SOT HCS untuk Pisang ternyata tidak sekedar oke. Di samping menghasilkan buah organik yang padat berisi, anakan pohon pisang juga subur.

SOT HCS untuk Pisang
Konsultan HCS Nusantara Bpk Wahyudi, SE berpose dengan buah pisang hasil aplikasi SOT HCS untuk Pisang

Berikut testimoni mengenai aplikasi Pupuk cair organik SOT HCS untuk perkebunan pisang di Jombang:

pupuk cair SOT untuk pohon pisang

Kembali ke kampung Halaman
Petualangan kami saat ini di kota Santri Jombang….Mas Ridho Andy memanfaatkan tanah pekarangan sahabatnya dengan menanam pohon pisang sekitar 500 pohon.sekarang sudah lebih dari 1500….tampak dibelakang kami sebagian sudah mulai berbuah bahkan sebagian lagi sudah laku terjual…..aset yang terus bisa dinikmati bertahun-tahun ke depan ….ayo kembali gali potensi dikampung halaman bersama HCS…..anda pasti bisa….

Konsultasi gratis untuk anggota atau mitra HCS Nusantara. Bagaimana cara menjadi anggota? Silakan buka Program HCS Nusantara (dibimbing oleh Konsultan HCS Nusantara bpk Wahyudi, SE).

Enaknya berkebun pisang, sekali tanam bisa untuk berkali-kali panen karena dengan menggunakan pupuk organik cair SOT HCS maka perkembangan anakan bisa dirangsang. 1 (satu) pohon pisang sudah ada yang keluar anakan hingga 8 pohon.

Kata kunci pilihan:

pupuk cair untuk pisang,

Aplikasi Suplemen Organik Tanaman (SOT) Untuk Seledri
Aplikasi Suplemen Organik Tanaman (SOT) Untuk Seledri>> Selama ini mungkin anda masih jarang melihat aktifitas menanam seledri dalam jumlah atau lahan yang besar. Padahal sebenarnya menanam seledri cukup menjanjikan karena penggunaan seledri untuk menyedapkan makanan cukup tinggi, terlebih untuk rumah makan yang memang sudah berkapasitas cukup besar.

Meskipun terlihat cukup sederhana, namun jika memang ingin menanam seledri dengan serius, juga dibutuhkan beberapa perawatan juga suplemen tanaman yang sebaiknya diberikan. Itu sebabnya, anda juga harus mengetahui aplikasi suplemen organik tanaman (SOT) untuk seledri yang seharusnya pula.

Hal tersebut perlu anda pahami karena jika anda tidak melakukan pengaplikasian secara benar, maka hasil panen seledri nantinya juga tidak akan maksimal pula. Karena seledri termasuk dalam tanaman lemah alias tidak berbatang, maka aplikasi suplemen organik tanaman (SOT) untuk seledri juga berbeda dengan tanaman keras atau yang berbatang.

Untuk tanaman seledri ini, 5 tutup botol suplemen ini sudah sangat cukup. Kemudian suplemen tadi dicampurkan dengan air sebanyak 14 liter. Jika ingin mengurangi karena seledri yang ditanam tidak cukup banyak, maka anda hanya tinggal menguranginya saja namun masih dalam skala yang sama.

Aplikasi Suplemen Organik Tanaman (SOT) Untuk Seledri

Jika sudah, kini saatnya anda memahami teknik aplikasi suplemen organik tanaman (SOT) untuk seledri ini. Tidak sulit, karena dalam sepuluh hari sekali anda hanya perlu melakukan penyemprotan sebanyak tiga kali saja. Karena tidak perlu terlalu sering, maka anda juga tidak akan merasa direpotkan sama sekali.

Sebenarnya, apa saja yang ada didalam suplemen organik tanaman (SOT) ini sehingga bisa memberikan banyak sekali manfaat bagi tanaman seperti seledri ini? Ada banyak sekali unsur yang dimasukan kedalamnya, diantaranya ialah unsur N, K2O, So4, P205, mG, Cu, Fe, PH, Zn, dan masih banyak lagi yang lainnya.

Seluruh kandungan dan aplikasi suplemen organik tanaman (SOT) untuk seledri yang tepat ini akan sangat membantu anda untuk bisa mendapatkan hasil seledri yang tidak hanya lebih cepat, namun juga jauh lebih berkualitas. Jadi, tidak perlu lagi untuk menggunakan suplemen organik tanaman ini untuk tanaman yang anda tanam.

Untuk mencoba SOT HCS ini, Anda bisa order di halaman khusus tentang SOT HCS. Atau klik tombol di bawah ini:

Cara Order SOT HCS

Aplikasi Suplemen Organik Tanaman (SOT) HCS Untuk Jeruk

Aplikasi Suplemen Organik Tanaman (SOT) HCS Untuk Jeruk>> Selama ini tentu anda sudah sering memakan buah jeruk. Bukan hanya karena harganya yang cukup murah dan rasanya segar, namun juga karena kandungan vitamin serta anti oksidannya yang banyak. Itu sebabnya juga para petani sangat suka menanam pohon jeruk karena menyadari potensi buah jeruk di pasaran.

Mendapatkan hasil panen yang lebih berlimpah dengan kualitas baik seperti menjadi pekerjaan rumah sendiri untuk petani. Karena itulah para petani terus mencari cara dan suplemen demi mendapatkan panen terbaik. Untuk aplikasi suplemen organik tanaman (SOT) HCS untuk jeruk, tidak perlu anda lakukan setiap hari.

Anda hanya perlu melakukannya satu minggu sekali dengan penyemprotan sebanyak tiga hingga empat kali. Aplikasi suplemen organik tanaman (SOT) HCS untuk jeruk harus terus anda lakukan secara berturut-turut selama lima bulan. Barulah setelahnya bisa anda hentikan.

Selain teknik pengaplikasiannya, dalam aplikasi suplemen organik tanaman untuk jeruk anda juga harus mengetahui takaran yang tepat. Jika anda memaksanya memberikan suplemen organik tanaman terlalu banyak atau terlalu sedikit, maka hasil panen dan kesehatan tanaman tidak akan bisa didapatkan dengan optimal.

Takaran untuk pohon jeruk sendiri menggunakan skala 5 : 500. Artinya, jika anda menggunakan suplemen organik tanaman sebanyak 10 cc, maka air yang dibutuhkan untuk mencapurnya sebanyak 5 liter. Begitu terus selanjutnya, tergantung dengan luasnya lahan pohon jeruk yang akan anda semprot dengan suplemen organik tanaman alias SOT ini.

Sebagian dari anda mungkin masih ragu dengan kegunaan SOT ini. Sekali lagi, suplemen organik tanaman (SOT) HCS sudah terbukti membuat panen lebih cepat dari biasanya, akar dan batang pohon menjadi lebih kuat, membuat tanaman tidak mudah terserang penyakit dan lain sebagainya.

Kegunaan tersebut tentu saja dikarenakan kandungan yang ada di dalamnya. Setiap unsur yang dimasukan sudah diperhitungkan dengan teliti sehingga hasil yang akan didapatkan bisa benar-benar baik dan optimal.

Nah, jika sudah mengetahui kegunaan dari suplemen ini dan aplikasi suplemen organik tanaman (SOT) HCS untuk jeruk, seharusnya sudah tidak ada lagi alasan bagi anda untuk tidak menggunakannya pada aktifitas pertanian anda.

Untuk mencoba produk ini, Anda bisa order di halaman khusus tentang SOT HCS. Atau klik tombol di bawah ini:

Cara Order SOT HCS

Aplikasi Suplemen Organik Tanaman (SOT) Untuk Pepaya>> Buah pepaya selama ini sudah cukup dikenal memiliki kandungan nutrisi cukup berlimpah sehingga cukup banyak orang yang suka mengkonsumsinya. Tidak hanya buah pepayanya yang bisa digunakan, bagi sebagian orang bunga dan daun pepaya juga sering dijadikan sayur meskipun rasanya yang lumayan pahit.

Karena semakin kemari semakin banyak permintaan akan buah pepaya, maka mau tidak mau petani pepaya harus bisa menghasilkan panen pepaya yang lebih banyak lagi. Sehingga penggunaan suplemen organik dianggap menjadi cara paling efektif untuk hal tersebut. Tidak perlu khawatir, karena aplikasi suplemen organik tanaman untuk pepaya juga tidak sulit.

Yang pasti, anda harus mengetahui terlebih dahulu berapa banyak suplemen organik tanaman alias SOT yang dibutuhkan. Untuk pohon pepaya sendiri, anda harus menggunakan perbandingan 5 : 500 antara SOT dan air. Sebagai contoh, jika anda menggunakan 10 CC suplemen, maka anda harus menggunakan 5 liter air.

Aplikasi Suplemen Organik Tanaman Untuk Pepaya

Untuk teknik aplikasi suplemen organik tanaman (SOT) untuk pepaya juga masih tidak perlu terlalu sering anda lakukan. Setiap satu minggu sekali, anda hanya perlu melakukan penyemprotan 3 hingga 4 kali. Yang pasti penyemprotan ini harus terus anda lakukan secara rutin hingga waktu 5 bulan.

Suplemen organik tanaman (SOT) terbukti mampu memberikan pengaruh yang sangat optimal pada tumbuhan pepaya karena kandungan unsur yang ada didalamnya. Sebut saja unsur Fe, N, K20, Mg, Zn,p205, PH dan masih banyak unsur lainnya yang memang sangat dibutuhkan untuk pertumbuhan dan proses pembuahan pada tanaman.

Tips tambahan untuk aplikasi suplemen organik tanaman (SOT) untuk pepaya yang bisa membuat panen lebih maksimal ialah denganmenambahkantetes tebu atau bisa juga gula. Andabisa menggunakan jenis gula apa saja yang bisa anda temukan nantinya. Bisa gula semut, gula aren dan juga gula pasir.

Dalam mencampurkannya, sebaiknya campurkan ketika air campuran belum dimasukan seluruhnya. Misalnya ketika air baru ditambahkan sebanyak 2 liter lalu langsung masukkan gula. Barulah kemudian dimasukan campuran air sisanya.

Bagaimana, bukankan aplikasi suplemen organik tanaman (SOT) untuk pepaya cukup mudah untuk dilakukan?

Untuk mencoba SOT HCS ini, Anda bisa order di halaman khusus tentang SOT HCS. Atau klik tombol di bawah ini:

Cara Order SOT HCS

Aplikasi Suplemen Organik Tanaman Untuk Jahe

Menjadi salah satu rempah alias bumbu yang sangat umum di Indonesia, tidak heran jika penggunaan jahe dalam kehidupan sehari-hari bisa dibilang cukup tinggi. Selain itu, karena jahe memiliki khasiat yang amat sangat beragam untuk kesehatan, maka tidak heran juga jika anda sering menemukan olahan lain dari jahe.

Karena kedua alasan tadilah, tidak salah rasanya jika jahe cukup menjanjikan untuk dibudidayakan. Menanam jahe sebenarnya tidak sulit, namun jika ingin mendapatkan hasil yang lebih baik dan lebih cepat, maka anda harus melakukan usaha yang lebih keras, yakni bisa dengan memberikan suplemen. Aplikasi suplemen organik tanaman (SOT) HCS untuk jahe juga tidak sulit.

Untuk memberikan suplemen organik tanaman (SOT) HCS, anda harus mengetahui terlebih dahulu jenis dari tanaman tersebut, karena setiap jenis tanaman membutuhkan suplemen dalam kadar yang berbeda. Karena jahe termasuk dalam tanaman yang tidak berbatang, maka lima tutup botol suplemen saja sudah cukup.

Untuk aplikasi suplemen organik tanaman (SOT) HCS untuk jahe ini, suplemen organik tadi tinggal anda campurkan dengan 14 liter air. Barulah kemudian tinggal anda berikan pada tanaman jahe dengan cara menyemprotkannya. Untuk penyemprotannya, harus anda lakukan tiga kali dalam jarak 15 hari secara berturut-turut.

Sebagian dari anda mungkin masih merasa ragu mengapa anda harus menggunakan suplemen ini. Suplemen organik tanaman tidak hanya membantu waktu panen lebih cepat, namun juga akan memastikan kesehatan tanaman jahe, karena melindunginya dari berbagai macam penyakit yang bisa saja mengganggu tanaman jahe.

Selain itu, seperti beberapa tanaman bumbu lainnya, tanaman jahe juga sering bermasalah dengan akarnya yang tidak menancap dengan kuat sehingga dapat tumbang dengan mudah. Suplemen organik ini juga akan membuat akar lebih kuat, sehingga buahnya juga akan lebih banyak.

Dengan mengetahui beberapa kegunaan dan aplikasi suplemen organik tanaman (SOT) HCS untuk jahe, seharusnya anda tidak lagi merasa ragu untuk menggunakannya. Meskipun anda harus mengeluarkan uang sedikit lagi, namun akan berbanding lurus dengan hasil panen jahe yang lebih banyak dari sebelumnya.

Untuk mencoba produk ini, Anda bisa order di halaman khusus tentang SOT HCS. Atau klik tombol di bawah ini:

Cara Order SOT HCS

Pupuk Cair Organik
Pupuk Organik Cair dari HCS yang lebih dikenal dengan sebutan SOT (Suplemen Organik Cair)

Fungsi Pupuk dalam Pertanian

Pemanfaatan  pupuk cair organik untuk membantu meningkatkan panen pertanian sudah biasa dilakukan. Pupuk merupakan material, bahan yang ditambahkan pada media tanam (berupa tanah, arang, sabut kelapa atau media tanam dalam jenis apapun) atau pada tanaman demi mencukupi kebutuhan hara. Kebutuhan unsur hara tersebut dibutuhkan tanaman agar mampu berproduksi dengan baik. Material pupuk bisa berupa butiran padat atau cairan. Bahan pembuat pupuk dapat berupa bahan organik atau alami maupun bahan anorganik atau mineral buatan.

Pupuk cair organik adalah salah satu jenis pupuk buatan yang ditambahkan pada media tempat tumbuhnya tanaman. Pemanfaatan pupuk ini memberikan banyak keuntungan di bidang pertanian. Manfaat utamanya adalah untuk menyuburkan tanaman. Seperti halnya tumbuhnya manusia, tanaman juga memerlukan suplemen penunjang untuk kelangsungan hidupnya.

Baca juga: Cara Aplikasi Pupuk Cair SOT HCS untuk Pepaya

Zat, unsur atau suplemen penunjang tersebut biasa disebut sebagai unsur HARA. Secara alami keberadaan unsur HARA bisa ditemukan di dalam tanah. Namun unsur HARA juga dapat diperoleh dengan cara menambahkan pupuk ke dalam media tanam. Kekurangan unsur HARA dapat menyebabkan tanaman tumuh kerdil, tidak optimal, mudah terserang hama dan penyakit serta ketidakmampuan untuk berbuah sehingga gagal panen.

Pupuk cair organik juga membantu menjaga stabilitas unsur HARA dalam tanah. Kestabilan unsur HARA dalam tanah berpengaruh terhadap kelangsungan ekosistem media tanam. Keberadaan ekosistem di sekitar media tanam ini akan berpengaruh terhadap kelangsungan ekologi dan kehidupan secara lebih menyeluruh. Misalnya ekosistem sawah. Keberadaan tanaman ini secara tidak langsung juga mensupplai kebutuhan makhluk sawah, seperti cacing, semut, bahkan juga hama seperti tikus sawah. Jika ekologi terganggu maka kondisi sawah juga akan menurun tingkat kesuburannnya. Sebagai langkah strategis menyelamatkan kesuburan tanah produksi adalah dengan menambahkan Suplemen Organik Tanaman (SOT HCS) produksi PT. HCS.

SOT HCS merupakan pupuk organik cair resmi dari PT HCS. Pupuk SOT (suplemen organik tanaman) ini telah secara resmi mendapatkan sertifikat INOFICE dan menjadi produk unggulan di HCS sebagai produk terbaik.

Baca juga: Cara Penggunaan Pupuk Cair SOT HCS untuk Jeruk

Pupuk cair organik juga membantu mengurangi dampak sampah pada lingkungan sekitar. Hal ini memungkinkan karena pupuk cair dari bahan organik memanfaatkan bahan baku berupa sampah biologis yang ada di sekitar. Pupuk organik dalam bentuk cair misalnya bisa terbuat dari bahan baku sampah organik seperti molase. Setelah membuat media dari sampah organik untuk pembiakan bakteri maka dilakukan langkah pembiakan bakteri untuk menjadi bahan pembuatan pupuk cair.

Membuat Pupuk Organik Cair Sendiri

Pupuk organik dalam bentuk cair bisa dibuat secara swadaya. Caranya adalah dengan menyiapkan media untuk pembuatan pupuk misalnya ember atau tong. Kemudian cari media sampah biologis sebagai bahan utama pupuk misalnya batang pohon pisang yang dipotong kecil-kecil. Kemudian siapkan media supporting misalnya molase atau campuran gula dan air sebagai penyedia kebutuhan bakteri yang nantinya berfungsi sebagai pupuk. Masukkan karung yang telah diisi pohon pisang cacahan ke dalam ember atau tong berisi molase (campuran air dan gula). Rendam dengan sempurna karugn berisi cacahan pohon pisang tersebut. Tutup rapat-rapat media berupa tong atau ember tersebut. Selama 8-10 hari kemudian pupuk buatan sendiri ini bisa dimanfaatkan untuk memupuk tanaman.

Selain pohon pisang bahan pupuk organik dalam bentuk cairan bisa menggunakan limbah hijau sayuran, jerami dan kotoran hewan terutama unggas. Bisa juga memanfaatkan sekam padi, dedak, limbah buah yang sudah membususk seperti jambu biji, pepaya, pisang, mangga, jambu air, dan berbagai buah busuk lainnya. Pupuk cair organik dianggap lebih efisien karena kaya unsur Nitrogen.

Video Pemakaian Pupuk Cair Organik (SOT HCS) untuk Tanaman Tembakau

Save

Save

Save

Save

Save

Aplikasi Suplemen Organik Tanaman (SOT) HCS Untuk Kol>> Bagi anda yang hidup di dataran cukup tinggi, tentu anda sudah sering melihat tanaman kol. Meskipun cara menanamnya terlihat cukup sederhana, namun anda tetap tidak boleh meremehkannya karena tetap saja tanaman sayuran satu ini membutuhkan beberapa perawatan bahkan juga pupuk atau suplemen tanaman.

Yap, demi masa panen yang lebih cepat dan hasilnya yang jauh berlipat, akan lebih baik jika anda menggunakan suplemen organik tanaman (SOT) HCS yang saat ini sudah bisa anda dapatkan dengan cukup mudah. Aplikasi suplemen organik tanaman untuk kol juga terbilang cukup mudah, selama anda sudah mengetahui ukuran yang paling tepat untuk tanaman kol ini.

Jadi, berapa takaran yang paling benar dalam aplikasi suplemen organik tanaman (SOT) HCS untuk kol? Untuk tanaman yang bisa dibilang lemah ini, anda hanya perlu menggunakan sebanyak 5 tutup botol dari suplemen organik tanaman saja. Jika sudah ditakar dengan benar, barulah anda campurkan dengan air bersih sebanyak 14 liter.

Aplikasi Suplemen Organik Tanaman (SOT) HCS Untuk Kol

Nah, jika anda sudah mengetahui takaran dari suplemen organik tanaman (SOT) HCS tadi, kini anda hanya perlu mengetahui waktu menggunakan larutan tadi. Anda cukup melakukan tiga kali proses penyemprotan, dengan jarak selama 10 hari sekali. Hal ini tentu tidak akan terlalu memberatkan aktifitas pertanian anda.

Yang juga harus anda ketahui, penggunaan suplemen organik tanaman (SOT) HCS terutama untuk kol, tidak hanya untuk mempercepat datangnya panen, namun juga untuk meningakatkan daya tahan tanaman dari beberapa penyakit yang sangat mungkin menyerang tanaman kol. Selain itu, suplemen ini juga sangat baik dalam menguatkan akar tanaman.

Dengan mengetahui aplikasi suplemen organik tanaman (SOT) HCS untuk kol yang tepat, maka kemungkinan besar aktifitas pertanian anda akan berjalan dengan lebih baik, begitu juga dengan hasil yang akan diterima nantinya.

Untuk sekedar tambahan, dalam aplikasi suplemen organik tanaman untuk kol ini, hasil yang akan didapat akan jauh lebih baik jika anda menambahkan tetes tebu atau gula sebagai campuran tambahan. Tidak perlu banyak, untuk setiap takaran satu tutup suplemen organik tanaman, anda cukup menambahkan gula pasir sebanyak 2 sendok makan saja.

Untuk mencoba SOT HCS ini, Anda bisa order di halaman khusus tentang SOT HCS. Atau klik tombol di bawah ini:

Cara Order SOT HCS

SOT (suplemen organik tanaman)

SOT yang diproduksi HCS mempunyai kandungan lengkap yang dibutuhkan oleh semua tanaman, karena suplemen yang baik harus mengandung unsur hara yang lengkap, baik unsur hara makro maupun mikro.

SOT HCS

Unsur hara makro meliputi:

  1. nitrogen (N)

tanaman yang kekurangan nitrogen (N) mengakibatkan:

  • daun menjadi kuning pucat lalu perlahan engering.
  • Tanaman menjadi kurus
  • Tanaman menjadi tidak berbuah atau bisa berbuah, namun buahnya lebih kecil dan terlalu cepat masak.
  1. Phospor(P2O2)

Tanaman yang kekurangan phospor (P2O2) mengakibatkan:

  • Tumbuh lebih kerdil
  • Akar tanaman sangat kurang dan tidak bisa berkembang
  • Tanaman menjadi tak bisa berbuah, atau berbuah namun ukurannya lebih kecil dan terlalu cepat masak.
  1. Kalium (K2O)

Tanaman yang kekurangan kalium mengakibatkan:

  • Daun mengkerut tapi tidak merata.
  • Permukaan daun menjadi seperti terbakar pada tepi dan ujungnya kemudian rontok sebelum waktunya.

Unsur hara mikro meliputi:

  1. mangan (Mn)
  2. molybedenum (Mo)
  3. magnesium (Mg)
  4. besi (Fe)
  5. Boron(B)
  6. Kolbalt (Co)
  7. tembaga (Cu)
  8. seng (Zn)
  9. kalsium (Ca)
  10. belerang(S)
  11. Ciri-ciri kekurangan mangan (Mn)

Pada daun muda tulang-tulangnya terjadi klorois, perubahan dari warna hijau menjadi kuning dan selanjutnya menjadi putih.

Tulang-tulang daunnya tetap berwarna hijau, ada yang sampai kebagian sisi tulang.

  1. Ciri-ciri kekurangan molybedenum

Bercak-bercak didaun dewasa, kemudian menjalar ke daun m uda.

Daun muda menjadi kering.

Daun dewasa mrnguncup dan helai daunnya menebal.

3.Ciri-ciri kekurangan magnesium

Daun cepat kering, cepat tua, dan berwarna hijau kekuning-kuningan pada sisi yang terkena sinar matahari saja.

Buah tumbuh tidak sempurna, kecil-kecil, mutu jelek dan tidak tahan lama  jika disimpan.

  1. Ciri-ciri mkekurangan besi

Tulang adaun menjadi kuning, kemungkinanna menjadi putih.

Timbul bercak-bercak berwarna hijau seperti pulau.

Daun mati mulai dari pucuk menuju bawah(die back)

  1. Ciri-ciri kekurangan boron

Tepi daun terjadi klorosis.

Kuncup-kuncup mati dan berwarna hitam.

Batang mudah patah dan mengeluarkan cairan kcoklatan.

  1. Ciri-ciri kekurangan kolbalt

Penyerapan nitrogen (N)  kurang maksimal, sehingga ciri-ciri kekurangan kolbalt (Bo) seperti ciri-ciri kekurangan nitrogen (N).

  1. Ciri-ciri kekurangan tembaga

Pada bagian daun, terutama yang muga tampak layu dan kemudian mati (die back), sedang ranting-rantingnya berubah warna pula menjadi coklat tua kemudian mati pula.

Ujung daun sering ditemukan layu, terkadang klorosis sekalipun jaringan-jaringannya tidak ada yang mati.

  1. Ciri-ciri kekurangan seng

Muncul bercak-bercak kuning pada ujng daun dan tepi daun-daun muda.

Daun kerdil,mengkerut atau menggulung di salah satu sisi lalu rontok.

Bakal buah menguning, terbuka dan akhirnya gugur.

Buah lemas dan akhirnya bengkok.

  1. Ciri-ciri kekurangan kalsium.

Daun muda selain kriput juga mengalami perubahan warna pada ujung dan tepi klorosis, berubah menjadi kuning dan warna tersebut menjalar diantara tulang-tulang daun. Jaringan-jaringan daun pada beberapa tempat mati.

Kunc up-kuncup muda yang telah tumbuh akhirnya mati.

  1. Ciri-ciri kekurangan belerang.

Daun-daun muda mengalami klorosis, perubahan warna umumnya terjadi pada seluruh daun muda, kadang mengkilat, keputih-putihan dan kadang perubahannya tidak merata.

 

Untuk menanggulangi masalah tanaman tersebut, HCS menyediakan SOT (suplemen organik tanaman).

 

SOT (suplemen organik tanaman) yang diproduksi oleh HCS, terdapat 52 spesies mikroba yang sangat baik kegunaannya untuk:

  • Mengurai unsur tanah.
  • Menjadikn akar tanaman lebih kuat.
  • Menjadikan batang tanaman lebih kuat.
  • Daun men jadi lebih lebar, dan tak mudah gugur.
  • Bunga lebih kuat dan tak mudah rontok.
  • Meningkatkan kualitas buah.
  • Sebagai pestisida sekaligus fungisida.

SOT ( suplemen organik tanaman) bermanfaat untuk:

  • Meningkatkan produksi panen 40-100%
  • Mencegah/mengurangi gugur bunga dan buah.
  • Berfungsi sebagai katalisator, sehingga dapat mengurangi penggunaan pupuk kimia dasar sampai 80%
  • Meningkatkan daya tahan tanaman terhadap serangan penyakit, terutama fungi/jamur/cendawan.
  • Mempercepat panen pada tanaman semusim.
  • Memperpanjang masa produksi tanaman, khususnya untuk tanaman yang berbuah berkali-kali.
  • Sangat baik digunakan pada persemaian atau bibitan.

Contoh penggunaan sot yang dianjurkan pada tanaman:

 

 

 

 

 

Macam tanaman takaran Tehnik aplikasi
Tanaman lemah

(kol/kobis/seledri,dll)

5 tutup botol sot.

Dilarutkan dalam 14 lt air.

3x penyemprotan berturut-turut, interval 10 hari.
Tanaman tidak berbatang

(padi,jagung,cabe,dll)

5 tutup botol sot.

Dilarutkan dalam 14 lt air.

3/4x penyemprotan berturut-turut, interval 10 hari
Tanaman tinggi berbatang

(kelapa sawit, jeruk, dll)

5 : 500 (1 ttp botol sot dilarutkan dalam 5 lt air) 3/4x penyemprotan berturut-turut, interval 5 hari. Selama 1 bulan.
Tanaman hias.

(anggrek,melati,dll)

5 : 500 (1 ttp botol sot dilarutkan dalam 15 lt air) Penyemprotan pagi jam 7-10 wib.

Sore jam 15-18 wib.

 

Cara penyemprotan yang baik adalah:

  • Saat mulut daun (stomata) terbuka, atau antara jam 16.00 sore sampai jam 07.00 wib.

Dengan cara disemprotkan dari atas ke bawah, atau disemprotkan pada daun bagian dalam.

  • Pada tanaman pangan (padi, kacang hijau, kacang kedelai, kacang tanah,dll) penyemprotan mulai umur 15,25,45 hari setelah tanam.
  • Pada tanaman palawija (jagung, ubi jalar, dll) penyemprotan mulai 10 hari. Interval penyemprotan 1-2 minggu sekali sampai menjelang panen.
  • Pada tanaman holtikultura (bawang merah/putih, sayuran, tomat, kentang dll). Penyemprotan mulai umur 10 hari. Interval 1 minggu sekali sampai menjelang panen.
  • Pada persemaian, bibit tanaman dalam polibag atau pot (buah, perkebunan, kehutanan, tanaman hias, dll) interval 15-30 hari sekali.
  • Pada tanaman buah ( pisang,papaya, dll) penyemprotan/penyiraman tiap 2 minggu -1 bulan sekali.
  • Pada tanaman keras dan perkebunan (kopi, coklat, mangga, karet, jati, dll) 1 bulan sekali dengan disiramkan.

 

Untuk dapat berkembang dengan baik, disamping membutuhkan suplemen yang baik, makan tanaman juga memerlukan pestisida, herbisida dan fungisida untuk mempertahankan kelangsungan hidup.

Untuk mengantisipasi itu, maka hcs mengeluarkan produk yang namanya phefoc, untuk memastikan tanaman aman dari serangan hama yang merugikan.

Beras Hitam, menurut sejarah adalah makanan para Raja dan Kerat Kerajaan di Jawa. Sedangkan di China Beras Hitam adalah makanan para Kaisar dan para Punggawanya. Bahkan begitu besar kasiat beras hitam, di China rakyat biasa dilarang mengkonsumsi beras yang kaya akan nutrisi ini. Makanya di sana disebut Forbiden Rice (Beras Terlarang) Jika rakyat mengkonsumsi beras ini, dikhawatirkan otaknya jadi cerdas, tubuhnnya, jadi perkasa. Dengan begitu berakibat rakyat bisa “Njongkel Kewibawan Keraton” artinya Rakyat bisa memberontak Kerajaan. Sebab itu jika ketahuan Rakyat menanam beras hitam bisa mendapatkan hukuman sangat berat, dipotong lehernya.

Itu cerita yang selalu disampaikan turun temurun oleh nenek moyang kita. Tapi di jaman sekarang situasinya sudah berbeda. Rakyat bebas menanam apa saja, yang penting bermanfaat untuk Rakyat banyak.

Saat itu bulan Oktober 2013, ketika ada acara HCS di Kediri, Kami ditawari oleh Mitra Kami Mas Rusda, beberapa bungkus Beras Hitam dan beberapa kantong Bibitnya. Tentu saja gayung bersambut. Saat Kami memikirkan komoditas apa yang harus diangkat untuk menunjang perkembangan Aplikasi HCS, datanglah Bibit Beras Hitam.

Sepulang acara bertepatan dengan Musim Tanam 1 di Kampung, Saat itu Kami sudah tanam Padi biasa Full Organik Pola HCS yang ke tiga kali. Maka yang ke 4 ini langsung Kami Aplikasikan Beras Hitam beserta beberapa Mitra yang sudah berani Aplikasi tanpa Pupuk Kimia maupun Pestisida Kimia.

Beberapa Mitra dari Bojonegoro, Cepu dan Lamongan akhirnya ikut serta Aplikasi Beras Hitam.
Alhamdulillah… mulai persemaian, penanaman, pertumbuhannya sangat menyenangkan. Subur, ijo royo-royo, anakannya sekitar 30-50. Bahkan tetangga saat itu banyak yang terserang sundep alias Ngacung gak berisi, dan serangan potong leher yang mengenaskan, Beras Hitam Kami tetap tegar tak terkena penyakit apapun. Sehingga mengundang decak kagum para petani yang melewati lahan kami.

Body-nya yang JANGKUNG ketika baru “mlecuti” padi mulai keluar, belum berisi, membuat tetangga kanan-kiri memprediksi, setelah berisi Pasti roboh. Kami juga sempat khawatir hal itu terjadi. Sebab jika terjadi roboh ketika belum tua, banyak tenaga yang dibutuhkan untuk menangani, alias menambah biaya operasional. Tapi prediksi itu ternyata tidak terbukti. Ternyata Beras Hitam Kami tetap tegar berdiri sampai panen.

Saat itu Kami menggunakan Bokashi dari kotoran puyuh yang kami beli dari Mitra Kami Di Ngasem Bojonegoro. Fermentasi yang kami lakukan sesuai dengan materi PDTM. Pertama menggunakan PHEFOC, mengingat baunya masih menyengat. Ketika dibuka panasnya sampai menggosongkan terpal yang kami pakai. Dilanjut menggunakan SOT selama 3 hari, terpal yang gosong tadi jadi pada bolong terbakar, saking panasnya fermentasi. Awalnya kami takut Mikrobanya pada mati kepanasan, ternyata setelah diaplikasikan hasilnya Bagus sekali. SOT luar biasa… ! ! !

Beras Hitam Organik HCS

Umur 95 hari Beras Hitam kami Panen Raya. Butir-butir padinya mentes dan berat. Minim sekali yang hampa/kopong. Sehingga panen Beras Hitam melimpah, dengan biaya operasional yang murah. Kemudian Kami tawarkan pada para tetangga, para Mitra HCS, saat dialog Pubik di Pendopo Malowopati (Pendopo Kabupaten Bojonegoro) maupun kami perkenalkan lewat online, Beras Hitam Organik Pola HCS Laris Manis.

Beberapa orang yang mengkonsumsi, langsung merasakan perubahan terhadap kesehatannya. Beberapa teman yang sudah terlanjur kena Stroke dan Diabetes, rata-rata 40-60 hari mengkonsumsi, sudah mulai membaik. Sebab itu kami harapkan seluruh Mitra HCS menanam Beras Hitam. Selain untuk menyehatkan badan seluruh keluarganya, sisanya dijual untuk Menyehatkan Dompet, karena harganya yang relatif tinggi. Di daerah Bojonegoro harga berkisar 30.000 – 35.000. Di Jakarta harga 40.000 – 50.000. Di Sulawesi lebih tinggi lagi 50.000 – 70.000. dan masih banyak variasi harga Beras Hitam Organik.

Ini adalah Peluang… bagi yang bisa membacanya. Jika peluang ini dimanfaatkan sebaik-baiknya, akan memberikan manfaat untuk kita. Jika hanya didengar dan tidak dilakukan, hanya menjadi informasi yang menarik, tapi tidak akan merubah nasib kita.