Meraup untung dari tanam Tomat Cherry dan Tomat Hitam POLA HCS.
Tomat Cherry dan Tomat Hitam Memiliki manfaat untuk kesehatan yang luar biasa.

Harga stabil untuk tomat cherry per kg Rp 40.000 tomat hitam Rp 30.000- Rp 40.000.

Dengan pola HCS mengandalkan pupuk cair SOT HCS, meski di lahan terbatas dengan memanfaatkan lahan rumahan usaha budidaya tomat cherry dan tomat hitam ini bisa menjadi mesin uang.

  • panen bisa berulang-ulang
  • tanamnya cukup dalam polybag…..
  • pelatihan gratis untuk mitra HCS Nusantara
  • konsultasi gratis juga

Mau ikutan pelatihan bersama HCS Nusantara? Silakan mendaftar sebagai mitra HCS. Penjelasan mengenai bagaimana cara menjadi mitra HCS bisa dibaca di PROGRAMHCS.com.

BUDIDAYA TOMAT HITAM HCS BUDIDAYA TOMAT POLA HCS

Pelatihan gratis untuk kalangan terbatas (khusus mitra HCS Nusantara)

HCS Nusantara, Inovasi tiada henti…..Go Success….

Baca  DI SINI cara mendaftar sebagai mitra HCS Nusantara.

SOT (suplemen organik tanaman)

SOT yang diproduksi HCS mempunyai kandungan lengkap yang dibutuhkan oleh semua tanaman, karena suplemen yang baik harus mengandung unsur hara yang lengkap, baik unsur hara makro maupun mikro.

SOT HCS

Unsur hara makro meliputi:

  1. nitrogen (N)

tanaman yang kekurangan nitrogen (N) mengakibatkan:

  • daun menjadi kuning pucat lalu perlahan engering.
  • Tanaman menjadi kurus
  • Tanaman menjadi tidak berbuah atau bisa berbuah, namun buahnya lebih kecil dan terlalu cepat masak.
  1. Phospor(P2O2)

Tanaman yang kekurangan phospor (P2O2) mengakibatkan:

  • Tumbuh lebih kerdil
  • Akar tanaman sangat kurang dan tidak bisa berkembang
  • Tanaman menjadi tak bisa berbuah, atau berbuah namun ukurannya lebih kecil dan terlalu cepat masak.
  1. Kalium (K2O)

Tanaman yang kekurangan kalium mengakibatkan:

  • Daun mengkerut tapi tidak merata.
  • Permukaan daun menjadi seperti terbakar pada tepi dan ujungnya kemudian rontok sebelum waktunya.

Unsur hara mikro meliputi:

  1. mangan (Mn)
  2. molybedenum (Mo)
  3. magnesium (Mg)
  4. besi (Fe)
  5. Boron(B)
  6. Kolbalt (Co)
  7. tembaga (Cu)
  8. seng (Zn)
  9. kalsium (Ca)
  10. belerang(S)
  11. Ciri-ciri kekurangan mangan (Mn)

Pada daun muda tulang-tulangnya terjadi klorois, perubahan dari warna hijau menjadi kuning dan selanjutnya menjadi putih.

Tulang-tulang daunnya tetap berwarna hijau, ada yang sampai kebagian sisi tulang.

  1. Ciri-ciri kekurangan molybedenum

Bercak-bercak didaun dewasa, kemudian menjalar ke daun m uda.

Daun muda menjadi kering.

Daun dewasa mrnguncup dan helai daunnya menebal.

3.Ciri-ciri kekurangan magnesium

Daun cepat kering, cepat tua, dan berwarna hijau kekuning-kuningan pada sisi yang terkena sinar matahari saja.

Buah tumbuh tidak sempurna, kecil-kecil, mutu jelek dan tidak tahan lama  jika disimpan.

  1. Ciri-ciri mkekurangan besi

Tulang adaun menjadi kuning, kemungkinanna menjadi putih.

Timbul bercak-bercak berwarna hijau seperti pulau.

Daun mati mulai dari pucuk menuju bawah(die back)

  1. Ciri-ciri kekurangan boron

Tepi daun terjadi klorosis.

Kuncup-kuncup mati dan berwarna hitam.

Batang mudah patah dan mengeluarkan cairan kcoklatan.

  1. Ciri-ciri kekurangan kolbalt

Penyerapan nitrogen (N)  kurang maksimal, sehingga ciri-ciri kekurangan kolbalt (Bo) seperti ciri-ciri kekurangan nitrogen (N).

  1. Ciri-ciri kekurangan tembaga

Pada bagian daun, terutama yang muga tampak layu dan kemudian mati (die back), sedang ranting-rantingnya berubah warna pula menjadi coklat tua kemudian mati pula.

Ujung daun sering ditemukan layu, terkadang klorosis sekalipun jaringan-jaringannya tidak ada yang mati.

  1. Ciri-ciri kekurangan seng

Muncul bercak-bercak kuning pada ujng daun dan tepi daun-daun muda.

Daun kerdil,mengkerut atau menggulung di salah satu sisi lalu rontok.

Bakal buah menguning, terbuka dan akhirnya gugur.

Buah lemas dan akhirnya bengkok.

  1. Ciri-ciri kekurangan kalsium.

Daun muda selain kriput juga mengalami perubahan warna pada ujung dan tepi klorosis, berubah menjadi kuning dan warna tersebut menjalar diantara tulang-tulang daun. Jaringan-jaringan daun pada beberapa tempat mati.

Kunc up-kuncup muda yang telah tumbuh akhirnya mati.

  1. Ciri-ciri kekurangan belerang.

Daun-daun muda mengalami klorosis, perubahan warna umumnya terjadi pada seluruh daun muda, kadang mengkilat, keputih-putihan dan kadang perubahannya tidak merata.

 

Untuk menanggulangi masalah tanaman tersebut, HCS menyediakan SOT (suplemen organik tanaman).

 

SOT (suplemen organik tanaman) yang diproduksi oleh HCS, terdapat 52 spesies mikroba yang sangat baik kegunaannya untuk:

  • Mengurai unsur tanah.
  • Menjadikn akar tanaman lebih kuat.
  • Menjadikan batang tanaman lebih kuat.
  • Daun men jadi lebih lebar, dan tak mudah gugur.
  • Bunga lebih kuat dan tak mudah rontok.
  • Meningkatkan kualitas buah.
  • Sebagai pestisida sekaligus fungisida.

SOT ( suplemen organik tanaman) bermanfaat untuk:

  • Meningkatkan produksi panen 40-100%
  • Mencegah/mengurangi gugur bunga dan buah.
  • Berfungsi sebagai katalisator, sehingga dapat mengurangi penggunaan pupuk kimia dasar sampai 80%
  • Meningkatkan daya tahan tanaman terhadap serangan penyakit, terutama fungi/jamur/cendawan.
  • Mempercepat panen pada tanaman semusim.
  • Memperpanjang masa produksi tanaman, khususnya untuk tanaman yang berbuah berkali-kali.
  • Sangat baik digunakan pada persemaian atau bibitan.

Contoh penggunaan sot yang dianjurkan pada tanaman:

 

 

 

 

 

Macam tanaman takaran Tehnik aplikasi
Tanaman lemah

(kol/kobis/seledri,dll)

5 tutup botol sot.

Dilarutkan dalam 14 lt air.

3x penyemprotan berturut-turut, interval 10 hari.
Tanaman tidak berbatang

(padi,jagung,cabe,dll)

5 tutup botol sot.

Dilarutkan dalam 14 lt air.

3/4x penyemprotan berturut-turut, interval 10 hari
Tanaman tinggi berbatang

(kelapa sawit, jeruk, dll)

5 : 500 (1 ttp botol sot dilarutkan dalam 5 lt air) 3/4x penyemprotan berturut-turut, interval 5 hari. Selama 1 bulan.
Tanaman hias.

(anggrek,melati,dll)

5 : 500 (1 ttp botol sot dilarutkan dalam 15 lt air) Penyemprotan pagi jam 7-10 wib.

Sore jam 15-18 wib.

 

Cara penyemprotan yang baik adalah:

  • Saat mulut daun (stomata) terbuka, atau antara jam 16.00 sore sampai jam 07.00 wib.

Dengan cara disemprotkan dari atas ke bawah, atau disemprotkan pada daun bagian dalam.

  • Pada tanaman pangan (padi, kacang hijau, kacang kedelai, kacang tanah,dll) penyemprotan mulai umur 15,25,45 hari setelah tanam.
  • Pada tanaman palawija (jagung, ubi jalar, dll) penyemprotan mulai 10 hari. Interval penyemprotan 1-2 minggu sekali sampai menjelang panen.
  • Pada tanaman holtikultura (bawang merah/putih, sayuran, tomat, kentang dll). Penyemprotan mulai umur 10 hari. Interval 1 minggu sekali sampai menjelang panen.
  • Pada persemaian, bibit tanaman dalam polibag atau pot (buah, perkebunan, kehutanan, tanaman hias, dll) interval 15-30 hari sekali.
  • Pada tanaman buah ( pisang,papaya, dll) penyemprotan/penyiraman tiap 2 minggu -1 bulan sekali.
  • Pada tanaman keras dan perkebunan (kopi, coklat, mangga, karet, jati, dll) 1 bulan sekali dengan disiramkan.

 

Untuk dapat berkembang dengan baik, disamping membutuhkan suplemen yang baik, makan tanaman juga memerlukan pestisida, herbisida dan fungisida untuk mempertahankan kelangsungan hidup.

Untuk mengantisipasi itu, maka hcs mengeluarkan produk yang namanya phefoc, untuk memastikan tanaman aman dari serangan hama yang merugikan.

Beras Hitam, menurut sejarah adalah makanan para Raja dan Kerat Kerajaan di Jawa. Sedangkan di China Beras Hitam adalah makanan para Kaisar dan para Punggawanya. Bahkan begitu besar kasiat beras hitam, di China rakyat biasa dilarang mengkonsumsi beras yang kaya akan nutrisi ini. Makanya di sana disebut Forbiden Rice (Beras Terlarang) Jika rakyat mengkonsumsi beras ini, dikhawatirkan otaknya jadi cerdas, tubuhnnya, jadi perkasa. Dengan begitu berakibat rakyat bisa “Njongkel Kewibawan Keraton” artinya Rakyat bisa memberontak Kerajaan. Sebab itu jika ketahuan Rakyat menanam beras hitam bisa mendapatkan hukuman sangat berat, dipotong lehernya.

Itu cerita yang selalu disampaikan turun temurun oleh nenek moyang kita. Tapi di jaman sekarang situasinya sudah berbeda. Rakyat bebas menanam apa saja, yang penting bermanfaat untuk Rakyat banyak.

Saat itu bulan Oktober 2013, ketika ada acara HCS di Kediri, Kami ditawari oleh Mitra Kami Mas Rusda, beberapa bungkus Beras Hitam dan beberapa kantong Bibitnya. Tentu saja gayung bersambut. Saat Kami memikirkan komoditas apa yang harus diangkat untuk menunjang perkembangan Aplikasi HCS, datanglah Bibit Beras Hitam.

Sepulang acara bertepatan dengan Musim Tanam 1 di Kampung, Saat itu Kami sudah tanam Padi biasa Full Organik Pola HCS yang ke tiga kali. Maka yang ke 4 ini langsung Kami Aplikasikan Beras Hitam beserta beberapa Mitra yang sudah berani Aplikasi tanpa Pupuk Kimia maupun Pestisida Kimia.

Beberapa Mitra dari Bojonegoro, Cepu dan Lamongan akhirnya ikut serta Aplikasi Beras Hitam.
Alhamdulillah… mulai persemaian, penanaman, pertumbuhannya sangat menyenangkan. Subur, ijo royo-royo, anakannya sekitar 30-50. Bahkan tetangga saat itu banyak yang terserang sundep alias Ngacung gak berisi, dan serangan potong leher yang mengenaskan, Beras Hitam Kami tetap tegar tak terkena penyakit apapun. Sehingga mengundang decak kagum para petani yang melewati lahan kami.

Body-nya yang JANGKUNG ketika baru “mlecuti” padi mulai keluar, belum berisi, membuat tetangga kanan-kiri memprediksi, setelah berisi Pasti roboh. Kami juga sempat khawatir hal itu terjadi. Sebab jika terjadi roboh ketika belum tua, banyak tenaga yang dibutuhkan untuk menangani, alias menambah biaya operasional. Tapi prediksi itu ternyata tidak terbukti. Ternyata Beras Hitam Kami tetap tegar berdiri sampai panen.

Saat itu Kami menggunakan Bokashi dari kotoran puyuh yang kami beli dari Mitra Kami Di Ngasem Bojonegoro. Fermentasi yang kami lakukan sesuai dengan materi PDTM. Pertama menggunakan PHEFOC, mengingat baunya masih menyengat. Ketika dibuka panasnya sampai menggosongkan terpal yang kami pakai. Dilanjut menggunakan SOT selama 3 hari, terpal yang gosong tadi jadi pada bolong terbakar, saking panasnya fermentasi. Awalnya kami takut Mikrobanya pada mati kepanasan, ternyata setelah diaplikasikan hasilnya Bagus sekali. SOT luar biasa… ! ! !

Beras Hitam Organik HCS

Umur 95 hari Beras Hitam kami Panen Raya. Butir-butir padinya mentes dan berat. Minim sekali yang hampa/kopong. Sehingga panen Beras Hitam melimpah, dengan biaya operasional yang murah. Kemudian Kami tawarkan pada para tetangga, para Mitra HCS, saat dialog Pubik di Pendopo Malowopati (Pendopo Kabupaten Bojonegoro) maupun kami perkenalkan lewat online, Beras Hitam Organik Pola HCS Laris Manis.

Beberapa orang yang mengkonsumsi, langsung merasakan perubahan terhadap kesehatannya. Beberapa teman yang sudah terlanjur kena Stroke dan Diabetes, rata-rata 40-60 hari mengkonsumsi, sudah mulai membaik. Sebab itu kami harapkan seluruh Mitra HCS menanam Beras Hitam. Selain untuk menyehatkan badan seluruh keluarganya, sisanya dijual untuk Menyehatkan Dompet, karena harganya yang relatif tinggi. Di daerah Bojonegoro harga berkisar 30.000 – 35.000. Di Jakarta harga 40.000 – 50.000. Di Sulawesi lebih tinggi lagi 50.000 – 70.000. dan masih banyak variasi harga Beras Hitam Organik.

Ini adalah Peluang… bagi yang bisa membacanya. Jika peluang ini dimanfaatkan sebaik-baiknya, akan memberikan manfaat untuk kita. Jika hanya didengar dan tidak dilakukan, hanya menjadi informasi yang menarik, tapi tidak akan merubah nasib kita.

Aplikasi Suplemen Organik Tanaman (SOT) HCS Untuk Kol>> Bagi anda yang hidup di dataran cukup tinggi, tentu anda sudah sering melihat tanaman kol. Meskipun cara menanamnya terlihat cukup sederhana, namun anda tetap tidak boleh meremehkannya karena tetap saja tanaman sayuran satu ini membutuhkan beberapa perawatan bahkan juga pupuk atau suplemen tanaman.

Yap, demi masa panen yang lebih cepat dan hasilnya yang jauh berlipat, akan lebih baik jika anda menggunakan suplemen organik tanaman (SOT) HCS yang saat ini sudah bisa anda dapatkan dengan cukup mudah. Aplikasi suplemen organik tanaman untuk kol juga terbilang cukup mudah, selama anda sudah mengetahui ukuran yang paling tepat untuk tanaman kol ini.

Jadi, berapa takaran yang paling benar dalam aplikasi suplemen organik tanaman (SOT) HCS untuk kol? Untuk tanaman yang bisa dibilang lemah ini, anda hanya perlu menggunakan sebanyak 5 tutup botol dari suplemen organik tanaman saja. Jika sudah ditakar dengan benar, barulah anda campurkan dengan air bersih sebanyak 14 liter.

Aplikasi Suplemen Organik Tanaman (SOT) HCS Untuk Kol

Nah, jika anda sudah mengetahui takaran dari suplemen organik tanaman (SOT) HCS tadi, kini anda hanya perlu mengetahui waktu menggunakan larutan tadi. Anda cukup melakukan tiga kali proses penyemprotan, dengan jarak selama 10 hari sekali. Hal ini tentu tidak akan terlalu memberatkan aktifitas pertanian anda.

Yang juga harus anda ketahui, penggunaan suplemen organik tanaman (SOT) HCS terutama untuk kol, tidak hanya untuk mempercepat datangnya panen, namun juga untuk meningakatkan daya tahan tanaman dari beberapa penyakit yang sangat mungkin menyerang tanaman kol. Selain itu, suplemen ini juga sangat baik dalam menguatkan akar tanaman.

Dengan mengetahui aplikasi suplemen organik tanaman (SOT) HCS untuk kol yang tepat, maka kemungkinan besar aktifitas pertanian anda akan berjalan dengan lebih baik, begitu juga dengan hasil yang akan diterima nantinya.

Untuk sekedar tambahan, dalam aplikasi suplemen organik tanaman untuk kol ini, hasil yang akan didapat akan jauh lebih baik jika anda menambahkan tetes tebu atau gula sebagai campuran tambahan. Tidak perlu banyak, untuk setiap takaran satu tutup suplemen organik tanaman, anda cukup menambahkan gula pasir sebanyak 2 sendok makan saja.

Untuk mencoba SOT HCS ini, Anda bisa order di halaman khusus tentang SOT HCS. Atau klik tombol di bawah ini:

Cara Order SOT HCS

SOT HCS untuk Pisang ternyata tidak sekedar oke. Di samping menghasilkan buah organik yang padat berisi, anakan pohon pisang juga subur.

SOT HCS untuk Pisang
Konsultan HCS Nusantara Bpk Wahyudi, SE berpose dengan buah pisang hasil aplikasi SOT HCS untuk Pisang

Berikut testimoni mengenai aplikasi Pupuk cair organik SOT HCS untuk perkebunan pisang di Jombang:

pupuk cair SOT untuk pohon pisang

Kembali ke kampung Halaman
Petualangan kami saat ini di kota Santri Jombang….Mas Ridho Andy memanfaatkan tanah pekarangan sahabatnya dengan menanam pohon pisang sekitar 500 pohon.sekarang sudah lebih dari 1500….tampak dibelakang kami sebagian sudah mulai berbuah bahkan sebagian lagi sudah laku terjual…..aset yang terus bisa dinikmati bertahun-tahun ke depan ….ayo kembali gali potensi dikampung halaman bersama HCS…..anda pasti bisa….

Konsultasi gratis untuk anggota atau mitra HCS Nusantara. Bagaimana cara menjadi anggota? Silakan buka Program HCS Nusantara (dibimbing oleh Konsultan HCS Nusantara bpk Wahyudi, SE).

Enaknya berkebun pisang, sekali tanam bisa untuk berkali-kali panen karena dengan menggunakan pupuk organik cair SOT HCS maka perkembangan anakan bisa dirangsang. 1 (satu) pohon pisang sudah ada yang keluar anakan hingga 8 pohon.

SOT Pupuk Cair Kelapa Sawit

Mendengar kelapa sawit, pasti langsung ingat dengan minyak goreng kelapa sawit. Sudah kurang lebih 20 tahun, kelapa sawit banyak diproduksi untuk bahan minyak kelapa. Konon ini merupakan salah satu lahan bisnis yang cukup diperhitungkan di tanah air karena menawarkan keuntungan yang tidak sedikit.

Berikut beberapa keuntungan yang banyak dibicarakan, di antaranya adalah:

  1. Modal investasi cepat kembali, dari mulai penanaman hingga bisa dipanen, kurang lebih 4 tahun setelah masa panen pertama modal akan kembali dan konon pohon kelapa sawit ini akan terus bisa menghasilkan selama 25 tahun.
  2. Rentang harga kelapa sawit cenderung stabil.
  3. Pengerjaannya dilakukan oleh pekerja, jangan heran jika mendengar kalau pebisnis kelapa sawit bisa dapat passive income.
  4. Lahan kelapa sawit yang sudah ditanami juga bisa di jual belikan, dan harganya itu dipengaruhi oleh kualiatas tanaman kelapa sawit yang tumbuh di dalamnya.
  5. Laba dari bisnis kelapa sawit cukup besar, konon bisa sampai tiga kali lipat.

Seperti telah disinggung sebelumnya kebun kelapa sawit bisa bernilai mahal jika tanamannya berkualitas. Untuk mendapatkan kualitas tentunya harus di rawat, iya kan? Lalu bagaimana merawatnya?

Berikut beberapa faktor yang bisa memaksimalkan perawatan kelapa sawit.

  1. Penyesuaian metode dengan lingkungan, bentuk perawatan kelapa sawit setiap daerah berbeda.
  2. Pengendalian gulma secara intensif, di area perkebunan kelapa sawit biasanya tumbuh tanaman pengganggu, yaitu gulma. Kehadirannya dapat mengurangi unsur hara yang ada di dalam tanah lahan. Karenanya perlu pengendalian yang tepat.
  3. Penggunaan alat teknologi tinggi, jika modal memungkinkan pembelian alat berteknologi tinggi akan mengefektifklan pekerjaan untuk pemeliharaan kebun.
  4. Perhatikan cara pemberantasan hama dan penyakit karena akan cukup banyak hama dan penyakit yang bisa ditemui menyerang tanaman sawit.
  5. Pemupukan dengan tepat. Pilih pupuk cair kelapa sawit yang berkualitas. Gunakan pupuk organik sebab dapat menghidupkan microba tanah, sehingga dapat menyebabkan tanah menjadi subur. Saat ini ada banyak pupuk cair kelapa sawit yang sudah jadi, atau bisa juga membuatnya sendiri.

Kenapa harus pupuk cair kelapa sawit? Sebab pupuk cair ini bisa diaplikasikan langsung ke bagian yang ingin kita pupuk dari kelapa sawit tersebut, apakah ingin membuat dahannya kuat, daunnya lebat, akarnya subur, atau ingin cepat berbuah dan memiliki buah yang banyak.

  • Faktor perawatan selanjutnya adalah penunasan perlu diatur sedemikian rupa.
  • Dan yang terakhir ikuti prosedur pemanenan yang benar dengan teknik yang tepat.

Itulah beberapa faktor yang akan membantu kualitas kelapa sawit memiliki kualitas yang baik, dari beberapa hal di atas semuanya perlu dilakukan dengan seimbang, rutin, dan disiplin merawatnya. Karenanya perlu mengajak dan mengajari pegawai untuk bisa melakukan hal di atas.

Memiliki perkebunan kelapa sawit tentu saja perlu pekerja yang bisa membantu dan memantau pertumbuhan kelapa sawit tersebut, yang selalu bisa melakukannya kapan pun. Berbicara soal pupuk, jika memungkinkan bisa membuatnya, sebaiknya membuat saja sendiri, pupuk cair kelapa sawit organik. Bahan apa yang digunakan dan bagaimana cara pembuatannya bisa di search. Karena saat ini ada banyak tips dan trik yang bisa diikuti melalui media internet, dan itu tentu saja memudahkan.

Menggunakan atau memberikan perawatan kepada tumbuhan dengan bahan organik, tentu akan berpengaruh terhadap buahnya di kemudian hari, biasanya akan jauh lebih baik hasilnya. Di samping itu, semua bisa juga memberinya suplemen, seperti suplemen organik tanaman (SOT) dari PT HCS. Di masyarakat umum, SOT HCS ini lebih dikenal sebagai pupuk cair organik. Semoga bermanfaat.

Aplikasi Suplemen Organik Tanaman (SOT) Untuk Seledri
Aplikasi Suplemen Organik Tanaman (SOT) Untuk Seledri>> Selama ini mungkin anda masih jarang melihat aktifitas menanam seledri dalam jumlah atau lahan yang besar. Padahal sebenarnya menanam seledri cukup menjanjikan karena penggunaan seledri untuk menyedapkan makanan cukup tinggi, terlebih untuk rumah makan yang memang sudah berkapasitas cukup besar.

Meskipun terlihat cukup sederhana, namun jika memang ingin menanam seledri dengan serius, juga dibutuhkan beberapa perawatan juga suplemen tanaman yang sebaiknya diberikan. Itu sebabnya, anda juga harus mengetahui aplikasi suplemen organik tanaman (SOT) untuk seledri yang seharusnya pula.

Hal tersebut perlu anda pahami karena jika anda tidak melakukan pengaplikasian secara benar, maka hasil panen seledri nantinya juga tidak akan maksimal pula. Karena seledri termasuk dalam tanaman lemah alias tidak berbatang, maka aplikasi suplemen organik tanaman (SOT) untuk seledri juga berbeda dengan tanaman keras atau yang berbatang.

Untuk tanaman seledri ini, 5 tutup botol suplemen ini sudah sangat cukup. Kemudian suplemen tadi dicampurkan dengan air sebanyak 14 liter. Jika ingin mengurangi karena seledri yang ditanam tidak cukup banyak, maka anda hanya tinggal menguranginya saja namun masih dalam skala yang sama.

Aplikasi Suplemen Organik Tanaman (SOT) Untuk Seledri

Jika sudah, kini saatnya anda memahami teknik aplikasi suplemen organik tanaman (SOT) untuk seledri ini. Tidak sulit, karena dalam sepuluh hari sekali anda hanya perlu melakukan penyemprotan sebanyak tiga kali saja. Karena tidak perlu terlalu sering, maka anda juga tidak akan merasa direpotkan sama sekali.

Sebenarnya, apa saja yang ada didalam suplemen organik tanaman (SOT) ini sehingga bisa memberikan banyak sekali manfaat bagi tanaman seperti seledri ini? Ada banyak sekali unsur yang dimasukan kedalamnya, diantaranya ialah unsur N, K2O, So4, P205, mG, Cu, Fe, PH, Zn, dan masih banyak lagi yang lainnya.

Seluruh kandungan dan aplikasi suplemen organik tanaman (SOT) untuk seledri yang tepat ini akan sangat membantu anda untuk bisa mendapatkan hasil seledri yang tidak hanya lebih cepat, namun juga jauh lebih berkualitas. Jadi, tidak perlu lagi untuk menggunakan suplemen organik tanaman ini untuk tanaman yang anda tanam.

Untuk mencoba SOT HCS ini, Anda bisa order di halaman khusus tentang SOT HCS. Atau klik tombol di bawah ini:

Cara Order SOT HCS

Aplikasi Suplemen Organik Tanaman (SOT) HCS Untuk Jeruk

Aplikasi Suplemen Organik Tanaman (SOT) HCS Untuk Jeruk>> Selama ini tentu anda sudah sering memakan buah jeruk. Bukan hanya karena harganya yang cukup murah dan rasanya segar, namun juga karena kandungan vitamin serta anti oksidannya yang banyak. Itu sebabnya juga para petani sangat suka menanam pohon jeruk karena menyadari potensi buah jeruk di pasaran.

Mendapatkan hasil panen yang lebih berlimpah dengan kualitas baik seperti menjadi pekerjaan rumah sendiri untuk petani. Karena itulah para petani terus mencari cara dan suplemen demi mendapatkan panen terbaik. Untuk aplikasi suplemen organik tanaman (SOT) HCS untuk jeruk, tidak perlu anda lakukan setiap hari.

Anda hanya perlu melakukannya satu minggu sekali dengan penyemprotan sebanyak tiga hingga empat kali. Aplikasi suplemen organik tanaman (SOT) HCS untuk jeruk harus terus anda lakukan secara berturut-turut selama lima bulan. Barulah setelahnya bisa anda hentikan.

Selain teknik pengaplikasiannya, dalam aplikasi suplemen organik tanaman untuk jeruk anda juga harus mengetahui takaran yang tepat. Jika anda memaksanya memberikan suplemen organik tanaman terlalu banyak atau terlalu sedikit, maka hasil panen dan kesehatan tanaman tidak akan bisa didapatkan dengan optimal.

Takaran untuk pohon jeruk sendiri menggunakan skala 5 : 500. Artinya, jika anda menggunakan suplemen organik tanaman sebanyak 10 cc, maka air yang dibutuhkan untuk mencapurnya sebanyak 5 liter. Begitu terus selanjutnya, tergantung dengan luasnya lahan pohon jeruk yang akan anda semprot dengan suplemen organik tanaman alias SOT ini.

Sebagian dari anda mungkin masih ragu dengan kegunaan SOT ini. Sekali lagi, suplemen organik tanaman (SOT) HCS sudah terbukti membuat panen lebih cepat dari biasanya, akar dan batang pohon menjadi lebih kuat, membuat tanaman tidak mudah terserang penyakit dan lain sebagainya.

Kegunaan tersebut tentu saja dikarenakan kandungan yang ada di dalamnya. Setiap unsur yang dimasukan sudah diperhitungkan dengan teliti sehingga hasil yang akan didapatkan bisa benar-benar baik dan optimal.

Nah, jika sudah mengetahui kegunaan dari suplemen ini dan aplikasi suplemen organik tanaman (SOT) HCS untuk jeruk, seharusnya sudah tidak ada lagi alasan bagi anda untuk tidak menggunakannya pada aktifitas pertanian anda.

Untuk mencoba produk ini, Anda bisa order di halaman khusus tentang SOT HCS. Atau klik tombol di bawah ini:

Cara Order SOT HCS

Aplikasi Suplemen Organik Tanaman (SOT) Untuk Pepaya>> Buah pepaya selama ini sudah cukup dikenal memiliki kandungan nutrisi cukup berlimpah sehingga cukup banyak orang yang suka mengkonsumsinya. Tidak hanya buah pepayanya yang bisa digunakan, bagi sebagian orang bunga dan daun pepaya juga sering dijadikan sayur meskipun rasanya yang lumayan pahit.

Karena semakin kemari semakin banyak permintaan akan buah pepaya, maka mau tidak mau petani pepaya harus bisa menghasilkan panen pepaya yang lebih banyak lagi. Sehingga penggunaan suplemen organik dianggap menjadi cara paling efektif untuk hal tersebut. Tidak perlu khawatir, karena aplikasi suplemen organik tanaman untuk pepaya juga tidak sulit.

Yang pasti, anda harus mengetahui terlebih dahulu berapa banyak suplemen organik tanaman alias SOT yang dibutuhkan. Untuk pohon pepaya sendiri, anda harus menggunakan perbandingan 5 : 500 antara SOT dan air. Sebagai contoh, jika anda menggunakan 10 CC suplemen, maka anda harus menggunakan 5 liter air.

Aplikasi Suplemen Organik Tanaman Untuk Pepaya

Untuk teknik aplikasi suplemen organik tanaman (SOT) untuk pepaya juga masih tidak perlu terlalu sering anda lakukan. Setiap satu minggu sekali, anda hanya perlu melakukan penyemprotan 3 hingga 4 kali. Yang pasti penyemprotan ini harus terus anda lakukan secara rutin hingga waktu 5 bulan.

Suplemen organik tanaman (SOT) terbukti mampu memberikan pengaruh yang sangat optimal pada tumbuhan pepaya karena kandungan unsur yang ada didalamnya. Sebut saja unsur Fe, N, K20, Mg, Zn,p205, PH dan masih banyak unsur lainnya yang memang sangat dibutuhkan untuk pertumbuhan dan proses pembuahan pada tanaman.

Tips tambahan untuk aplikasi suplemen organik tanaman (SOT) untuk pepaya yang bisa membuat panen lebih maksimal ialah denganmenambahkantetes tebu atau bisa juga gula. Andabisa menggunakan jenis gula apa saja yang bisa anda temukan nantinya. Bisa gula semut, gula aren dan juga gula pasir.

Dalam mencampurkannya, sebaiknya campurkan ketika air campuran belum dimasukan seluruhnya. Misalnya ketika air baru ditambahkan sebanyak 2 liter lalu langsung masukkan gula. Barulah kemudian dimasukan campuran air sisanya.

Bagaimana, bukankan aplikasi suplemen organik tanaman (SOT) untuk pepaya cukup mudah untuk dilakukan?

Untuk mencoba SOT HCS ini, Anda bisa order di halaman khusus tentang SOT HCS. Atau klik tombol di bawah ini:

Cara Order SOT HCS

Kata kunci pilihan:

Aplikasi sot hcs pada pepaya california,Penggunan sot hcs pada pepaya,