Kisah Sukses Mitra HCS: Tukang Asongan Jadi Jutawan Berkat Ternak Kambing

Posted on

Di masa kecilnya, Ahayani hidup serba kekurangan. Selepas dari SLTA, dia mengadu nasib dengan berjualan asongan di terminal Tirtonadi SOLO untuk mencukupi kebutuhan sehari-harinya. Demikian kisah sukses mitra HCS dari Boyolali ini bermula.

Pada tahun 2003, ia mencoba peruntungan di pekerjaan baru dengan menjadi tenaga pemasar produk herbal dari Surabaya. Akhir tahun 2006, usaha yang digelutinya mengalami kebangkrutan. Mobil terjual, hutang menumpuk. Anehnya, dalam keadaan jatuh dan tanpa pekerjaan seperti itu, di awal 2007, ia justru memberanikan diri melamar gadis pujaan hatinya, Nurjanah, yang kini senantiasa membantu usahanya di rumah.

“Dengan modal seadanya, saya mencoba buka berbagai usaha mulai warung tahu kupat, warung susu segar, jual buah, jualan bendera di tepi jalan menjelang 17 agustus. Dan semuanya tidak ada yang sukses”,  Kenangnya.

Bahkan kerja menjadi pegawai bang alias tukang bangunan pun ia lakoni demi mencukupi kebutuhan anak istri dan nyicil bunga pinjaman di bank.

Melihat kondisi demikian, saudaranya yang bekerja di Dinas Pertanian di Bekasi memberikan pekerjaan untuk merawat kambing. Kesempatan itu dia pergunakan dengan sebaik-baiknya. Ketika itu, dia ternak kambing sebanyak 35 ekor. Namun, apa daya. Dia pun menyerah setelah enam bulan, karena tidak kuat tiap hari harus ngarit (mencari rumput).

Di tengah kondisi seperti itu, datanglah mentor HCS Bapak Sri Hermoyo dan Mas Anton ke rumahnya. Keduanya menawarkan teknologi ternak dan tani modern pola HCS.

Tanpa banyak mikir, dia pun ikut meski sebatas ikut-ikutan. Tanpa bosan, mitra dan mentor HCS memberikan semangat dan motivasi, serta pengarahan cara beternak dan peluang usaha yang ada di dalamnya. Hingga akhirnya, dia sempat pula diajak ke Jember dan Probolinggo untuk belajar bersama ‘guru-guru’ HCS di sana.

Sepulang dari Jember, ilmu yang didapatkan dicoba untuk diterapkan dengan memelihara 2 ekor kambing. Pelan namun pasti, usaha ternak kambingnya kali ini menampakkan hasil.

“Alhamdulillah, apa yang saya dapat dari usaha penggemukan kambing bisa untuk membayar hutang-hutang. Bulan Agustus 2012, Yamaha Mio terbaru bisa saya beli. Dan, pada April 2013, mobil sedan Timor juga bisa saya beli sebagai hadiah buat ulang tahun istri tercinta”, ceritanya.

Hingga saat ini, di rumah masih ada 80 ekor kambing dan 3 ekor sapi. Keuntungan yang didapat, selain dari penjualan kambing ternyata kotorannya bisa dimanfaatkan untuk dijadikan pupuk. Bahkan, urin pun bisa dijadikan mesin uang.
cara DAFTAR HCS
Kisah Sukses  Mitra peternak kambing hcs

Rekaman kata kunci:

kisah sukses peternak kambing,usaha ternak kambing,kisah sukses,Kisah sukses ternak kambing,usaha kambing,jutawan kambing,kisah sukses usaha ternak kambing,kisah peternak sukses dari nol,usaha ternak kambing sukses,kisah sukses peternak sapi,cerita sukses peternak kambing,kisah peternak kambing yang sukses,Kisah PETERNAK KAMBING SUKSES,sukses ternak sapi,kisah sukses beternak kambing,kisah sukses ternak Kambing jawa,pengusaha ternak kambing sukses,pengusaha ternak kambing,kunci sukses ternak kambing,pedagang kambing sukses,cerita sukses,kisah sukses peternak sapi dari nol,cerita sukses peternak,kisah sukses pengusaha kambing,kisah sukses peternak kambing jawa,kisah sukses ternak sapi,kisah sukses pengusaha entok,peternak sapi sukses,pengusaha sukses ternak kambing,sukses kambing,Cara sukses ternak,pengusaha pengemukan sapi yg sukses,ternak entok hcs,