Pak Hudi merawat ternak kambingnya. Ketika datang masa panen, kambing dijual dan dibelikan bibit lagi. Memang, hal ini sengaja dilakukan dan diniatkan sebagai tabungan. Tidak untuk dinikmati sekarang. Lantas dari mana mendapatkan uang untuk kebutuhan tiap hari?

Berkat ternak kambingnya yang menerapkan pola HCS; ternak kambing tanpa ngarit, tanpa angon, tanpa bau kotoran, bahkan kotoran ternaknya bisa dimanfaatkan untuk pertanian, banyak masyarakat yang penasaran dan tertarik dengan model ternaknya. Dari aktivitas mengenalkan pola ternak HCS itulah pak Hudi mendapatkan ‘uang saku’. Sambutan masyarakat memang luar biasa, sehingga beliau merasa harus menularkan ilmu ternaknya kepada mereka yang membutuhkan.

Alhamdulillah, di tahun kedua berkiprah bersama bisnis HCS, berawal dari 3 ekor kambing sebagai percontohan, saat ini berkembang menjadi 23 ekor kambing serta 3 ekor sapi. Bahkan saat ini, beliau mampu mewujudkan impiannya untuk memiliki mobil jenis Panther lengkap beserta BPKBnya. Semua itu bisa diraih menggunakan uang tabungan hasil ternak dan ‘uang saku’ memberikan penyuluhan ternak kambing HCS. Di luar itu, Pak Hudi pun bisa membeli sebidang tanah.

Kisah Sukses  Mitra HCS berkat ternak kambing

“Tidak ada orang gagal, yang ada hanya orang yang berhenti dan menyerah ketika ada masalah!” Itulah semboyan Pak Hudi.

Belajar, lakukan, evaluasi, lakukan lagi tanpa kata menyerah! Go Sukses!!…
cara DAFTAR HCS

Kata kunci pilihan:

TESTIMONI HCS,peternakan kambing blitar,ternak kambing blitar,cari cara ternak ayam modern pola HCS,

Ternak Kambing Intensif, Modern dan Bebas Bau dengan Pola HCS kian ramai dan menjadi trend baru di Indonesia. Pola fermentasi pakan kambing sistem HCS dengan menggunakan Suplemen Organik Cair (SOC) HCS memiliki waktu yang sangat singkat dalam hal proses pembuatannya. Pun pula, waktu panen hasil ternak kambing yang relatif pendek sangat menguntungkan peternak.

Selama ini, ternak kambing masih banyak diupayakan dengan sistem tradisional. Padahal perkembangan teknologi budidaya ternak kambing semakin maju dan berkembang. Terutama dalam hal penyediaan pakan. Pakan yang diolah dengan cara fermentasi bisa lebih cepat menambah berat badan. Karena pakan seperti ini lebih mudah dicerna dan membuat kambing maupun kotorannya tidak berbau.

Sebelum benar-benar memulai usaha beternak kambing, ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan. Umumnya, dalam usaha ternak kambing wajib ada 5 (lima) hal yang dicermati; lokasi, kandang, pemilihan bibit kambing, komposisi pakan, dan managemen pemeliharaan.

Salah satu mitra HCS yang patut ditiru dalam hal beternak kambing intensif, modern dan bebas bau adalah Bapak Siamin Wijaksono dari Desa Bagorejo, Banyuwangi. Profesi yang digeluti sebelum beternak kambing adalah sebagai ahli tata taman. Sehari-hari, waktunya dihabiskan untuk membuat taman sehingga tidak ada waktu lagi untuk mengerjakan aktivitas lain.

Ternak Kambing Intensif HCS
Mitra HCS – Bapak Siamin Wijaksono dari Desa Bagorejo, Banyuwangi

Begitu diperkenalkan metode ternak kambing modern HCS, di mana kita tidak perlu ngarit, tidak usah angon, membuatnya tertarik. Apalagi, kotoran ternak kambing pola HCS ini bisa dimanfaatkan sebagai pupuk.

Mulanya, beliau beternak 5 ekor kambing. Hingga akhirnya menjadi 40 ekor kambing. Beliau merasakan betapa mudahnya beternak kambing modern pola HCS yang tanpa repot ini. Terutama dalam hal mengusahakan pakan. Cukup seminggu sekali membuat fermentasi pakan dari bonggol jagung hasil panen sawahnya.

Ternak kambing dengan menggunakan pola HCS ternyata sangat memudahkan petani. Bahkan kotoran dan urin pun bisa dimanfaatkan untuk mengelola sawah ladang.

Saat ini, Pak Siamin bisa menghemat Rp.1.5 juta dari semula biaya yang dikeluarkan sebensar Rp. 3 juta untuk 1/2 Ha sawah miliknya. Hasil panen pun mencapai sekitar 5 ton.

Selain beternak kambing, saat ini beliau juga mengembangkan usaha ternak itik. Selain mudah pengelolaannya, kotoran itik juga tidak menimbulkan bau berkat minuman yang sudah dicampur SOC (Suplemen Organik Cair) dari PT HCS.

Kata kunci pilihan:

Ternak kambing intensif,budidaya kambing intensif,

Ternak kambing tanpa ngarit tanpa angon pola HCS telah memungkinkan suatu hal yang imposibel jadi NYATA. Tak pernah terpikir oleh Hajjah Etin untuk bisa menjadi pengusaha peternakan kambing. Gak kebayang deh ribetnya jika harus mengusahakan rumput tiap hari. Namun, peternakan modern sistem HCS telah mengantarkan beliau menjadi pengusaha sukses.

Ternak kambing tanpa ngarit tanpa angon

Hajjah Etin, namanya terkenal sejak mengamalkan ternak kambing tanpa ngarit, tanpa angon, tanpa bau limbah. Beliau adalah seorang Ibu Rumah Tangga Ternak 75 Ekor Kambing HCS. Seperti yang diekspose di YouTube dalam video berikut ini.

 

Ternyata biangnya adalah Suplemen Organik Cair (SOC) dari HCS. Mau coba SOC? Silakan Pesan di kami.

Untuk Order SOC Klik JUAL SOC HCS.

ternak kambing hcsPenampakan kandang kambing di samping adalah bentuk dan model kandang yang hampir dimiliki oleh semua mitra HCS yang berprofesi sebagai peternak. Tak terkecuali kandang kambing milik Ibu Hajjah Etin dalam video di atas yang menerapkan pola HCS.

Cara budidaya kambing tanpa ngarit, tanpa angon, dan tanpa bau hanya memungkinkan jika kandang kambing bersih, dengan sistem panggung. Dengan begitu, kotoran akan jatuh ke bawah. Sehingga kulit dan badan kambing terbebas dari kotoran.

Perhatikan pula sirkulasi udara. Cara  pelihara kambing seperti ini disebut tanpa bau. Pertama, menggunakan pakan fermentasi Suplemen Organik Cair (SOC) dari HCS. Sehingga makanan tercerna dengan sempurna, dan kotoran yang dikeluarkan pun bau. Kedua, kalau toh masih tercium bau tak sedap akibat kotoran tercampur dengan urine, maka sirkulasi udara yang cukup bisa menghilangkan bau tersebut.

Tips ternak kambing pola HCS bisa diterapkan baik untuk kambing gibas (domba) maupun kambing Jawa. Tak ada beda antara cara ternak kambing jawa dengan kambing domba. Sama-sama tanpa ngarit dan tanpa angon. Bahkan, hingga masa panen pun tidak soal jika Anda sama sekali tidak mengeluarkan kambing dari kandang.

Yang perlu diperhatikan juga adalah tempat pakan. Usahakan posisinya nyaman buat kambing ketika sedang makan. Tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu rendah. Pakan kambing pola HCS selalu menggunakan pakan fermentasi dengan menggunakan fermentor (obat fermentasi) SOC. Dengan pakan fermentasi, baik itu fermentasi jerami, gedebok pisang, maupun limbah pertanian lainnya, maka Anda tidak perlu ngarit pagi sore.

Inilah yang dinamakan Ternak kambing /  domba tanpa ngarit (mencari rumput) dan tanpa angon (mengembala). Bedanya dengan ternak kambing konvensional, dalam usaha ternak kambing pola HCS ini Anda bisa bikin pakan fermentasi sekali saja, lalu ditimbun. Stok pakan fermentasi bisa diberikan sampai habis. Setelah habis, barulah bikin fermentasi lagi.

Tidak heran jika Seorang ibu rumah tangga pun bisa memelihara puluhan kambing seorang diri, tanpa karyawan. Jelas bukan? Ternak atau budidaya ternak kambing pola HCS ini menjadi solusi dalam dunia peternakan. Tentu, diharapkan hasil panen lebih banyak dibanding cara ternak pada umumnya.

Tidak ada rahasia lain dalam ternak kambing HCS ini selain yang sudah diulas di atas. Anda bisa berternak kambing jawa menggunakan tips di atas. Yang penting Anda punya SOC. Adapun bagaimana cara beternak kambing, dan cara bikin pakan fermentasi sudah diulas di situs Program HCS ini.

Semoga video berjudul “Ibu Rumah Tangga Ternak 75 Ekor Kambing HCS Tanpa Ngarit, Tanpa Angon” di atas menginspirasi kita semua untuk belajar cara ternak kambing tanpa ngaret, beternak kambing tanpa bau angon. Bagi Anda yang kebetulan saat ini memelihara kambing Jawa pun bisa mengaplikasikan metode ini.

Budidaya Ternak Kambing Tanpa Ngarit Tanpa Angon

Budidaya ternak kambing tanpa ngarit berarti tanpa mencari rumput tiap hari. Pakan kambing berasal dari limbah pertanian yang difermentasi dengan fermentor Suplemen Organik Cair (SOC).

Dengan suplai pakan seperti ini memungkinkan seorang peternak untuk memiliki banyak waktu luang. Biasanya mitra HCS peternak kambing meluangkan waktu 1 hari dalam 1 bulan untuk membuat pakan. Lantas ditimbun untuk persediaan selama sebulan.

SOC untuk budidaya ternak kambing sangat irit. 1 botol SOC kemasan setengah liter cukup untuk bikin pakan fermentasi selama 1 bulan dengan jumlah kambing 10 ekor.

Sebelum menutup halaman ini, cobalah untuk menonton sejenak video berikut. Dijamin SIP deh!

 

Kata kunci pilihan:

budidaya ternak kambing,tips ternak kambing,cara budi daya kambing,cara pelihara kambing,cara merawat kambing,memelihara kambing,cara ternak kambing jawa tanpa ngarit,cara beternak,www ternak kambing,cara berternak,ternak domba tanpa ngarit dan angon,cara budidaya kambing tanpa ngarit,tern,usaha penggemukan kambing tanpa rumput,terna,Budi daya ternak kambing,usaha kambing jawa,bisnis ternak kambing,tips beternak kambing,ternak ka,cara melihara kambing,

Cara Ternak Bebek peking ini pertama kali saya dengar dari Mitra sekaligus Stockis HCS Pilangkenceng Madiun, Bapak Eddy. Sebelum ini, saya belum tahu sama sekali apa itu bebek atau itik peking. Setelah berselancar di dumay (dunia maya) alias internet, barusan saya tahu bahwa bebek/itik ini berasal dari negeri China. Bebek Peking (bahasa Mandarin: 北京烤鸭, pinyin: beijing kaoya) adalah makanan tradisional di Tiongkok yang berasal dari Beijing. Makanan bebek Peking ini juga ditemui di Taiwan, dibawa oleh pemerintahan nasionalis Kuomintang yang kalah perang saudara dan mundur ke Taiwan tahun 1949.

Ternak Bebek Peking
Ternak Bebek Peking

Oleh karena itu tidak heran jika para peternak bebek peking di Indonesia menyiapkan strategi khusus dalam budidaya bebek peking dalam menghadapi perayaan tahun baru Imlek. Sebab ketika itu, mereka akan mengalami ‘panen raya’. Tak jauh beda dengan peternak kambing yang biasa untung besar menjelang hari raya Idul Adha.

Cara Ternak bebek peking meliputi pembibitan, penggemukan, dan tenak yang secara khusus berorientasi pada telurnya. Pembahasan kali ini kami khususkan pada cara budidaya penggemukan itik peking.

Ilmu cara ternak bebek peking tak jauh beda dengan itik biasa. Namun, di sini saya merekomendasikan penggunaan produk HCS yakni SOC HCS, sebagai jurus andalan para mitra HCS yang tidak boleh dilupakan. Klo dihitung-hitung secara cermat, potensi keuntungan ternak bebek peking lebih besar dari pada ternak kambing. Oleh karena itu, bila punya memiliki lahan yang cukup, para Mitra HCS diharapkan melirik usaha ternak bebek peking ini dibanding unggas lain. Hal-hal berikut layak menjadi pertimbangan:

  • Bebek peking lebih cepat dalam hal pertumbuhan berat badan. Bila dikelola dengan pola HCS, berat badan bisa mencapai 3 kg dalam waktu 50 harian. Padahal, bebek jenis lain hanya bisa mencapai sekitar 2 kg dalam waktu 2 bulan. Beberapa peternak di Kroya Kabupaten Cirebon telah membuktikan kecepatan pertumbuhan bebek peking ini, di mana bebek usia 53 hari bisa mencapai berat badan  sekitar 3.25 kg. Dalam pemeliharaan 3 bulan bisa mencapai bobot 4 – 4.5 kg.
  • Bebek peking memiliki ketahanan (imunitas) lebih terhadap penyakit dibanding bebek jenis lain.
  • Perlengkapan yang di butuhkan untuk ternak bebek peking sangatlah sederhana baik dari kandangnya maupun peralatan yang lain. Bahkan bebek peking dapat hidup di alam terbuka dengan penutup seadanya.
  • Dan, yang paling disuka dari Sifat bebek peking adalah gemar hidup rukun dengan sesamanya (tidak kanibal).

 

Cara Ternak Bebek Peking – Persiapan

  • Kandang

Saya teringat ketika mengikuti pelatihan ternak kambing HCS di Ngawi. Ketika itu, Pak Timan yang bertindak sebagai mentor mengatakan bahwa untuk memulai usaha ternak kambing jangan sampai berlarut-larut memikirkan bentuk kandang, mencemaskan pakan, dan lain-lain. Apakagi jika kita berburu hal-hal yang ideal maka waktu kita banyak terbuang sia-sia dan tak kunjung memulai. Jika ingin usaha ternak kambing langsung saja beli kambingnya, maka nanti kambing Anda yang akan mengajari dan memerintah Anda untuk segera memenuhi kebutuhan kambing. Demikian juga dengan persiapan kandang bebek peking, tidak perlu njlimet, ribet, rumit.

  • Persiapan kandang untuk bibit atau DOD cukup buat kandang dengan bentuk kotak ukuran 1×2 m.
  • Ukuran di atas mampu menampung 100 ekor DOD hingga mencapai 21 hari.
  • Lengkapi kandang dengan 2 buah lampu 40 watt yang fungsinya sebagai penghangat pengganti induk.
  • Kandang dibuat panggung, dengan jarak dari tanah sekitar 50 cm.
  • Alas kandang bisa berupa kawat (yang biasa dibikin mengayak pasir) sehingga kotoran bisa langsung jatuh ke tanah. Ada juga yang memberi alas kandang dengan jerami atau bahan lain dengan tujuan agar lebih menghangatkan DOD. Jika ini menjadi pilihan Anda, jangan lupa melakukan penggantian secara berkala.
  • Setelah 3 minggu, itik peking harus dipindahkan ke kandang yang lebih luas hingga masa panen (biasa disebut Kandang postal).

 

 

  • Bibit atau DOD

Bibit yang berumur antara 1 – 7 hari disebut dengan DOD ( Day Old Duck ). Hal yg paling penting dalam beternak adalah kualitas BIBIT! Pakan Hebat, Vitamin Hebat, Obat Hebat, Probiotik dan Herbal Hebat tetap saja hasil tidak bisa maksimal kalau bibit kurang bagus. Jika terlanjur dapat bibit murahan, terpaksa deh dipercepat pertumbuhannya dengan memberikan Vitamin khusus anti kerdil semacam VETA BOLASE. Oleh karena itu, jangan salah dalam membeli DOD.

Dalam memilih DOD, pastikan memilih yang sehat, tidak cacat, tubuh tegap, mata jernih, kaki kokoh, nafsu makan besar, bulu bersih dan kering, umur DOD 4 hari dengan bobot minimal 40 gram.

 

Tempat Beli Bibit Itik Peking (DOD)

Banyak cara untuk mendapatkan DOD antara lain menetaskan sendiri, beli telur tetasnya, atau beli DOD langsung dari supplier atau produsen DOD. Jika Anda pemula, hindari membeli DOD dari orang yang baru pertama kenal dari Internet. Sebaiknya datang langsung ke lokasi penjual berdasarkan referensi dari teman yang telah terlebih dahulu membeli dari tempat tersebut. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari penipuan online, dan menghindari penyedia bibit dengan kwalitas jelek. Mintalah saran dari teman yang terlebih dahulu mengerti tentang budidaya bebek peking di daerah sekitar Anda.

Berapa Harga DOD?

Banyak sekali penawaran DOD di internet. Mulai dari harga Rp. 5000 / ekor hingga yang seharga Rp. 15.000 / ekor. Sekali lagi, saya sarankan minta pertimbangan kepada peternak yang telah berpengalaman. Sehingga tidak terjebak dalam kesalahan dalam memilih bibit. Kalau lokasi anda dekat dengan penyedia DOD mintalah DOD yang sudah berumur 3 – 4 hari. Pada umur tersebut bisa diketahui DOD yang kerdil atau tali pusatnya bermasalah dan tingkat kematian rendah. Harga DOD bebek peking standar di sekitaran Mojokerto dan Jombang saat ini Rp.8000/ekor.

Pakan, Vitamin dan Antibiotik

Untuk hasil maksimal, pada 2 minggu pertama (atau 15 hari), sebaiknya gunakan pakan dari pabrik atau konsentrat. Tidak sulit mendapatkan konsentrat sebab tersedia di toko-toko pakan ternak. Konsentrat ini biasa juga dijadikan pakan itik lokal, ayam kampung, dan ayam pedaging. Di samping pakan, sediakan juga multi-vitamin, antibiotik dan prebiotik (vitachick, trimechin dan SOC HCS).

Untuk minuman pada 2 minggu pertama (selama makan konsentrat) harus di beri 2,5 ml SOC dicampur 5 liter air. Cara membuat minuman sebagai berikut:

  1. 2 sendok makan gula pasir/gula merah dilarutkan dalam 1 gelas air.
  2. 2.5 ml SOC dicampur 5 liter air.
  3. bahan pada nomor 1 dan 2 dicampur dan dibiarkan  minimal 15 menit baru diberikan pada itik.
  4. Pada saat malam hari tempat minum harus dikosongkan.

Setelah umur 2 minggu (15 hari) pakan bisa diganti dengan komposisi 40 % concertrat, dan 60 % buatan sendiri dengan difermentasi menggunakan probitik SOC HSC.

Apa Yang Harus Dilakukan Ketika DOD Datang?

  • Begitu kiriman DOD datang, segera masukkan ke dalam kandang (jangan lupa, nyalakan lampu)
  • Biarkan beradaptasi selama 2 jam, tanpa diberi makan dan minum.
  • Sambil menunggu berjalannya waktu 2 jam, siapkan:
    • 1 tutup botol SOC HCS,
    • 1 kapsul herbal noni HCS,
    • 1 kapsul curcuma/temulawak HCS,
    • 1 ons gula merah.
      Semua bahan tersebut dicampurkan dalam 1 liter air.
    • Takaran di atas untuk 100 ekor DOD. Jika Anda punya 200 ekor maka tinggal kalikan saja.

Minuman racikan pola HCS ini dimaksudkan sebagai Prebiotik, anti stres dan mengganti cairan tubuh yang hilang sehingga kehilangan berat badan dapat dicegah dan memulihkan kesehatan yang normal kembali. DOD yang terlambat penanganannya ketika datang dapat terlihat dari ketidakseragamnya pertumbuhan.

Setelah itu?

Beri pakan sesering mungkin, bisa 5 s.d 6 kali sehari (tapi harus sedikit demi sedikit). Perlakuan ini dilakukan terus menerus hingga 7 hari. Tujuannya untuk melatih itik agar mau makan  terus menerus. Dengan begitu kita bisa melihat mana saja itik peking yang kurang sehat atau kalah bersaing, segera dapat dipindahkan ke petak tersendiri (karantina).

  • Hingga 2 minggu, pakan harus dari pabrik yang sesuai dengan standart yaitu 511/BR 1 atau yang setara.
  • Minum tetap menggunakan larutan SOC HCS seperti di atas (selama makan pakan buatan pabrik)
  • Pada usia 15 – panen kita beri pakan campuran.
  • Formula pakan 40 % concertrat, dan 60 % buatan sendiri dengan difermentasi menggunakan probitik SOC HSC.
  • Pemberian pakan dalam 1 hari adalah 3 kali, yaitu jam 7, 12, 4.
  • Tempat pakan harus dicuci hingga bersih dan dikeringkan sebelum digunakan kembali

Kata kunci pilihan:

bebek peking,soc hcs untuk bebek,bebek,ternak bebek peking,pakan bebek pedaging buatan sendiri,budidaya bebek peking,cara ternak bebek peking,pakan bebek peking,hcs ternak bebek,ternak bebek pedaging pola hcs,campuran pakan bebek pedaging,pakan bebek pedaging,program hcs bebek,gambar bebek,Itik peking,ternak bebek peking jawa timur,gambar bebek peking,cara beternak bebek peking,Bebek hcs,ternak bebek peking di jawa tengah,Pakan bebek pola hcs,

Pak GURU beternak 52 ekor kambing cara MODERN HCS, tanpa NGARIT, tanpa ANGON, tanpa BAU

Kata kunci pilihan:

ternak kambing jawa tanpa ngarit,ternak kambing tanpa ngarit,ternak domba tanpa ngarit,program hcs kambing,cara ternak domba tanpa ngarit,pelihara kambing,cara ternak kambing tanpa ngarit,ternak kambing tanpa ngarit dan angon,beternak kambing tanpa ngarit,cara beternak kambing tanpa ngarit,Budidaya kambing tanpa ngarit,beternak domba tanpa ngarit,pelihara kambing tanpa ngarit,Ternak sapi tanpa ngarit,pakan kambing tanpa ngarit,ngarit,ternak kambing tanpa ngarit tanpa angon,ternak tanpa ngarit,memelihara kambing tanpa ngarit,HCS magetan,ternak kambing tanpa angon,