SOT HCS: Pupuk Organik Cair Bersertifikat INOFICE

by -120 views

SOT (suplemen organik tanaman)

SOT yang diproduksi HCS mempunyai kandungan lengkap yang dibutuhkan oleh semua tanaman, karena suplemen yang baik harus mengandung unsur hara yang lengkap, baik unsur hara makro maupun mikro.

SOT HCS

Unsur hara makro meliputi:

  1. nitrogen (N)

tanaman yang kekurangan nitrogen (N) mengakibatkan:

  • daun menjadi kuning pucat lalu perlahan engering.
  • Tanaman menjadi kurus
  • Tanaman menjadi tidak berbuah atau bisa berbuah, namun buahnya lebih kecil dan terlalu cepat masak.
  1. Phospor(P2O2)

Tanaman yang kekurangan phospor (P2O2) mengakibatkan:

  • Tumbuh lebih kerdil
  • Akar tanaman sangat kurang dan tidak bisa berkembang
  • Tanaman menjadi tak bisa berbuah, atau berbuah namun ukurannya lebih kecil dan terlalu cepat masak.
  1. Kalium (K2O)

Tanaman yang kekurangan kalium mengakibatkan:

  • Daun mengkerut tapi tidak merata.
  • Permukaan daun menjadi seperti terbakar pada tepi dan ujungnya kemudian rontok sebelum waktunya.

Unsur hara mikro meliputi:

  1. mangan (Mn)
  2. molybedenum (Mo)
  3. magnesium (Mg)
  4. besi (Fe)
  5. Boron(B)
  6. Kolbalt (Co)
  7. tembaga (Cu)
  8. seng (Zn)
  9. kalsium (Ca)
  10. belerang(S)
  11. Ciri-ciri kekurangan mangan (Mn)

Pada daun muda tulang-tulangnya terjadi klorois, perubahan dari warna hijau menjadi kuning dan selanjutnya menjadi putih.

Tulang-tulang daunnya tetap berwarna hijau, ada yang sampai kebagian sisi tulang.

  1. Ciri-ciri kekurangan molybedenum

Bercak-bercak didaun dewasa, kemudian menjalar ke daun m uda.

Daun muda menjadi kering.

Daun dewasa mrnguncup dan helai daunnya menebal.

3.Ciri-ciri kekurangan magnesium

Daun cepat kering, cepat tua, dan berwarna hijau kekuning-kuningan pada sisi yang terkena sinar matahari saja.

Buah tumbuh tidak sempurna, kecil-kecil, mutu jelek dan tidak tahan lama  jika disimpan.

  1. Ciri-ciri mkekurangan besi

Tulang adaun menjadi kuning, kemungkinanna menjadi putih.

Timbul bercak-bercak berwarna hijau seperti pulau.

Daun mati mulai dari pucuk menuju bawah(die back)

  1. Ciri-ciri kekurangan boron

Tepi daun terjadi klorosis.

Kuncup-kuncup mati dan berwarna hitam.

Batang mudah patah dan mengeluarkan cairan kcoklatan.

  1. Ciri-ciri kekurangan kolbalt

Penyerapan nitrogen (N)  kurang maksimal, sehingga ciri-ciri kekurangan kolbalt (Bo) seperti ciri-ciri kekurangan nitrogen (N).

  1. Ciri-ciri kekurangan tembaga

Pada bagian daun, terutama yang muga tampak layu dan kemudian mati (die back), sedang ranting-rantingnya berubah warna pula menjadi coklat tua kemudian mati pula.

Ujung daun sering ditemukan layu, terkadang klorosis sekalipun jaringan-jaringannya tidak ada yang mati.

  1. Ciri-ciri kekurangan seng

Muncul bercak-bercak kuning pada ujng daun dan tepi daun-daun muda.

Daun kerdil,mengkerut atau menggulung di salah satu sisi lalu rontok.

Bakal buah menguning, terbuka dan akhirnya gugur.

Buah lemas dan akhirnya bengkok.

  1. Ciri-ciri kekurangan kalsium.

Daun muda selain kriput juga mengalami perubahan warna pada ujung dan tepi klorosis, berubah menjadi kuning dan warna tersebut menjalar diantara tulang-tulang daun. Jaringan-jaringan daun pada beberapa tempat mati.

Kunc up-kuncup muda yang telah tumbuh akhirnya mati.

  1. Ciri-ciri kekurangan belerang.

Daun-daun muda mengalami klorosis, perubahan warna umumnya terjadi pada seluruh daun muda, kadang mengkilat, keputih-putihan dan kadang perubahannya tidak merata.

 

Untuk menanggulangi masalah tanaman tersebut, HCS menyediakan SOT (suplemen organik tanaman).

 

SOT (suplemen organik tanaman) yang diproduksi oleh HCS, terdapat 52 spesies mikroba yang sangat baik kegunaannya untuk:

  • Mengurai unsur tanah.
  • Menjadikn akar tanaman lebih kuat.
  • Menjadikan batang tanaman lebih kuat.
  • Daun men jadi lebih lebar, dan tak mudah gugur.
  • Bunga lebih kuat dan tak mudah rontok.
  • Meningkatkan kualitas buah.
  • Sebagai pestisida sekaligus fungisida.

SOT ( suplemen organik tanaman) bermanfaat untuk:

  • Meningkatkan produksi panen 40-100%
  • Mencegah/mengurangi gugur bunga dan buah.
  • Berfungsi sebagai katalisator, sehingga dapat mengurangi penggunaan pupuk kimia dasar sampai 80%
  • Meningkatkan daya tahan tanaman terhadap serangan penyakit, terutama fungi/jamur/cendawan.
  • Mempercepat panen pada tanaman semusim.
  • Memperpanjang masa produksi tanaman, khususnya untuk tanaman yang berbuah berkali-kali.
  • Sangat baik digunakan pada persemaian atau bibitan.

Contoh penggunaan sot yang dianjurkan pada tanaman:

 

 

 

 

 

Macam tanaman takaran Tehnik aplikasi
Tanaman lemah

(kol/kobis/seledri,dll)

5 tutup botol sot.

Dilarutkan dalam 14 lt air.

3x penyemprotan berturut-turut, interval 10 hari.
Tanaman tidak berbatang

(padi,jagung,cabe,dll)

5 tutup botol sot.

Dilarutkan dalam 14 lt air.

3/4x penyemprotan berturut-turut, interval 10 hari
Tanaman tinggi berbatang

(kelapa sawit, jeruk, dll)

5 : 500 (1 ttp botol sot dilarutkan dalam 5 lt air) 3/4x penyemprotan berturut-turut, interval 5 hari. Selama 1 bulan.
Tanaman hias.

(anggrek,melati,dll)

5 : 500 (1 ttp botol sot dilarutkan dalam 15 lt air) Penyemprotan pagi jam 7-10 wib.

Sore jam 15-18 wib.

 

Cara penyemprotan yang baik adalah:

  • Saat mulut daun (stomata) terbuka, atau antara jam 16.00 sore sampai jam 07.00 wib.

Dengan cara disemprotkan dari atas ke bawah, atau disemprotkan pada daun bagian dalam.

  • Pada tanaman pangan (padi, kacang hijau, kacang kedelai, kacang tanah,dll) penyemprotan mulai umur 15,25,45 hari setelah tanam.
  • Pada tanaman palawija (jagung, ubi jalar, dll) penyemprotan mulai 10 hari. Interval penyemprotan 1-2 minggu sekali sampai menjelang panen.
  • Pada tanaman holtikultura (bawang merah/putih, sayuran, tomat, kentang dll). Penyemprotan mulai umur 10 hari. Interval 1 minggu sekali sampai menjelang panen.
  • Pada persemaian, bibit tanaman dalam polibag atau pot (buah, perkebunan, kehutanan, tanaman hias, dll) interval 15-30 hari sekali.
  • Pada tanaman buah ( pisang,papaya, dll) penyemprotan/penyiraman tiap 2 minggu -1 bulan sekali.
  • Pada tanaman keras dan perkebunan (kopi, coklat, mangga, karet, jati, dll) 1 bulan sekali dengan disiramkan.

 

Untuk dapat berkembang dengan baik, disamping membutuhkan suplemen yang baik, makan tanaman juga memerlukan pestisida, herbisida dan fungisida untuk mempertahankan kelangsungan hidup.

Untuk mengantisipasi itu, maka hcs mengeluarkan produk yang namanya phefoc, untuk memastikan tanaman aman dari serangan hama yang merugikan.

Kata kunci pilihan:

hcs pertanian,