Cara Aplikasi SOC HCS untuk Budidaya Cacing Lumbricus Rubellus

by

Bekerja di perusahaan terkenal di Jawa Timur sebagai Direktur Produksi Jawa Pos tidaklah membuat Bapak Akhmad Junaidi berbangga diri, Selama 24 tahun beliau mengabdi di anak Perusahaan Jawa Pos hingga mencapai posisi puncak karir sebagai Direktur produksi tidaklah begitu mudah, banyak liku dan tantangan yang dihadapinya terutama dilapangan karena dengan adanya kemajuan teknologi yang semakin canggih mengharuskan banyak belajar dari segala segi agar tidak tertinggal karena untuk mencapai posisi sebagai’ Direktur membutuhkan sebuah proses yang tidak mudah….untuk itu beliau punya target khusus bahwa suatu saat kelak harus punya usaha sendiri agar merasa nyaman,selalu dekat dengan keluarga, bisa membantu saudara dan sesama yang membutuhkan,sungguh mulia.

Setelah sekian tahun berusaha dan berupaya namun belum ada gambaran apa yang harus dilakukan dan dikerjakan semua dijalani dengan harapan doanya bisa diijabahi….dan jawaban itu terlaksana, suatu ketika saat makan siang bersama sahabatnya secara tidak sengaja bertemu dengan Bapak Wahyudi,SE sambil menikmati makanan kenalkannya

program HCS mulai dari visi misi itupun tampa sengaja,singkat cerita sejak saat perkenalan itu dengan segala upaya selalu dikontaknya disela­sela kerja,akhirnya bermitra dan laming setiap hari sabtu mengadakan sosialisasi dikantor, beberapa sahabat dan anak buahnya yang bermitra … Alhamdulillah

Sejak saat itu beliau getol dengan Hcs organik semua produk diaplikasikan mulai bertani, beternak, berkebun dan yang terjadi adalah 3 bulan setelah bermitra dengan HCS beliau mengajukan pensiun dini pada perusahaan yang membesarkan namanya yaitu Jawa Pos agar lebih fokus ujar beliau…namun tidaklah mudah karena ternyata tidak diijinkan, setelah melalui proses yang panjang dikabulkanlah permintaannya gaji yang besar jabatan yang menyenangkan ditinggal begitu saja….padahal banyak yang menginginkannya … beliau selalu mengutip ungkapan Almarhum Om Bob Sadino … Setinggi apapun jabatan kita diperusahaan /ditempat kerja kita tetap sebagai karyawan tapi sekecil apapun usaha yang kita miliki kita sebagai bos nya…

Dimulai dari kambing, bebek dan ayam serta bertani padi belumlah merasa puas, lebih dari 80 ekor kambing, Boer, Etawa, PE dan Gibas dimilikinya, karena kedekatanya dengan Bapak Wahyudi,SE beliau dikenalkan banyak konsep bertani dan beternak yang sangat luas ala HCS hingga suatu ketika dikenalkan dengan Cacing Lumbricus Rubellus … belajar bersama dengan metode pendidikan terbatas dengan modal nekat dimulainya dengan hasil gagal pada awalnya mencoba gagal adalah lebih baik daripada tidak melakukan sama sekali ujar beliau, memulai ulang dengan 4 kwintal bibit cacing F1 langsung dikandang pertama seluas 5 X 12 kini tiap minggu bisa panen diatas 2 kwintal bahkan beberapa bulan kedepan bisa lebih…Alhamdulillah…ujar beliau dengan senyum ramahnya bahkan permintaan bibit sangat luar biasa sampai kekurangan, dengan ketekunan dan cara pelayanan yang menyenangkan kini setidaknya ada 2 kandang cacing yang dimilikinya dan tiap minggunya mengalir rupiah terns menerus, karena sekali beli bibit bisa panen berulang-ulang kalau harga bibit cacing kisaran antara Rp 50.000 sampai Rp 80.000 bisa dipastikan berapa rupiah… tentunya ini bisa dijadikan alternative usaha kedepan karena permintaan kebutuhan cacing Lumbricus Rubellus sangat tinggi, memulai usaha tidak harus dari jumlah besar.

Apa itu Cacing Lumbricus Rubellus?

Tiada lain adalah cacing tanah merah, binatang tanah yang tidak bertulang yang mempunyai banyak manfaatnya, sering disebut agen penyubur tanah karena dimana terdapat cacing maka disitu bisa dipastikan tanahnya gembur atau subur karena bisa mengurai, mempunyai protein yang sangat tinggi sehingga dimanfaatkan untuk makanan ternak pengganti bisa dibuat pelet sebagai makanan udang, ikan, bebek ayam dll, dibidang farmasi bermanfaatkan untuk beberapa penyakit tifus dan yang tidak kalah penting adalah dinegara-negara maju cacing ternyata bisa dimanfaatkan untuk perawatan kecantikan.

Cara Beternak Cacing Lumbricus Rubellus

Menurut Bapak Akhmad Junaidi tidaklah sulit yang diperlukan untuk memulai usaha cacing adalah :

1.    Bibit: usahakan yang F1 ini yang paling utama untuk mengetahuinya dikonsultasikan karena salah pemilihan bibit hasilnya kurang memuaskan

2.    Rumah cacing: bisa berupah Jedingan, sistim kotak/rak, memanfaatkan limbah bekas seperti baleho, sak yang tidak terpakai, besek, kotak plastik dll.

3.    Media: Syarat utamanya adalah gembur, organik, lunak contohnya Log jamur, grajen, cocopit, humus, cacahan gedebok, jerami padi dll.

4.    Pakan : limbah organic rumah tangga/ sisa makanan, limbah organic home industri/ ampas tahu, limbah organic peternakan/ rumen atau kotoran ternak tapi yang ini beliau tidak menganjurkan agar bibitnya nanti tetap bagus, dan limbah organic pertanian sayuran dll.

5.    Pemberian Pakan :

a.    Diberikan langsung yaitu dengan cara makanan yang ada langsung ditabur

b.    Dibusukkan lalu diberikan

c.    Difermentasi yaitu dengan mencampurkan bahan pakan difermentasi dengan air dan tetes tebu serta SOC

 

HAMA

Karena Cacing binatang yang kecil yang hidupnya ada dimedia, maka tidak menjaga kemungkinan ada binatang lain yang mengintainya sebagai kompetitornya semisal, semut, kutu, orong-orong, rayap dll, atau predator, cecak, tikus, kadal, ayam, bebek dll cara menanggulanginya adalah jaga kebersihan lingkungan, untuk semut dikasih kapur pada anak panggung.

PANEN

Tujuan akhir dari beternak adalah panennya bagaimana? Dengan menggunakan produk HCS SOC (Suplemen Organik Cair) ternyata perkembangan cacing sangat luar biasa menurut teori panen cacing bisa dilaksanakan setelah 4-6 bulan, ternyata bisa dilakukan tiap bulan bahkan tiap minggu seperti yang dilakukan Pak Akmad Junaidi, untuk menjual hasil panennya tidaklah sulit karena sudah terbentuk koperasinya, yang terpenting adalah pada saat panen cacing diambil 25%-50% dari jumlah cacing yang ada, ukurannya bebas. Yang luar biasa adalah media cacingnya atau kascing(bekas cacing) bisa dijadikan pupuk langsung atau diolah jadi bokasi serta media basahnya /urinnya bisa dimanfaatkan langsung sebagai POC atau Pupuk Organik Cair

Kini selain memiliki 2 kandang akan dibangun kandang berikutnya yang lebih baik dari sebelumnya, selain itu Pak Junaidi memiliki plasma yang tersebar sampai ke Madura….GO SUCCESS!!!!

 

Kata kunci pilihan:

cara fermentasi soc hcs untuk pakan cacing,cara membuat fermentasi soc hcs untuk pakan cacing,cacing lumbricus rubellus,cara budidaya cacing,Cara ternak cacing dgn pola hcs,