Bekerja di perusahaan terkenal di Jawa Timur sebagai Direktur Produksi Jawa Pos tidaklah membuat Bapak Akhmad Junaidi berbangga diri, Selama 24 tahun beliau mengabdi di anak Perusahaan Jawa Pos hingga mencapai posisi puncak karir sebagai Direktur produksi tidaklah begitu mudah, banyak liku dan tantangan yang dihadapinya terutama dilapangan karena dengan adanya kemajuan teknologi yang semakin canggih mengharuskan banyak belajar dari segala segi agar tidak tertinggal karena untuk mencapai posisi sebagai’ Direktur membutuhkan sebuah proses yang tidak mudah….untuk itu beliau punya target khusus bahwa suatu saat kelak harus punya usaha sendiri agar merasa nyaman,selalu dekat dengan keluarga, bisa membantu saudara dan sesama yang membutuhkan,sungguh mulia.

Setelah sekian tahun berusaha dan berupaya namun belum ada gambaran apa yang harus dilakukan dan dikerjakan semua dijalani dengan harapan doanya bisa diijabahi….dan jawaban itu terlaksana, suatu ketika saat makan siang bersama sahabatnya secara tidak sengaja bertemu dengan Bapak Wahyudi,SE sambil menikmati makanan kenalkannya

program HCS mulai dari visi misi itupun tampa sengaja,singkat cerita sejak saat perkenalan itu dengan segala upaya selalu dikontaknya disela­sela kerja,akhirnya bermitra dan laming setiap hari sabtu mengadakan sosialisasi dikantor, beberapa sahabat dan anak buahnya yang bermitra … Alhamdulillah

Sejak saat itu beliau getol dengan Hcs organik semua produk diaplikasikan mulai bertani, beternak, berkebun dan yang terjadi adalah 3 bulan setelah bermitra dengan HCS beliau mengajukan pensiun dini pada perusahaan yang membesarkan namanya yaitu Jawa Pos agar lebih fokus ujar beliau…namun tidaklah mudah karena ternyata tidak diijinkan, setelah melalui proses yang panjang dikabulkanlah permintaannya gaji yang besar jabatan yang menyenangkan ditinggal begitu saja….padahal banyak yang menginginkannya … beliau selalu mengutip ungkapan Almarhum Om Bob Sadino … Setinggi apapun jabatan kita diperusahaan /ditempat kerja kita tetap sebagai karyawan tapi sekecil apapun usaha yang kita miliki kita sebagai bos nya…

Dimulai dari kambing, bebek dan ayam serta bertani padi belumlah merasa puas, lebih dari 80 ekor kambing, Boer, Etawa, PE dan Gibas dimilikinya, karena kedekatanya dengan Bapak Wahyudi,SE beliau dikenalkan banyak konsep bertani dan beternak yang sangat luas ala HCS hingga suatu ketika dikenalkan dengan Cacing Lumbricus Rubellus … belajar bersama dengan metode pendidikan terbatas dengan modal nekat dimulainya dengan hasil gagal pada awalnya mencoba gagal adalah lebih baik daripada tidak melakukan sama sekali ujar beliau, memulai ulang dengan 4 kwintal bibit cacing F1 langsung dikandang pertama seluas 5 X 12 kini tiap minggu bisa panen diatas 2 kwintal bahkan beberapa bulan kedepan bisa lebih…Alhamdulillah…ujar beliau dengan senyum ramahnya bahkan permintaan bibit sangat luar biasa sampai kekurangan, dengan ketekunan dan cara pelayanan yang menyenangkan kini setidaknya ada 2 kandang cacing yang dimilikinya dan tiap minggunya mengalir rupiah terns menerus, karena sekali beli bibit bisa panen berulang-ulang kalau harga bibit cacing kisaran antara Rp 50.000 sampai Rp 80.000 bisa dipastikan berapa rupiah… tentunya ini bisa dijadikan alternative usaha kedepan karena permintaan kebutuhan cacing Lumbricus Rubellus sangat tinggi, memulai usaha tidak harus dari jumlah besar.

Apa itu Cacing Lumbricus Rubellus?

Tiada lain adalah cacing tanah merah, binatang tanah yang tidak bertulang yang mempunyai banyak manfaatnya, sering disebut agen penyubur tanah karena dimana terdapat cacing maka disitu bisa dipastikan tanahnya gembur atau subur karena bisa mengurai, mempunyai protein yang sangat tinggi sehingga dimanfaatkan untuk makanan ternak pengganti bisa dibuat pelet sebagai makanan udang, ikan, bebek ayam dll, dibidang farmasi bermanfaatkan untuk beberapa penyakit tifus dan yang tidak kalah penting adalah dinegara-negara maju cacing ternyata bisa dimanfaatkan untuk perawatan kecantikan.

Cara Beternak Cacing Lumbricus Rubellus

Menurut Bapak Akhmad Junaidi tidaklah sulit yang diperlukan untuk memulai usaha cacing adalah :

1.    Bibit: usahakan yang F1 ini yang paling utama untuk mengetahuinya dikonsultasikan karena salah pemilihan bibit hasilnya kurang memuaskan

2.    Rumah cacing: bisa berupah Jedingan, sistim kotak/rak, memanfaatkan limbah bekas seperti baleho, sak yang tidak terpakai, besek, kotak plastik dll.

3.    Media: Syarat utamanya adalah gembur, organik, lunak contohnya Log jamur, grajen, cocopit, humus, cacahan gedebok, jerami padi dll.

4.    Pakan : limbah organic rumah tangga/ sisa makanan, limbah organic home industri/ ampas tahu, limbah organic peternakan/ rumen atau kotoran ternak tapi yang ini beliau tidak menganjurkan agar bibitnya nanti tetap bagus, dan limbah organic pertanian sayuran dll.

5.    Pemberian Pakan :

a.    Diberikan langsung yaitu dengan cara makanan yang ada langsung ditabur

b.    Dibusukkan lalu diberikan

c.    Difermentasi yaitu dengan mencampurkan bahan pakan difermentasi dengan air dan tetes tebu serta SOC

HAMA

Karena Cacing binatang yang kecil yang hidupnya ada dimedia, maka tidak menjaga kemungkinan ada binatang lain yang mengintainya sebagai kompetitornya semisal, semut, kutu, orong-orong, rayap dll, atau predator, cecak, tikus, kadal, ayam, bebek dll cara menanggulanginya adalah jaga kebersihan lingkungan, untuk semut dikasih kapur pada anak panggung.

PANEN

Tujuan akhir dari beternak adalah panennya bagaimana? Dengan menggunakan produk HCS SOC (Suplemen Organik Cair) ternyata perkembangan cacing sangat luar biasa menurut teori panen cacing bisa dilaksanakan setelah 4-6 bulan, ternyata bisa dilakukan tiap bulan bahkan tiap minggu seperti yang dilakukan Pak Akmad Junaidi, untuk menjual hasil panennya tidaklah sulit karena sudah terbentuk koperasinya, yang terpenting adalah pada saat panen cacing diambil 25%-50% dari jumlah cacing yang ada, ukurannya bebas. Yang luar biasa adalah media cacingnya atau kascing(bekas cacing) bisa dijadikan pupuk langsung atau diolah jadi bokasi serta media basahnya /urinnya bisa dimanfaatkan langsung sebagai POC atau Pupuk Organik Cair

Kini selain memiliki 2 kandang akan dibangun kandang berikutnya yang lebih baik dari sebelumnya, selain itu Pak Junaidi memiliki plasma yang tersebar sampai ke Madura….GO SUCCESS!!!!

Ternak kambing tanpa ngarit tanpa angon diperkenalkan oleh komunitas mitra HCS Indonesia. Tidak seperti peternakan konvensional, budidaya kambing pola HCS ini mengusung metode modern. Di mana pemenuhan pakan ternak kambing atau domba tidak dicari dengan cara ngarit. Melainkan pakan fermentasi yang mampu bertahan bertahun-tahun.

Ngarit dan angon, keduanya berasal dari bahasa Jawa. Ngarit artinya menyabit rumput. Sedangkan angon berarti mengembala. Jadi, ternak kambing tanpa ngarit tanpa angon maksudnya adalah usaha budidaya kambing atau domba sedemikian rupa sehingga peternak tidak setiap hari mencarikan rumput untuk piaraannya. Di samping itu, peternak juga tidak perlu repot-repot mengembalakan kambing tiap hari.

Dengan metode ternak modern ini, seseorang bisa saja beternak ribuan kambing tanpa rumput. Sehingga, meski di musim kemarau pun, ternak kambing tetap jalan terus.

TERNAK KAMBING TANPA NGARIT Tanpa Angon

Kandang untuk Ternak Kambing tanpa Ngarit tanpa Angon

Karena kambing selalu berada dalam kandang, maka kondisi kandang harus selalu bersih. Apa mungkin? Sangat mungkin. Cara pembuatan kandang harus diperhatikan. Ternak kambing tanpa ngarit tanpa angon menuntut model kandang panggung. Ini syarat mutlak untuk kandang. Jika tidak, peternak akan dibikin repot tiap hari membersihkan kandang agar kotoran tidak berbaur dengan ternak.

Kandang kambing bentuk panggung dimaksudkan agar kotoran jatuh ke bawah. Sehingga bulu dan badan kambing tidak belepotan kotoran yang sangat mungkin menimbulkan penyakit. Dengan begitu, meski kambing-kambing terus berada dalam kandang berbulan-bulan tanpa diangon pun tidak jadi masalah.

Makanan untuk Ternak kambing tanpa ngarit tanpa angon

Karena peternak menyandang gelar tidak ngarit dan tidak angon, sementara kambing harus tetap terpenuhi makan dan minumnya, maka solusinya ada pada pakan fermentasi. Pola HCS mengajarkan pembuatan pakan fermentasi dengan memanfaatkan limbah pertanian dan daun-daunan yang ada di sekitar. Semua bahan yang tersedia diolah dengan cara fermentasi menggunakan suplemen organik cair, biasa disebut SOC.

Pembuatan pakan fermentasi dengan SOC HCS memakan waktu paling cepat 1 hari. Peternak bisa menimbun pakan fermentasi sebanyak yang ia mampu. Tidak perlu khawatir akan kehabisan pakan lagi. Cukup sekali bikin pakan fermentasi dan bisa ditimbun di tempat aman. Ambil secukupnya tiap hari untuk disuguhkan ke ternak kambing atau domba.

Di bagian lain dari artikel di website ProgramHCS.com ini dikisahkan bagaimana seorang ibu rumah tangga bisa Ternak kambing tanpa ngarit tanpa angon. Beliau memiliki 75 ekor kambing. Pastinya, beliau tidak perlu kesana kemari mencari rumput (ngarit). Karena sudah tersedia timbunan pakan hasil fermentasi dengan menggunakan SOC HCS.

Video Ternak Kambing Tanpa Ngarit Tanpa Angon Modern dan Mudah Berkat Teknologi SOC HCS

Manfaat Teknologi SOC HCS Ternak Kambing antara lain

  1. Tanpa Ngarit atau mencari rumput tiap hari
  2. Tanpa Angon. Ternak kambing jaman sekarang sudah Modern dan Mudah tidak perlu dikembalakan (angon) seperti dulu lagi
  3. Pertumbuhan lebih cepat dibanding ternak kambing konvensional
  4. Cocok untuk scaling (bisnis peternakan kambing skala lebih besar)
  5. Pakan organik dari fermentasi SOC  Sehingga kotoran tidak bau.

 

Mitra HCS ini Bisa Menghandel 600 ekor Ternak kambing tanpa ngarit

Panggilan akrabnya Pak Jek. Beliau pemilik usaha aqiqah dan qurban. Setiap tahun menghadapi hari raya Idul Adha, beliau menyiapkan tak kurang dari 600 ekor kambing atau domba dan ratusan ekor sapi. Tak terbayang jika pemenuhan pakan ternak sebanyak itu harus ngarit mencari rumput.

Alhamdulillah, beliau menemukan solusi beternak kambing tanpa ngarit tanpa angon pola HCS. Sehingga beliau bisa lebih fokus pada pemasaran hewan ternak saja. Untuk pakan, semua sudah menggunakan pakan fermentasi.

Sebelumnya, pria yang sudah lebih dari 18 tahun terjun di peternakan ini selalu mencari tenaga “NGARIT” untuk persiapan hari raya kurban. Mau tau biaya petugas ngaritnya? Gak banyak, cuma 40 juta saja selama 4 bulan menjelang Idul Adha.

Setelah mengenal cara ternak kambing Tanpa Ngarit dan Tanpa Angon, Pak Jek bisa memangkas biaya petugas pencari rumput. Dengan demikian, keuntungan semakin nyata peningkatannya. Lebih dari itu, pakan fermentasi mampu meredam bau tidak sedap dari kotoran hewan. Dan, feses / urine dari ternaknya bisa langsung dijadikan pupuk tanaman.

 

TERNAK KAMBING TANPA NGARIT dan Angon
Yuk bergabung jadi mitra HCS Nusantara dan ikuti pelatihan ternak kambing tanpa ngarit rumput dan tanpa angon. Klik tombol DAFTAR berikut ini.

cara mendaftar menjadi mitra hcs

Apakah bisa beli Suplemen Organik Cair – SOC HCS saja (tanpa daftar jadi mitra HCS)?

Oo… Bisa sekali 🙂

Untuk mencoba SOC HCS untuk kambing bisa beli eceran 1-2 botol. Tidak harus masuk jadi mitra/member HCS.

Cara Bikin Fermentasi Ternak Kambing Tanpa Ngarit Tanpa Angon

Kami sudah menyediakan panduan membuat pakan fermentasi di bagian lain di website ini. Gunakan kotak pencarian untuk menemukannya.

Produk Terbaik untuk Ternak Kambing Tanpa Ngarit Tanpa Angon

Seperti telah disebutkan di atas, Ternak Kambing Tanpa Ngarit Tanpa Angon Pola HCS ini memanfaatkan sebuah suplemen. Namanya SOC. Info tentang produk ini bisa di lihat di halaman SUPLEMEN ORGANIK CAIR.

Pelihara Kambing Tanpa Ngarit Tanpa Angon >> Antusias masyarakat Indonesia untuk terjun di dunia peternakan sangat besar sekali. Khususnya bisnis budidaya kambing. Baik itu kambing jawa, domba (gibas), maupun etawa. Apalagi setelah Program HCS Indonesia mengkampanyekan pola baru. Yakni Ternak Kambing Tanpa Ngarit Tanpa Angon.

Pelihara Kambing Tanpa Ngarit

Data order SOC (Suplemen Organik Cair) HCS di website kami mengalami peningkatan signifikan dalam kurun waktu 2 tahun terakhir.

SOC adalah biangnya Pelihara Kambing Tanpa Ngarit Tanpa Angon. Berkat suplemen ternak yang diproduksi PT HCS ini, masyarakat peternak kambing tidak lagi direpotkan oleh kegiatan ngarit (mencari rumput).

Kami tampilkan video pelihara kambing Jawa tanpa ngarit menggunakan Suplemen Organik Cair (SOC).

Cara Pelihara Kambing Tanpa Ngarit Tanpa Angon

Kambing adalah salah satu hewan yang banyak diternakkan di Indonesia. Mengapa? Karena kambing, appun jenisnya, baik itu kambing jawa, domba atau gibas, merupakan hewan yang gampang dipelihara; dapat tumbuh dengan baik di daerah dengan hawa seperti Indonesia.

Oleh karena itu, para peternak senang dengan hewan yang satu itu. Sebab dengan begitu maka pertumbuhan kambing akan lebih cepat dan secara otomatis keuntungan yang akan didapat pun lebih cepat.

Sebenarnya, kunci untuk membuat kambing dapat tumbuh dengan baik dan maksimal, selain suhu pada daerah tersebut juga pakan yang diberikan. Pilihlah pakan organik yang aman dan tidak menimbulkan efek samping seperti pakan olahan dengan campuran bahan kimia.

Pakan organik yang dimaksud disini tentu saja berupa rumput segar. Namun, anda juga bisa mencoba memberikan pakan fermentasi pada kambing anda. Jika Anda sudah mahir membuat pakan seperti ini Anda tidak perlu lagi ngarit (mencari rumput) dan tidak perlu lagi angon (mengembala). Inilah kenapa sistem ternak modern ini dinamai pelihara kambing tanpa ngarit tanpa angon.

Tak ada yang perlu dikhawatirkan dengan pakan fermentasi ini. Karena pakan fermentasi juga tak kalah segar dan amannya. Terlebih jika anda mencampurkan SOC (Suplemen organik cair) di dalamnya. SOC yang merupakan bio organik ini mampu memberikan manfaat tambahan pada hewan ternak anda yang tak akan anda peroleh hanya dengan memberikan pakan segar.

Manfaat SOC untuk Pelihara Kambing Tanpa Ngarit Tanpa Angon

Berikut beberapa diantara manfaat Suplemen Organik Cair (SOC) HCS untuk kambing:

1.      Bagi anda yang menernakkan kambing jenis pedaging, SOC ini mampu menambah masa atau berat kambing dalam jangka waktu yang cepat. Sehingga kambing akan terlihat lebih besar dalam jangka waktu yang cepat pula.

2.      Sedangkan jika anda menernakkan jenis kambing penghasil susu, maka SOC mampu bekerja memaksimalkan hasil susu yang diproduksi kambing.

3.      Dua manfaat SOC yang sebelumnya tersebut bisa diperoleh karena SOC bekerja dengan cara menambah nafsu makan hewan ternak. Jadi, ketika hewan ternak memiliki nafsu makan yang tinggi dan jumlah pakan yang dikonsumsi pun lebih banyak secara otomatis tubuhnya akan cepat besar, serta kelenjar susunya pun akan tumbuh dengan baik.

4.      Tak sekedar gemuk dan menghasilkan daging dalam jumlah yang banyak, namun daging yang dihasilkan pun memiliki kualitas nomer satu. Begitupun dengan kualitas susu, tak sekedar banyak namun kandungan nutrisi dan kepekatan susu juga jauh lebih baik ketimbang kambing yang tak diberi pakan fermentasi dengan SOC.

5.      Selain mampu memaksimalkan hasil produksi kambing, SOC juga merupakan suplemen yang dapat meningkatkan daya tahan tubuh kambing terhadap serangan berbagai penyakit.

6.      Jika biasanya anda risih atau kurang nyaman dengan aroma kotoran kambing yang begitu menyengat, namun dengan memberikan pakan ferementasi yang dicampuri SOC ini kotoran yang dihasilkan tidak akan terlalu menyengat aromanya. Berkat SOC, Komunitas HCS berani pasang jargon pelihara kambing tanpa ngarit tanpa angon tanpa bau limbah.

7.      Jumlah kotoran yang dihasilkan juga tak begitu banyak, sebab SOC juga mampu melancarkan pencernaan hewan ternak dimana ketika pencernaan lancar maka setiap pakan yang dikonsumsi akan diolah dengan baik dan hanya akan menghasilkan sisa pencernaan (kotoran/fases) dalam jumlah yang sedikit.

Info Harga SOC HCS untuk kelinci klik: SUPLEMEN ORGANIK CAIR untuk Kambing.

7 manfaat Suplemen Organik Cair (SOC) tersebut dapat anda peroleh dengan memberikan pakan fermentasi pada kambing sebanyak 2 kali sehari. Lalu di mana bisa mendapatkan pakan fermentasi tersebut?

Sayangnya pakan fermentasi ini hanya bisa anda buat sendiri. Meskipun begitu anda tak perlu resah karena bahan yang dibutuhkan serta cara atau proses pembuatannya sangat mudah. Anda bisa menggunakan salah satu limbah pertanian yaitu berupa jerami.

Pakan Fermentasi Untuk Pelihara Kambing Tanpa Ngarit Tanpa Angon

Limbah yang merupakan batangan padi ini memiliki kandungan nutrisi yang cukup lengkap. Sehingga sangat baik untuk pertumbuhan kambing. Selain itu, jerami juga cukup disenangi oleh kambing sehingga hal ini bisa menambah nafsu makan kambing.

Berikut ini bahan-bahan yang anda butuhkan untuk membuat pakan fermentasi untuk kambing dengan menggunakan bahan utama jerami.

1.      Jerami dengan banyak 1000 kg atau bisa kurang/lebih.

2.      Larutan gula yang dapat dibuat dengan mendidihkan gula hingga menjadi karamel, kemudian ketika sedang mendidih gula disiram air dan tunggu hingga mendidih lagi dan gula larut dalam air tersebut. Karena cukup berbahaya, sebaiknya anda berhati-hati ketika menuangkan air di atas lelehan gula atau karamel. Namun bagi anda yang ingin lebih praktis, bisa membeli tetes tebu. Yaitu sisa proses pembuatan gula dimana bentuknya menyerupai karamel. Dan untuk menggunakan tetes tebu ini anda hanya perlu mencampurkannya dengan air saja.

3.      Bahan terakhir yang anda butuhkan yaitu bio oraganik SOC HCS.

Nah jika semua bahan sudah disiapkan semua, berikutnya siapkan alat untuk proses fermentasi pakan. Alat yang dibutuhkan yaitu terpal dan kantung plastik yang berukuran besar.

Gunakan terpal sebagai tempat mencampurkan jerami dan larutan gula serta SOC. Kemudian kantung plastik berukuran besar digunakan untuk mendiamkan jerami yang sudah dicampuri larutan gula serta SOC.

Kemudian berlanjut ke tahap pembuatan yang terdiri dari beberapa langkah yaitu,

1.      Langkah pertama yang harus anda lakukan adalah dengan memotong-motong jerami menjadi kecil-kecil (panjang sekitar 5 cm atau bisa kurang/lebih). Tujuan mengapa jerami harus dipotong-potong yaitu agar dapat dicerna oleh kambing dengan lebih maksimal.

2.      Kemudian campurkan larutan gula dan SOC. Untuk takarannya sendiri anda bisa membandingkan 2 tutup botol SOC dicampurkan dengan sekitar 15 liter larutan gula atau molase.

3.      Setelah itu semprotkan larutan yang terdiri dari air gula dan SOC tersebut di atas potongan jerami kering. Karena keadaan jerami yang masih kering, injak-injak jerami agar larutan gula dan SOC dapat meresap dengan sempurna.

4.      Kemudian masukkan jerami yang sudah dicampuri larutan gula dan SOC tersebut ke dalam kantung plastik besar yang sudah disiapkan sebelumnya.

5.      Tutup rapat plastik hingga kedap udara. Mengapa harus kedap udara? Karena bakteri yang akan membuat jerami terfermentasi akan tumbuh dengan baik ketika berada di ruang atau tempat yang hampa udara.

6.      Diamkan jerami dalam plastik selama 1 hari 1 malam (24 jam minimal. Namun, waktu yang terbaik agar hasil maksimal adalah 7 hari.

Waktu fermentasi yang dibutuhkan untuk jerami ini memang jauh lebih lama jika dibandingkan dengan pakan fermentasi dengan bahan lain seperti gedebog pisang ataupun limbah berupa dedaunan.

Sebab, jerami yang sangat kering akan menyebabkan larutan gula dan SOC meresap lebih lambat. Selain itu, bakteri yang dibutuhkan juga jauh lebih banyak sehingga waktu yang dibutuhkan otomatis harus lebih lama.

Nah karena anda membuat pakan fermentasi ini dalam jumlah yang cukup banyak, dan mungkin tak habis dalam satu kali pemberian anda bisa mendiamkan pakan fermentasi ini lagi hingga beberapa bulan. Asalkan didiamkan dalam ruang tertutup atau dalam kantung plastik yang rapat.

Bagaimana, anda tertarik untuk membuat sendiri pakan fermentasi sehat ini? Jika jerami bisa anda peroleh dari petani sekitar, bahan yang mungkin harus anda cari di toko pertanian adalah SOC.

Akan tetapi bagi anda yang tinggal di pedesaan dan enggan pergi ke kota untuk mendapatkan SOC ini, anda bisa membelinya secara online. Selain lebih mudah proses transaksinya, ketika anda membeli secara online barang pun akan diantar sampai ke tujuan.

Info Harga SOC HCS untuk kelinci klik: SUPLEMEN ORGANIK CAIR untuk Ternak Kambing Tanpa Angon.

Tak cukup disitu, anda juga akan mendapatkan keuntungan lebih jika membeli online, yaitu harga produk yang lebih miring. Selamat dan sukses untuk pelihara kambing tanpa ngarit tanpa angon.

Kata kunci pilihan:

cara pelihara kambing yang baik,

Tips Ternak Kambing kali ini berasal dari seorang pahlawan tanpa tanda jasa alias pak guru. Karena kemudahan pelihara kambing yang tanpa ngarit, tanpa angon, memungkinkan beliau menekuni usaha ini selepas mengajar dari sekolah.

Tips Ternak Kambing
Pak Guru Samar sedang memberi makan kambing gibasnya sambil berbagi tips ternak kambing buat pemula

Ketika diwawancarai, Pak Guru yang bernama Samar ini sedang memberi makan kambing-kambingnya. Tak tanggung-tanggung, pak guru beternak 52 ekor kambing sekaligus. Semuanya ditempatkan di kandang panggung. Bagaimana tips ternak kambing pak guru sehingga dinamakan tanpa ngarit dan tanpa angon?

Tips Ternak Kambing Modern dengan Pakan Fermentasi

Kunci sukses peternakan kambing domba beliau ada pada PAKAN. Beliau memberi pakan fermentasi pada kambing / domba peliharaannya. Jadi, beliau sudah menerapkan cara modern dalam beternak kambing. Bukan lagi cara konvensional di mana peternak harus cari rumput (ngarit), atau mengembalakan kambing (angon) di padang rumput.

Tips Sukses Ternak Kambing

Apa tidak rugi kalau menggunakan pakan fermentasi?

Coba simak tips ternak kambing beliau di video di bawah ini. Tampak jelas sekali bahwa pakan kambing domba yang diberikan bukan berasal dari bahan mahal. Melainkan dari limbah pertanian yang sudah terbuang. Seperti kulit singkong, kulit jagung, jerami, dll. Campur-campur alias gado-gado.

Agar kambing mau makan limbah pertanian, bahan-bahan tadi harus difermentasi terlebih dahulu. Pakan fermentasi untuk kambing Jawa maupun gibas bisa ditimbun untuk beberapa bulan. Inilah tips sukses ternak kambing beliau sehingga tidak perlu mencari rumput setiap hari. Sekali bikin pakan fermentasi dibanyakin lalu ditimbun. Setiap harinya, beliau dibantu anggota keluarga yang lain tinggal ambil secukupnya dari timbunan pakan untuk diberikan kepada kambing-kambingnya.

Tips Sukses Ternak Kambing Tanpa Ngarit, Tanpa Angon

52 ekor kambing bisa dihandle oleh beliau dan anak-anaknya. Padahal, di pagi hari hingga jam 1 siang, beliau punya kesibukan mengajar di kelas. Andaikan menganut cara ternak kambing konvensional pasti tidak mungkin.

Tips Ternak Kambing untuk pemula

Bentuk kandang kambing diatur sedemikian rupa sehingga kotoran terpisah dan kondisi kambing bersih. Kambing merasa nyaman. Pemilik ternak pun senang karena terbebas dari bau.

Tips penting yang tidak boleh dilupakan dalam beternak kambing adalah proses pembuatan pakan fermentasi.

Baca juga Tips Cara Sukses Ternak Pemula ala Ibu2 di:

Ibu Hajjah Ternak 75 ekor Kambing Tanpa Rumput, Tanpa Angon

Pak guru Samar, dalam proses pembuatan pakan fermentasi tidak sembarangan memilih fermentor (obat fermentasi). Tak mau main-main dengan hal yang satu ini, beliau memilih suplemen organik sebagai fermentor. Pilihan beliau jatuh pada SOC (suplemen organik cair) dari PT HCS.

Tips Ternak Kambing: Gunakan Suplemen Organik Cair – SOC HCS

SOC sendiri merupakan suplemen organik cair yang memberikan berbagai manfaat untuk hewan ternak, dalam hal ini kambing yaitu baik kambing pedaging maupun kambing yang hanya diambil susunya saja.

Seperti nama produknya sendiri, yaitu SOC (suplemen organik cair) yang menandakan bahwa produk ini terbuat dari 100% bahan alami. Sehingga anda tak perlu khawatir jika produk ini akan membahayakan kesehatan hewan ternak anda. Yang ada justru berbagai manfaat yang tak bisa anda peroleh dari pakan segar malah bisa anda peroleh dengan membuat pakan fermentasi menggunakan SOC ini.

Tips Ternak Kambing lainnya:

  1. Solusi Kambing Tidak Mau Makan Pakan Fermentasi SOC HCS
  2. APAKAH PAKAN FERMENTASI POLA SOC HCS BIKIN KAMBING (DOMBA) MANDUL / MAJER?

  3. Proses Pembuatan Pakan Fermentasi Kangkung (Ternak Kambing Modern)

SOC Suplemen Organik Cair untuk Kambing
SOC HCS untuk Ternak Kambing Modern Tanpa Ngarit, tanpa angon dan tanpa bau kotoran

Manfaat SOC HCS untuk Ternak Kambing/Domba

Nah, sebenarnya apa sajakah manfaat SOC untuk hewan ternak kambing? Berikut beberapa diantaranya.

  1. Dapat membantu memperbaiki sistem pencernaan pada hewan ternak. Sehingga setiap makanan yang diberikan dapat diolah dengan maksimal. Dengan begitu, secara otomatis maka pakan tersebut akan dibentuk menjadi energi dan daging yang kemudian membuat kambing menjadi lebih cepat gemuk.
  2. SOC juga dapat meningkatkan level kualitas dan kuantitas hasil produksi ternak. Ya, tak hanya kuantitas yang berupa jumlah daging dan susu yang dihasilkan menjadi lebih banyak. Namun juga kualitas daging dan susu yang dihasilkan lebih baik. Dalam hal ini untuk daging sendiri akan menjadi lebih padat dan jarang terdapat selaput lemak. Sedangkan untuk susu akan lebih baik dalam segi nutrisi dan kekentalannya.
  3. Nah manfaat yang berikutnya ini akan sangat membantu hewan ternak kambing anda menjadi sangat cepat gemuk, dimana SOC juga dapat meningkatkan nafsu makan hewan ternak anda.
  4. Manfaat berikutnya yaitu untuk menurunkan kadar kolesterol. Ya, tak hanya manusia, kambing pun berpotensi memiliki kadar kolesterol tinggi. Yang apabila kambing tersebut dikonsumsi manusia maka kolesterol di dalamnya akan berpindah ke tubuh manusia. Al hasil dapat mengganggu kesehatan anda bukan?
  5. Selain dapat membuat kambing menjadi lebih gemuk, SOC juga mampu membuat kambing lebih kebal terhadap berbagai serangan penyakit. Hal ini karena SOC mampu meningkatkan daya imun pada kambing.

Jika anda biasanya enggan merawat kambing karena bau kotorannya yang sangat menyengat, namun dengan menggunakan SOC anda tak perlu mempermasalahkan hal itu lagi, sebab SOC juga dapat mengurangi bau tak sedap pada kotoran kambing.

Tips Ternak Kambing Pemula – untuk info Harga SOC HCS dan Belinya klik: SUPLEMEN ORGANIK CAIR – SOC HCS.

[VIDEO] Tips Sukses Ternak Kambing Tanpa Ngarit, Tanpa Angon


Semoga Tips Ternak Kambing Gibas dari pak guru Samar kali ini bisa menginspirasi para pemula agar sukses di bisnis budidaya kambing pola modern.

Kata kunci pilihan:

pakan domba selain rumput,https://programhcs com/tips-ternak-kambing-tanpa-ngarit/,pakan domba tanpa rumput,makanan kambing selain rumput,ternak kambing tanpa kandang,

“Cara Membuat Pakan Fermentasi Basah Untuk Kambing Dengan SOC atau Suplemen Organik Cair dari HCS. Pengolahan pakan di sini ada 2 (dua); fermentasi basah dan kering. Yang akan kita bahas di sini adalah cara bikin pakan fermentasi basah.”

Untuk proses pembuatan pakan fermentasi kering silakan baca: Cara Membuat Pakan Fermentasi Kambing dari Jerami Padi Kering

==================

Di Indonesia, kambing merupakan salah satu binatang yang banyak diternakkan. Selain, perawatannya yang mudah, nilai jual kambing juga cukup tinggi sehingga tak heran jika banyak masyarakat yang senang budidaya ternak binatang yang satu ini.

Binatang yang juga banyak digunakan sebagai hewan kurban ketika hari raya Idul Adha ini pun terdiri dari berbagai macam jenis, mulai dari kambing lokal yang ukurannya tak begitu besar dan harga jualnya yang hanya berkisar 1-5 juta, hingga kambing etawa yang ukurannya lebih besar serta harganya yang berkali-kali lipat. Bahkan di beberapa tempat sempat terdapat kambing etawa dengan harga jual mencapai ratusan juta.

Sama seperti hewan ternak lainnya, kambing pun ada yang merupakan kambing pedaging dan kambing yang diambil susunya saja. Namun dari kedua perbedaan tersebut, pada dasarnya perawatannya hampir sama, khususnya pada pakan yang diberikan.

Untuk menjaga kualitas daging dan susu yang dihasilkan dari kambing peliharaan anda, baiknya tak hanya pakan berupa rumput segar saja. Namun pemberian pakan fermentasi juga sangat dianjurkan. Sebab, pakan fermentasi ini justru sebenarnya memiliki manfaat yang lebih baik, apa lagi jika pembuatannya menggunakan suplemen khusus yang sudah banyak beredar di pasaran.

Salah satu vitamin atau suplemen ternak yang bagus saat ini adalah Suplemen Organik Cair atau SOC. Fermentor (obat fermentasi) ini diproduksi oleh PT HCS.

Cara Membuat Pakan Fermentasi Basah Untuk Kambing Dengan SOC

Sekilas tentang Suplemen Organik Cair (SOC)

SOC sendiri merupakan suplemen organik cair yang memberikan berbagai manfaat untuk hewan ternak, dalam hal ini kambing yaitu baik kambing pedaging maupun kambing yang hanya diambil susunya saja.

Seperti nama produknya sendiri, yaitu SOC (suplemen organik cair) yang menandakan bahwa produk ini terbuat dari 100% bahan alami. Sehingga anda tak perlu khawatir jika produk ini akan membahayakan kesehatan hewan ternak anda. Yang ada justru berbagai manfaat yang tak bisa anda peroleh dari pakan segar malah bisa anda peroleh dengan membuat pakan fermentasi menggunakan SOC ini.

Manfaat dan Kegunaan Suplemen Organik Cair (SOC) HCS

Nah, sebenarnya apa sajakah manfaat SOC untuk hewan ternak kambing? Berikut beberapa diantaranya.

  1. Dapat membantu memperbaiki sistem pencernaan pada hewan ternak. Sehingga setiap makanan yang diberikan dapat diolah dengan maksimal. Dengan begitu, secara otomatis maka pakan tersebut akan dibentuk menjadi energi dan daging yang kemudian membuat kambing menjadi lebih cepat gemuk.
  2. SOC juga dapat meningkatkan level kualitas dan kuantitas hasil produksi ternak. Ya, tak hanya kuantitas yang berupa jumlah daging dan susu yang dihasilkan menjadi lebih banyak. Namun juga kualitas daging dan susu yang dihasilkan lebih baik. Dalam hal ini untuk daging sendiri akan menjadi lebih padat dan jarang terdapat selaput lemak. Sedangkan untuk susu akan lebih baik dalam segi nutrisi dan kekentalannya.
  3. Nah manfaat yang berikutnya ini akan sangat membantu hewan ternak kambing anda menjadi sangat cepat gemuk, dimana SOC juga dapat meningkatkan nafsu makan hewan ternak anda.
  4. Manfaat berikutnya yaitu untuk menurunkan kadar kolesterol. Ya, tak hanya manusia, kambing pun berpotensi memiliki kadar kolesterol tinggi. Yang apabila kambing tersebut dikonsumsi manusia maka kolesterol di dalamnya akan berpindah ke tubuh manusia. Al hasil dapat mengganggu kesehatan anda bukan?
  5. Selain dapat membuat kambing menjadi lebih gemuk, SOC juga mampu membuat kambing lebih kebal terhadap berbagai serangan penyakit. Hal ini karena SOC mampu meningkatkan daya imun pada kambing.
  6. Jika anda biasanya enggan merawat kambing karena bau kotorannya yang sangat menyengat, namun dengan menggunakan SOC anda tak perlu mempermasalahkan hal itu lagi, sebab SOC juga dapat mengurangi bau tak sedap pada kotoran kambing

Sangat beragam bukan manfaat yang akan anda peroleh nantinya dengan membuat pakan fermentasi dari SOC HCS? Nah setelah mengetahui manfaat SOC untuk hewan ternak, kemudian yang wajib anda ketahui adalah cara pembuatan pakan fermentasi untuk kambing dengan menggunakan bahan campuran SOC.

Baca juga: Cara Membuat Pakan Fermentasi Kambing dari Gedebog Batang Pohon Pisang

Cara Membuat Pakan Fermentasi Basah Untuk Kambing Dengan SOC HCS

Untuk memulai membuat pakan fermentasi menggunakan SOC HCS ini, pertama-tama yang harus anda lakukan adalah dengan menyiapkan bahan-bahan yang akan digunakan, antara lain terdiri dari:

1.      Limbah pertanian, dapat berupa gabah padi, gedebog pisang maupun dedaunan. Usahakan anda menimbang limbah pertanian ini seberat 100 kg.

2.      Siapkan pula katul atau dedak. Untuk jenisnya bisa basah maupun kering seberat 3 kg. Meskipun untuk pemakaian dedak kering lebih baik, namun dedak basah pun tak masalah karena nantinya bahan-bahan ini juga akan dicampurkan dengan air.

3.      Bahan lain yang dibutuhkan yaitu ampas tahu seberat 15 kg. Untuk ampas tahu ini cukup wajib, karena meskipun sudah berupa limbah namun kandungan protein di dalamnya bisa terbilang masih tinggi.

4.      Siapkan pula garam seberat ¼ kg. Ingat pilih garam yang mengandung yodium.

5.      Bahan berikutnya yaitu gula pasir yang kemudian diolah dengan cara direbus hingga berbentuk karamel, kemudian campurkan air ke dalamnya. Rebus lagi tanpa mengaduknya hingga karamel larut dalam air. Ingat untuk pembuatan cairan ini anda harus berhati-hati karena ketika mendidih uap yang dihasilkan gula sangat panas. Nah untuk lebih praktisnya anda bisa menggunakan tetes tebu, yaitu limbah dari proses pembuatan gula.

6.      Bahan terpenting yang tak boleh anda lupakan adalah SOC.

7.      Siapkan pula air, kira-kira 1 liter saja.

Ketika semua bahan sudah anda siapkan, kemudian siapkan alat untuk fermentasi yang dapat berupa ember besar yang lengkap dengan tutup, atau bisa juga menggunakan plastik besar ataupun alat lainnya yang bisa kedap udara.

Baca juga: Cara Bikin Pakan Fermentasi SOC Ternak Domba 1 Jam Jadi

Langkah Pembuatan Pakan Fermentasi Basah Untuk Kambing Dengan SOC

Setelah itu, baru ke tahap pembuatan pakan fermentasi dengan SOC untuk hewan ternak kambing, berikut langkah-langkahnya.

1.      Langkah pertama yang harus anda lakukan adalah dengan mencincang (mencacah) limbah pertanian hingga berukuran kecil. Hal ini dimaksudkan agar pakan lebih mudah dicerna hewan ternak serta proses fermentasi dapat berjalan lebih maksimal.

2.      Setelah itu, campurkan bahan yang sudah dicincang dengan ampas tahu serta bekatul. Aduk semua bahan hingga tercampur rata.

3.      Di wadah lain, anda bisa mencampurkan gula atau tetes tebu dengan air yang sudah disiapkan tadi. Jangan lupa juga untuk mencampurkan SOC pada larutan ini. Kemudian diamkan selam kurang lebih 20 menit baru bisa dicampurkan ke bahan lain.

4.      Jika larutan sudah didiamkan selama kurang lebih 20 menit, kemudian siramkan larutan tersebut pada bahan-bahan yang sudah dicampurkan tadi.

5.      Pada saat yang sama, taburkan pula garam di atasnya. Kemudian aduk semua bahan hingga rata.

6.      Langkah berikutnya adalah dengan memasukkan bahan-bahan tersebut ke plastik dan menutupnya rapat. Diamkan bahan-bahan ini dalam ruang hampa udara selama 1-3 jam agar proses fermentasi berlangsung dengan baik.

7.      Setelah 1-3 jam, anda bisa langsung memberikan pakan fermentasi kambing dengan campuran SOC ini pada hewan ternak.

Cara Membuat Pakan Fermentasi Basah Untuk Kambing Dengan SOC

Baca juga: Proses Pembuatan Pakan Fermentasi Kangkung (Ternak Kambing Modern)

Kata kunci pilihan:

cara fermentasi rumput basah,fermentasi rumput segar,cara membuat fermentasi rumput basah,fermentasi rumput,cara fermentasi jerami basah,cara fermentasi rumput,fermentasi rumput basah,cara fermentasi rumput basah agar tahan lama,

Semasa kecil saya dulu tak pernah membayangkan akan ada budidaya / ternak ikan lele di kolam terpal. Karena yang ada dulu itu ya, klo budidaya lele pasti mencangkuli tanah membuat kolam (joblangan klo dalam bahasa Jawa). Tapi…. hemmm… orang sekarang akalnya pada pinter-pinter. Teknologi semakin maju. Sehingga budidaya / ternak ikan lele di kolam terpal menjadi sebuah peluang usaha yang dilirik banyak orang. Subhanallah!

Cara Ternak Ikan Lele di Kolam Terpal Lengkap untuk Pemula

Kini menjamur di sana-sini pebisnis budidaya dengan teknologi tepat guna. Ada yang mengembangkan dalam bercocok tanam (pepohonan), ada penemuan-penemuan di bidang perikanan, dan sebagian lainnya di dunia peternakan. Budidaya ini selain melestarikan apa yang dibudidaya agar tetap ada dan terjaga, juga dijadikan lahan pemasukan dana dalam bidang bisnis. Maraknya budidaya juga menjalar ke jenis #ikan lele. Dewasa ini, banyak ditemui pebisnis budidaya lele yang tersebar di banyak tempat tanpa perlu membutuhkan ruang yang luas. Yakni budidaya / ternak ikan lele di kolam terpal.

Kenali Jenis Lele Sebelum Mulai Bisnisnya

Lele merupakan jenis ikan yang memiliki tubuh licin dan pipih memanjang. Lele juga dikenal dengan patilnya seperti kumis panjang di area sekitar mulutnya. Nama lele sendiri untuk masing-masing daerah berbeda-beda. Misalnya, di daerah Sumatera Barat ikan lele disebut sebagai ikan kalang, ikan keli untuk Malaysia, ikan penang di Kalimantan Timur, ikan cepi di Sulawesi Selatan, dan lain sebagainya.

Nama lele sendiri memiliki nama ilmiah yaitu Clarias yang berasal dari bahasa Yunani, yaitu Chlaro, yang mengandung arti lincah dan gesit serta kuat. Hal ini dikarenakan ikan lele memiliki ketahanan hidup yang sangat tinggi. Ikan lele mampu hidup di berbagai di kondisi air (kecuali air laut) dengan sumber makanan apapun juga. Kondisi seperti ini yang membuat peternak lebih mudah membudidayakan ikan lele karena pemeliharaannya yang tidak sulit.

Cara Lengkap Budidaya Ternak Ikan Lele di Kolam Terpal bagi Pemula
image by: alvindwiputra.id

Lele sendiri diperkirakan memiliki sekitar 50-60 jenis spesies, seperti yang terdaftar menurut Ferraris (2007) yang merajuk dari sumber Wikipedia. Yaitu seperti jenis Clarias Alluaudi yang penyebarannya terdapat di danau Victoria dan juga Tanganyika Afrika. Ikan lele jenis Anfractus yang berhabitat di Sabah. Ikan lele jenis Anguillaris yang berendemik di sungai Togo Ghana ataupun Pantai Gading. Ikan lele jenis Batrachus atau yang sering disebut lele kampung habitat penyebarannya di sekiar wilayah Asia Selatan.

Baca juga: Ternak Ikan Lele Pola HCS

Sedangkan untuk wilayah Jepang, Taiwan, Vietnam dan juga Tiongkok, jenis ikan lele yang menyebar di sekitar wilayah ini berjenis Clarias Fuscus. Di Indonesia sendiri sering mendengar nama lele dumbo, lele ini termasuk dalam kategori ikan lele berjenis Clarias Gariepinus, yang wilayah penyebarannya tidak hanya di Indonesia, akan tetapi juga di sekitar wilayah Afrika dan Asia Tenggara lainnya. Selain itu, masih banyak lagi jenis lele lainnya seperti Clarias Salae, Clarias Pseudonieuhofil, Clarias Nigricans, Clarias Falconeri dan masih banyak lagi jenis-jenis lainnya yang tersebar di seluruh dunia.

Bagaimana Cara Budidaya / Ternak Ikan Lele di Kolam Terpal untuk Pemula?

Budidaya / Ternak Ikan Lele di Kolam Terpal memang lebih menguntungkan bagi peternak dan jauh lebih efisien dalam pemeliharaannya. Setelah mengenal beragam jenis #ikan lele, peternak sudah memahami jenis ikan lele apa yang akan dibudidayakan.

Ikan lele sendiri memiliki banyak manfaat untuk diolah sebagai bahan makanan yang baik, karena mengandung vitamin D dan juga asam lemak omega-6. Selain dibudidayakan untuk kebutuhan pangan, ikan lele juga sering dimanfaatkan sebagai pemakan hama sawah, pemakan jentik-jentik nyamuk dalam saluran air yang menggenang dan dapat membersihkan lokasi-lokasi yang tercemar. Kondisi fisik ikan lele yang mudah bertahan hidup inilah yang membuat lele mudah pula untuk dibudidayakan tanda adanya kesulitan yang berarti.

Bibit ikan lele sendiri mudah diperoleh dan dipasarkan dengan harga yang sangat terjangkau. Karena mayoritas penduduk Indonesia mengkonsumsi ikan lele, hal ini tentu saja membuat peternak ikan lele mudah meraup keuntungan dari peluang usaha ternak ikan lele dengan kolam terpal tanpa membutuhkan banyak perawatan dan pemeliharaan dalam pembudidayaannya. Ternak ikan lele juga memiliki masa panen yang singkat sehingga peternak tidak perlu menunggu lama untuk dipanen seperti layaknya beternak ikan gurame.

Di Indonesia sendiri, jumlah peternak ikan lele terus bertambah untuk setiap tahunnya, dan penambahan ini justru tidak membuat peternak saling bersaing mencari pembeli, namun justru semakin mencukupi akan kebutuhan pangan di Indonesia.

Baca juga: Ternak Lele Memanfaatkan SOC HCS tanpa Beli Pelet

Manfaat Budidaya / Ternak Ikan Lele di Kolam Terpal

Peluang bisnis Budidaya / Ternak Ikan Lele di Kolam Terpal  terus terbuka lebar. Kemunculan budidaya lele dengan memanfaatkan terpal ini memiliki beberapa kelebihan bagi peternak, di antaranya adalah:

  • Ikan lele yang dihasilkan tidak berbau lumpur, hal ini tentu saja dikarenakan lele tidak langsung menyentuh dasar kolam yang umumnya terbuat dari tanah. Ikan lele yang tidak berbau lumpur tentu saja menghasilkan cita rasa yang lebih enak dibandingkan dengan lele yang dirawat di kolam biasa. Ikan lele yang memiliki cita rasa yang enak dan tidak berbau, umumnya menjadi incaran tempat-tempat bisnis kuliner yang berskala lebih tinggi seperti hotel dan restoran. Tentu saja hal ini membuat harga jual ikan lele menjadi lebih tinggi.
  • Ikan lele yang dibudidayakan di kolam terpal bersifat fleksibel atau mudah dipindahkan. Hal itu karena proses penangkapan atau pemindahan ikan lele tersebut tidak menyulitkan para peternak.
  • Kelebihan lainnya dari budidaya menggnakan terpal ialah bisa dilakukan di lahan yang tidak terlalu luas dangan harga yang minim.

Tipe budidaya ikan lele sendiri bisa di kategorikan menjadi 2 tipe, yaitu budidaya untuk lele anakan dan budidaya untuk ikan lele panen. Untuk budidaya ikan lele anakan, peternak bisa memanennya di usia 1 hingga 2 bulan. Ikan lele anakan ini tentu saja ditujukan sebagai bibit budidaya ikan lele itu sendiri. Sedangkan untuk ikan lele konsumsi, umumnya dipanen setelah usia lele mencapai 4 bulan lebih. Sehingga dalam 1 tahunnya, para peternak ikan lele panen ini mampu memanen ikan lele sebanyak 3 kali musim.

Dalam pemeliharaannya, ikan lele tidak membutuhkan banyak perawatan. Air kolam tidak perlu sering-sering diganti, bahkan sampai masa panen yang akan datang. Hal yang perlu lebih diperhatikan adalah sumber makanannya, dimana kita harus memberikan cukup makanan dengan jadwal pemberian makan yg konsisten. Sebab ikan lele memiliki sifat kanibalisme. Dengan demikian, hal ini menyebabkan mereka akan saling memakan satu sama lain apabila pemberian makanan yang terlambat atau tidak cukup.

Banyak peternak ikan lele yang memilih alternatif lain dalam memilih pakan. Hal ini dikarenakan pemberian pakan pelet ayam biasanya membutuhkan asupan yang banyak untuk memenuhi kebutuhan makan dari ikan lele tersebut.

Itu sebabnya, banyak peternak yang mengambil alternatif dengan memberikan makanan lain seperti bangkai unggas. Pemberian pakan seperti ini lebih bisa mencukupi kebutuhan ternak dengan biaya yang jauh lebih murah. Atau juga bisa dengan memberikan pakan seperti jeroan atau organ-organ dalam ayam atau unggas.

Dari penjabaran di atas, maka dapat disimpulkan bahwa peluang-peluang usaha ternak lele dengan #kolam terpal memiliki banyak keuntungan dan peluang yang menjanjikan. Apabila dijalani dengan baik dan mengikuti pemahaman budidaya yang terstruktur, tentu saja peternak dapat mendulang pundi-pundi rupiah dengan hasil yang memuaskan.

Kembali lagi kepada pernyataan bahwa tidak ada suatu bisnis yang bisa dihasilkan secara instan. Maka dari itu, untuk mendapatkan hasil terbaik, peternak harus memperhatikan dan menjalani bisnis dengan teliti dan juga agar hasilnya pun menjadi maksimal.

Cara Budidaya / Ternak Ikan Lele di Kolam Terpal Lengkap untuk Pemula Metode HCS

Beberapa tahun terakhir, komunitas Program HCS menerapkan teknologi tepat guna dalam hal pembuatan pakan lele (pelet). Metode ini bisa meringankan para pelaku usaha peternakan lele secara umum. Tidak terbatas pembudidaya lele di kolam terpal saja. Yang pasti, karena PT HCS memiliki produk fenomenal yakni Suplemen Organik Cair (SOC), maka dalam hal pembuatan pakan lele ini pun wajib menggunakan SOC HCS ini.

Cara Budidaya Ikan Lele di Kolam Terpal Lengkap untuk Pemula
Cara Budidaya Ikan Lele di Kolam Terpal Lengkap untuk Pemula

Apapun jenis ikan lelenya, baik itu sangkuriang, dumbo, dll bisa diberikan pelet apung racikan mitra HCS ini. Perlu diketahui bahwa mitra HCS di seluruh Indonesia menganut metode integrated farm. Secara gampangnya, mereka beternak ayam, kambing, sapi, kelinci dan lain-lain secara modern. Di mana pakannya menggunakan pakan fermentasi menggunakan #SOC HCS. Nah dari usaha ternak tersebut akan dihasilkan kotoran (limbah). Sebagian kotoran ternak dijadikan bahan pembuatan pakan hewan ternak yang dianggap cocok. Sebagian lagi ‘dibuang’ ke sawah sebagai pupuk. Lalu, dari hasil sawah akan menghasilkan limbah lagi seperti jerami padi, titen kedelai, batang jagung, dll. Limbah-limbah pertanian tersebut diolah kembali, difermentasi untuk dijadikan pakan ternak. Demikian seterusnya sehingga saling berkaitan antara yang satu dengan yang lainnya.

Baca juga: Cara Membuat Pelet Pakan Ikan Lele Organik

Kembali ke topik pakan lele. Bahan untuk pembuatan pelet untuk ikan lele di sini juga menggunakan kotoran atau feses domba / kambing yang sudah mengkonsumsi pakan fermentasi dengan SOC HCS. Adapun bahan-bahan yang di gunakan sebagai berikut :

  • Kotoran ternak yang sudah menggunakan pola HCS 30%.
  • Ampas tahu atau bungkil kedelai 15%.
  • Tepung ikan atau jika tidak ada bisa menggunakan kepala udang 10%.
  • Bekatul atau dedak halus 25 %.
  • Terasi ( yang sudah di rebus hingga mendidih) 10%.
  • Tepung daun atau bisa menggunkan sayuran sisa pasar 5%
  • Bulu ayam yang sudah di haluskan 5%.
  • SOC 5 tutup botol per 1 kwintalnya dan gula pasir kira-kira 10 sendok atau sesuaikan dengan jumlah bahan-bahannya.

Cara membuat:

  • Larutkan SOC ke dalam air dan gula pasir diamkan selama 15 atau 30 menit. Lebih bagus lagi jika semalam sebelumnya kita sudah membuat larutan SOC + gula pasir maka akan semakin menghemat #SOC HCS nya.
  • Gunakan alat semprot dan semprotkan ke semua bahan dan aduk-aduk hingga benar-benar merata.
  • Jangan terlalu banyak air kira-kira 30% dalam keadaan mamel (jika di kepal terbentuk padatan dan tidak pecah jika di lepas kepalan tangan).
  • Fermentasikan bahan tersebut hingga 24 jam dan pakan siap di berikan.
  • Jika ingin di keringkan gunakan penggiling kacang atau daging dan jemur hingga benar-benar kering atau gunakan oven untuk mengeringkannya.

Demikian itulah Cara Budidaya / Ternak Ikan Lele di Kolam Terpal Lengkap untuk Pemula. Saran kami, gali informasi sebanyak-banyanya sebelum anda memulai usaha ternak lele ini. Semakin banyak referensi akan semakin baik sekalipun cara-cara membuat pakan lele ini di susun dari pengalaman dan juga referensi dari beberapa buku dan beberapa website, alangkah baiknya jika anda terjun langsung melakukannya. Karena kesuksesan anda akan anda raih jika anda melakukannya sendiri alias ACTION sekarang juga.

Info lengkap tentang Suplemen Organik Cair ini bisa dilihat pada (klik) SOC HCS.

Kata kunci pilihan:

ternak lele kolam terpal,budidaya ikan lele di kolam terpal,budidaya lele kolam terpal,ternak lele terpal,cara budidaya ikan lele di kolam terpal,cara budidaya ikan lele,budidaya ikan lele,cara budidaya lele kolam terpal lengkap,kolam lele terpal,cara ternak lele,kolam terpal lele,budidaya ikan lele kolam terpal,budidaya lele terpal,cara budidaya lele,cara ternak ikan lele,Cara ternak lele terpal,cara ternak lele kolam terpal,cara budidaya lele kolam terpal,ternak lele kolam terpal pemula,cara budidaya ikan lele kolam terpal,kolam lele,

Ternak Kambing Intensif, Modern dan Bebas Bau dengan Pola HCS kian ramai dan menjadi trend baru di Indonesia. Pola fermentasi pakan kambing sistem HCS dengan menggunakan Suplemen Organik Cair (SOC) HCS memiliki waktu yang sangat singkat dalam hal proses pembuatannya. Pun pula, waktu panen hasil ternak kambing yang relatif pendek sangat menguntungkan peternak.

Selama ini, ternak kambing masih banyak diupayakan dengan sistem tradisional. Padahal perkembangan teknologi budidaya ternak kambing semakin maju dan berkembang. Terutama dalam hal penyediaan pakan. Pakan yang diolah dengan cara fermentasi bisa lebih cepat menambah berat badan. Karena pakan seperti ini lebih mudah dicerna dan membuat kambing maupun kotorannya tidak berbau.

Sebelum benar-benar memulai usaha beternak kambing, ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan. Umumnya, dalam usaha ternak kambing wajib ada 5 (lima) hal yang dicermati; lokasi, kandang, pemilihan bibit kambing, komposisi pakan, dan managemen pemeliharaan.

Salah satu mitra HCS yang patut ditiru dalam hal beternak kambing intensif, modern dan bebas bau adalah Bapak Siamin Wijaksono dari Desa Bagorejo, Banyuwangi. Profesi yang digeluti sebelum beternak kambing adalah sebagai ahli tata taman. Sehari-hari, waktunya dihabiskan untuk membuat taman sehingga tidak ada waktu lagi untuk mengerjakan aktivitas lain.

Ternak Kambing Intensif HCS
Mitra HCS – Bapak Siamin Wijaksono dari Desa Bagorejo, Banyuwangi

Begitu diperkenalkan metode ternak kambing modern HCS, di mana kita tidak perlu ngarit, tidak usah angon, membuatnya tertarik. Apalagi, kotoran ternak kambing pola HCS ini bisa dimanfaatkan sebagai pupuk.

Mulanya, beliau beternak 5 ekor kambing. Hingga akhirnya menjadi 40 ekor kambing. Beliau merasakan betapa mudahnya beternak kambing modern pola HCS yang tanpa repot ini. Terutama dalam hal mengusahakan pakan. Cukup seminggu sekali membuat fermentasi pakan dari bonggol jagung hasil panen sawahnya.

Ternak kambing dengan menggunakan pola HCS ternyata sangat memudahkan petani. Bahkan kotoran dan urin pun bisa dimanfaatkan untuk mengelola sawah ladang.

Saat ini, Pak Siamin bisa menghemat Rp.1.5 juta dari semula biaya yang dikeluarkan sebensar Rp. 3 juta untuk 1/2 Ha sawah miliknya. Hasil panen pun mencapai sekitar 5 ton.

Selain beternak kambing, saat ini beliau juga mengembangkan usaha ternak itik. Selain mudah pengelolaannya, kotoran itik juga tidak menimbulkan bau berkat minuman yang sudah dicampur SOC (Suplemen Organik Cair) dari PT HCS.

Kata kunci pilihan:

Ternak kambing intensif,budidaya kambing intensif,

Ternak kambing tanpa ngarit tanpa angon pola HCS telah memungkinkan suatu hal yang imposibel jadi NYATA. Tak pernah terpikir oleh Hajjah Etin untuk bisa menjadi pengusaha peternakan kambing. Gak kebayang deh ribetnya jika harus mengusahakan rumput tiap hari. Namun, peternakan modern sistem HCS telah mengantarkan beliau menjadi pengusaha sukses.

Ternak kambing tanpa ngarit tanpa angon

Hajjah Etin, namanya terkenal sejak mengamalkan ternak kambing tanpa ngarit, tanpa angon, tanpa bau limbah. Beliau adalah seorang Ibu Rumah Tangga Ternak 75 Ekor Kambing HCS. Seperti yang diekspose di YouTube dalam video berikut ini.

 

Ternyata biangnya adalah Suplemen Organik Cair (SOC) dari HCS. Mau coba SOC? Silakan Pesan di kami.

Untuk Order SOC Klik JUAL SOC HCS.

ternak kambing hcsPenampakan kandang kambing di samping adalah bentuk dan model kandang yang hampir dimiliki oleh semua mitra HCS yang berprofesi sebagai peternak. Tak terkecuali kandang kambing milik Ibu Hajjah Etin dalam video di atas yang menerapkan pola HCS.

Cara budidaya kambing tanpa ngarit, tanpa angon, dan tanpa bau hanya memungkinkan jika kandang kambing bersih, dengan sistem panggung. Dengan begitu, kotoran akan jatuh ke bawah. Sehingga kulit dan badan kambing terbebas dari kotoran.

Perhatikan pula sirkulasi udara. Cara  pelihara kambing seperti ini disebut tanpa bau. Pertama, menggunakan pakan fermentasi Suplemen Organik Cair (SOC) dari HCS. Sehingga makanan tercerna dengan sempurna, dan kotoran yang dikeluarkan pun bau. Kedua, kalau toh masih tercium bau tak sedap akibat kotoran tercampur dengan urine, maka sirkulasi udara yang cukup bisa menghilangkan bau tersebut.

Tips ternak kambing pola HCS bisa diterapkan baik untuk kambing gibas (domba) maupun kambing Jawa. Tak ada beda antara cara ternak kambing jawa dengan kambing domba. Sama-sama tanpa ngarit dan tanpa angon. Bahkan, hingga masa panen pun tidak soal jika Anda sama sekali tidak mengeluarkan kambing dari kandang.

Yang perlu diperhatikan juga adalah tempat pakan. Usahakan posisinya nyaman buat kambing ketika sedang makan. Tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu rendah. Pakan kambing pola HCS selalu menggunakan pakan fermentasi dengan menggunakan fermentor (obat fermentasi) SOC. Dengan pakan fermentasi, baik itu fermentasi jerami, gedebok pisang, maupun limbah pertanian lainnya, maka Anda tidak perlu ngarit pagi sore.

Inilah yang dinamakan Ternak kambing /  domba tanpa ngarit (mencari rumput) dan tanpa angon (mengembala). Bedanya dengan ternak kambing konvensional, dalam usaha ternak kambing pola HCS ini Anda bisa bikin pakan fermentasi sekali saja, lalu ditimbun. Stok pakan fermentasi bisa diberikan sampai habis. Setelah habis, barulah bikin fermentasi lagi.

Tidak heran jika Seorang ibu rumah tangga pun bisa memelihara puluhan kambing seorang diri, tanpa karyawan. Jelas bukan? Ternak atau budidaya ternak kambing pola HCS ini menjadi solusi dalam dunia peternakan. Tentu, diharapkan hasil panen lebih banyak dibanding cara ternak pada umumnya.

Tidak ada rahasia lain dalam ternak kambing HCS ini selain yang sudah diulas di atas. Anda bisa berternak kambing jawa menggunakan tips di atas. Yang penting Anda punya SOC. Adapun bagaimana cara beternak kambing, dan cara bikin pakan fermentasi sudah diulas di situs Program HCS ini.

Semoga video berjudul “Ibu Rumah Tangga Ternak 75 Ekor Kambing HCS Tanpa Ngarit, Tanpa Angon” di atas menginspirasi kita semua untuk belajar cara ternak kambing tanpa ngaret, beternak kambing tanpa bau angon. Bagi Anda yang kebetulan saat ini memelihara kambing Jawa pun bisa mengaplikasikan metode ini.

Budidaya Ternak Kambing Tanpa Ngarit Tanpa Angon

Budidaya ternak kambing tanpa ngarit berarti tanpa mencari rumput tiap hari. Pakan kambing berasal dari limbah pertanian yang difermentasi dengan fermentor Suplemen Organik Cair (SOC).

Dengan suplai pakan seperti ini memungkinkan seorang peternak untuk memiliki banyak waktu luang. Biasanya mitra HCS peternak kambing meluangkan waktu 1 hari dalam 1 bulan untuk membuat pakan. Lantas ditimbun untuk persediaan selama sebulan.

SOC untuk budidaya ternak kambing sangat irit. 1 botol SOC kemasan setengah liter cukup untuk bikin pakan fermentasi selama 1 bulan dengan jumlah kambing 10 ekor.

Sebelum menutup halaman ini, cobalah untuk menonton sejenak video berikut. Dijamin SIP deh!

 

Kata kunci pilihan:

budidaya ternak kambing,tips ternak kambing,cara budi daya kambing,cara pelihara kambing,cara merawat kambing,memelihara kambing,cara ternak kambing jawa tanpa ngarit,cara beternak,www ternak kambing,cara berternak,ternak domba tanpa ngarit dan angon,cara budidaya kambing tanpa ngarit,tern,usaha penggemukan kambing tanpa rumput,terna,Budi daya ternak kambing,usaha kambing jawa,tips beternak kambing,bisnis ternak kambing,ternak ka,cara melihara kambing,

Proses Pembuatan Pakan Fermentasi Kangkung (Ternak Kambing Modern)Proses Pembuatan Pakan Fermentasi Kambing

Video berikut memaparkan Proses Pembuatan Pakan Fermentasi berbahan Kangkung kering giling untuk budidaya / ternak kambing modern tanpa ribet. Mengapa harus kangkung? Sebenarnya bukan harus sih. Hanya saja, peternakan modern full organik mengedepankan penghematan dengan memanfaatkan limbah pertanian yang ada di sekitar kita. Kalo kebetulan limbah yang berserak adalah jerami manfaatkanlah jerami. Jika banyak limbah dari kebun jagung, tentu bahan itulah yang kita racik menjadi pakan kambing.

Bahan-bahan yang digunakan dalam Proses Pembuatan Pakan Fermentasi di sini adalah:

  1. Kangkung kering giling
  2. Bekatul / dedak
  3. Air
  4. Tetes tebu / molase
  5. SOC dari HCS

Cara Pembuatan Pakan Fermentasi Ternak Kambing bisa ditonton di video berikut:

Kata kunci pilihan:

fermentasi pakan kambing,fermentasi pakan ternak kambing,cara membuat pakan fermentasi untuk kambing jawa,pakan kambing fermentasi,pakan kambing,cara membuat pakan fermentasi kambing gibas,Cara membuat Pakan kambing fermentasi,pakan fermentasi,pakan fermentasi kambing,pakan ternak kambing,cara membuat pakan kambing,CARA PEMBUATAN PAKAN TERNAK KAMBING,Cara membuat pakan fermentasi,cara fermentasi pakan kambing,pakan fermentasi kambing jawa,fermentasi kangkung,pakan kambing fermentasi gedebog,fermentasi pakan ternak,kangkung kering,fermentasi pakan kambing jawa,kangkung kering untuk pakan ternak,

Pelatihan ternak kambing pola HCS kali ini diadakan oleh Kelompok Masyarakat Bina Mandiri Dusun Bulakblawong, Desa Babadan Lor, Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun. Anggota masyarakat diperkenalkan dengan teknik peternakan organik modern; tanpa ngarit, tanpa angon, dan tanpa bau tak sedap kotoran. Di samping program penggemukan kambing, pelatihan ini juga disisipi materi budidaya jahe merah ala HCS.

Pembicara utama sengaja didatangkan dari Ngawi, Bapak Katon yang juga didampingi oleh pelaku usaha peternakan kambing Bapak Timan. Hadir pula Stokis HCS Madiun, Bapak Eddy alias pak Bondan.

ternak kambing pola hcs
Suasana ketika Pembuatan Pakan Fermentasi dalam Pelatihan Ternak Penggemukan Kambing Pola HCS

pelatihan ternak kambing hcs
Sambutan dari bapak Kepala Desa Babadan Lor Kecamatan Balerejo

Pelatihan cara ternak kambing hcs
Sambutan Ketua Pokmas dalam Pelatihan cara ternak kambing pola HCS

Tidak sedikit orang yang coba-coba terjun di dunia usaha ternak kambing atau domba dengan MODAL BESAR dan memiliki BANYAK KARYAWAN pencari pakan, namun keuntungannya tidak maksimal karena kurangnya penguasaan terhadap ilmunya. Jika dibandingkan dengan cara ternak kambing pola HCS; bahan pakan bikin sendiri (cukup dengan jerami padi), biaya murah (1 orang karyawan bisa menghandle 100 ekor kambing). Tentu, hasilnya jauh lebih maksimal berkat Sistem HCS yang unik.

Mari sedot ilmunya di pelatihan-pelatihan yang di adakan oleh Tim HCS. Klik gambar di bawah ini untuk mendaftar menjadi MITRA HCS.
DAFTAR HCS

Kata kunci pilihan:

hcs madiun,pelatihan ternak kambing,pelatihan ternak kambing HCS,peternakan pola hcs,penggemukan kambing hcs,Penggemukan kambing,peternakan kambing pola hcs,kursus ternak kambing,kambinghcs,jadwal pelatihan mitra hcs,